
Bu Lastri mengarahkan pandangannya ke arah pintu,terlihat di sana seorang gadis kecil berambut panjang digandeng seorang laki laki tampan bertubuh tinggi tegap.Bu Lastri menatap penuh selidik pada dua orang itu,kemudian ia beralih menatap sang putri.
"itu siapa ndok?" tanya Bu Lastri.
"itu......"ucapan Adinda terhenti..
"eh...sebentar...suruh masuk dulu tamunya...ibu bikinin minum dulu" ucap Bu Lastri.
Wanita paruh baya itu berfikir itu adalah ayah dan anak yang menolong Adinda dan mengantarkan putrinya itu pulang.
"suruh masuk ndok...."
"iya buk..."
Bu Lastri pun menuju ke dapur rumahnya berniat membuatkan minuman untuk kedua tamunya.
Adinda mendekati Nabila dan Adrian yang masih berada di luar.
"masuk dulu mas..." ucap Adinda pada sang suami.
Adrian pun mengangguk.Adinda menggandeng tangan Nabila untuk masuk dan duduk di sofa sederhana di ruang tamu yang tak terlalu besar itu.
Adrian semakin gusar,keringatnya mulai bercucuran membasahi keningnya.Ia tak pernah se nervous ini sebelumnya.
Tak berselang lama,bu Lastri datang dari dapur sambil membawa nampan berisi dua cangkir teh.
Bu Lastri meletakkan nampan itu di atas meja,lalu mengambil cangkir berisi teh itu dan meletakkannya di depan Nabila dan Adrian.
"silahkan diminum mas...maaf...rumahnya kecil" ucap Bu Lastri.Adrian hanya tersenyum sambil mengangguk.Bu Lastri memperhatikan laki laki yang kini mengenakan kaos berwarna kuning dan celana jeans panjang itu.Laki laki itu terlihat sangat tampan,tapi terkesan garang dan seram,apalagi terdapat banyak tato di lengan sebelah kirinya..
"buk....bapak mana?" tanya Adinda membuyarkan lamunan sang ibu.
Wajah bu Lastri mendadak sendu,ia menatap nanar ke arah sang putri dengan mata yang mulai mengembun.Adinda mengernyitkan dahinya,tangannya tergerak menyentuh punggung tangan sang ibu.
"buk....ibuk kenapa?" tanya Dinda sambil menyentuh lembut pundak sang ibu.
"bapakmu sudah ndak ada ndok" ucapnya lirih.
deggghhh.....
.
.
.
.
.
Adinda mematung.Bak tersambar petir di siang bolong,mata indah nya berkaca kaca,dadanya sesak.Adinda memang sangat dekat dengan sang ayah,mengingat ia adalah putri satu satunya di keluarga ini.Bulir bulir bening itu menetes tak tertahan.Lidahnya seolah kelu,tak mampu untuk berkata kata.
"setelah kamu hilang tanpa kabar,bapak jadi sering sakit sakitan ndok....bapak jadi sering keluar masuk rumah sakit....dan akhirnya bapak meninggal baru tujuh hari kemarin ndok"
Adinda lemas,hari kematian sang ayah bertepatan dengan hari kematian tuan William.Adinda menangis,air mata itu luruh juga.Begitu juga Bu Lastri,wanita yang kini menjadi janda itu kembali merasakan duka kehilangan sang suami.
"dalam keadaan sakit,bapakmu selalu wara wiri ke kantor polisi menanyakan keberadaan kamu ndok,tapi selalu ndak ada hasil.Banyak yang bilang,kamu diculik orang jahat dan dibunuh,seperti di berita berita itu" ucap Bu Lastri.
Adrian yang sedari tadi diam pun bergetar.Dia tersangkanya.Dia yang sudah menculik Adinda.Dan dia juga yang secara tidak langsung membunuh ayah Adinda.Adrian semakin pucat.Sungguh,ini pertama kali dalam hidupnya di hadapkan pada situasi seperti ini.Adrian si singa yang garang memang sudah berubah jadi kucing penakut.Ia bahkan gugup di hadapan janda tua yang tak punya kekuatan apa apa ini.
