Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
111


__ADS_3

Di dalam mobil...


Kedua anak manusia itu saling diam hanyut dalam pikiran masing masing.Keduanya seolah masih tak percaya dengan apa yang mereka saksikan barusan di hotel.


"pemotretan kita cancel dulu Din...gue lagi nggak mood.Lo juga perlu nenangin diri" ucap Marco sambil terus menatap lurus kedepan.


Adinda mengangguk sambil mengusap lelehan air mata nya.


"lo mau dianter kemana?" tanya Marco lagi.


"ke kantor polisi aja mas...aku mau jenguk mas Adri...nanti biar aku pulang naik ojek aja" ucap Adinda


"oke" jawab Marco singkat.


Marco pun melajukan mobil putih itu menuju ke kantor polisi yang letaknya tak terlalu jauh dari sana..


Sekitar sepuluh menit,mobil itu sampai di tempat tujuan.


"makasih ya mas" ucap Adinda.


Marco hanya tersenyum sambil mengangguk.Adinda membuka pintu mobil hendak keluar.Tiba tiba....


"Din...."


Adinda menghentikan pergerakannya kemudian menoleh ke arah Marco


"gue minta maaf atas nama Joddy" ucap Marco.


Adinda menunduk.Wanita itu mencoba tersenyum di hadapan Marco.


"kenapa mas Marco yang minta maaf?Mas Marco nggak salah...mas Marco udah baik banget sama keluarga aku...mas Marco udah banyak bantuin aku..."


"tapi ini semua berawal dari Joddy Din...kalau bukan karena ulah Joddy,mungkin lo nggak akan terpisah dari Adrian sekarang"


Adinda tersenyum lagi....


"semua udah ada yang mengatur mas...mungkin ini cara Allah menegur mas Adri...salah satunya melalui Joddy" ucap Adinda.


Marco menatap dalam wanita cantik itu.Wanita itu benar benar istimewa.Selain parasnya yang cantik,hatinya juga lembut.Dia wanita yang sangat setia dan memuliakan suaminya.Tak pernah terucap sedikitpun keburukan Adrian dari dalam mulutnya bahkan sejak dulu sebelum Adrian berubah selembut sekarang.Ia sosok ibu,anak,sekaligus menantu yang baik.Ia tak pernah sekalipun untuk tidak berbakti pada ibu dan mertuanya.Walau dalam kondisi sesulit dan serumit apapun itu.


Marco tersenyum,pantas saja adiknya begitu tergila gila pada wanita itu.


"Adrian benar benar beruntung punya istri kayak lo Din..." ucap Marco.


"gue janji...gue akan bantu bebasin Adrian semampu gue" ucap Marco.


Adinda hanya tersenyum.

__ADS_1


"makasih banyak mas...aku nggak tau harus balas kebaikan mas Marco dengan cara apa"


"nggak Din...lo nggak perlu bales dengan apapun...ini semua gue lakuin untuk menebus semua kesalahan Joddy" ucapnya.


Adinda hanya mengangguk.


"ya udah..aku masuk dulu mas.." ucap Adinda.


Marco mengangguk..


"assalamu alaikum.."


"wa alaikum salam"


Keduanya pun berpisah.


Marco melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu sedangkan Adinda bergegas masuk ke dalam kantor polisi tersebut.


Seperti biasa,Adinda menunggu di ruang besuk setelah melapor pada petugas jaga yang ada disana.Tak butuh waktu lama,pria berjambang itu keluar dari sel bersama seorang sipir.Adrian mengernyitkan dahinya melihat iatrinya yang hanya datang seorang diri itupun masij dengan baju seragam SMA yang lengkap.


Adrian mendekati sang istri.Adinda meraih punggung tangan Adrian lalu menciumnya.


"kamu kenapa kesini sendiri?Nabil mana?" tanya Adrian khawatir,ia takut terjadi sesuatu pada putri kecil nya itu.


Adinda tersenyum melihat raut kepanikan sang suami.Ia mendekat kan tubuhnya,lalu memeluk tubuh tegap itu dengan erat.


"kamu kenapa Din....Nabil mana?" tanya Adrian lagi.


