Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
108


__ADS_3

Di kantin sekolah...


Joddy menatap pedih ke arah wanita yang kini terlihat lebih kurus itu.Adinda yang sedari tadi hanya menunduk itupun terlihat begitu menyedihkan membuat ia semakin merasa bersalah karena sudah salah mengambil tindakan.


"lo....apa kabar Din?" tanya Joddy ragu ragu.Suasana ditempat itu terasa begitu kaku.


Dinda mencoba tersenyum...


"baik" jawabnya.


Entahlah...jika ditanya apakah Dinda membenci Joddy,jawabannya adalah tidak.Tapi jika ditanya apakah ia kecewa,jawabannya adalah iya.


Joddy itu baik menurut Dinda,bahkan terlalu baik.Dan mungkin saking baik dan perhatiannya Joddy padanya pria itu sampai melakukan hal yang tak pernah Adinda duga sebelum nya.Melaporkan suaminya ke polisi.Joddy mengira Dinda masih menderita hidup bersama Adrian.Namun nyatanya tidak.Joddy salah.Joddy melakukan sebuah kesalahan yang berawal dari sayangnya yang berlebih pada Adinda.


"lo kapan datang ke kota ini Din?tinggal dimana sekarang?" tanya Joddy lagi.Ya,...ia tak tahu jika Marco telah menolong keluarga Adrian dan berniat membebaskan pria bernetra hijau itu dari jeruji besi.Semuanya Marco rahasiakan dari Joddy.


Adinda hanya tersenyum.Ia tak menjawab pertanyaan itu.Entahlah ia juga merasa akan lebih baik jika Joddy tak mengetahui tentang tempat tinggalnya.


Joddy hanya tersenyum kaku melihat reaksi Adinda.


Sejenak mereka terdiam,larut dalam pikiran mereka masing masing..


drrrrtttt.....drrrrttttt.....


ponsel Joddy bergetar.Ia mengambil benda pipih di saku celananya itu.


Sheila


panggilan video.....


"anjr**..!ngapain sih nih perempuan jam segini vidio call" batinya mengumpat.


Joddy menetral kan ekspresi nya.Ia kemudian menolak panggilan video tersebut,kemudian tersenyum ke arah Adinda.


"Din....gue ke toilet bentar ya..." ucapnya kemudian.


Adinda hanya tersenyum sambil mengangguk.


Joddy pun pergi meninggalkan Adinda yang masih berada di kantin.Ia kemudian bergegas menuju toilet pria yang letaknya tak jauh dari sana.


Remaja itu segera masuk ke ruangan kecil berisi closet duduk itu.Ia segera mendudukkan bok*ngnya di closet tersebut.Ia membuka ponselnya dan segera mencari nama Sheila kemudian mengusap tombol telepon di sana.


tuuutttt...,tuutttt..


"hay baby...." ucap Sheila mendes*h dari seberang sana.


"maksud lo apa video call gue jam segini?" ucap Joddy dingin.


"kangen babe....." jawab Sheila manja.


Joddy mengetatkan giginya.

__ADS_1


"gue lagi di sekolah bang***...!sinting lu ya jam segini udah sa**e..!" ucap Joddy kesal.


"gue mau lo kesini sekarang..." ucap Sheila masih dengan mode men**sah.


"gue mau ujian nj*ng...!"


"tapi gue mau sekarang..."


Joddy menarik nafas panjang.Ia harus banyak banyak bersabar menghadapi wanita plat kuning ini.


"oke....kita ketemuan....tapi nanti setelah gue pulang sekolah..lo jemput gue seperti biasa" ucap Joddy.


Sheila menghela nafas panjang.


"oke....gue jemput lo siang ini...lo harus bisa bikin puas siang ini" ucapnya kemudian mematikan sambungan telepon secara sepihak.


Joddy memejamkan matanya.Ia membenturkan kepalanya ke dinding toilet itu.Sampai kapan dia harus seperti ini.Melayani nafsu ja*ng yang seolah tiada habis nya itu.


Ia harus lepas dari Sheila.Tapi gimana caranya??


...****************...


Siang menjelang.....


Di saat Adinda tengah bekerja keras mengerjakan soal soal ujian.


Ditempat lain..


