Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
181


__ADS_3

Hari berganti..


Sore berganti petang...


Disebuah tanah lapang yang dipenuhi batu batu nisan...


Suara tangis itu menggema sepanjang hari.Sejak siang hingga kini hampir petang,laki laki dengan kemeja putih yang kini sudah berubah warna menjadi coklat itu tak henti menangis sambil memeluk gundukan tanah bertabur bunga dengan suara yang mulai serak.Bajunya sudah basah,karena lelehan keringat,air mata,juga tetesan air hujan yang kini mulai rintik rintik mengguyur tanah makam yang mulai gelap lantaran sinar mentari perlahan mulai kembali ke peraduannya.


Adrian tak henti menangis memanggil manggil nama sang mama.Matanya sudah sangat bengkak.Penampilannya acak acakkan.Suaranya mulai habis.Pria itu meraung raung sambil memeluk makam sang mama yang masih basah.


Disampingnya,


Wanita hamil itu duduk bersimpuh sambil sesekali mengusap lelehan air mata yang menetes di pipinya menggunakan tissue.


Adinda membiarkan suaminya itu melepaskan semua emosinya.Ia hanya menemani sambil sesekali mengusap punggung Adrian menenangkan laki laki itu.


Sementara tak jauh dari tempat mereka berdiri.Anak serta ke empat sahabat Adrian dan Dinda nampak berteduh di dalam mobil sambil menyaksikan drama yang memilukan sedari kemarin.


Naya dan Chika seolah ikut larut dalam suasana haru biru yang tersaji sejak dokter mengatakan bahwa bu Ela tak bisa diselamatkan.


Adrian tak henti menangis sejak saat itu.Tangisan yang meraung raung yang begitu pilu menyayat hati.


17:40


mereka masih berada di makam.


Adinda mendekati sang suami,meraih punggung kokoh yang mulai melemah suaranya itu.


"mas..." ucapnya lembut.


"kita pulang ya....bentar lagi gelap..." ucap Adinda begitu lembut.


Adrian menggelengkan kepalanya sambil terus menangis memeluk tanah merah itu.


"mas....udah cukup sayang....sekarang kita pulang...kita kirim doa buat mama malam ini..." ucap Adinda.


"kasian mama kalau kamu gini terus mas...."


"kita pulang ya...bentar lagi maghrib....kita sholat,kita doain mama...pulang yuk sayang...."


"harus nya aku yang ada disini Dinda...bukan mama..." ucapnya lagi.


Entah sudah berapa kali ia mengucap hal itu seharian ini.


Adinda mencoba tersenyum...


"udah..kita pulang dulu ya..kasian Nabil dari tadi nungguin di mobil..." ucap Adinda.


Adrian bangkit.Ia menghapus lelehan air mata nya.Laki laki itu menarik nafas panjang dan menetralkan ekspresinya.Ia kemudian melangkah bersama sang istri menuju mobil di mana sudah ada Gunawan dan Nabila disana.Juga Marco,Joddy,Naya dan Chika yang berada di mobil Merco yang terparkir tepat di belakang mobil Adrian.


Adrian masuk ke dalam mobil.Adinda mendekati mobil Marco.


"Mas Marco,Joddy,Naya,Chika...makasih ya udah nemenin aku sampai jam segini" ucap Dinda.


"sama sama Din....kita pulang duluan ya...ntar kita ke rumah kamu buat tahlilan..." ucap Marco.


Adinda mengangguk...


"sekali lagi makasih banyak mas...semuanya..."

__ADS_1


"kita pulang dulu ya Din...kamu yang sabar ya..." ucap Naya


"iya Nay...makasih.."


"assalamu alaikum..."


"wa alaikum salam..."


Mereka pun berpisah.Mobil putih milik Marco melaju meninggalkan tempat itu.


Adinda masuk ke dalam mobilnya.Dilihatnya Adrian duduk di pojok jog belakang dengan tatapan mata kosong menatap ke luar jendela.Sedangkan disampingnya,Nabila seolah tak lepas menatap wajah papanya yang terlihat begitu sedih.


Adinda duduk di samping Nabila,sehingga kini gadis kecil itu berada di tengah tengah antara kedua orang tuanya.


"ma..." ucap Nabila.


"iya sayang..." jawab Adinda.


"kasian papa...." ucap Nabila.


Adinda tersenyum,


"udah...kita pulang dulu ya....nanti sampai rumah kita hibur papa..." ucap Adinda.


Nabila hanya mengangguk.Ia kemudian mendekati pria berbadan tegap itu.Gadis kecil itu kemudian menyandarkan kepalanya di lengan kokoh Adrian.


"pa...jangan sedih terus....kan ada Nabil sama mama..." ucapnya.


Adinda terenyuh.


Adrian hanya diam seribu bahasa.Tatapan matanya masih kosong.Seolah raganya ada disini,tapi tidak dengan sukmanya.


"papa...." ucap Nabila lagi.


Adrian tak bergeming.Pikirannya melayang layang entah kemana.Entahlah akan sampai kapan laki laki itu terus terus an seperti ini.