Adinda dan bu Lastri masih sibuk menangis.Adrian menoleh ke arah sang istri yang nampak sesenggukan sambil menutupi wajahnya menggunakan dua telapak tangannya.Tangan kekar Adrian tergerak mengusap pundak Adinda untuk menenangkan wanita itu.
Hal itupun berhasil di tangkap oleh netra bu Lastri,ia menatap Adrian dengan tatapan menyelidik.Wanita itu kemudian menghapus air matanya.
"maaf saya jadi terbawa emosi..." ucapnya.
Adrian menurunkan tangannya dari pundak Adinda.Dinda pun menghapus air matanya.
"mas...dan adek ini siapa?dan bagaimana bisa bertemu dengan anak saya Adinda" tanya Bu Lastri sopan.Karena jika dilihat,nampak jelas bahwa Adrian ini adalah orang berada.Walaupun penampilannya terlihat sangar,namun tak bisa menutupi hal tersebut darinya.
"em..saya.....sa...saya....." Adrian gugup,membuatnya susah untuk mengeluarkan kata kata.
"aku anaknya mama Dinda nek...ini papaku,papa Adrian..." ucap Nabila spontan dan polos,membuat mata ketiga orang dewasa disana langsung menoleh ke arah gadis kecil itu.
__ADS_1
busett nih bocah....bapaknye aje keringat dingin ampe nggak bisa ngomong...dia asal jeplak aja🤣🤣🤣
Bu Lastri melongo mendengar ucapan polos gadis kecil itu.Ia kemudian menoleh ke arah sang putri.
"ndok....." ucap bu Lastri seolah meminta penjelasan.
Adinda menunduk.Ia jadi ikut gugup sekarang.
"ndok....benar apa yang dibilang anak ini?" tanya bu Lastri dengan tatapan nanar dan penuh kebingungan.
"ndok.....jawab...!!" ucap Bu Lastri sambil menggoyang goyangkan tubuh sang putri.
"ibuk....."
suara baritone itu menggema lembut,membuat bu Lastri dan Adinda menoleh ke arah sumber suara tersebut.
"mohon maaf sebelumnya....perkenalkan...nama saya Adrian,saya suami dari Adinda,putri ibuk..." ucapnya.
Bu Lastri lemas,ia menjatuhkan tubuhnya di sandaran sofa.Bagaimana bisa?anaknya menikah?dengan laki laki ini?sepertinya dia bukan laki laki baik jika dilihat dari penampilannya.
Adinda mendekati sang ibu yang lemas.
"buk....ibuk kenapa?" tanya Adinda panik
"Dinda....bawa ibuk ke kamar....ibuk mau bicara sama kamu" ucapnya.
Adinda mengangguk,ia menoleh ke Adrian yang juga terlihat panik.Wanita muda itu kemudian membimbing sang ibu yang lemas itu untuk masuk ke dalam kamarnya.
"papa....nenek ku kenapa?" tanya Nabila.
"papa nggak tahu sayang....kamu doain nenek ya...semoga nenek baik baik aja" ucapnya.
Nabila hanya mengangguk.
"papa....papa...."
"iya nak..."
"emang bener ya kalau mama diculik?siapa yang nyulik pa?" tanya Nabila dengan begitu polosnya.
"penculiknya jahat ya pa....kaya bang Boim..!untung ada papa...mama jadi selamat deh...nggak disuruh ngamen kayak aku...iya kan pa?"
"iya sayang...." ucap Adrian mengiyakan.
Adrian yang sudah gugup dibuat jadi makin panik.Respon bu Lastri tak begitu mengenakkan.Bagaimana ini?
Sementara itu di dalam kamar,
Adinda membantu sang ibu merebahkan tubuhnya di ranjang berukuran 160x200cm itu.
Adinda mengambil gelas berisi air putih yang ada di atas meja kecil di samping ranjang tersebut.
