Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
91


__ADS_3

Di rumah kecil milik keluarga Adinda.


Wanita itu tengah mengemasi baju baju serta barang barang miliknya dan juga anak dan suaminya ke dalam koper kecil dan ransel nya.Adinda sudah tak meneteskan air matanya lagi.Lagi lagi,wanita itu mencoba tegar atas semua masalah yang di hadapinya saat ini.Ia tak mau terus larut dalam kesedihannya.Ia sudah harus bangkit.Ia masih punya Nabila yang harus ia rawat dan besarkan.Ia tak boleh lemah.Mau tak mau lagi lagi keadaan memaksanya untuk dewasa lebih dini.Ia harus menjadi ayah sekaligus ibununtuk Nabila.Ia harus kuat.


"ma....kita mau kemana?" tanya Nabila.


Adinda tersenyum.


"untuk sementara,kita tinggal di rumah nenek Ela ya sayang..."


"nenek Ela siapa ma?"


"nenek yang beberapa hari lalu kita jenguk.Kamu inget?"


"yang sakit itu ya ma?"


"iya nak..."


"tapi kan papa nggak suka ma...waktu itu papa marah pas kita kesana"


Adinda tersenyum.


"papa nggak marah kok..mungkin papa cuma lagi capek aja waktu itu" ucap Adinda.


"nggak marah gimana....orang papa bentak bentak mama kok" ucapnya polos.


"daahh....nggak usah dipikirin.Mending sekarang kamu bantuin mama masukin ini semua ke tas ya.."


"aku bawa boneka ya ma.."


"boleh.." ucapnya.


Keduanya pun sibuk memasukkan barang barang mereka ke dalam tas.


Setelah selesai,keduanya pun bergegas untuk pergi dari tempat tersebut menuju kediaman Bu Ela..mertuanya.


Sepuluh menit perjalanan...


Motor itu sampai di sebuah rumah yang bisa dibilang kondisinya memprihatinkan tersebut.


Adinda menatap nanar rumah tersebut.Ia kemudian menatap ke arah sang putri.


"Nabil nggak apa apa kan nak kalau kita tinggal disini sementara"


"nggak apa apa kok ma...yang penting aku sama mama,dan mama jangan nangis lagi ya..." ucapnya polos.


Adinda dibuat terharu dengan ucapan bocah kecil itu.


"Nabil mending tinggal disini ma,asalkan mama nggak nangis.Daripada tinggal sama nenek tapi mama nangis terus" ucapnya.


Adinda sekuat tenaga menahan air mata nya agar tak tumpah.Ia kemudian berkongkok di hadapan sang putri.


"iya nak....mama janji mama nggak akan nangis lagi.Kita mulai hidup baru disini ya...sambil nungguin papa keluar" ucapnya sambil menangkup wajah imut berpipi cubby itu.


Nabila tersenyum manis sambil mengangguk.


Adinda memeluk malaikat kecilnya itu.Ada rasa bahagia disana.Setidaknya ia punya Nabila sekarang.Gadis kecil yang mulanya Adrian adopsi untuk menemani laki laki itu saat ditinggal Adinda.Nyatanya justru kini ia menjadi penerang bagi gelapnya hidup Adinda yang ditinggal sang suami.


Adinda melepas pelukannya.

__ADS_1


"dah....kita masuk yuk" ucap Adinda.


Nabila pun mengangguk.Merekapun berjalan mendekati pintu.


"asssalamu alaikum" ucap Adinda.


"wa alaikum salam" jawab bu Ela dari dalam.Tak butih waktu lama,wanita tua itu muncul dari balik pintu dengan tongkat sebagai penopang tubuhnya.


"Dinda" ucap Bu Ela.


"ibuk..." ucapnya lalu meraih punggung tangan wanita itu dan menciumnya.


Nabila pun melakukan hal yang sama.


Bu Ela melongok ke arah jalan.Mana Adrian?wanita itu memang belum tahu mengenai kabar tertangkapnya Adrian.Lantaran ia yang tak pernah keluar rumah dan juga jarang ada warga yang mengunjunginya di gubuk reyotnya.


"suamimu mana?" tanya Bu Ela.


Adinda menunduk.


"ada yang ingin Dinda bicarakan sama ibuk..Dinda boleh masuk buk?" tanyanya.


Bu Ela bisa merasakan,ada sesuatu beban dalam diri wanita muda itu.Bu Ela pun mengangguk,ia mempersilahkan Adinda dan Nabila untuk masuk ke dalam gubuknya.


Sementara di tempat lain.....


Di kantin rumah sakit....


Joddy terdiam sambil sesekali memainkan sedotan yang ada di dalam gelas jus di hadapan nya.


Ucapan Chika tentang Adrian,Adinda,dan sikap sok taunya berhasil membuat remaja itu tersentil hatinya.


