Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
69


__ADS_3

Adinda mengusap lelehan air mata di pelupuk matanya.Ia pun segera menutup pintu kamar tersebut,dan bergegas menuju ruang tamu menemui suami dan anaknya.


Adinda mencoba tersenyum,ia kemudian duduk di samping Nabila.


"kamu minum dulu mas tehnya" ucap Adinda.


Adrian hanya tersenyum.


"mama....nenek mana?aku kan pengen kenalan sama nenek"ucap Nabila.


"nanti ya sayang...nenek lagi istirahat,capek..." ucap Adinda.


Nabila cemberut.


"Nabil istirahat dulu ya sayang...kamu pasti juga capek kan abis perjalanan jauh.. " ucap Adinda.


Nabila tak menjawab,gadis kecil itu masih memasang mode cemberut.


"nak...nenek kan udah tua,nenek gampang capek Nanti kalau nenek udah nggak capek Nabil boleh deh main sama nenek...ya sayang ya....istirahat sama papa di kamar,mama mau masak buat makan siang kita " ucap Adinda.


Nabila pun melunak.Gadis kecil itupun mengangguk menurut.


Adinda tersenyum...


"mas....kamu istirahat dulu gih sama Nabil...itu kamarku..." ucap Adinda sambil menunjuk sebuah kamar dengan pintu berstiker hello Kitty itu.


"iya sayang..." ucap Adrian.


Adrian pun mengajak Nabila untuk masuk ke sebuah kamar bernuansa hello kitty itu.Sedangkan Adinda menuju ke teras rumah untuk mengambil koper mereka.


ceklekk....


pintu kamar terbuka.Nabila berbinar saat melihat kamar yang tak terlalu luas dengan nuansa pink serba hello Kitty itu.Sebuah kasur busa tertata rapi di lantai dengan sprei dan selimut serba hello kitty,serta boneka boneka kucing lucu dengan berbagai ukuran tertata rapi disana.Dinding kamar pun berstiker hello kitty,gorden,pernak pernik semua serba pink hello kitty.


Nabila menjatuhkan tubuh mungilnya di kasur itu.


"waaaahhh.....kamar mama nyaman banget..!" ucapnya.


Adinda datang dengan koper di tangannya,ia kemudian meletakkan koper tersebut di samping lemari.


"papa....nanti kalau pulang kamarku kayak kamarnya mama ya pa....aku nggak takut lagi deh bobok sendiri" ucap Nabila.


Adrian hanya mengangguk sambil tersenyum.


"kamu juga istirahat mas...aku bikinin makan siang dulu" ucap Adinda.


Ia pun bergegas keluar kamar,namun tiba tiba...


seett.....


Adrian menarik tubuh Adinda,masuk ke dalam dekapan tubuh kekarnya.Adrian mendekap erat tubuh ramping itu sambil menciumi pucuk kepala Adinda.


"maaf Din...ini semua berawal dari kesalahan ku" ucap Adrian lirih.


Adinda meneteskan air mata nya,tangannya tergerak memeluk tubuh kekar itu.


"kita perbaiki semua sama sama mas...kita belum terlambat kok" ucapnya lirih.


Adrian semakin mengeratkan pelukan nya.Ia menghirup aroma rambut berbalut hijab itu.


"aku sayang kamu Din.." ucapnya lagi.


"aku juga mas...bantu aku yakinin ibuk bahwa kamu adalah laki laki yang tepat untuk aku mas.." ucapnya.


"iya...kita berjuang sama sama kan?" ucap Adrian.


Adinda mengangguk dalam pelukan pria tampan itu.Keduanya pun saling mengeratkan pelukan.


"papa sama mama mah gitu...pacaran terus aku dicuekin" ucap Nabila sambil memeluk sebuah boneka hello kitty berukuran jumbo disana.

__ADS_1


Adinda dan Adrian menoleh ke arah sang putri yang lagi lagi cemberut.


Keduanya pun tertawa ringan dengan posisi masing saling berpelukan.


Adrian melepaskan pelukannya pada Dinda,ia kemudian mendekati sang putri yang cemberut itu.


"ya udah...sini...papa peluk Nabil juga..."ucapnya kemudian berbaring di belakang Nabila sambil merentangkan tangannya.Nabila pun berguling mendekatkan tubuhnya pada pria bertato itu.Adrian pun memeluk sambil menciumi pipi sang putri.


Adinda tersenyum melihat kedekatan ayah dan putri sambung itu.Ia kemudian melepas hijabnya dan meletakkan nya di gantungan dinding disana,ia lalu bergegas menuju dapur untuk membuatkan makan siang,meninggalkan sang putri dan Adrian di kamarnya tersebut.


Wanita itupun memulai aksinya.Mengeluarkan beberapa sayuran yang ada di dalam kulkas kemudian mengolahnya dengan cekatan.Tangannya bergerak begitu lincah.Sudah lama ia tak berkutat di dapur ini.Rasanya ia sangat rindu dengan suasana seperti ini.


Adrian keluar dari kamar,ia mendekati sang istri yang tengah sibuk di dapur.


" ada yang bisa dibantu?"tanyanya


"kok kamu nggak istirahat...kamu istirahat aja sama Nabil mas..."ucap Dinda sambil memotong sayuran.


" aku nggak ngantuk sayang..."ucapnya.


"aku harus ngapain ini?" tanyanya lagi.


"ya udah...kamu ulek bumbu aja kalau gitu..." ucap Adinda.


Adrian pun mengambil cobek beserta ulekannya dan dengan cepat ia mengulek bawang dan sejenisnya itu.


