
Malam menjelang....
Diruang gym kediaman Adrian Tama.
Laki laki bertato itu sibuk melatih sang putra dengan samsak yang berada di hadapan mereka.Angkasa makin beranjak dewasa.Remaja itu harus dibekali ilmu bela diri yang cukup untuk bisa menjaga dirinya sendiri.Kejadian bonyok hingga masuk rumah sakit beberapa bulan lalu cukup membuat Adrian sadar bahwa kemampuan bela diri sang putra masih jauh dari kata cukup.Angkasa harus dilatih,ia tak tau akan ada kejadian apa lagi setelah ini yang akan menimpa keluarga nya.
Kurang lebih satu setengah jam berlatih,Adrian mengajak sang putra untuk istirahat.Keduanya mendekati Nabila yang nampak rebahan di atas matras sambil senyum senyum memainkan ponselnya.
Entah kenapa,biasanya Nabila yang paling semangat di ajak olah raga,tapi hari ini gadis itu lebih asyik dengan ponselnya.
Angkasa dan Adrian duduk di samping Nabila yang rebahan.Remaja itu kemudian meraih botol minum di samping nya dan menenggaknya.Tatapan matanya kini fokus pada sang kakak yang nampak sesekali cekikikan sambil memainkan ponselnya.
Jiwa kepo sekaligus usil Angkasa meronta ronta.Sebuah seringai terbentuk dari bibir merah remaja itu.Lalu dengan satu gerakan...
seeettttt.... .
Angkasa menyaut ponsel di tangan Nabila hingga terlepas dari genggaman wanita itu.Angkasa berlari menjauh sambil membawa ponsel yang kini tengah menampilkan room chatnya dengan Xev.Nabila mencoba mengejar adik laki laki nya itu yang kini seolah tengah menyuarakan sebuah pidato,membaca isi chat Nabila dengan begitu lantang sambil terus berlari menghindari kejaran sang kakak.Suara Angkasa begitu lantang membuat Adrian yang berada di sana pun dapat mendengarkan suara sang putra itu dengan sangat jelas meskipun Angkasa membacanya sambil berlarian di susul suara teriakan teriakan dari Nabila yang memintanya untuk menghentikan aksi usilnya.Hampir semua chat antara Zev dan Nabila ia baca.Percakapan antara sepasang insan yang sedang dekat dekatnya dan hangat hangatnya.
Nabila terus mengejar,hingga....
buuugghhhh.....
"aakkkkhhhhh.....!!!mamaaa...!!" Angkasa menjerit saat Nabila menjatuhkan tubuhnya ke tubuh Angkasa.Keduanya jatuh tersungkur ke lantai tepat di samping Adrian.
Dengan posisi yang masih menindih sang adik,Nabila mencoba merebut ponselnya dari tangan Angkasa.Namun remaja itu tak mau mengalah secepat itu.Ia menjauhkan ponsel itu dari jangkauan sang kakak.Aksi rebutan terjadi.
"Angsa..!balikin hp gue...!!" ucap Nabila kesal.
"ciiieeeee....chat an ama si duda...!ihiiirrrr....!" ledek Angkasa.
"anal kecil nggak usah sok tau...!balikin...!"
"paa...papa......pip pip pip pip calon mantu udah deket pa...!!" ucap Angkasa makin menjadi jadi.
"apaan sih..!nggak...!balikin hp gue..!"
"ciee...calon mantu cie......"
"lu nggak diem gue aspal mulut lo..."
"calon manten cieeee......"
"ANGSA....!!!"
Aksi gulat ringan pun terjadi.Angkasa seolah dibuat remuk oleh tangan dan kaki Nabila yang tak ada puas nya terus mengulek sang adik.
Sedangkan Angkasa,remaja itupun tak kalah melakukan perlawanan.Ia menjambak dan menarik narik kaos sang kakak membalas aksi brutal wanita tomboy itu dengan satu tangannya sedang tangan satunya masih fokus memegang ponsel Nabila.
__ADS_1
Seetttt.....
Ponsel terlepas dari tangan Angkasa,membuat kedua anak manusia itupun menoleh ke arah sang papa.
Ya...Adrian merampas ponsel itu dari tangan Angkasa.Kedua saudara itupun bangkit dari aksi gulatnya.Nabila mendekati sang papa berniat meminta ponselnya namun Adrian menjauhkan ponsel itu dari jangkauan tangan Nabila tanpa berucap sepatah katapun.Ekspresi wajahnya datar,tak ada senyum,tapi juga tidak menunjukkan raut wajah marah.
Adrian menatap kedua anak anaknya masih dengan ekspresi datar,hal seperti itu saja sudah cukup membuat Nabila dan Angkasa menunduk diam,tak berani berucap sepatah katapun.
Adrian membuka ponsel itu lalu membaca room chat Nabila dengan Zev yang hanya berisi olok olokan dan gontok gontokan antara Zev dan Nabila.
Nabila makin menunduk,Angkasa tersenyum puas penuh kemenangan.
"calon mantu tuh pa....lagi PDKT tuh si mas duda..." ucap Angkasa pelan sambil melirik meledek Nabila.
