Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
142


__ADS_3

Mobil putih itu berhenti di sebuah ruko berlantai dua tak jauh dari kampus tempat Naya menimba ilmu.Naya yang sedari awal per jalan hanya menunduk pun meraih ranselnya dan mengenakan nya.


"mampir dulu mas?" ucap Naya basa basi.


"iya dong...ayok..." ucap Marco semangat kemudian turun dari mobil tersebut.


"lahh...basa basi doang akunya....kok turun beneran iihh...." gumam Naya kesal.Ia sudah cukup salah tingkah sedari tadi,sekarang malah Marco ikut turun,makin salting dia.


Naya pun mau tak mau ikut turun dan masuk ke dalam toko tersebut.


"assalamu alaikum..." ucap Naya dan Marco.


"wa alaikum salam.." jawab gadis kecil yang kini tengah makan di atas karpet tak jauh dari etalase etalase kue itu.


"tante Naya....om Marco...?kok bareng an?dari mana?" tanya Nabila.


"dari kampus sayang" jawab Naya sambil meletakkan ranselnya di atas meja.Sedangkan Marco ikut duduk di samping Nabila yang tengah asyik makan.


"kok sepi?papa sama mama mana?" tanya Marco.


"lagi di atas tuh...katanya papa lagi sakit...tapi Nabil nggak percaya...soalnya badannya nggak panas.Papa pasti cuma pura pura tuh...biar deket deket sama mama...papaku mah genit kalau sama mama..mana pegang pegang nene* lagi....hiiiiiiihhhn" ucap Nabila polos sambil bergidik geli di akhir kalimatnya.


Naya dan Marco pun saling pandang.Marco tak bisa menyembunyikan tawanya,sedangkan Naya dibuat malu sendiri karena ucapan gadis kecil itu.


"Nabil jangan gitu ah ngomongnya....anak kecil nggak boleh ngomong kayak gitu"


"beneran tante...nggak percaya liat aja tuh di atas...papa lagi bobok sama mama"


Naya makin mengernyitkan dahinya.


"liat yuk Nay..." ucap Marco dengan tatapan menggoda.Naya hanya nyengir kemudian berlalu menuju dapur.


Sementara itu di lantai atas...


Pria bertubuh tegap yang terlihat masih lemah itu mulai mengerjabkan matanya.Adrian menarik tangan nya dari benda kenyal milik sang istri yang kini ikut terlelap bersamanya.Adrian bangkit.Ia Kemudian duduk menyandarkan tubuhnya yang lemah pada sandaran ranjang disana.


Adrian menatap jam dinding.Mana dokter yang katanya sudah Dinda panggil?sampai sekarang belum datang datang juga.Sedangkan tubuhnya sudah makin lemah,mulut rasanya pait,perutnya semakin tak bersahabat.


"Din..." ucapnya sambil menggoyang goyangkan tubuh Adinda yang masih tidur cantik.


"Dinda.."


Adinda mengerjabkan matanya.Dilihatnya sang suami yang pucat sudah bangun dan tengah duduk bersandar di sana.


"kamu udah bangun?" tanya Adinda sambil bangkit.


"dokter nya mana?" tanya Adrian lemah.


Adinda menatap jam dinding.Ia kemudian meraih ponselnya yang berada di atas nakas di samping ranjang lalu membuka nya.


1pesan masuk


nomor tidak dikenal...


"maaf mbak....saya dokter Arif yang tadi dihubungi mbak Dila..saya mohon maaf sepertinya saya datang agak telat soalnya lagi kejebak macet" tulisnya.


Oh....ternyata itu dokter yang tadi dihubungi Dila,karyawan ruko sebelah.Dinda memang meminta tolong pada Dila untuk menghubungi dokter terdekat untuk memeriksa Adrian,lantaran Dinda memang tak mengenal satu dokter pun di kota itu.


"macet mas...kayaknya datang nya agak telat deh..." ucap Adinda.


Adrian menjatuhkan kepalanya ke pundak Adinda yang duduk di sampingnya.


"Din..."


"apa..."


"pengen rujak.."


"haaahhh??" ucap Adinda aneh.


"rujak.." jawab Adrian lemah


"tumben tumbenan kamu pengen rujak?"


"pengen yang seger seger aja...."


Adinda mengernyitkan dahinya.


"beliin..." ucap Adrian merengek.Sungguh...laki laki itu persis seperti bayi sekarang.

__ADS_1


"i...iya udah...kamu tungguin sini ya..."


Adrian mengangguk.


Adinda pun bangkit bergegas untuk membelikan makanan yang Adrian minta.


Adrian kembali merebahkan tubuhnya.


"jangan lama lama.." ucap Adrian.


"iya..."


Dinda pun menuruni tangga.Di lantai bawah,dilihatnya Marco yang tengah ngobrol dengan Nabila yang sedari tadi masih belum menghabiskan makanan nya.


"mas Marco.."


Marco menoleh ke arah sumber suara.


"Eh...Dinda..."


"kamu disini?"


"iya...tadi nganterin Naya...sekalian deh mampir"


"oh..."


"Adrian mana?"


"diatas mas...lagi nggak enak badan.." ucap Adinda.


