Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story116


__ADS_3

Hari berganti hari......


Tak terasa sudah hampir dua bulan Zev dan Nabila menjalin hubungan sebagai sepasang suami istri.Kehidupan mereka berjalan dengan semestinya.Zev memperlakukan Nabila bak seorang ratu dalam kehidupannya.Apapun yang wanita itu inginkan selalu ia berikan.Ia seolah benar benar ingin menebus semua dosa dosanya di masa lalu.Menggantikan semua tumpahan air mata dan luka yang dulu ia torehkan itu dengan jutaan kasih sayang dan cinta kasih yang tak seolah tak pernah habis.


Namun masih ada satu yang mengganjal....


Hingga kini Nabila belum menuruti permintaan Zev untuk menutup auratnya.Ia seolah masih ragu,karena ia merasa masih sangat payah sebagai seorang muslimah.Dan lagi,ia sudah terbiasa tampil tomboy,ia ragu,ia belum siap menerima tatapan tatapan sinis dari orang orang yang melihat penampilannya nanti.


Apakah Zev memaksa..?


Tidak...!


Ia tak pernah menyinggung hal itu lagi.Namun....


Laki laki itu seolah ingin menunjukkan pada sang istri betapa ia sangat ingin melihat sang istri berhijab dengan cara cara lain seperti memberikan jas nya untuk menutup lengan Nabila saat wanita itu mengenakan kaos lengan pendek,dan semacamnya.Ia seolah ingin melindungi aurat wanitanya itu dengan caranya sendiri.Hal itu justru membuat Nabila jadi tak enak hati.Ia merasa bersalah karena ia belum bisa menuruti permintaan sang serigala tampan.


......................


Sore ini.....


Di sebuah rumah berdesign minimalis milik Zev....


Sepasang suami istri itu tengah berada di ruang televisi menghabiskan waktu sore mereka.


Sedari tadi....


Setelah pulang kerja dan membersihkan diri di bantu sang istri,kedua anak manusia yang sedang hangat hangatnya memadu kasih itu tak beranjak dari ruang televisi yang tak terlalu luas namun begitu nyaman itu.Dengan kedua tangan yang memeluk erat pinggang Zev dan kepala tersandar di pundak sang suami.Nabila tak henti memeluk tubuh tegap sang serigala yang kini tengah mengupas buah untuk kelinci kecilnya. Entahlah...beberapa hari ini Nabila begitu manja pada suaminya.Meskipun memang tiap hari selalu manja,namun tak seperti beberapa hari ini.Nabila seolah terus mengikuti kemanapun Zev pergi seperti tak mau jauh dari pria tampan berjambang tipis itu.Wanita itu bahkan selalu merengek dan berfikiran macam macam jika sang suami telat pulang atau tak mengabarinya.Wanita itu juga lebih posesif,ia jadi gampang cemburu jika Zev dekat dekat dengan perempuan lain meskipun itu karyawan atau rekan kerja Zev sendiri.Entahlah....ada apa dengan Nabila.


Dan saat ini,


Diruang televisi...


dengan dua belah paha yang mengapit pinggang Zev,keduanya asyik duduk di ruangan itu sambil menikmati buah buahan yang tadi Nabila pesan untuk Zev belikan.


Zev selesai mengupas jeruk di tangannya.Ia kemudian meraih satu potong daging jeruk dan mengarahkannya ke mulut sang istri.


Nabila pun menerimanya dengan semangat.


"kelinci...."


"iya....."


"tadi umi telfon aku....katanya minggu depan Bryan mau meng khitbah Rubi...." ucap Zev.


Nabila menghentikan aktifitasnya sejenak....


"oh ya.....?" tanya Nabila


Zev hanya mengangguk.

__ADS_1


Nabila diam sejenak.


"berarti ta'aruf nya berhasil?" tanya Nabila lagi.


Zev hanya mengangguk lagi sambil melahap satu potong buah jeruk ke mulutnya...


"alhamdulillah..aku ikut seneng dengarnya..." ucap Nabila sambil kembali melahap jeruk suapan tangan Zev.


"dua hari lagi kita terbang ke sana ya....kamu mau kan?" tanya Zev.


"ya mau lah....kenapa nggak..." jawab Nabila.


