
Sore hari.....
Di dipinggir jalan...
tepatnya di samping gerobak seorang pedagang mie ayam..
Dua anak manusia itu tengah sibuk menikmati semangkuk mie yang ada dihadapan mereka.Ini adalah jajanan ketiga yang mereka nikmati.Setelah sebelumnya es buah,setelah itu mereka makan siomay,dan kini berakhir di mie ayam.Entahlah,seolah mereka sudah sefrekuensi.Hobinya makan dan seolah tak ada kenyangnya.
"lo nggak ke toko?" tanya Joddy.
"kamu nanyanya telat..!ini udah jam lima sore kamu baru nanya nggak ke toko apa nggak..."
"hahhahaa.....basa basi prend..."
"cihh..."
"abis ini langsung pulang?"
"iya lah...mau kemana lagi...udah sore..." ucap Chika.
Joddy menatap dalam wajah wanita di hadapannya.Entahlah....ada perasaan bahagia jika ia sedang bersama gadis tomboy itu.Seutas senyum manis terbentuk dari bibir Joddy.Ia yang semula seolah merasa malas untuk berhubungan lagi dengan wanita,nyatanya kini ia mulai merasa nyaman dengan gadis tomboy itu.
Mereka seolah begitu lepas jika sedang bersama sama.Tak ada gengsi,jaim atau apalah.Mereka begitu percaya diri dan menjadi diri mereka sendiri.Joddy yang memang petakilan dan Chika yang.cuek dan tomboy.Klop lah mereka.
"gue anterin yukk..." ucap Joddy sambil beranjak dari duduknya.
"engko sik...! jik mangan c*k eman iki lo...!β
(bentar...!masih makan sayang ini loh...!)
Joddy terkekeh..
" keluar lagi c*k nya.." ucapnya kemudian.
Chika tak peduli.Ia masih fokus menyantap mie di hadapannya.
"piring nya sekalian Chik...abisin" ucap Joddy lagi sambil menyodorkan uang ke penjual mie ayam.
"lek kolu tak unt*l temenan c*k..."
("kalo bisa masuk aku telan beneran")
Joddy semakin terkekeh.
"udah ayok buruan..." ucap Joddy.
Chika pun buru buru menenggak minumannya lalu menyusul Joddy yang sudah berada di atas motornya.Motor sport itupun melaju meninggalkan tempat tersebut.
...****************...
Sedangkan....
Malam harinya...
di tempat yang berbeda....
Disebuah kamar luas di kediaman Adrian Tama....
Di sofa panjang yang terletak di dalam kamar tersebut.Sepasang mata hijau yang kini sudah terlihat lebih sehat itu tak henti menatap tajam wanita cantik berpiyama tang top pink yang kini tengah berdiri menunduk dihadapannya.Kurang lebih sudah setengah jam setelah kepulangan mereka dari rumah sakit,Adinda dan Adrian seolah masih betah saling diam dalam posisi yang tak berubah sedari tadi.
Ya....mereka baru pulang dari rumah sakit.Setelah tadi siang Adrian diperiksa oleh dokter yang Adinda panggil.Namun dokter itu mengatakan bahwa Adrian tidak memiliki masalah kesehatan apapun.Dokter itupun hanya memberikan beberapa vitamin untuk Adrian.
Merasa tidak puas dengan hasil pemeriksaan sang dokter,Adrian yang merasakan lemas pun bertekad untuk memeriksakan diri kerumah sakit ditemani Dinda dan Nabila.Sesampainya dirumah sakit dokter dan menceritakan gejala gejala yang dialami nya dokter itu justru tertawa dan menyarankan untuk Adinda yang diperiksa.
Awalnya Adrian merasa aneh,namun sang dokter mengatakan bahwa gejala yang terjadi pada Adrian ini mirip seperti Kehamilan simpatik atau disebut juga sindrom Couvade terjadi ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri. Umumnya faktor pemicunya adalah stres dan rasa empati suami kepada istri yang sedang mengandung.
Adrian tak percaya,lantaran setau dia Adinda selalu meminum pil kb secara rutin.Jadi nggak mungkin hamil kan?
Adrian yang masih diliputi rasa penasaran pun akhirnya memustuskan memaksa Dinda untuk di periksa di dokter kandungan yang kebetulan hari itu praktek di tempat tersebut.
Dan hasilnya.....
.
.
.
.
__ADS_1
Positif.....
Dinda hamil dengan usia kandungan jalan dua bulan.
Dinda hamil anak pertama...eh salah anak kedua dari Adrian.Setelah sebelumnya ia sempat keguguran saat awal awal pernikahan mereka.
Adrian yang sebenarnya masih belum menginginkan Dinda untuk hamil pun dibuat penasaran.Bagaimana bisa Dinda hamil?
Alhasil....
Disinilah mereka sekarang
Di dalam kamar mereka...
Berdua....
Adrian duduk di sofa dengan tatapan mengintimidasi,sedangkan Adinda berdiri di hadapannya sambil menunduk bak seorang bocah yang siap di berikan siraman rohani oleh bapaknya.Untungnya Nabila sekarang sudah punya kamar sendiri,jadi mereka bisa leluasa untuk berdebat malam ini.
Adinda kembali meremas ujung piyamanya.Kakinya sudah merasa pegal.Namun sedari tadi laki laki itu tak mengeluarkan suara nya sedikitpun
Adinda maju selangkah mendekati Adrian.Tangannya tergerak mencolek paha laki laki itu.
"mas..." ucap Adinda dibuat sedikit manja.
Adrian tak menjawab.
"bobok yukk..." ucapnya.
Adrian masih tak berekpresi.Dinda jadi takut sendiri.
