
Di taman yang terletak di tangah kota berhawa sejuk itu......
Sepasang muda mudi tengah menikmati minuman dingin serta beberapa camilan yang baru saja mereka beli di salah satu minimarket tak jauh dari taman tersebut
Dibawah pohon rindang,beralaskan rumput hijau yang terlihat lebat dan rapi,Zev tak henti menatap wajah ayu yang perlahan mulai menampakkan keceriaannya itu.Ternyata benar,Nabila memang tidak nyaman berada di bengkel itu.Buktinya gadis itu kembali ceria setelah pergi dari sana.Zev menggerakkan sebelah tangannya menyelipkan beberapa helai rambut Nabila ke belakang telinga sang gadis pujaan hati.
Nabila pun menoleh,dilihatnya Zev tengah menatap Nabila dengan tatapan khasnya yang begitu menggetarkan siapapun yang melihatnya.
"kenapa liatin kayak gitu?" tanya Nabila sambil mengunyah camilannya.
Zev tersenyum...
"Gita..." ucapnya.
"ya..."
"nikah yuk..." ucapnya.
Nabila terdiam dengan mulut sedikit terbuka.Tak ada angin tak hujan,tiba tiba Zev datang dan berniat mengajak Nabila menikah??
"apa?" tanya Nabila memperjelas.
"aku mau nikahin kamu" ucap Zev serius.
Gadis itu masih mematung.Tatapan mata indahnya terkunci dengan tatapan serigala milik Zev.Entah apa yang gadis itu rasakan...kenapa tiba tiba Zev berbicara ingin menikahinya?Nabila seolah ingin mencari alasan atas ajakan itu dari sorot mata Zev.
"kenapa?" tanya Nabila lirih dengan mata yang masih fokus pada netra biru milik Zev.
"karena banyak hal...karena banyak alasan...apa kamu mau denger?" tanya Zev dengan netra yang tak lepas dari Nabila.
Gadis itu mengangguk samar..
"yang pertama,karena aku cinta kamu..yang kedua,karena aku ingin memiliki kamu seutuhnya,yang ketiga,karena aku ingin melindungi kamu,yang ke empat,karena aku ingin menebus semua dosa dosaku ke kamu,yang kelima,karena aku ingin memenuhi tanggung jawab yang memang seharusnya aku lakukan dari dulu,dan yang ke enam........" ucapan Zev terhenti.
Tangannya tergerak membelai pipi mulus milik Nabila...
"karena aku ingin menyembuhkan trauma kamu..aku ingin menjadi orang pertama yang akan menghapus air mata kamu,bahkan sebelum tangan kamu sendiri yang melakukannya.." ucap Zev tulus.
"aku selalu merasa bersalah Git...trauma kamu begitu membekas bahkan hingga sekarang...aku minta maaf...tolong izinin aku untuk menjaga kamu sepenuhnya.." ucap Zev.
Nabila diam...matanya mulai mengembun...
"karena kasihan?kamu nikahin aku karena kamu kasihan?karena kamu ngerasa bersalah gitu?" tanya Nabila bergetar...
Zev menggeleng cepat...
"nggak..!bukan gitu maksudku..."
"aku nggak butuh dikasihani..." ucap gadis itu dengan air mata yang mulai luruh.
Zev mendekat.
"sssttt....heei...denger..." ucap Zev sambil menangkup wajah ayu yang mulai terisak itu
"bukan gitu maksudnya sayang....aku sayang sama kamu...makanya aku mau kamu jadi istri aku selamanya...bukan karena kasihan...bukan!aku tau kamu wanita kuat...kamu wanita hebat...!dan aku mau wanita hebat ini yang jadi pendampingku.." ucapnya begitu tulus dengan sorot mata yang begitu dalam.
"aku minta maaf...atas semua kesalahanku ke kamu...dan sekarang aku minta izin....izinkan aku menjaga,dan melindungi kamu seumur hidupku nanti" ucap Zev begitu yakin.
Nabila makin banjir...
Laki laki itu makin mendekatkan wajahnya pada wajah sang wanita...
"please...."
Gadis itu terus menangis,seolah ia tak tau untuk menjawab apa.Ia bingung..!
Jika di tanya trauma...maka jawabannya masih ada...!Nabila masih trauma dengan masa lalunya dengan Zev..!
Jika ditanya apakah Nabila mencintai Zev....maka jawabannya iya..!
__ADS_1
Tapi jika ditanya apakah Nabila siap menikah dengan Zev...jawabannya adalah...entah....
Masih ada ragu dalam diri Nabila,apakah Zev setulus itu menyayangi Nabila?mengingat Zev pernah melakukan hal fatal pada gadis itu dulunya,dan sepertinya Zev begitu menyesali hal tersebut.Nabila masih ragu,apakah niatan Zev menikahinya murni karena cinta atau hanya karena belas kasihan?Ia tak mau menikah karena di kasihani.Ia ingin menikah dengan laki laki yang tulus sayang padanya.Meskipun dalam hatinya ia juga berharap bahwa laki laki itu adalah Zev.
"Gita..." ucap Zev lembut saat melihat raut wajah Nabila yang terlihat bingung sambil terus menangis..
Nabila menatap wajah berjambang itu...
"aku nggak tau..aku nggak tau...aku bingung..." ucap Nabila terus terisak.
Zev menghela nafas panjang.Tangan kekarnya tergerak memeluk tubuh ramping itu.Memasukkan kepala sang wanita masuk dalam dekapannya,bersandar pada dada bidang milik laki laki dua puluh delapan tahun tersebut.Hati Zev teriris kala mendengar tangisan sang kekasih yang terisak pilu.Lelehan air mata yang mengalir deras membasahi kaos hitam miliknya membuat perasaan bersalah makin membuncah dalam diri pria itu.