"minum dulu buk...." ucap Adinda sambil menyodorkan air putih tersebut kepada sang ibu.Bu Lastri pun menerimanya
"ndok..." ucap bu Lastri setelah meneguk sedikit air putih tersebut.
"iya buk..." ucap Adinda sambil meletakkan kembali gelas tersebut ke atas meja.
"apa benar yang di ucapkan laki laki tadi ndok?" tanyanya.
Adinda menunduk,berat baginya untuk menceritakan semua kejadian yang menimpanya.Bagaimana jika sang ibu tak bisa menerimanya.Mendengar ia sudah menikah saja kondisi ibunya jadi begini,apalagi kalau tahu yang menikahinya adalah orang yang menculiknya??
"ndok....ibukmu ini bertanya..." ucap Bu Lastri.
"b...buk...i...iya....laki laki itu suami Dinda buk" ucapnya.
Bu Lastri merasakan nyeri di dadanya.Ia memegang dada itu sambil menjatuhkan tubuhnya di bantal yang menjadi sandarannya.
"buk....ibuk kenapa...jangan bikin Dinda takut..." ucapnya.
Bu Lastri mengatur nafas,mencoba menenangkan pikiran nya sendiri,lalu....
"buk....Dinda minta maaf...Dinda tau ibuk pasti kecewa...tapi....."
__ADS_1
"kamu itu masih sekolah ndok...masih tujuh belas tahun..!bagaimana bisa kamu berfikir menikah di usia semuda ini..!masa depan kamu masih panjang ndok.....!kamu satu satunya harapan bapak dan ibuk..!" ucap Bu Lastri mulai menggebu.
Adinda semakin menunduk.
"dan sekarang kamu lihat laki laki yang kamu bilang suami kamu itu...!apa kamu yakin dia laki laki baik?lihat penampilannya ndok....badannya saja digambari semuanya begitu..!apa yang kamu pikirkan ndok...!dari mana kamu mengenalnya?!jawab ibuk..."
Adinda terus menunduk,ia bingung harus menjawab apa.
Bu Lastri menatap tajam ke arah sang putri.
"lihat ibuk...!jangan menunduk begitu...!" ucap Bu Lastri.
"ma...maaf buk.." ucap Adinda lirih.
"sekarang jawab ibuk...darimana kamu kenal laki laki itu?" tanya bu Lastri dengan suara yang dibuat tegas.
"Di...Dinda kenal di...di....."
"di hp?iya....yang seperti di berita berita itu...kamu kenal dari hp...lalu kamu pergi menemui dia...iya??jadi selama ini kamu pergi karena keinginan kamu sendiri?bukan karena di culik orang seperti yang warga sini katakan?iya?begitu?kamu pergi untuk menemui dia Din??iya?jawab ndok....jangan diam saja...!!!" ucap Bu Lastri mulai tak sabar.Suaranya bahkan bisa di dengar oleh Adrian yang berada di ruang tamu.Membuat laki laki itu semakin tidak karuan.Sepertinya mertuanya tak menyukainya.
Adinda mencoba memegang pundak sang ibu untuk memenangkan wanita itu.
"ibuk....ibuk tenang...dengerin Dinda dulu..."
"bagaimana ibukmu ini bisa tenang...!kamu anak ibuk satu satunya...!harapan ibuk...tapi lihat sekarang...!kamu menikah tanpa minta ijin sama ibuk dan bapakmu!kamu pergi tanpa kabar pulang pulang membawa laki laki seperti itu,dan kamu bilang dia suami kamu???bagaimana ibuk bisa tenang ndokkk......" ucap Bu Lastri semakin tak terkendali.
"buk....dengerin Dinda dulu....tolong beri Dinda waktu untuk menjelaskan sama ibuk....kalau ibuk begini terus gimana Dinda bisa jelasin..." ucap nya.
Bu Lastri kembali mengatur nafasnya,mencoba menetralkan emosinya.
"buk....laki laki itu namanya mas Adrian,dia seorang model di ibu kota." ucap Adinda selembut mungkin.