...****************...


21:00


Di ruang tamu kediaman Adrian.....


Tahlilan baru saja selesai.Satu per satu warga sudah mulai meninggalkan rumah mewah itu.Di depan pintu rumah,Adinda nampak mengantar ke empat sahabatnya yang berpamitan pulang hendak kembali ke rumah masing masing.


"Dinda...kita pulang dulu ya....kalau kamu butuh bantuan..kamu telfon kita aja..." ucap Naya.


"iya Din..." imbuh Chika.


"makasih ya...aku pasti bakal hubungin kalian kalau ada apa apa..." ucap Adinda.


"ua udah...udah malem...kita pamit ya..." ucap Naya.


Adinda mengangguk.


"assalamu alaikum..."


"wa alaikum salam..." jawab Adinda.


Ke empat anak manusia itupun pergi meninggalkan rumah mewah tersebut.Adinda kembali ke ruang tamu.Adrian masih duduk di sana dengan kepala mununduk.Disampingnya,Nabila tak henti menatao sendu pada sang ayah yang nampak lunglai seolah tak memiliki semangat hidup lagi.

__ADS_1


Adinda menghela nafas panjang Ia mendekati suaminya,duduk bersimpuh di samping laki laki malang itu.


"mas....udah malem....kita tidur yuk.." ucap Adinda.


"iya pa....udah malem...ayo pa...bobok pa...Nabil pengen bobok sama papa nih..." ucap Nabila mencoba menghibur laki laki itu...


Adrian mengusap kasar wajahnya,ia kemudian menatap wajah kedua wanita yang berada di samping kiri dan kanannya secara bergantian.Laki laki itu mencoba tersenyum,lalu mengangguk.


"ayok.." ucapnya kemudian.


Ketiganya pun bangkit,bergegas menuju ke lantai dua tempat dimana kamar mereka berada.Tiba tiba....


"pa...."


Adrian menoleh.


"Nabil boleh gendong nggak?" tanya gadis kecil itu polos.


Adrian tersenyum,ia meraih tubuh mungil itu lalu mengangkat nya dan menggendong nya.Nabila memeluk tubuh pria yang telah mengangkat dirinya sebagai anak itu.


Merekapun bergegas menuju kamar utama.Malam ini Nabila ingin tidur bertiga dengan papa dan mamanya.


Mereka sampai di kamar utama.Adrian meletakkan tubuh mungil putrinya itu ke atas ranjang dan ia pun ikut merebahkan tubuhnya dengan posisi miring menghadap Nabila.Adinda menyusul....


"pa..." ucap Nabila sambil merubah posisi nya menghadap sang papa.


"iya sayang..." jawab Adrian sambil menyelipkan beberapa helai rambut panjang gadis itu ke belakang telinganya.


"papa jangan sedih terus ya....Nabil ikut sedih kalau papa nangis terus" ucap Nabila.


Adinda yang berbaring miring di belakang Nabila pun merasakan terenyuh mendengar ucapan sang putri kecil.


"kan ada mama sama aku pa...." ucapnya.


"dulu....waktu bapak Nabil meninggal,setelah bapak meninggal Nabil nggak pernah nangis.Soalnya kata bapak...orang yang suka menangis itu tandanya lemah pa..."


"trus....kata ustadzah di tempat Nabil tinggal bilang...kalau Nabil sayang sama bapak sama ibuk,dari pada nangis,mending di doain...setiap malam...setiap hari....biar arwah bapak sama ibuk Nabil tenang di sisi Allah..." ucap Nabila begitu polos namun mengena.


Adinda meneteskan air mata mendengar ucapan gadis mungil itu.Begitu juga Adrian.Air matanya luruh,tanpa suara,ia menatap dalam wajah gadis kecil kebanggaannya itu.


Ya...Nabila juga yatim piatu.Bahkan sejak usianya masih sangat belia,delapan tahun.Dan gadis mungil itu memang selalu terlihat tegar dan kuat bukan.


Adrian tersenyum dalam tangisnya.Tangan mungil Nabila tergerak mengusap lelehan air mata yang jatuh membasahi pipi berjambang tipis milik papanya.


"jangan nangis lagi ya pa....kita bobok ya...besok kita bangun pagi...solat subuh..trus kirim doa deh buat nenek...iya kan ma?" ucap Nabila sambil berbalik badan menoleh ke arah sang ibu di akhir kalimatnya.


"iya sayang..." jawab Adinda lembut.


Adrian mengusap air matanya.Ia tersenyum lalu mengecup kening sang putri.


"dah...kita bobok...selamat malam anak papa.." ucap Adrian dengan suara seraknya.


"selamat malam papaku..." jawab Nabila lalu mencium pipi sang papa.


Keduanya pun bergegas untuk tidur......


...----------------...


***SELAMAT PAGI MENJELANG SIANG.......

__ADS_1


JANGAN LUPA KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA....


YUKK....SILENT READERS TUNJUKAN PESONAMU....🤭😍***


__ADS_2