Adinda menghentikan aksi potong potongnya menyaksikan sang suami yang begitu lihai menghaluskan bumbu bumbu itu.Ini kali kedua Adinda melihat Adrian memasak.Tidak bisa dipungkiri,laki laki itu memang cukup jago dalam hal mengolah makanan.


"lanjutin potong potongnya...jangan liatin aku terus" ucap Adrian tanpa menoleh.


Adinda tersenyum,ia pun melanjutkan aksi potong potongnya.Keduanya pun asyik memasak sambil diselingi canda tawa.


Tak butuh waktu lama,sepasang suami istri itu selesai dengan kegiatan mereka.


"siap..." ucap Dinda.


"aku bangunin Nabil dulu..." ucap Adrian.


Adrian pun menuju ke kamar Adinda untuk membangunkan sang putri,sedangkan Dinda kini menata piring di meja makan tersebut.


ceklek....


pintu kamar bu Rusmini yang terhubung langsung dengan meja makan itu terbuka.Wanita paruh baya itu keluar dari dalam kamar dengan hijab instan berwarna hitam membungkus rambutnya.


"buk...ibuk mau kemana?Dinda udah masak...kita makan dulu buk..." ucap Adinda.


ceklek....


pintu kamar Adinda yang bersebelahan dengan kamar bu Lastri terbuka,Adrian keluar dari kamar dengan menggendong Nabila.Langkahnya terhenti saat melihat Bu Lastri berdiri di sana.


"buk..." ucap Adrian


Nabila merosot dari gendongan sang papa,gadis kecil itu menghampiri sang nenek lalu meraih punggung tangan wanita itu.


"nenek...." ucap Nabila dengan berbinar.Bu Lastri tak menjawab,ia hanya menatap datar ke arah gadis kecil itu.Adinda dan Adrian hanya terdiam,seolah menunggu respon dari Bu Lastri.


"mama....mama udah masak ya?" tanya Nabila.


"udah sayang..." ucap Dinda.


Nabila kembali mendongak menatap wajah sang nenek.


"nenek...mama udah masak....ayo nek makan dulu...bareng sama aku sama papa" ucap Nabila sambil menarik tangan bu Lastri.Namun wanita itu tak merespon,ia menatap datara ke arah Adrian yang berdiri di samping nya.


"makan dulu buk..." ucap Adrian sesopan mungkin.


Bu Lastri masih tak merespon.


"ayo nek...." ucap Nabila sambil terus menarik narik tangan wanita itu.

__ADS_1


Tiba tiba...


settt...


Bu Lastri menepis tangan Nabila...


"saya mau ke pengajian" ucapnya.


Wanita itu pun melangkah pergi melewati Adrian yang hanya mematung.Ia tak peduli dengan Dinda dan Nabila yang terus terusan memanggil namanya.


Nabila memasang wajah sedih,ia menangis melihat sang nenek yang mengabaikan nya.


Adrian berjongkok,Adinda pun mendekati sang putri yang nampak kecewa itu..


"udah....nggak apa apa.." ucap Adrian menenangkan.


"nenek lagi sibuk nak....kita makan bertiga aja ya...." bujuk Adinda.


"nenek nggak suka ya ma sama aku?karena aku bukan anak kandung mama sama papa ya ma?hikss...." ucap Nabila sambil menangis.


"ehh....kok ngomong nya gitu...?nenek sayang kok sama Nabil...nenek cuma lago sibuk aja..." ucap Dinda.


"iya sayang....nanti kalau nenek udah nggak sibuk,pasti nanti mau main sama Nabila...." ucap Adrian.


Nabila yang sesenggukan pun mengusap air matanya.


"udah....anak papa nggak boleh cengeng...ayok makan dulu...papa udah laper nih..." ucap Adrian.


"iya....mama juga..."


"papa pengen makan disuapin Nabil boleh nggak" ucap Adrian mencoba membuat Nabila tertawa.


Nabila pun tertawa di sela sela tangisnya.


"papa kayak anak kecil..." ucapnya.


"suapin.....boleh ya....." ucap Adrian bak anak kecil.


"boleh..." ucap Nabila kemudian.


"beneran?"


Nabila mengangguk dengan semangat..


"oke...lets go....Nabil mau nyuapin papa.." ucapnya sambil mengangkat tubuh sang putri.


Adrian mendudukkan putrinya di kursi meja makan.Ia kemudian duduk di samping Nabila.


Adinda pun mengambilkan nasi untuk sang putri dan sang suami.


"satu aja ma...kan papa mau disuapin Nabil" ucap Adrian.


Adinda pun menurut,ia hanya mengisi satu piring untuk suami dan anaknya.


Adinda pun menyerahkan nasi beserta lauknya itu di depan Nabila.Nabila menyendok makanan tersebut dan mengarahkan nya ke mulut Adrian yang sudah terbuka lebar.Nabila pun memasukkan makanan itu sambil terkekeh.


"enak?" tanya Nabila.


"enak..." jawab Adrian mengangguk sambil mengunyah makanan nya.


"lagi...?"


Adrian pun mengangguk lagi.Nabila kembali menyuapi sang papa sambil terus tertawa melihat aksi lucu Adrian yang bak anak kecil.


Adinda tak henti mengulum senyum.Ini adalah kebahagiaan yang sesungguhnya.Keluarga kecil yang diwarnai cinta dan kasih sayang.Adinda berharap,ia dan Adrian bisa segera meluluhkan hati sang ibu agar bisa menerima pernikahannya yang sudah terlanjur terjadi.


...----------------...


***BOLEH LAH KASIH VOTE DAN HADIAHNYA BIAR NAMBAH...🥺🥺🥺🥺

__ADS_1


JANGAN LUPA RAMAIKAN LIKE DAN KOLOM KOMENTAR NYA😍😍😍😍***


__ADS_2