"kami bertemu,karena pada waktu itu Adinda di culik sama orang,tapi mas Adrian yang datang nolongin Dinda..." ucapnya terpaksa berbohong.Sungguh....sebenarnya ia tak tega melakukan itu.Tapi melihat reaksi sang ibu yang begitu frontal membuat Adinda mengurungkan niatnya untuk mengatakan yang sebenarnya.Mungkin suatu saat ia akan mengatakan nya,tapi bukan sekarang.Saat ini bukanlah waktu yang tepat.Ia akan menceritakan yang sebenar benarnya nanti,setelah dirasa waktunya sudah tepat.Toh Adrian sudah berubah,ia tak kan melakukan hal yang aneh aneh sekarang kan...
Adinda meraih telapak tangan sang ibu.
"bukk....mas Adrian itu orang baik...baiiik banget...cuma penampilan nya aja yang terlihat buruk." ucapnya mencoba meyakinkan sang ibu.
"bahkan mas Adrian juga menyekolahkan Dinda buk...dia membiayai semua kebutuhan Dinda.Kami terpaksa menikah agar tidak menimbulkan fitnah" ucapnya lagi.
"kenapa dia ndak mengantarmu pulang saja kalau memang dia orang baik?kenapa harus menikahimu ndok?" tanya bu Lastri seolah tak percaya dengan ucapan sang putri.
Adinda terus memutar otak.Satu pelajaran untuk Dinda,satu kebohongan hanya akan menumbuhkan lagi kebohongan demi kebohongan lainnya.
Kini ia harus merangkai cerita bohong lagi untuk membuat sang ibu percaya padanya.
"karena.....karena saat itu keadaannya sulit buk...Dinda di culik sama mafia yang mau jual Dinda jadi wanita malam.Mereka nyariin Dinda terus saat tau kalau Dinda berhasil kabur karena ditolong mas Adrian.Makanya mas Adrian meminta ijin untuk menikahi Dinda,biar kami ada status,dan mereka berhenti gangguin Dinda" ucapnya sekenanya.
"Dinda minta maaf buk...Dinda nggak bermaksud bikin ibuk kecewa.." ucapnya sambil mencium telapak tangan sang ibu.
Bu Lastri menghela nafas panjang.
Entahlah...dalam hatinya ia masih tak bisa sepenuhnya menerima kenyataan bahwa sang putri kini sudah menikah dengan laki laki asing itu.Tapi mau bagaimana lagi,nasi sudah menjadi bubur.Anaknya sudah terlanjur menikah,ia sudah tak bisa melakukan apapun selain merestui mereka.
"lalu siapa anak kecil itu?apa laki-laki itu duda?dan anak itu anaknya?" tanya Bu Lastri.
"bukan buk...anak itu namanya Nabila...dia anak yatim piatu yang kami angkat jadi anak kami" ucapnya.
Bu Lastri memijat pelipisnya,ia merasakan pusing saat ini.Kenyataan ini berhasil menamparnya.Ia tak menyangka,putri yang selama ini mati matian ia cari bersama sang suami ternyata sudah menikah dengan laki laki yang menurutnya kurang baik itu.
"ibuk mau istirahat....kamu keluar dulu" ucapnya.
Adinda menunduk.Ia tahu betul,sang ibu pasti kecewa.Adinda menghela nafas panjang...
"ya udah....ibu istirahat ya..." ucap Adinda.
Wanita itupun pergi dari kamar itu dengan perasaan bersalah yang menyesakkan dadanya.Dalam hatinya ia tak henti meminta maaf pada sang ibu karena sudah berbohong dan mengecewakan wanita itu.
Ia tak punya pilihan lain.Untuk saat ini mungkin ini adalah jalan terbaik untuk ditempuh.Ia tak berani mengatakan yang sebenarnya,ia terlalu takut dengan reaksi sang ibu nantinya.
...----------------...
***1877 KATA SUDAH OTHOR KETIK.....
__ADS_1
BANYAKIN DONG LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA
.....BIAR MAKIN CEMUNGUT GETOOOHHH😩😩😩😩***