"oh...trus kamu mau kemana?keknya buru buru banget?"


"mas Adri minta rujak?ini aku mau beliin dulu..."


"rujak?kamu hamil?" tanya Marco membuat Adinda terdiam.


"hamil?"


"ya kan kalo orang pengen rujak kan biasanya hamil.." ucap Marco


"bukan aku yang pengen mas...tapi mas Adri yang pengen"


"oh...kirain.." ucap Marco santai.Namun ucapan itu berhasil membuat Adinda berfikir keras.Setelah Dinda kedatangan tamu bulanan nya beberapa waktu lalu,entah kenapa muncul pikiran iseng dalam diri Adinda untuk mencoba tak mengkonsumsi pil kb nya hingga sekarang.Dinda hanya mengambil pil dari stripnya lalu membuangnya ke tempat sampah.Dan saat Adrian mengecek strip pil kb tersebut Dinda selalu bilang bahwa ia sudah meminumnya,Adrian pun tak curiga lantaran strip pil itu selalu terbuka sesuai harinya,pertanda pil pil tersebut sudah terminum oleh Adinda.


Dan sekarang...Adrian mual mual...dan jika di ingat ingat terhitung sudah dua bulan sejak terakhir ia mens hingga hari ini ia belum kedatangan tamu lagi.Jangan jangan benar dia hamil??Kok cepet banget?masa iya sekali lepas kb langsung jadi anak?


Laahh....dia lupa kalo Adrian tiap malem nanam benih🤣🤣🤣


Mampus....


Kalau Adrian tau,dia ngamuk nggak ya??


Adinda meremas ujung hijabnya.Ia jadi deg deg an sendiri sekarang.


Saaat Adinda sibuk dengan fikirannya sendiri,tiba tiba....


.


.


.


hooooooeeeekkkkk.....


hooooooeeeekkkkk.....


"Dinda...!!!!"


suara itu menggema dari lantai dua.Sepertinya Adrian muntah muntah lagi.Belum ada lima menit ditinggal.Laki laki itu sudah teriak teriak lagi.


"iyaaaa......" ucap Adinda setengah teriak kemudian berlari kembali ke lantai dua.


Di lihatnya ranjang...sudah tidak ada manusianya.


hoooeeeeeekkkk......


suara itu terdengar dari kamar mandi.Adinda berlari menuju kamar mandi yang tak tertutup pintunya itu.


"mas..."

__ADS_1


buuuuugggghhhh...


Adrian menjatuhkan tubuhnya yang lemah ke lantai kamar mandi.


"Lemes Din.." ucap Adrian memelas.


Adinda jadi nggak enak.


Laki laki itu yang selalu meminta untuk menunda kehamilan.Dan sekarang di saat Dinda yang kini kemungkinan sedang hamil,laki laki itu pula yang merasakan derita ibu hamil.


"aku bantu bangun yukk" ucap Adinda kasihan.


Dengan susah payah Adinda mencoba memapah tubuh besar itu menuju ranjang dan merebahkan nya.


"rujaknya mana?"


"belum beli mas...baru mau beli kamu udah teriak teriak.."


"rujak Din...." rengek Adrian lagi bak bocah.Nabil mah kalah manjanya.


"iya udah aku beliin dulu ya..." ucap Adinda sambil bergerak hendak meninggalkan tempat itu,namun Adrian dengan cepat menahannya.


"jangan pergi..."


"katanya mau rujak"


"kamu pergi aku muntah"


"la terus gimana?"


"yang jual suruh kesini aja.."


"gimana caranya..?"


"pokoknya jangan pergiiii" ucap Adrian makin merengek


"Ya Allah...Ya Rabb...." ucap Adinda sambil menghela nafas panjang.Sungguh...Dinda kini seolah punya bayi.Sekali minta maunya harus cepet,tapi nggak mau ditinggal.Gimana tuh...


"ya udah kamu tunggu disini bentar..aku minta mas Gunawan beliin ya.."


Adrian mengangguk.


"cepetan jangan lama lama"


"iya...."


Adinda pun berjalan cepat menuju ke lantai bawah dan mencari Gunawan,bodyguard nya.


"Bil..pak Gunawan dimana?" tanya Dinda pada Nabila yang masih belum selesai makan juga


"kayak nya diluar ma" ucap Nabila.


Adinda pun segera keluar ruko.Dilihatnya Gunawan tengah duduk di kursi yang berada di teras ruko dua lantai tersebut.


"mas Gunawan" ucap Adinda


Gunawan bangkit dari duduknya.


"saya nyonya..."


"boleh minta tolong beliin rujak nggak?"


"rujak?"


"iya...kalo bisa cepet ya mas"


"ba......" ucapan Gunawan belum selesai tiba tiba


hooooooeeeekkkkk...


"Dinda...!!!!"


suara itu menggema lagi.


"Ya Allah....anakku lanang..." ucap Adinda kemudian kembali berlari ke lantai dua.


...----------------...


***AUTHOR PUAS BANGET NULISNYA....🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


Bahagia di atas penderitaan Adrian😃😃***


YUUUKKK....MANA LIKE NYA...KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA JUGA YA....😍😍😍


__ADS_2