
Sepasang anak manusia itu kini tengah berada dalam perjalanan pulang setelah menghabiskan waktu makan siang berdua.Sepanjang perjalanan,keduanya tak henti menebar tawa bahagia.Tak butuh waktu lama,keduanya sudah terlihat semakin akrab dan seolah sudah tak ada celah,tak ada lagi jarak,tam ada lagi gengsi di antara mereka.Keduanya seolah menunjukkan sisi apa adanya dalam diri mereka yang kadang bar bar dan sedikit konyol.
Hampir tiga puluh menit perjalanan dengan kecepatan mobil yang begitu pelan,keduanya sampai di kediaman milik Nabila.Tak seperti pagi tadi dimana Zev hanya memarkirkan kendaraannya di depan gerbang,kini Zev membawa mobil itu masuk ke area halaman rumah yang cukup luas tersebut.
Nabilaturun dari mobil dengan sebuah paper bag berisi boneka serigala yang tadi pagi ia beli ditangannya,disusul Zev dibelakangnya.
"lo nggak masuk dulu?" tanya Nabila.
"gue langsung aja deh....tadi Jordan nelfon nggak gue angkat...takutnya ada yang penting" ucap Zev.
Nabila hanya mengangguk.
"gue pulang dulu ya.." ucapnya.
Tangan kekar itu tergerak mengacak acak lembut rambut gadis manis itu membuat Nabila terkekeh.
"eehhkkmmmm...."
suara itu sukses merusak suasana.Angkasa yang hendak berangkat SSB datang dari garasi dengan sepeda kayuhnya.
"halo calon kakak ipar.." sapa Angkasa pada Zev.
"Angsa jangan mulai ya....udah buruan berangkat sana..!" ucap Nabila kesal.
"paan sih kak...orang gue mau ngomong sama calon kakak ipar..!"
"Angsa....!!!"
"apa...?!!!"
Zev hanya terkekeh...
"nggak papa kelinci...biarin aja..." ucap Zev.
"apaan kelinci?die man bukan kelinci..!burung ababil..!" ucap Angsa.
Zev terkekeh...
"kalian hobi banget ya berantem..." ucap Zev.
"nggak juga...dia tuh yang selalu mulai duluan" ucap Nabila.
"enak aja...orang gue kalem begini" jawab Angkasa.
Nabila hanya melengos mendengar ucapan Angkasa.
Zev tersenyum.
"lo mau kemana sa?" tanya Zev pada Angkasa.
"biasa....SSB.." ucap Angkasa.
"lo jago main bola?" tanya Zev.
"iya dong.." ucap Angkasa bangga.
"posisi apa lo?" tanya Zev lagi.
"anak gawang..." ucap Nabila nyamber.
(anak gawang:orang yang bertugas untuk memungut bola dan berjaga di pinggiran lapangan.)
__ADS_1
"kampret lo...!gue striker..!!" ucap Angkasa.
Zev tertawa.Sungguh...sepertinya kedua saudara ini akan selalu asyik berdebat jika sedang bersama.
Zev menoleh ke arah Nabila.
"Git.." ucapnya.
"hmm..."
"kapan kapan mau nonton bola lagi nggak" ucap Zev pelan.Ia takut memori Nabila kembali berputar pada kejadian kelam hari itu dimana Zev dengan lancang menaruh obat perangsang di minuman Nabila.
Nabila menunduk,ia terdiam sejenak.
"sorry....maksud gue......."
"nggak apa apa...gue tau maksud lo...tapi gue pikir pikir dulu ya..." ucap Nabila
"kalau lo mau...lusa kan pertandingan klub favorit lo disini...kita nonton ke stadion...sama Angkasa juga" ucap Zev.
Nabila mengangguk.
"iya...gue pikir pikir dulu ya.." ucapnya.
"iya..." jawab Zev.
"ya udah...gue pulang dulu...assalamu alaikum"
"wa alaikum salam" jawab Nabila dan Angkasa.
"Sa...duluan ya.." ucap Zev pada Angkasa.
"iya kak.." jawabnya.
"cie....." ucap Angkasa dengan raut wajah meledek...
Nabila menatap sinis ke arah sang adik.
"cie..." ucapnya lagi.
Nabila masih tak merespon,ia hanya menatap sinis tanpa pergerakan.
"cieee.....cieeee....cieee......punya ayang ni yeee...."
Angkasa sekuat tenaga mengayuh sepedanya menghindari Nabila yang kini berlari mengejar sambil mengangkat sebelah sepatunya berniat melemparkannya pad sang adik tersebut.
