
Malam mulai menjelang...
19:00
Di kamar Angkasa yang sebenarnya tak terlalu luas,
Sang pemilik kamar nampak mendudukkan tubuhnya di kursi meja belajarnya sambil menatap kesal ke arah ranjangnya.
Ranjang berukuran 180x200 meter itu kini nampak di kuasai oleh sepasang suami istri yang tengah asik berpelukan sambil cekikikan menyaksikan sebuah vidio dari layar ponsel sang suami.
Angkasa mendengus kesal...!ini kamarnya...kenapa malah sekarang jadi ia yang tak kebagian tempat??
Sedangkan disana sepasang suami istri lebay itu tengah cekikikan di atas tempat tidurnya.Semua ini gara gara si burung ababil..!ia ingin tidur di kamar Angkasa,tapi ia tak mau jauh jauh dari serigala nya.Alhasil...kini kamar itu pun di kuasai dua manusia menyebalkan itu.
Ponsel Angkasa yang berada di meja belajar di samping sang remaja berbunyi lagi....
masih dari nomor yang sama...Bintang..!
Angkasa melirik sekilas,ia lebih memilih mengacuhkan panggilan itu.Ia malas mendengar suara wanita yang kemarin masih ia puja puja itu,tapi sekarang...ia kecewa...!
"Angsa...hp lo bunyi tuh....angkat napa...?" tanya Nabila.
"males" ucap remaja itu.
"kenapa?emang dari siapa sih?"" tanya Nabila,Angkasa tak menjawab.
Wanita itu kemudian bangkit,ia mendekati meja belajar itu dan meraih ponsel sang adik.
Terlihat lah disana..
Kontak ponsel dengan nama 'B' beserta emoticon yanv bertebaran terlihat melakukan panggilan vidio.
"kanapa nggak diangkat dek?" tanya Nabila.
"dia selingkuh.." ucap Angkasa cemberut sambil menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.
Nabila dan Zev saling pandang...
"selingkuh?" tanya Nabila sambil menyusul naik ke atas ranjang.Kini ketiga anak manusia itupun berbaring menatap langit langit di atas kasur yang sama dengan Angkasa di tengah tengah.
Angkasa hanya mengangguk sedih meratapi nasibnya.
"ama siapa?" tanya Nabila.
"nggak tau...nggak kenal gue...!yang pasti dia udah tua...!"ucap Angkasa kesal.
Nabila merubah posisinya miring,menatap lembut ke arah remaja teman duelnya itu lalu dengan lembut mengusap rambut bagian depan Angkasa,
Zev hanya tersenyum menatap dua saudara itu,walaupun mereka sering berdebat,namun nyatanya kasih sayang diantara keduanya tak bisa di pungkiri.Masih ingatkan...betapa murkanya Angkasa saat Nabila depresi dulu.Dengan nekat dan gegabahnya ia menantang Zev duel hingga berakhir dengan Angkasa yang masuk rumah sakit.
Dan kini,saat sang adik tengah galau,sisi kelembutan Nabila pun terpanggil,ia mendengarkan sang remaja yang kini mulai menceritakan semua yang ia lihat antara Bintang dan laki laki misterius yang Angkasa duga adalah selingkuhan Bintang.
Sesekali senyuman manis terbentuk dari bibir sang kelinci saat Angkasa mulai mengeluarkan semua uneg uneg dan keluh kesahnya.Keluh kesah anak remaja yang sebenarnya hanya sepele namun terasa begitu berat di pundak Angkasa.Ia mencintai Bintang dan berusaha untuk menjaganya sebagai seorang perempuan.Tapi nyatanya,dibelakang nya ia rela dipeluk peluk oleh laki laki lain.Sakit dong.....!
Angkasa yang pacarnya saja tak berani macam macam,kontak fisik diantara mereka hanya sebatas pegangan tangan,itupun jarang...lalu kenapa sekarang Bintang tega teganya mau dipeluk peluk cowok lain...mana udah tua lagi....mungkin laki laki itu seusia Nabila..!
Nabila tersenyum gemas.Ia mengacak acak rambut sang adik pelan saat remaja itu selesai dengan ceritanya...
__ADS_1
" Angsa...angsa....lo tuh kalo ada apa apa jangan buru buru ambil kesimpulan....jangan gegabah...!"ucap Nabila.
"dia beneran selingkuh kak..!orang dia peluk pelukan...!" ucap Angkasa ngeyel.
"sekarang gini deh...kalau misalkan kita berdua ni ya..gue ama lo...kita ke stadion...nonton bola..trus klub favorit kita menang..kita pelukan...lo mikir nggak...mungkin sebagian orang di stadion pasti bakal ngira kita pacaran dek...karena kita deket..." ucap Nabila.
"mungkin itu sama kayak Bintang sekarang....siapa tau cowok itu kakaknya Bintang...bisa jadi kan?" ucap Nabila.
"Bintang itu nggak punya kakak...!dia anak tunggal..." ucap Angkasa lagi.