Adrian membalas pelukan itu.


"tumben.....ada apa?"


"kangen" ucapnya singkat.


Adrian tersenyum.Ia mengetatkan pelukan nya sambil menghujami pucuk kepala Adinda dengan kecupan kecupan lembut.


"kayaknya banyak hal yang terjadi sama kamu selama aku ada disini Din....dan kamu nggak kasih tau aku" ucap Adrian


"banyak.....banyak banget.....aku akan certain semua sama kamu kalau kamu udah bebas" ucap Adinda


"sekarang aku nggak mau bahas itu mas...aku cuma mau menghabiskan waktu yang singkat ini berdua sama kamu" ucapnya lagi sambil mngeratkan pelukan nya.


Adrian tersenyum...


"kangen ya..." ucapnya


"banget..."

__ADS_1


"sabar ya....sebentar lagi....tingguin aku pulang"


"aku selalu nungguin kamu mas....sampai kapanpun..."


"kenapa?"


"ya karena aku sayang lah..."


"walaupun aku seorang penjahat..?"


Adinda melepaskan pelukannya.Ia menatap dalama wajah tampan yang mulai ditumbuhi bulu bulu lebat itu.


"aku lebih bangga jadi istri mantan penjahat....dari pada mantan orang baik" ucap Adinda tulus.


"aku menerima kamu dengan segala kekurangan dan keburukan kamu di masa lalu..."


"aku nggak peduli kata orang orang....yang penting aku bahagia sama kamu mas..." ucap Adinda.


Adrian tersenyum..


Tangannya tergerak menyentuh dagu Adinda,dengan ibu jari yang mengusap lembut bibir merah muda yang sangat ia rindukan itu.


"aku nggak akan nyia nyiain perjuangan kamu Din...aku akan jadi laki laki yang bisa kamu banggakan nantinya.Aku janji....aku akan jadi suami seperti yang kamu harapkan"


"suami yang aku harapkan cuma suami yang bisa menyayangi aku,anakku,dan ibuku mas.Dan kamu udah punya semua itu...selain itu..suami yang aku harapkan adalah suami yang bisa membimbing aku,membawa aku ke jalan yang di ridhoi Allah...sama sama belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik...kamu mau?"


Adrian mengangguk...


"pasti...."


Adinda tersenyum manis.


Adrian menangkup wajah ayu itu.Dengan lembut ia mulai menciumi bibir merah muda itu dengan kecupan kecupan singkat.Seolah tak peduli dengan tatapan para sipir yang menatap risih ke arah mereka.


Adinda tersenyum.Ia sangat menyayangi laki laki ini.Laki laki gila yang kini sudah mulai waras.Laki laki kejam yang kini sudah melembut hatinya.Laki laki sesat yang kini mau mulai belajar mengenal Tuhannya.Laki laki ba**ngan yang kini seolah sudah menemukan jati dirinya.


Adrian Tama,si pria keji yang kini seolah menjelma menjadi pribadi yang lebih religius di tangan gadis kecil bernama Adinda Zahra.Dengan segala kelembutan dan keunikan gadis desa itu,ia berhasil secara perlahan merubah tabiat buruk laki laki yang penuh dosa itu.


Andai bukan Adinda,mungkin ia akan memilih mati di awal awal pernikahannya.Dipaksa,disiksa,di gagahi bak binatang,dikasari,dimaki,hanya dianggap peliharaan yang tak memiliki hak untuk bicara.Siapa yang kuat?


Namun wanita itu nyatanya tetap bertahan.Ia bertekad mengabdi dan menerima semua baik buruknya suami nya itu.Meskipun terkadang jiwa abu abunya masih sering bergejolak,nyatanya ia bisa bertahan hingga kini.Sedikit demi sedikit mampu menyentuh hati Adrian yang keras dengan bantuan Tuhannya.


Ya....Adinda...Adrian...dua anak manusia dengan sejuta kisahnya yang berliku....


...----------------...


***DAN TIGA BAB NIHH....

__ADS_1


MANA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAH NYA????😒😒😒😒😒😒


LANJUT BESOK YA.....🀩🀩🀩***


__ADS_2