Wanita itu mengeratkan pelukannya....


"serigala....."


"apa?"


"gimana perasaan mas Jordan ya...?" tanya Nabila.


"aku belum hubungin dia..." ucap Zev.


"dia nggak selemah itu sih menurut aku....nggak dapet satu ya cari yang lain lah..." ucap Zev.


Nabila hanya mengangguk.


"Kelinci...." ucap Zev.


"ya...."


"bikin adonan lagi yukkk...." ucap Zev.


Nabila terkekeh...


"dimana?"


"disini aja..." ucap Zev


Nabila terkekeh..


Wanita itupun naik ke atas paha Zev dan menangkup wajah pria itu....


"serigala...."


"apa?"


"maaf...."


Zev mengernyitkan dahinya...

__ADS_1


"untuk?"


"aku belum bisa wujudin keinginan kamu untuk menutup aurat..." ucap Nabila.


Zev tersenyum.ia merengkuh pinggang sang istri dan mengecup dada putih Nabila lembut.


"aku akan nunggu kamu sampai kamu siap...karena kalau aku boleh jujur...aku benar benar ingin melihat kamu menutup sempurna bagian tubuh yang harusnya hanya milik aku...karena aku nggak mau berdosa sebagai seorang suami sayang...." ucap Zev.


Nabila terdiam...


"kamu malu ya punya istri kayak aku?" tanya Nabila yang akhir akhir ini dalam mode sensitif.Matanya kini terlihat mengembun menatap wajah berjambang sang serigala.


"enggak....bukannya malu...aku cuma ngerasa belum lengkap aja....aku pengen kita membangun keluarga kita dengan dasar agama yang kokoh.Aku pengen...mumpung kita belum punya anak...kita sama sama perbaiki diri kita masing masing...biar nanti...ketika kita sudah punya anak....kita bisa memberi contoh untuk anak anak kita...mengajarkan hal hal yang baik buat mereka..."ucap Zev sambil membelai lembut rambut sang istri.


" aku adalah anak yang terlahir dari keluarga yang tidak mengenal agama sayang....aku terlahir sebagai anak yang nggak punya pegangan di dunia ini..."


"aku nggak mau....jika apa yang terjadi sama aku dulu...juga terjadi sama anak anakku...aku nggak mau..."


"aku mau anak anak kita nantinya terlahir seperti kamu dan Angkasa...terlahir dari keluarga yang penuh kasih sayang...didikan agama yang baik....dan selalu memegang teguh pedoman Tuhan..." ucap Zev.


"aku minta maaf...jika sebagai suami banyak menuntut....aku hanya pengen...keluarga kita. menjadi seperti keluarga kamu...yang penuh kehangatan dan cinta kasih dalam selimut iman yang kokoh...aku cuma pengen itu.." ucap Zev.


Nabila mengembun.Sungguh...suaminya makin hari makin terlihat dewasa...


Zev tersenyum..


"dah...nggak usah mewek...katanya mau bikin adonan lagi...kok malah mau mewek gini?" ucap Zev sambil mengusap mata Nabila yang mulai mengeluarkan setitik demi setitik cairan bening..


"aku akan jadi seperti yang kamu mau....aku janji..." ucap Nabila.


"really?"


Nabila mengangguk pasti.


Zev tersenyum hangat...ia merengkuh pinggang Nabila dan mulai mendekatkan wajahnya pada wajah sang istri.


Dan lagi....


adegan panas kembali mereka ciptakan di ruang televisi kediaman pribadi mereka.Keduanya kembali hanyut dalam kenikmatan surga dunia yang mereka ciptakan sendiri.


Nabila berjanji,ia tak akan mengecewakan harapan sang suami.Ia akan berusaha mewujudkan mimpi Zev.


Zev sudah bersedia berubah...mencoba menjadi imam yang baik untuk Nabila,sisi dewasa pria itu mulai terlihat,mengikis sisi labil yang dulu begitu kental dalam diri Zev.Jika Zev saja bisa..kenapa ia tidak.Ia akan berusaha memenuhi keinginan sang suami,ia akan menjadi makmum yanb bisa Zev banggakan kelak...


...****************...


Selamat pagi.....


yukk....klik like komen vote dan hadiahnya.....🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2