"ya mungkin sodara nya...udah sih jangan ngambek ngambekan gitu...!lo tuh cowok...masak cowok ngambekan...kasian cewek lo..!kalo ada masalah itu duduk berdua...ngobrol baik baik...jangan buru buru ambil kesimpulan trus ngambek nggak jelas..." ucap Nabila.
"ya mending kalau bener...kalau salah?kasian si Bintangnya...!"
"walaupun lo tuh lebih muda dari si Bintang,tapi lo harus bisa tunjukin...lo punya pemikiran dewasa...biar Bintang bangga dan nggak nyesel punya pacar bocah kayak lo.."
"kalau lo kayak gini yang ada Bintang makan ati tau nggak dicurigain mulu..."
"tanya baik baik...ngobrol berdua...sambil makan rujaak kek beli es teh..kan bisa..." ucap Nabila
Angkasa tak menjawab...ia hanya diam mencerna semua ucapan sang kakak.
"udah...nggak usah dipikirin....muke lu jelek banget cemberut gitu....mending besok lo telfon dia..atau kalau nggak ya ketemu...jelasin ama dia...tanyain...siapa cowok itu,ada hubungan apa sama Bintang..tapi lo jangan pake emosi ngomong nya...pelan pelan..." ucap Nabila.
Angkasa hanya mengangguk.
Ketika mereka tengah asyik berbincang....
tokk....tokk...tokk....
pintu kamar Angkasa di ketuk...
"iya ma..." ucap Nabila dan Angkasa bersamaan.
Ketiganya pun turun dari ranjang dan menuju ke ruang makan.Saat hendak menuruni tangga,ketiganya berpapasan dengan Adrian yang nampak rapi dengan setelan kemeja hitam dan celana hitamnya nampak keluar dari dalam kamar bersama Adinda yang secepat kilat sudah bersama suami tercintanya.
"papa mau kemana rapi banget?" tanya Angkasa.
"papa mau keluar sebentar...ada urusan sama om Marco..." ucap Adrian.
"nggak ikut makan malam dulu pa?" tanya remaja itu lagi.
"kalian makan sama mama aja ya....papa udah di tungguin soalnya..." ucap Adrian.
Angkasa pun akhirnya hanya mengangguk.
Adrian dan Dinds melangkah beriringan menuruni tangga disusul Zev,Nabila dan Angkasa di belakang nya.
Sepanjang jalan menuruni tangga,Nabila nampak menajamkan indra menciumannya.Hidungnya tak henti mengendus aroma yang cukup menarik hatinya.
Ia suka wangi ini...!suka sekali...!
saat sampai di ujung tangga,Adinda dan Adrian pun menuju pintu utama,Dinda berniat untuk mengantarkan sang suami hingga ke depan pintu,namun....
"papa tunggu...!!" ucap Nabila sambil setengah berlari mengejar kedua orang tuanya itu.
Dinda dan Adrian pun menghentikan langkah mereka.
__ADS_1
Zev dan Angkasa mengernyitkan dahinya.Mau apa wanita itu?
"pa...." ucap Nabila saat sudah berada di hadapan sang papa.
"apa kak?" tanya Adrian tenang.
"boleh minta parfumnya nggak?" tanya Nabila tiba tiba.
Adrian mengernyitkan dahinya,ia kemudian saling tatap dengan sang istri.
Zev mendekat....
"parfum?" tanya Adrian.
Nabila mengangguk yakin.
"yang papa pakai ini" ucapnya kemudian.
"buat apa kak?"
"ya buat dipakai lah pa....boleh ya...buat Nabil...Nabil pengen....ntar papa beli lagi aja..." ucap Nabila.
"kelinci...kamu apa apaan siih....parfum apa....biar aku beliin..." ucap Zev.
"nggak mau....aku maunya parfum punya papa..." rengek Nabila..
"iya...entar aku beliin yang kayak punya papa..." ucap sang serigala lagi.
"nggak mau...aku maunya yang punya papa..." rengek nya lagi.
"buat apa sih kak...punya papa tinggal setengah...papa beliin aja ya...." ucap Adrian.
"nggak mau pa...maunya yang punya papa....aku mau parfum punya nya papa yang ada dikamar....dimintain parfum aja pada pelit banget sih...." rengek Nabila lagi sambil menghentak hentakkan kakinya bak bocah.
"iya...iya... iya....ya udah...ya udah...ma...ambilin...kasih parfumnya papa buat Nabil..." ucap Adrian akhirnya.
Zev memeluk tubuh sang istri yang makin hari manjanya makin tak karuan.
Adinda mengulum senyum....
"iya udah...mama ambilin...jangan nangis...malu ama suami" ucap Adinda menggoda.
Nabilq pun mulai tenang di pelukan Zev.Adinda meraih punggung tangan sang suami.
"aku berangkat ya..."
"iya mas..."
"assalamu'alaikum"
"wa alaikum salam.."
...----------------...
***SELAMAT SIANG....
up 13:00
__ADS_1
YUKK...KASIH DUKUNGANNYA...🥰***