Wanita itupun memberanikan diri untuk duduk di samping Adrian.Sedangkan mata hijau itu terus fokus mengamati kemana wanita itu bergerak.
Adinda memeluk lengan kiri Adrian dengan satu tangannya lalu menempelkan kepalanya disana,sedangkan satu tangannya tergerak menggaruk garuk paha bertato yang berbalut jeans pendek milik Adrian itu yang sebenarnya tak gatal.
"mas...udah malem...bobok yuukk...besok ngumpulin cuan lagi loh..." ucapnya mencoba merayu sang suami yang sudah terlihat mengerikan.
Adrian tak menjawab.Ia masih menatap tajam Adinda yang kini seolah takut untuk menatap balik sang suami.
Jari jari putih Adinda pun kini bergerak naik ke perut sixpack Adrian,bermain main di atas roti sobeknya bahkan sesekali ia sengaja menyentil gundukan di bawah perut Adrian berharap wajah garang Adrian akan berganti dengan senyuman.Sungguh...Adrian benar benar mengerikan kalau sudah memasang mode diam begini.
"Mas...Adriiiiaaaannnn.....ayok bobok yukk....ngaantukk....pengen dipeluukkk..." ucap Dinda manja.Namun tetap tak berani menatap wajah Adrian.
"maaasssss......." ucapnya semakin manja.
Ia menarik kedua tangannya dari tubuh sang suami.Ia duduk dengan wajah menunduk dan tangan yang meremas ujung piyamanya.
"jelasin" ucap Adrian lagi
"jelasin apa?"
"kenapa bisa hamil?"
"ya bisa lah...aku kan cewek.."
"kamu kan minum pil kb?"
Adinda semakin menunduk...
"sebenernya......udah enggak lagi..." cicitnya.
Adrian tak menjawab.Ia masih ingin mendengar penjelasan wanita dihadapannya itu.
"pil yang harusnya aku minum aku buang ke tong sampah.." ucapnya lirih,mungkin Adrian tak kan bisa mendengar nya jika pendengarannya tidak tajam.
Adrian menghela nafas panjang...
"maksudnya biar apa?" tanyanya lagi masih dengan mode dingin.
"ya biar hamil lah.." cicitnya pelan.
"kamu nggak dengerin aku ya Din....berapa kali aku bilang...kamu harus kuliah dulu.."
"ya udah sih mas...bayi nya juga udah jadi...udah nggak bisa di cancel..." ucap Adinda enteng.
Adrian membuang muka sambil menghela nafas panjang.
"lagian kenapa sih...kamu kayaknya nggak suka banget kalo aku hamil" ucapnya lagi dengan suara mulai menahan tangis.
"bukannya nggak suka Din...kamu masih harus kuliah...!kamu masih punya cita cita..!"
__ADS_1
"cita cita ku cuma pengen anak dari kamu mas...lagian kan aku juga bisa lanjut kuliah nanti kalau anak kita udah lahir..."
"kamu tuh kalau dibilangin nyamber mulu ya" ucap Adrian kesal.
"ya udah....maaf...tapi jangan marah marah.." ucap Adinda sambil kembali meraih lengan bertato Adrian.
Adrian tak menjawab.Ia memalingkan wajahnya ...
"mas....maaf....masa kamu nggak seneng sih aku hamil" ucapnya lagi dengan mata mulai mengembun.
Adrian menoleh,ditatapnya wajah cantik Adinda yang terlihat memelas,namun ia masih tak bergerak.
"maaaaaasss....jangan marah...hikss.."
Adrian masih tak bergeming.
"iiihhhh....istri lagi hamil bukan nya disayang sayang malah dipelototin terus....hwahahahaa....."
Adrian kalang kabut.Adinda menangis bak anak kecil yang diambil mainannya.Sesekali ia menghentak hentakkan kaki nya ke tanah guna menyalurkan emosinya.
"Din...kamu jangan kayak anak kecil dong"
"ya kamunya jahat...!aku udah hamil...bukannya di perhatiin malah diomelin...hwahahaha..."
Adrian memeluk tubuh Adinda,mencoba meredakan emosi ibu hamil yang tak stabil itu.
"iya....iya...nggak diomelin..cup....udah..udah...nggak apa apa" ucap Adrian sambil memeluk tubuh wanita itu.Memasukkan tubuh rampingnya dalam dekapan tangan kekar Adrian.
Adinda sesenggukan disana.Adrian mencium pucuk kepala Adinda.
"dah...maaf...maaf udah bikin kamu nangis"
"tapi jangan marah marah lagi...hiks..."
"nggak...nggak marah...."
"nggak apa apa kan aku hamil?"
"nggak apa apa sayang...nggak apa apa.."
"kamu mau tanggung jawab kan?"
"ya iyalah...kita kan suami istri Din.." Jawab Adrian tak habis pikir.
"janji...?"
"janji...."
Adinda mengusap lelehan air matanya.
"dah....udah malem...sekarang kita bobok ya...." ucap Adrian.
Adinda mengangguk.
"tapi dipeluk..."
"iya..."
"ke kasurnya di gendong.."
"iya..."
"jangan dibanting..."
"enggak..."
"ya udah ayookk"
Adrian terkekeh,ia pun melepaskan pelukannya.Lalu dengan satu gerakan ia membopong tubuh mungil iti dan merebahkan nya di atas ranjang.Adrian pun naik ke atas ranjang,ia menarik selimut untuk menutupi tubuh Adinda lalu memeluk tubuh ramping tersebut dengan mesra.
Malam pun mereka lalui dengan tidur saling memeluk hingga pagi menjelang.
*nyari nyari visualnya Dinda yang pakai hijab nggak ada lagi selain ini...ππ
...----------------...
__ADS_1
***kasih dukungan seperti biasanya ya....
BANYAKIN semuanya....πππππ***