Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
97


__ADS_3

Hari terus berganti....


Tak terasa sudah satu minggu lebih Adrian berada di dalam sel.Kini Adinda mulai bangkit,wanita muda itu kini mulai berjualan kue keliling kampungnya.Dibantu sang putri juga mertuanya.Ketiga nya bahu membahu mencari nafkah untuk bertahan hidup.


Sedangkan bu Lastri,wanita itu sudah keluar dari rumah sakit,hanya sesekali Adinda menengok bu Lastri itupun ia lakukan hanya dari kejauhan lantaran hingga kini bu Lastri belum mau ditemui oleh nya.


Hari ini...


ini adalah hari pertama Nabila masuk sekolah.Adinda mulai memasukkan Nabila di sebuah sekolah dasar yang tak jauh dari kediaman mereka.


"ma....aku boleh nggak bawa kue kue nya mama...buat aku jual di sekolah ma" ucap Nabila.


Adinda tersenyum..


"nggak usah nak...kami fokus belajar aja.Biar kue kue ini mama sama nenek yang jualin" ucap Adinda.


"nggak apa apa ma...Nabila mau kok ikut jualan" ucap Nabila.


Adinda sebenarnya menolak karena ia tak tega pada Nabila yang masih kecil harus ikut jualan kue ke sekolah,namun karena bocah itu terus memaksa akhirnya Dinda luluh juga.Adinda memberikan beberapa potong kue untuk Nabila.Nabila pun nampak begitu bersemangat menerimanya.


"makasih ma..." ucap Nabila.


Adinda tersenyum.


"ya udah...kita berangkat yuk.." ucapnya.


Nabila dan Adinda pun berangkat bersama dengan motor matic kesayangannya.Sedangkan bu Ela,ia sudah terlebih dulu berangkat menuju sekolah lama Adinda,karena memang ia berjualan di sana sejak dulu.


Hanya sekitar lima menit naik motor Nabila sampai disekolah barunya.


Ia pun turun dengan kranjang kecil berisi kue di tangannya.Nabila meraih punggung tangan Adinda lalu mencium nya.


"assalamu alaikum" ucap Nabila.


"wa alaikum salam...belajar yang pinter ya sayang" ucap Adinda


"iya ma...mama hati hati ya jualannya..." ucap Nabila..


"iya sayang.."


"dada mama..." ucap Nabila sambil berlari masuk ke dalam area sekolahnya.


Adinda pun melesatkan motornya.Beruntung dulu Adrian berinisiatif meminta bu Fitri mengirimi materi materi pelajaran secara online,sehingga Dinda bisa nyambi cari duit sekarang.


Sementara itu...


Di sebuah sekolah dasar yang tak terlalu luas itu.Nabila berjalan menyusuri koridor sekolah nya dengan membawa keranjang berisi kuekue di tangan nya.Tak jarang gadis kecil itu menawari beberapa siswa yang ia temui disana agar mau membeli kuenya.


"Nabila...!!" pekik seorang gadis kecil berambut sebahu yang di ikat dua.


"Rubi...!" sahut Nabila riang.Itu Rubi..teman Nabila,anak perjual bakso yang kiosnya bersebelahan dengan warung soto Adinda.


Rubi yang baru sampai itu berlari mendekati Nabila.

__ADS_1


"kamu sekolah disini?"tanya Rubi.


Nabila mengangguk.Rubi melongok ke pada keranjang kue di tangan Nabila.


" itu apa Bil?"


"ini kue dagangan mamaku...kamu mau beli?"


"boleh...aku mau satu Bil.." ucap Rubi.


Nabila pun mengambil satu potong kue bolu pada Rubi lalu menerima uang kertas itu dari tangan Rubi dan memasukkannya ke saku bajunya.


"enak Bil..." ucap Rubi sambil terus mengunyah kue itu.


"aku bantuin jualan mau?" tanya Rubi.


"boleh....yukk..." ucap Nabila.


Kedua bocah itupun berjalan menyusuri koridor sekolah tersebut sambil menjajakan kue dagangan Nabila.Banyak anak anak yang berkerumun mendekati kedua bocah itu hendak membeli kue lezat buatan Adinda dan bu Ela tersebut,namun tiba tiba,seorang siswa berbadan gemuk datang mendekati kerumunan bocah itu.


"kalian ngapain beli kue dia?" tanya bocah bernama Bryan itu.


Rubi dan Nabila menatap heran ke arah Bryan.Siapa dia?


"bapaknya dia kan penjahat...baru aja di bawa polisi gara gara menculik orang." ucap Bryan yang memang merupakan anak dari salah satu tetangga bu Lastri.


Mata Nabila mulai mengembun.


"ih...kalau gitu aku nggak mau ah.."


"aku juga nggak mau"


"aku juga..takut di culik.."


Nabila mulai meneteskan air matanya.


