Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story74


__ADS_3

Di sebuah rumah sederhana kediaman Nabila dan keluarga...


Farhan baru saja berpamitan pulang setelah terlibat perbincangan serius dengan Adrian.Kini,laki laki bernetra hijau itu masuk ke dalam rumah,dilihatnya sang istri baru saja keluar dari kamar Nabila...


"gimana?" tanya Adrian pada Adinda.


Dinda menghela nafas panjang...


"Nabil nangis lagi mas...katanya dia abis dipermaluin di depan banyak orang...dan dia juga hampir dicelakai.." ucap Adinda.


Adrian menghela nafas panjang...


"tapi dia udah lebih tenang sekarang..." ucap Dinda lagi


"dia udah tidur?" tanya Adrian lagi.


"belum...kamu mau nemuin Nabil?" tanya Dinda balik.


Adrian hanya mengangguk.


"ya udah temuin dulu gih...aku takut traumanya muncul lagi mas..." ucap Adinda khawatir.


Adrian mengangguk....


"iya sayang..." ucapnya kemudian.


Laki laki itu kemudian masuk ke dalam kamar sang putri.


ceklekk...


pintu terbuka....


dilihat nya sang putri tengah duduk melamun di atas kasur busanya dengan tatapan mata yang menatap lurus ke arah jendela.Air matanya menetea meskipun mulutnya tak bersuara.


Adrian naik ke atas kasur dan mendekati Nabila...


"kak..." ucapnya.


Nabila mengusap lelehan air matanya lalu menoleh ke arah sang papa dan tersenyum kaku...


"papa..." ucapnya.


Adrian terdiam mengamati wajah sang putri..


"kamu kenapa?" tanya Adrian.


Nabila tersenyum...


"nggak apa apa kok pa...Nabila cuma sedih aja...."


"sedih kenapa....?"

__ADS_1


Nabila mencoba tersenyum...


"Nabil malu pa....." ucapnya lagi dengan air mata yang mulai luruh lagi.


"berbulan bulan Nabil coba berdamai dengan keadaan,mencoba bangkit dari rasa takutnya Nabila.."


"tapi hari ini....hikss...Nabil malu pa....hikss..." ucap Nabila kembali menangis.


Adrian meraih tubuh ramping sang putri lalu mendekapnya erat dalam pelukannya.Hatinya ikut bergetar mendengar tangis pilu sang putri.Adrian mengusap lembut pucuk kepala Nabila,memberikan ketenangan pada gadis yatim piatu yang ia angkat sebagai anak belasan tahun lalu itu.


"udah kak....nggak usah dengerin kata orang...mereka nggak tau tentang kamu..." ucap Adrian sambil mengusap punggung Nabila.


"kamu cuma perlu fokus menata hidup kamu...melakukan hal hal yang baik dan menyenangkan menurut kamu,menikmati masa muda kamu...nggak usah peduli sama omongan orang...ngikutin omongan orang nggak akan ada habisnya kak..." ucap Adrian lagi.Ia menjauhkan tubuhnya dari tubuh sang putri.


"udah...mending sekarang kamu tidur...istirahat...nggak usah mikirin yang nggak penting..." ucap Adrian sambil menangkup wajah Nabila.Gadis itu tersenyum menatap laki laki yang ia tau paling penyayanginya itu.


"pa...."


"ya...."


"Nabil sayaaang banget sama papa....Nabil bangga jadi anak papa..." ucapnya.


Adrian tersenyum...


"papa juga bangga sama kamu kak....papa bangga punya anak sekuat kamu....kamu adalah separuh dari hidup papa...papa akan ngelakuin apa aja...apapun...agar kamu,Angkasa,dan mama bahagia...walaupun itu harus mengorbankan nyawa papa sendiri" ucap Adrian begitu dalam.Nabila meneteskan air matanya lagi sambil tersenyum haru.


"dah....udah malem...istirahat..." ucap Adrian.


Malam makin larut,para penghuni rumah sederhana itu sudah mulai masuk ke kamar mereka masing masing,Adrian mematikan lampu lampu rumah yang tak terpakai lalu menutup gorden jendela dan menutup pintu utama rumah itu.Namun saat ia berniat menutup pintu rumah,fokus matanya tertuju pada seorang pemuda yang nampak memperhatikan rumah itu dari balik pagar setinggi dada orang dewasa tersebut.


Itu Zev...!


Ia kembali lagi kerumah Nabila setelah dari kediaman Nora.Zev seolah seperti orang bingung.Ia benar benar merasa bersalah pada Nabila.Ia ingin sekali bertemu Nabila dan meminta maaf,tapi ia sadar,Nabila masih perlu waktu untuk sendiri.Biar bagaimanapun juga,dikatai pela*ur di muka umum pasti berhasil menorehkan luka di hati wanita yang pernah mengalami depresi itu.


