Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
127


__ADS_3

Malam menjelang....


Di sebuah rumah milik seorang ustadz di sebuah kampung dipinggiran kota berhawa sejuk itu..


Seorang remaja putri berambut panjang tengah sibuk dengan ponselnya.Sambil senyum senyum sendiri,remaja itu sibuk berbalas pesan dengan seorang laki laki yang sudah cukup lama tak menghubungunya.Terakhir kali mereka saling berbalas pesan saat laki laki itu mengucapkan terima kasih padanya karena telah membantu memberikan foto foto dan Vidio Adinda.Setelah itu mereka sudah tak saling berbalas pesan lagi.


Chika tersenyum menatap layar ponselnya saat sebuah pesan masuk dari nomor pria dengan foto profil salah satu club bola kenamaan dunia itu.


"*sorry....beberapa hari ini lagi sibuk...jadi jarang buka hp....hehehe...." tulisnya.


Chika tersenyum,akhirnya ia bisa berbalas pesan lagi dengan laki laki itu setelah ia ngechat duluan tadi.


"oh...kirain kenapa....abisnya udah nggak pernah ada kabar lagi sih.." balas Chika.


"lo apa kabar Chik....ada rencana nerusin kuliah dimana?"


"rencana mau di salah satu kampus di kota J...barengan sama Naya"


"ohhh.....asyik dong....bisa sekota sama gue..hehe...btw kalian tuh akrab banget ya...kemana mana selalu bareng...sama Dinda juga kan"


"iya...dari Sd kita berempat udah temenan...dan kebetulan...Naya sama aku sepupuan...jadi deket banget.."


"oh...kalian berempat ternyata ada yang sepupuan....baru tau gue..."


"heheehe....iya..." tulis Chika.


"oh ya....Dinda apa kabar?" tulisnya lagi.


Belum di balas....


"cie.....ngetik mulu...siapa sih Chik?" tanya Naya yang baru selesai sholat.


Chika meletakkan ponselnya.


"ada deh....kepo kamu"


Naya duduk di atas ranjang di samping Chika yang lagi rebahan.


"Chik....ibuk ngotot terus pengen nengokin Dinda" ucap Naya.


"kamu udah ngomong sama Dinda?"


"belum...." ucap Naya.


"terus gimana?"


"kita ajak bareng kalo kita ke kota itu aja gimana?sekalian kita nyari kos kos an kan Chik....kalau kita kuliah di kota itu kan kita juga perlu ngekos"


Chika manggut manggut.


"boleh...siapa tau malah Dinda ngajakin kita tinggal dirumahnya...mayan kan...ngirit...hehehe...."


"hisss....kamu nih....jangan lah...kasian Dinda....keuangannya kayaknya belum pulih pulih banget" ucap Naya.


"iya sih...." ucap Chika.


tinggg....


ponsel Naya berbunyi...


1pesan masuk


mas Marco


"assalamu alaikum calon...." tulisnya.


Naya mengernyitkan dahinya,namun sepersekian detik kemudian gadis manis itu tersenyum.


"wa alaikum salam..." tulisnya.

__ADS_1


"lagi apa?"


"nggak lagi apa apa...ini mau makan malam..." tulis Naya


"wah....enak tuh...jadi pengen disuapin"


Naya terkekeh membaca pesan itu.


"wooee...senyum senyum..!chat an sama siapa sih...coba lihat" ucap Chika sambil melongok mencoba melihat layar ponsel Naya namun dengan cepat remaja itu menjauhkan ponselnya dari pandangan Chika.


"apa sih...kepo deh..."


"pacar ya Nay?kenalin Nay...siapa?ganteng nggak??"


"apa sih...enggak..."


"bo'ong..!" ucap Chika tak percaya.


"beneran..."


"trus siapa?kok senyum senyum?"


"temen doang..."


"temen yang mana?temen kamu mah cuma akau Dinda sama Putri Nay..." ucap Chika sambil meraih ponselnya dan membuka room chatnya dengan laki laki tadi.


"sok tau kamu...udah yuk makan...ditungguin ayah sama bunda tuh.." ucapnya sambil berlalu meninggalkan Chika.


"iya....iya..." jawabnya.


Chika menghela nafas panjang menatap room chat nya.Belum ada balasan dari laki laki itu,bahkan pesan darinya belum dibaca.Mungkin ia lagi sibuk...pikirnya.


Chika meletakkan ponselnya di atas meja.Ia kemudian menuju ke meja makan dimana Naya dan keluarganya sudah menunggu.