Angkasa tertawa lepas saat ia berhasil lari dari amukan Nabila.Meninggalkan sang kakak yang kini mengumpat hebat pada adik laki lakinya tersebut.
...****************...
Ditempat terpisah...
Dengan kecepatan berkendara yang cukup tinggi,tak butuh waktu lama Zev sudah sampai di kediaman mewahnya yang menjadi tempat tinggalnya bersama Dave dan Jordan..
Zev pun turun dari mobilnya,dan masuk ke dalam rumah sambil menenteng paper bag berisi boneka kelinci yang ia beli dengan Nabila tadi pagi,baru saja satu langkah ia memasuki rumah mewah itu....
"nah....lu pulang juga akhirnya...!kemana aja sih lo gue telfonin nggak di angkat..!abis ngapain lo ama si kelinci...sampe lupa temen lo" ucap Jordan langsung nyerocos melihat kedatangan Zev.
"apa an sih...gue baru sampe lo udah ngoceh aja.." ucap Zev sambil merebahkan tubuhnya di sofa.
"paman lo minggat no..!" ucap Jordan.
__ADS_1
"maksud lo?"
"dia tadi pergi....bawa koper...nggak tau kemana.!gue tanya nggak dijawab...!mukanya di tekuk kek kulit martabak..!"ucap Jordan.
" dia kemana?"
"ya mana gue tau....lu telfon deh...kasian udah tua....takutnya mulai pikun.. lupa jalan pulang" ucap Jordan
Zev menghela nafas panjang..
Ia kemudian meraih ponselnya dan mulai menelfon sang paman.
tuuttt.....tuuttt.....tuuttt.....
........
"paman dimana?" tanya Zev.
..........
"oh...ya sudah..." jawab Zev singkat kemudian mematikan ponselnya.
Jordan meringsut mendekatkan tubuhnya pada tubuh sang sahabat.
"kemana?" tanya Jordan.
"Liburan.." jawab Zev.Karena memang itu yang ia dengar dari pamannya.
"kemana?"
"mana gue tau..."
"hmmmmhhh....preett...!palsu..!" ucap Jordan.
"ati ati lu...!dia mah licik..!gue yakin pasti ada yang dia rencanain buat lo atau buat calon mertua lo" ucap Jordan pada sang sahabat.
"ya udah sih biarin aja..."
"biarin aja gimana?lo nggak tau apa yang bakal dia lakuin nyet...!kalau dia macem macem gimana?" tanya Jordan.
"dia cuma liburan Dan...ya udah sih...santai aja..." ucapnya sambil merebahkan tubuhnya di sofa panjang ruang tamu.Tangannya tergerak meraih boneka kelinci yang ada di dalam paper bag di sampingnya dan memeluknya.
Jordan nyengir mendapati tingkah sang sahabat yang menurutnya menggelikan itu.
"ciiihhh....geli gue liat lo...!muka sangar...mainnya boneka..!" ucap Jordan.
Zev tak peduli,ia masih memeluk erat boneka itu sambil tersenyum.
"buruan nikahin deh tuh perempuan....biar sah...biar halal...biar lo bisa ngelindungin dia..!paman lo tuh ancaman buat lo..!dia bisa ngelakuin apa aja buat ngelancarin dendamnya.Dan sampai sekarang...dia masih menyimpan dendam ke Adrian..!"
"iya bawell...!" ucap Zev.
Jordan menghela nafas panjang.Zev memang susah di kasih tau..!emang dasar kepala batu..!itulah sebabnya ia selalu ingin berada di sisi Zev selama di kota ini.Mengawasi pergerakan nya dan Dave.Zev itu labil...mudah terpengaruh.Ia tak mau kalau Dave kembali mencuci otak Zev yang sudah bersih setelah bertemu umi Atikah.Ia harus menjaga sahabatnya itu agar tak kembali terpengaruh oleh ucapan Dave yang begitu licik.
Kini Jordan harus kembali berhati hati...
Dave sepertinya mulai merencanakan sesuatu.Meskipun ia belum tau apa,tapi setidaknya ia sudah berusaha untuk memberikan informasi pada Adrian.Karena ia yakin...target utama Dave pasti antara Adrian atau Zev.
...----------------...
***UP SEBELUMNYA SUDAH DI UP DARI JAM 11 SIANG...
__ADS_1
INI UP JAM 6 SORE....SEMOGA CEPET YA REVIEWNYA...😍😍***