Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
129


__ADS_3


Pagi menjelang siang....


Di sebuah ruangan luas berisi berbagai alat olah raga.Adrian tengah sibuk membentuk otot otot tubuhnya dengan berbagai benda yang ada di sana.Tubuhnya sudah basah kuyup dibanjiri keringat.Sudah satu jam lebih ia berada disana.Laki laki itu memang sangat menggilai olah raga,maka tak heram jika semua rumah yang dulu pernah dimiliki Adrian pasti selalu terdapat ruang gym khusus disana.


Adrian kini tengah sibuk dengan benda menggantung dihadapannya.Dengan lihainya ia meninju dan menendang samsak tersebut bak tengah menghajar seorang musuh.


Nabila yang sedari tadi menemani papanya berburu keringat itu kini duduk di atas matras tak jauh dari tempat nya berdiri itupun sibuk mengamati pergerakan sang papa.


Adrian menyudahi aktifitas tinjunya.Ia kemudian mendekati Nabila lalu duduk berselonjor di samping bocah itu.Tangannya tergerak meraih botol minum yang ada disampingnya.Dengan cepat ia pun menenggak habis botol berisi air putih itu.


Nabila bangkit.Ia mendekati samsak yang tergantung disana dan tanpa aba aba ia meninju dan menendang benda tersebut dengam gerakan seperti yang Adrian lakukan sebelumnya.


Adrian mengernyitkan dahinya melihat aksi putri kecilnya itu.Sepertinya Nabila memiliki sisi tomboy dalam dirinya.Sedikit demi sedikit sifat dan kebiasaan dalam diri Adrian mengalir dalam darah Nabila meskipun gadis itu bukanlah anak kandungnya.Mungkin karena terbiasa bersama dan saking dekatnya mereka berdua.


Adrian tersenyum,ia kemudian bangkit mendekati sang putri yang nampak bersemangat menghajar benda membal di hadapannya.Adrian meraih samsak tersebut dan memegangi nya agar tak goyang ke kanan dan ke kiri.


"papa..." ucap Nabila menghentikan aksinya.


"kok berhenti..?ayok...tendang lagi..papa pegangin..." ucapnya.


Nabila tersenyum lebar.Ia pun kembali melancarkan aksinya mendaratkan pukulan dan tendangan yang bertubi tubi pada benda menggantung tersebut.Adrian terus memegangi samsak itu sambil terus memberi aba aba dan semangat pada gadis kecil itu.Tendangan Nabila boleh juga.Gadis itu punya kekuatan yang cukup besar ternyata.


Sekitar sepuluh menit...


"dah....istirahat dulu..."


Nabila cukup ngos ngosan.Ini adalah yang pertama baginya melakukan olah raga seperti itu.


Adrian kembali ke matrasnya.Nabila pun mengikuti sang papa dan duduk di sampingnya.


"papa....ajarin Nabil berantem dong..." ucap Nabila polos membuat Adrian menoleh ke arah gadis itu.


"berantem?"


Nabila mengangguk antusias.


"kamu mau papa ajarin bela diri?"


Nabila mengangguk lagi semakin antusias.


Adrian tersenyum,ia mengusap lembut pucuk kepala Nabila.


"boleh...tapi ingat...bela diri itu untuk melindungi diri kamu...bukan buat sok jagoan...papa nggak mau kalau kamu udah bisa bela diri trus kamu jadi merasa sebagai orang yang paling kuat...papa nggak suka.." ucap Adrian mewanti wanti.


Nabila mengangguk yakin.


"Nabila nggak akan sok jagoan pa....Nabil pengen jagain mama...mama kan nggak bisa berantem...jadi kalau nggak ada papa...Nabil bisa belain mama" ucap Nabila yakin.


Adrian tersenyum bangga,ia mengacak acal lembut pucuk kepala Nabila.


"anak pinter.." ucapnya.


Ceklek....


pintu ruangan itu terbuka.Adinda masuk ke dalam ruangan tersebut dengan home drees ber hoodie warna pink.Wanita cantik itu kemudian mendekati anak dan suaminya kemudian duduk di samping Nabila.


"kalian pada ngapain sih?dari tadi nggak keluar keluar" tanya Adinda.


Adrian tak menjawab,ia mendekatkan wajahnya pada Adinda hendak mencium istri cantiknya itu,namun dengan sigap ia menahan bibir Adrian itu dengan telapak tangannya.


"stop....!bauk acem....!" ucapnya.


Adrian hanya terkekeh.


"aku abis olah raga ma sama papa...!aku mau diajarin berantem sama papa...iya kan pa??" ucap Nabila.


Adrian hanya mengangguk sambil meraih botol minumnya dan menenggaknya hingga tandas.


"berantem?ngapain?"