Zev menatap nanar ke arah jendela kamar Nabila yang masih menyala lampu nya.Membuat ia tak menyadari bahwa Adrian kini sudah berdiri di balik pagar rumah itu mengamati dirinya dari jarak yang cukup dekat.


"sedang apa kau Zev?" tanya Adrian membuat Zev reflek terjingkat karena kaget.


"om..." ucapnya.


"sudah ku bilang....ini sudah malam...pulanglah...." ucap Adrian tegas


"om....saya minta maaf...." ucap Adrian.


"apa kau merasa bersalah?" tanya Adrian lagi.


Zev menunduk....


"kalau bukan karena kebodohan saya yang gampang terhasut oleh paman saya...mungkin semua nggak akan jadi serumit ini" ucap Zev.


Adrian mengangkat dagunya.

__ADS_1


"kau tidak memiliki salah padaku Zev...tapi kau bersalah pada dua gadis yang memiliki perasaan yang sama padamu..." ucap Adrian membuat Zev mendongak menatap laki laki itu


"tunjukkan sikap mu sebagai laki laki yang bertanggung jawab...aku tidak pernah melarangmu berhubungan dengan putriku....tapi aku juga tidak memaksamu dekat dengan putriku....pesanku hanya satu Zev....selesaikan dulu urusanmu dengan orang orang yang sekiranya akan berdampak pada putriku nantinya...aku tidak mau Nabila terus terusan berada dalam masalah dan dikelilingi orang orang yang tidak menyukainya jika bersama denganmu..." ucap Adrian seolah sudah tau isi hati Zev.


Pemuda itu hanya terdiam....


"pulanglah....ini sudah malam...." ucap Adrian singkat lalu melenggang pergi meninggalkan Zev yang masih berdiri mematung.


...****************...


Malam semakin larut...


Di dalam sebuah kamar luas dan mewah dengan sebuah simbol kepala serigala terlukis di dinding,Nora yang begitu hancur kembali menenggak minuman keras di tangan nya.Ditepi sebuah ranjang,dengan satu tangan memegang puntung rokok dan satu lagi memegang gelas kecil yang sesekali ia isi dengan miras dari dalam botol yang ia letakkan di atas nakas,Nora makin terlihat hancur.Tatapan matanya nanar menatap sebuah foto pria tampan yang terletak di atas nakas itu.


Sebesar itu cintanya pada Zev,setinggi itu obsesinya pada laki laki tersebut hingga ketika untuk kesekian kalinya hatinya di patahkan,maka begitu hancur dan remuk lah perasaan Nora.


Nora menghisap rokoknya.Bayang bayang kemesraan antara Zev dan Nabila kembali menari nari di pelupuk matanya.Jahat kan.....


Dia yang menggiring Nabila datang ke kota ini,mengarahkan Nabila masuk dalam perangkap Zev,berharap setelah itu Zev akan melihat cintanya dan membuka hati untuknya setelah semua pengorbanan yang ia lakukan.Tapi apa....?


Kini Zev justru menjalin asmara dengan wanita yang dulu katanya ingin ia hancurkan itu.


Dan sekarang,Zev sangat membenci Nora setelah laki laki itu mengetahui semua ulah Nora yang berusaha mencelakai keluarga Nabila.Masih beruntung bagi Nora,karena Zev belum tahu bahwa kini ia tinggal serumah dengan Dave,pamannya.Andai Zev tau...mungkin ia akan jauh lebih membenci Nora.


Nora kembali menenggak minumannya....


Hingga tiba tiba.....


tiing...


Ponsel Nora berbunyi....


1pesan masuk dari nomor tak dikenal....


"temui aku....aku di depan gerbang rumahmu...Nabila" bunyi pesan itu.


Nora mengernyitkan dahinya.


Nabila?ada di depan rumahnya?mau apa dia?


Dada Nora kembali bergemuruh.Mau apa lagi wanita itu di depan rumahnya..!


Tanpa pikir panjang Nora yang bonyok dan dalam kondisi setengah mabuk pun bergegas turun dan keluar rumah untuk menemui wanita mantan sahabat online nya itu.Nora berjalan menuju gerbang itu,lalu membukanya.Baru selangkah ia keluar dari gerbang tersebut.Tiba tiba.......


seeeetttt......


Seseorang membekap mulut dan hidung Nora dengan kain beraroma aneh dari belakang,membuat gadis itu meronta ronta minta dilepaskan.Nora melemah,dan dalam hitungan detik kemudian,gadis itupun pingsan tak sadarkan diri.Seseorang berjaket hitam itu kemudian menyeret tubuh molek Nora masuk ke dalam mobil hitam yang menjadi tunggangannya dan membawa gadis malang itu pergi dari tempat tersebut.


...----------------...


KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2