Joddy mengusap wajahnya kasar.


tiba tiba...


drrttt......drrtttt...


ponsel Joddy bergetar...


Bang Marco.


memanggil.....


Joddy mengusap tombol hijau yang ada di sana.


"ya bang" ucapnya.


"Jod....lihat berita di akun gosip sekarang"


"berita?ada apa emangnya?"


"liat sekarang" ucapnya penuh penekanan dari seberang sana.


Sambungan ponsel pun terputus.Joddy menuju aplikasi Instagram dan mencari akun gosip yang cukup terkenal disana.


Betapa terkejutnya Joddy.Berita penangkapan Adrian tersebar luas.Beberapa video hasil bidikan kamera amatir warga berseliweran disana.


Terlihat jelas drama penangkapan yang dibanjiri air mata itu.Wajah Adinda terlihat jelas disana.Joddy semakin bergetar melihat wanita yang ia cintai menangis memasang badan di hadapan sang ibu yang hendak memukul Adrian.Semakin perih lagi saat meliaht Adinda yang bersimpuh memohon ampun pada sang ibunda.

__ADS_1


Tak sampai disitu.Saking pinternya netijen dalam hal lacak melacak,tersebar juga akun Instagram Adinda yang terpampang jelas foto foto kebersamaan nya dengan Adrian dan Nabila.


Ya...tak ada satupun masyarakat yang mengetahui tentang identitas Dinda sebagai istri seorang model terkenal bernama Adrian Tama itu.Ketika ada vidio penangkapan yang beredar luas dan disana terpampang nyata wajah cantik itu,sontak saja hal tersebut membuat jiwa detektif para warga dunia maya bergejolak.Mereka berlomba lomba mencari tahu tentang wanita itu


Dan ditemukanlah akun Instagram milik wanita cantik tersebut.Nampak disana beberapa foto kebersamaan antara Dinda,Adrian dan Nabila.Tak hanya foto,bahkan juga vidio disana.


Joddy memutar salah satu vidio di sana.Vidio dimana ketiga anak manusia itu tengah menghabisaln waktu dengan bercanda ria di sebuah kamar luas dengan mengenakan piyama hello kitty yang seragam.


Joddy semakin dibuat sesak.Adinda terlihat begitu bahagia disana,bahkan sesekali Adrian nampak menciumi kedua wanita beda usia tersebut.


Joddy kembali mengarahkan jari jarinya menyentuh salah satu postingan Adinda berupa beberapa foto yang ada disana.Beberapa foto kebersamaan Dinda dan Adrian di sebuah ruang gym.Nampak Adrian yang berkeringat memeluk Dinda dari belakang dan mengecup pucuk kepala wanita itu.Bahkan ada satu foto dimana Adinda dengan mesra mencium pipi Adrian yang nampak teesenyum lebar.Meskipun Dinda mem blur foto dirinya lantaran ia tak berhijab kala itu,namun caption nya cukup membuat Joddy insecure.


"sweet lion" dengan emot love bertebaran disana.


Apa benar Adinda bahagia dengan Adrian sekarang.


Jika benar....trus gimana?


Joddy dibuat lemas.Sulit untuknya mengungkapkan bagaimana perasaan hatinya saat ini.


Ia mengorbankan dirinya untuk melepaskan Adinda dari jeratan Adrian.Padahal ternyata Adinda begitu bahagia dengan pria itu.


Bodoh....kenapa ia tak terfikir untuk mencari tahu kaabr Adinda melalui akun Instagram wanita itu.Bukankah ia sudah tahu akun IG Dinda sejak lama.


Drrtt.....drrttt....


Bang Marco.....


memanggil....


"iya bang..." ucap Joddy tak bersemangat.


"Jod....jangan bilang ini ada kaitannya sama lo" ucap Marco.


Joddy tak bisa menjawab.


"Joddy jawab...!!"


"sorry bang..." ucapnya lirih.


Marco mengusap wajahnya kasar.Ia sekuat tenaga menahan umpatan.Mungkin benar,Joddy berhasil mengungkap satu kejahatan besar.Tapi yang tidak Marco suka adalah,ia sudah melukai hati seorang wanita yang hidupnya sudah porak poranda.


Ia tahu betul betapa Adinda begitu menderita selama ini.Baru saja wanita itu mulai merasa bahagia,eh sudah di rusak lagi.Mending kalau sama orang lain...sama Joddy....orang yang katanya mencintai Adinda.


Marco berkali kali menarik nafas.Mengontril emosinya agar tak meledak.


"lo pulang sekarang" ucapnya kemudian denagn suara dingin.


"tapi bang...."


"PULANG....!!!!"


Joddy tak berani membantah...


"i....iya bang..." ucapnya.


......------------------------......


***Mana nih vote dan hadiahnya....?

__ADS_1


LIKE KOMEN BANYAKIN JUGA LAHH....🥰🥰😘😘***


__ADS_2