"diem.." ucap Nabila dengan gigi gigi yang mengetat.-
Adrian menghela nafas panjang.Ia menyerahkan benda pipih kepada Nabila.
"Zev besok mau jemput kamu kak?" tanya Adrian.
"i....iya pa..." ucap Nabila masih dalam posisi menunduk.
"mau kemana?"
"nganterin kuliah.."
Adrian mengangguk.Ia kemudian bangkit dari posisi duduknya.
Angkasa bangkit mendapati respon dari sang papa yang hanya mengangguk tanpa memberikan komentar apapun.
"lho....pa....kok udahan?nggak ada sepatah dua patah kata?wejangan?pesan dan kesannya?kata kata mutiaranya??pa.....!papaa...!!" ucap Angkasa memanggil manggil sang papa namun Adrian tak menggubris
"ah....papa nggak asik aaahh....!!harusnya kan si burung ababil itu dapat tausiyah...siraman qolbu...!pesan dan wejangan untuk menjalani bahtera perpacaran yang sakinah mawaddah warahmah..." ucap Angkasa.
Nabila terkekeh.Ia bangkit dan dengan satu gerakan ia menoyor kepala adik tersayangnya itu.
"bahasa lo kek mama dedeh" ucap Nabila sambil berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
"paan sih lu...!pala nih..!main toyor aja..!" ucapnya kesal sambil mengikuti langkah sang kakak keluar dari ruang gym tersebut.
...****************...
Sementara itu di tempat terpisah....
Zev terlihat senyum senyum sambil memainkan sendal hello kitty pink di tangannya.
Lima belas tahun sudah sendal itu berada di sisinya.Dulu,tiap kali ia melihat sendal itu,yang ada hanya.kebencian.Sendal itu mengingatkannya pada Adrian,musuh besarnya kala itu.
__ADS_1
Namun kini,semua seolah berubah.
Zev seolah tak bisa jauh dari sendal itu.Sendal kecil itu seolah selalu mengingatkannya pada sang pemilik yang kini perlahan mulai mengisi hatinya.
Entahlah....semenjak kejadian dirinya hampir tertabrak kemarin,Zev seolah tak henti untuk mengulum senyum.Bunga bunga di hatinya seolah tengah mekar mekarnya.Ia tak pernah merasakan ini sebelumnya.
ceklek....
pintu kamar terbuka...
"Zev..." ucap seorang laki laki paruh baya membuyarkan lamunannya.Itu Dave..pamannya.
Zev menatap singkat laki laki itu.
"biasakan mengetuk pintu sebelum masuk kamarku paman" ucap Zev.
"Zev...kita perlu bicara" ucap Dave tak menggubris omongan Zev.
"apa?"
"sudah empat bulan setelah kebebasanku...tapi kau belum juga menjalankan rencana kita..!kau tidak lupa dengan misimu kan?" tanya Dave.
"tidak" jawab Zev singkat.
"tapi sepertinya ku lihat kau sekarang justru terlihat lebih sibuk dengan urusanmu sendiri..!kau sepertinya sudah lupa dengan dendammu" ucap Dave lagi.
Zev tak menjawab.
"ingat Zev....Adrian itu baji*gan...!dia pembunuh,penghancur keluarga mu..!dia membunuh ayahmu,menculik ibumu dan mengacaukan semua bisnis bisnis keluarga Anderson...!kau harus menuntut balas..!secepatnya...!" ucap Dave mencoba mengompori.
Zev meletakkan sandal hello kitty di tangannya.Ia kemudian bangkit dan mendekati pamannya itu.
"aku tau paman...tapi sepertinya kau juga harus ingat...disini aku bosnya..!kau hanya anak buahku..!semua yang ada disini adalah milikku..!dan semua fasilitas yang kau nikmati sekarang,adalah pemberian dariku..!" ucap Zev berani tepat dihadapan sang paman.
"disini akulah yang berkuasa..!aku lah yang berhak mengaturmu..bukan kau yang mengaturku..!jaga sikapmu jika sedang berhadapan dengan ku paman,kalau kau tidak mau ku lempar keluar dari rumah ini" ucap Zev dengan penuh penekanan dan sorot mata tajam.Ia tak suka pada pria ini.Mengingat betapa menjijikkannya sifat asli Dave yang ia dengar dari guru agama sekaligus ibu tiri nya yang kini menetap di kota M.
Ada raut wajah tak suka dari Dave.Tapi laki laki itu menahannya.Ia masih butuh Zev sebagai alat sekaligus tempatnya bertahan hidup.
Zev menyeringai,ia tau Dave pasti tersinggung....
"keluarlah...bosmu ingin istirahat" ucap Zev masih dengan seringai di wajahnya.
Dave mengetat kan giginya.Ia pun pergi dari kamar itu dengan dada bergemuruh.Berani berani nya bocah itu berkata demikian padanya...!
...----------------...
***UDAH CRAZY UP NIIH....
__ADS_1
LANJUT KASIH DUKUNGANNYA YA....
KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA....🥰***