Cikita Meydina Zafa dan Innaya Mauril Hanif adalah dua gadis remaja seumuran yang masih terikat hubungan keluarga.Chikita atau yang lebih akrab disapa Chika adalah seorang yatim piatu yang sejak kecil di rawat oleh ustadz Anwar dan ustadzah Mirah yang tidak lain adalah orang tua kandung Naya.Almarhum ayah Chika adalah kakak kandung dari ustadzah Mirah.Ayah dan ibu Chika tewas karena kecelakaan yang mereka alami saat Chika masih berusia sepuluh tahun.Sejak saat itu,Chika dirawat oleh orang tua Naya.Mereka memberikan penghidupan dan sekolah yang layak untuk Chika selayaknya anak kandung sendiri.


...****************...


Ditempat lain....


Seorang remaja pria nampak menuruni tangga rumahnya,kemudian berjalan menuju kolam renang mendekati sang kakak yang kini tengah sibuk dengan ponselnya.


"bang..." ucap Joddy


"hmm...." jawab Marco dengan mata yang masih fokus pada layar ponsel.


"bagi duit dong..."


"buat apa?"


"laper gue...pen beli makan..."


"deliv aja..ntar gue bayar..."


Joddy berdecak kesal.Ia kemudian duduk di samping Marco dengan kaki yang ia celupkan ke air kolam renang.


"gue pen keluar bang...gue lama lama jadi kek anak ayam di kandangin mulu" protes Joddy.


Ya...semenjak insiden kepergoknya ia dan Sheila di kamar hotel,Marco jadi makin protektif padanya.Ia tak di beri kebebasan untuk menggunakan motor dan kendaraan pribadi lainnya.Ia dilarang keluar malam kalau bukan karena urusan penting,,bahkan uang jajan pun kini Marco batasi.Ia hanya mendapat uang jajan harian yang sudah Marco tentukan jumlahnya.


Joddy pun kini sudah putus kontak dengan Sheila.Entahlah...bagaimana kabar wanita itu sekarang.Joddy sudah tak peduli.Setelah kepergok oleh Marco dan Dinda ia seolah sudah masa bodoh dengan ancaman Sheila.Mau disebarin kek..mau nggak kek...dia tak peduli.Toh dua orang yang paling ia jaga perasaannya sudah tau semuanya...jadi untuk apa lagi ia takut.Ia tak peduli dengan omongan orang luar.Bodo amat....


"bang...boleh ya....lima puluh ribu aja deh..." bujuk Joddy lagi.


Marco menghentikan aktifitasnya.Ia menoleh ke arah Joddy.


"deliv atau nggak makan?" tanya Marco tegas sambil menyodorkan ponselnya meminta Joddy untuk memesan makanan online melalui ponsel miliknya.


Joddy berdecak kesal.Ia pun bangkit meninggalkan kakaknya tanpa peduli dengan ponsel yang Marco sodorkan...

__ADS_1


"nggak jadi makan?" teriak Marco


"serah lu...pesenin aja ndiri.."


"pesenin apa?"


"sate onta kek bakso tikus kek rendang badak..bodo amat..!" ucap Joddy kesal sambil melangkah kembali ke dalam kamarnya.


Marco tergelak mendengar jawaban Joddy.


"Joddy....Joddy....untung adek gue lo...kalo bukan udah udah tanem lo dari dulu dulu.." ucapnya sambill memesan makanan via online melalui ponsel nya.


...****************...


23:55


Di dalam rumah mewah peninggalan tuan William.


Adrian tengah tertidur pulas di atas ranjang empuknya,merangkai mimpi mimpi indah dalam balutan selimut tebal yang menutupi tubuh kekarnya.Tak ada aktifitas panas malam ini lantaran Dinda yang sedang kedatangan tamu bulanan membuat Adrian tertidur lebih awal.Ketika ia sedang enak enaknya tidur tiba tiba...


"papa...!!paapa...!!!" Nabila berteriak heboh sambil menggoyang goyangkan tubuh Adrian.


"papa bangun...!!!ada maling...!!tolongin mama....!!!" ucap Nabila panik.


"paaa...!!bangun..!!!"


Adrian mengerjabkan matanya.


"apa sih Bil..." ucapnya dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur.


"ada maling pa...!tolongin mama..!hiks..." ucap Nabila sambil menangis.


Adrian meloncat dari tidur nya mendengar ucapan sang putri.


"mana?!!"


"dibawah pa...!!cepeetan...!!kasian mama....hiks hiks...!!" ucap Nabila.


Adrian panik...pria yang kesadarannya belum terkumpul seratus persen itu pun kalang kabut berlari keluar kamar dan menuruni tangga dengan terburu buru....


Dan...........


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


bersambung....😜


***KASIH VOTE DAN HADIAHNYA DULU.....😁😁😁😁😁😁


RAMAIKAN KOLOM KOMENNYA....


KLIK LIKE SETELAH BACA....πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°***

__ADS_1


__ADS_2