"jangan dekat dekat dia..!dia anak penjahat...!!" ucap Bryan lagi.


"AKU BUKAN ANAK PENJAHAT...!PAPAKU BUKAN PENJAHAT...!!!HWAAAHHHAAAAA.....!!!" ucap Nabila mulai menangis.


"kalau bukan penjahat nggak mungkin dibawa polisi..!"ucap Bryan tak mau kalah


" papaku bukan penjahat...!!!!"


Nabila mengamuk.Ia melepas ransel nya dan melemparnya ke arah Bryan.Nabila benci bocah gendut itu.


Anak anak kecil itu berhamburan lari meninggalkan Nabila yang histeris.Bahkan dengan nakalnya mereka terus berucap "anak penjahat" seolah olah meledek Nabila.


Gadis itu semakin tak terkendali.Ia berlari mengejar siswa siswa nakal itu sambil terus menangis meraung raung.


Seorang guru olah raga datang.Membubarkan anak anak nakal itu dan berlari mendekap Nabila yang histeris.


"udah....udah....jangan nangis lagi...kita masuk kelas ya..."

__ADS_1


"nggak mau..!!hwaahahaa...."


"sebentar lagi bel masuk nak...kamu kan harus kenalan sama teman teman baru kamu" ucap guru olah raga itu.


"aku nggak mau sekolah disini..!mereka semua jahat..!aku benci mereka...!papaku bukan penjahat...!!!!" teriak Nabila histeris kemudian dengan cepat ia mengambil tas dan keranjang kue nya lalu berlari meninggalkan sekolah itu..


"Nabila tunggu...!!!!" ucap guru tersebut kemudian berlari mengejar gadis kecil tersebut.


Namun Nabila tak memperdulikannya.Ia berlari sambil meraung raung.Ia benci sekolah itu.Ia benci anak anak disana.Ia tak mau lagi kembali ke sekolah itu.


Sang guru olah raga pun kehilangan jejak.Dengan cepat ia meraih ponselnya dan mencoba menghubungi salah satu rekannya di sekolah agar menelfon ibunda Nabila untuk memberitahukan kondisi Nabila.


...****************...


Sementara itu ditempat lain....


Adinda kalang kabut.Wali kelas Nabila mengabari bahwa anaknya kabur dari sekolah.Adinda bergegas menyalakan motornya dan pergi dari tempat itu.Padahal ia baru saja sampai di tempatnya jualan.


Motorpun melesat dengan cepat meninggalkan tempat itu,saat ditengah perjalanan.


"Nabil.." ucap Adinda saat melihat anak gadisnya itu menangis menangis di tepi jalanana yang sepi.


Adinda menghentikan laju kendaraannya dan bergegas turun dari motor mendekati Nabila.


"Nabil...kamu kenapa nak?" tanya Adinda panik.Ia memeluk gadis kecil itu.


"mamaaa....hwaaahahahaaa....aku nggak mau sekolah disana....mereka semua jahat...!!aku nggak mau sekolah maaa...!!hwahahhaahaaa...."ucap Nabila sambil menangis meraung raung.


Adinda menghela nafas panjang.Ia memeluk tubuh mungil itu masuk dalam dekapannya.


" papaku nggak jahat ma...!papa bukan orang jahat...!!"ucap Nabila terus menangis.Adinda hanya menghela nafas panjang.Tudingan miring pada Adrian selalu ia terima dari berbagai pihak.Ia hanya bisa bersabar dan bersabar.


Adinda menjauhkan tubuhnya dari sang putri.


"nak...kamu harus sekolah...kamu harus jadi anak pinter biar nanti papa bangga sama kamu." ucap Adinda mencoba menenangkan.Tangannya tergerak mengusap lelehan air mata di pipi chubby Nabila.


"dah...mama anterin kamu ke sekolah ya....nggak usah dengerin kata orang.Mereka nggak tau papa seperti apa nak.Kita yang tau..."


"mending sekarang mama anterin kamu ke sekolah,kamu belajar yang rajin,jadi anak pinter,biar papa bangga sama Nabil.Kalau ada yang ngatain papa nggak usah di ladenin.Biarin aja..mereka nggak tau apa apa.Kita berdoa semoga papa bisa cepat bebas.Nanti pulang sekolah kita jengukin papa ya sayang...." ucap Adinda.


Nabila mengangguk sambil terus terisak.Ia pun akhirnya menurut.Adinda meraih keranjang kue di tangan Nabila.


"dah...nggak usah jualan...biar mama aja" ucapnya.


Nabila pun naik ke atas motor,ia duduk di depan Adinda lantaran jok belakang yang berisi keranjang kue dagangan nya.


Mereka pun segera melesat menuju sekolah Nabila.


...----------------...


***YOKKK....LIKE KOMEN NYA YANG BANYAK...


TAMBAH VOTE DAN HADIAHNYA JUGA YAAAA...🥰🥰🥰🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2