Wanita dengan balutan busana serba branded itu duduk dengan angkuhnya sambil menyilangkan kakinya menghadap seorang pria tampan disana.Ya....itu Desi...mantan pekerja di bar Adrian yang digadang gadang bisa menjadi senjata untuk mempermulus jalan Adrian agar segera bebas dari penjara.


"lo udah tau kan apa yang harus lo lakuin" ucap Marco.


"tenang aja sayang....gue ahli dalam hal seperti ini." ucap Desi sambil mengambil amplop coklat berisi sejumlah uang itu.


"lagian juga..gue udah kangen sama om om itu..." ucapnya dengan gaya nya yang begitu sensual membuat Marco bergidik.Sunguh....ia risih dengan wanita modelan kek gitu.


Marco mengambil gelas berisi soft drinks pesanannya kemudian menyeruputnya.Terlalu lama berhadapan dengan ular sawah ini benar benar membuat perut Margo merasa mual.


Desi menatap pria tampan di hadapannya ini dengan tatapan nakal.


"lo mau ngasih duit ininke gue cuma cuma?" tanya Desi dengan sensualnya.


"apa lo nggak mau ngehabisin siang lo sama gue?"


Marco menatap sinis ke arah Desi.Marco menegakkan tubuhnya.Ia kemudian mengambil kunci mobil yang berada di atas meja di hadapan nya.


"sorry....gue udah punya istri" ucap Marco membuat Desi gigit jari.


"namanya Naya kalau lo mau tau..." ucap Marco kemudian bangkit dan pergi meninggalkan tempat itu.


Desi pun dibuat bersungut mendengar ucapan laki laki itu.Berani beraninya ia menolak pesona seorang Desi.Namun sepersekian detik kemudian ia tersenyum.Tak apa lah dia tak berhasil menggoda Marco,yang penting uang segepok sudah ada ditangannya.Ia tinggal menjalankan aksinya sesuai perintah Marco.

__ADS_1


Sedangkan Marco...


Pria yang kini berada di dalam mobilnya itu tak henti mengulum senyum saat mengingat perkataannya tadi di depan Desi.Bisa bisa nya ia mengakui Naya sebagai istrinya.


"kok bisa bisanya gue kepikiran ngomong kek gitu.." ucap Marco sambil cekikikan sendiri.


Marco mengambil ponsel di sakunya.Ia menagrahkan ponsel tersebut menuju galeri.Di sentuhnya sebuah video yang memperlihatkan Naya tengah nyerocos saat berada di gubug Adinda.


Marco tersenyum.


"lagi ngapain ya dia sekarang?"


"oh iya....dia kan lagi ujian pasti..."


"bisa nggak ya dia ngerjain soal?"


"eh...dia pinter nggak sih?"


"hihihi....gimana ya ekspresinya dia kalo lagi kesulitan jawab soal?"


"pasti lucu banget..."


Marco bicara sendiri di dalam mobilnya.Angan angan nya melayang layang membayangkan wajah manis gadis belia yang begitu santun itu.Saat tengah asyik berimajinasi,tiba tiba ponselnya berbunyi.Dilihatnya layar ponsel tersebut...


Rio...


memanggil....


Marco segera mengusap tombol hijau disana...


"ada apa Yo..." ucap Marco.


"bang...hari ini ada jadwal pemotretannya Adinda loh....lo nggak lupa kan?" ucap Rio dari several sana.


"astagfirullah hal adzim..." ucap Marco sambil menepuk jidatnya.


"gue lupa..!untung lo ingetin..!" ucap Marco lagi.


"tuh kan...kebiasaan lo...!buruan jemput deh...kita jadwal jam satu loh...keburu sore..." ucap Rio.


"iya iya.....gue jemput dia sekarang.Ini juga hampir jam pulang sekolah..." ucapnya.


"ok...gue tungguin ya..."


"sip..."


sambungan telepon pun terputus.Marco segera melesatkan mobilnya menuju ke sekolahan Adinda.


...----------------...


***INI BOLEH MINTA VOTE &HADIAH NYA NGGAK SIH??🥺🥺🥺

__ADS_1


Boleh minta like & komen yang banyak nggak sih biar rame🥺🥺🥺🥺


tinggal kan jejak kalian donk wahai para readers yang baik hati🥺🥺🥺🥺🥺🤗🤗🤗🤗***


__ADS_2