Ya....mungkin ia harus lebih bersabar lagi meluluhkan hati Nabila agar bersedia menerima pinangannya.Setidaknya ia sudah mengutarakan niatannya.Meskipun Nabila belum memberikan jawabannya,tak masalah,ia akan mencoba nya lagi dilain kesempatan.Toh kini mereka sudah pacaran.Ia masih tetap bisa menjaga dan menyayangi Nabila meskipun baru sebagai sebatas pacar bukan suami.
Zev mengusap punggung ramping itu mencoba menenangkan sang kekasih sambil sesekali mengecup kening Nabila.Tanpa mereka sadari,sepasang mata lentik menatap tajam ke arah mereka dengan penuh kebencian dari balik kaca mobil mini cooper miliknya.Dadanya bergemuruh,tangannya mengepal.Aura kebencian terlihat jelas disana.
"berani berani nya perempuan itu merebut daddy dari aku?!harusnya aku yang ada disana..bukan dia..!" ucap Nora sambil memukul setir mobil.
"setelah apa yang aku korbanin demi daddy...sekarang justru wanita itu yang menikmatinya...!aku nggak terima....!!!" ucapnya sedikit teriak.
"liat aja kamu Nabila....kamu dan keluarga kamu akan aku bikin mati...!!" ucap Nora penuh kebencian dengan gigi yang mengetat.
Gadis itu kemudian mengusap lelehan air matanya dan melajukan mini Cooper nya pergi dari tempat tersebut dengan penuh emosi.
...****************...
Sore menjelang....
Nabila belum pulang kerumah...
Sedangkan di kediaman sederhana milik Bu Lastri,Angkasa tengah sibuk di halaman yang tak terlalu luas itu dengan bola di kakinya.Keringatnya mulai bercucuran,namun tak mengurangi semangatnya untuk terus menggocek bola sepak itu dengan kakinya.Saat ia tengah asyik dengan bolanya,seorang wanita dengan topi di kepalanya dan masker menutupi wajahnya datang mendekat.
"permisi....." ucap wanita berambut pirang itu.
Angkasa pun menghentikan pergerakannya.
"iya..." ucapnya.
"saya nggak pesen pizza.." ucap Angkasa heran.
"tadi yang mesen atas nama Zev mas...katanya disuruh antar kesini" ucap wanita itu lagi.Angkasa menatap curiga ke arah wanita tersebut.Namun sepersekian detik kemudian...
"oh...oke..." ucap Angkasa riang sambil meraih kotak pizza itu.
Adrian datang dari dalam rumah.
"siapa dek.." tanyanya.
"nganterin pizza dari kak Zev pa..." ucap Angkasa.Adrian menatap sang pengantar pizza tanpa berucap sepatah katapun.Wanita itu terlihat menunduk.
"kalau begitu saya permisi dulu...mari.." ucap wanita tersebut lalu pergi meninggalkan rumah itu.
Angkasa girang dapat kiriman pizza.Ia kemudian duduk di kursi kayu di teras rumah tersebut,dan dengan cekatan membuka kotak pizza tersebut dan mengambil sepotong.Baru saja ia hendak memasukkan satu potong pizza itu kemulutnya.Namun.....
"tunggu...!!" ucap Adrian menahan pergerakan tangan Angkasa.
"kenapa sih pa...?" tanya Angkasa.
"jangan di makan dulu.." ucap Adrian sambil meraih pizza di tangan Angkasa.
Untuk sesaat Adrian nampak diam mengamati pizza yang kini berada di tangannya.
"kenapa sih pa...itu pizza...enak.." ucap Angkasa tenang sambil tangannya kembali meraih sepotong yang ada di dalam box.
"Angkasa jangan dimakan dulu...!!!" ucap Adrian tegas membuat Angkasa diam seketika.
Adrian berjalan mendekati pagar,dimana ada beberapa kucing liar tanpa tuan yang biasa mondar mandir di area pemukiman warga disana.Adrian meraih satu ekor kucing itu lalu membawanya ke teras rumah.Ia kemudian memberikan sepotong pizza di tangannya itu pada sang kucing.
"maaf...aku menggunakanmu sebagai alat percobaan" ucap Adrian sambil mengelus kepala sang kucing.
__ADS_1
Adrian bangkit Ia berdiri dengan tenang sambil mengamati kucing itu makan pizza,begitu juga Angkasa yang seolah tak mengerti dengan apa yang papanya itu lakukan.Kucing di kasih makan pizza?enak bener...!pikirnya.
1detik
.
.
.
.
.
2 detik
.
.
.
.
.
3 detik
Kucing terlihat seperti sempoyongan...
.
.
.
.
.
.
4 detik..
Kucing itu ambruk...
.
.
.
.
.
5 detik...
Binatang malang itu kejang kejang dengan busa yang keluar dari dalam mulut nya.Angkasa terbelalak.Ia reflek mendorong kotak pizza itu dengan kuat membuat pizza tersebut jatuh tergeletan di lantai.
Adrian mengangakat dagunya.
Genderang perang sudah ditabuh..!berani beraninya mengusik keluarga bahagia Adrian Tama...!
Mereka belum tau berhadapan dengan siapa..!
...----------------...
***SELAMAT PAGI....
__ADS_1
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA HARI KEDUA....
JANGAN LUPA KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNHA....🥰🥰🥰***