"biar bisa jagain mama...ya kan pa?"

__ADS_1


Adrian mengangguk lagi.


"kamu juga boleh kalau kamu mau Din" ucap Adrian menawarkan diri.


"nggak ah..." tolak Adinda


"kenapa?kan biar kamu bisa ngelindungin diri kamu sendiri" ucap Adrian lagi.


"aku maunya dilindungi mas.." ucapnya sambil menatap wajah Adrian dengan raut wajah yang begitu menggemaskan.


"ciih....sok manis kamu" ucap Adrian gemas.


Nabila ikut tertawa melihat tingkah kedua orang tuanya itu.


"mas..."


"hmmm..."


"tadi Naya nelfon...katanya seminggu lagi dia mau kesini sama ibuk.." ucapnya


Adrian menoleh ke arah Adinda.


"serius?" tanya Adrian


Adinda mengangguk sambil tersenyum.


"alhamdulillah..." ucap Adrian.


"ibuk mulai luluh mas..." ucap Adinda.


Adrian meraih tangan Adinda,mengusap punggung tangan itu dengan lembut sambil tersenyum.


Akhirnya...sedikit demi sedikit perjuangan panjang mereka membuahkan hasil.


Namun tanpa mereka sadari,ada raut wajah tidak suka yang ditunjukkan oleh putri kecilnya.Entahlah...segala perlakuan buruk bu Lastri padanya juga papanya kadung melekat dalam ingatan juga hati seorang Nabila.Gadis itu seolah merasa tak menyukai neneknya tersebut.


Adrian bangkit dari duduknya.


"dah yok...Nabil kalo udah ilang kringetnya langsung mandi ya nak" ucap Adrian


Ketiga anak manusia itupun keluar dari tempat tersebut.Saat dalam perjalanan,mereka melewati pintu menuju ke kamar belakang yang terletak di samping belakang rumah utama.


Adrian menghentikan langkahnya saat melihat bu Ela tengah menyapu halaman belakang rumah mewah tersebut.Sesekali wanita tua itu tampak mengusap lelehan keringat yang mengucur di dahinya.


"tadi ibuk abis masak mas...dari sebelum subuh dia udah bangun buat beresin rumah...kasian ibuk...dia pasti capek banget..." ucap Adinda mencoba mengungkap sisi baik bu Ela,berharap Adrian luluh dan memaafkan mertuanya itu.


"bagus...itu artinya dia sadar diri" ucap Adrian singkat dan ketus kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Adinda menghela nafas panjang.Sabarrr.....sebentar lagi..suatu saat Adrian pasti akan luluh hatinya.


Adrian menuju ke dapur,ia membuka kulkas dan kembali mengambil botol minum dan meneguknya.Setelah melakukan olah raga ia benar benar merasa sangat kehausan.


.


.


.


ting....tong.....


bel rumah utama berbunyi.Adinda pun berjalan menuju ruang tamu berniat untuk membukakan pintu bercat putih tersebut.


ceklekk


.


.


.


pintu terbuka....


Adinda mengernyitkan dahinya...

__ADS_1


Tak ada orang..lalu siapa yang memencet bel tadi???


aahh...mungkin hanya orang iseng...pikirnya.


Adinda bergegas masuk kembali ke dalam rumah.Namun saat ia hendak menutup pintu,pandangan matanya terhenti pada sebuah kotak yang tergeletak di depan pintu.


"selamat ulang tahun Adrian"


sebuah tulisan di sebuah kertas yang tertempel di atas kotak berwarna merah itu berhasil menyita perhatian Adinda.Dinda meraih kotak tersebut dan sejenak mengamati nya.


"dari siapa nih?kok nggak ada namanya?" ucap Adinda sambil mengamati kotak yang terasa cukup berat itu.


Adinda membawa kotak itu masuk tanpa membukanya menuju dapur dimana Adrian berada saat ini.


"mas..."


"ya..."


"ada yang ngasih ini nih" ucap Adinda sambil meletakkan kotak tersebut di atas meja makan.


"dari siapa?"


"nggak tau....nggak ada namanya..."


Adrian mengernyitkan dahinya.Ia mendekati kotak tersebut dan mengamatinya tanpa menyentuh.


"buka aja mas...mungkin dari fans kamu" ucap Adinda.


Adrian menggerakkan tangannya membuka kotak tersebut.Daannnnn.........


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"BANGS*T...!!!!!"


...----------------...


***HAYO LOHH....APA TUH YANG DI KOTAK???


DAPAT BERAPA VOTE DAN HADIAH YA HARI INI?


DAPAT BERAPA KOMEN YA?


DAPAT BERAPA LIKE YA....

__ADS_1


BANYAKIN DOOOONNGGG......🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺***


__ADS_2