
Siang hari,jam pulang sekolah....
Adinda tengah duduk di kursi panjang yang berada di depan pos satpam.Wanita itu nampak pucat.Ia duduk sambil menyandarkan kepalanya di tembok pos tersebut.
tin....tin.....
Suara klakson itu mengagetkannya..
Dilihatnya sebuah motor sport berhenti di depannya.
"belum di jemput?" tanya Joddy.
"belum" jawab Adinda sambil menggelengkan kepalanya.
"gue anterin aja yok...."
"nggak usah Jod...."
"dari pada lo kelamaan nunggu..."
"udah....aku nggak apa apa kok...kamu pulang aja duluan sana"
"lo lagi sakit Din...."
"nggak apa apa Jod....udah kamu pulang aja...." ucap Dinda setengah mengusir.Ia tak mau kalau sampai Adrian salah paham lagi jika ia datang menjemput dan melihat Joddy tengah berbincang dengan nya.
Tak lama kemudian,
Sebuah mobil hitam mewah berhenti di depan gerbang sekolah tersebut.Adinda pun berdiri,itu Romi yang datang untuk menjemput nya....
"aku udah di jemput...aku duluan ya Jod...asalamu alaikum..."
"wa alaikum salam"
Joddy pun hanya diam menatap punggung wanita itu hingga masuk ke dalam mobil.
Mobil tersebut pun melesat meninggalkan sekolah itu.Adinda memejamkan matanya sepanjang perjalanan.Kepalanya terasa pusing,perutnya mual.Adinda pun tertidur di dalam mobil hingga mobil tersebut sampai di rumah..
...****************...
Di tempat lain...
"bagaimana?" tanya seorang pria pada anak buahnya melalui sambungan telfon.
"saya sudah mendapatkan informasi bos..." ucap seorang anak buah itu.
"Adrian hanya mempunyai dua keluarga,kakek dan istrinya"ucap sang anak buah lagi
Pria yang kini tengah berada di atas ranjang dengan seorang wanita di sisinya itu tersenyum menyeringai.
" bagus....aku ingin melihat fotonya"
"baik tuan...akan saya kirim" ucap sang anak buah.
Pria itu mematikan sambungan telfonnya.
Tak butuh waktu lama....
tingg....
tingg....
beberapa pesan masuk...
Pria itupun segera membuka pesan dari sang anak buah.Pria itupun tersenyum angkuh melihat beberapa foto yang di kirimkan oleh anak buahnya.Beberapa foto Tuan William dan beberapa foto Adinda yang diambil secara sembunyi sembunyi entah kapan dan di mana.James tersenyum melihat beberapa foto Adinda yang tanpa hijab itu.
"wow.....cantik sekali..." ucap James.
James mengirimkan pesan kepada sang anak buah.
"*cari waktu yang pas....habisi kakeknya,dan bawa istrinya untukku" tulis James.
"baik tuan*"
__ADS_1
James menyeringai...
"akan ku buat kau menyesal Adrian..." ucapnya dingin dengan tatapan mata yang mengerikan.
...****************...
Haripun berganti....
Pagi hari...
06.30
Ferrari merah itu memasuki halaman luas sebuah rumah mewah tempat sang istri tinggal.Adrian turun dari mobilnya,dengan langkah terburu butu ia segera menuju kedalam rumahnya untuk menemui istri kecilnya yang semalam ia makan habis habisan...
"tuan..." ucap para anak buah saat Adrian berjalan melewati mereka.
"dimana wanita bodoh itu?"
"dia masih tidur tuan" ucap Romi.
Adrian mengernyitkan dahinya.
"jam segini dia belum bangun?"
"belum tuan"
Adrian menghela nafas panjang dengan sorot mata yang menajam.Ia berjalan dengan langkah tegak masuk ke dalam rumah tersebut.Langkahnya ia percepat menuju kamar dimana sang istri kecil berada.
Daaarrrr......
Adrian membanting pintu kamarnya.Adrian masuk kedalam kamar itu dengan tatapan iblis yang terpancar dari matanya.Dilihatnya sang istri kecil masih bergulat di dalam selimut,membuat amarahnya memuncak.Berani beraninya ia bermalas malasan di rumahnya!
"mau sampai kapan kau bermalas malasan di tempat tidur Dinda!" ucapnya garang pada wanita yang kini tengah meringkuk di bawah selimut tebal itu.Badannya menggigil,wajahnya semakin pucat.Ia seolah tak mampu menjawab semua pertanyaan sang suami.Namun Adrian tak menyadari hal itu.Laki laki itu seolah sudah di kuasai amarah.
Adrian mendekat,ia menarik selimut Adinda membuat wanita itu semakin meringkuk.
"BANGUN...!dasar pemalas...!"
Adinda tak bergeming...
Adinda yang sudah pucat itu menatap nanar ke arah Adrian.
Adrian menyeringai...
Tangannya tergerak meraba lengan putih milik wanita yang semalam ia gagahi meakipun sedang mengeluh sakit itu.
"masih mau pura pura sakit hemm?" tanyanya lembut,namun begitu mengerikan.
"maa...asss...tolong..." ucapnya lirih.
"kau sakit?" tanya nya lembut.
Adinda menangis sambil menganggukkan kepalanya.
"tapi kau belum ma*i sayang...jadi aku tidak peduli...!" ucapnya lembut lalu membentak di akhir kalimat.
Addrian menarik rambut Adinda.Membuat wanita yang sudah sangat lemah itu jatuh terjerembab ke lantai yang dingin.
bugghhh...
"sssshhh....akkhh..." rintihan itu terdengar begitu lirih.
"bangun....!!!" bentaknya.
"mas...to....long...."
"jangan banyak alasan Dinda!aku tidak suka dengan manusia pemalas!"
"bangun...!!"
Adinda merintih,ia seolah tak mampu lagi untuk bergerak.
Adrian makin murka,
"kau benar benar bosan hidup wanita sampah...!" ucapnya dengan bengis.Adrian mengangkat sebelah kakinya,mengayunkannya dan............
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
pergerakan nya terhenti,mata hijaunya melotot.Darah mengalir dari daerah sel*****ngan Adinda.
"ampun...." lirih wanita itu.Sepersekian detik kemudian,mata itu terpejam.Adinda pingsan.
Adrian nampak syok.Ia segera berjongkok,diraihnya tubuh ringkih yang penuh luka itu.
"Dinda....Dinda bangun...!"
Adinda tak bergerak.
"Dindaa.....!Dinda banguuunnn....!!" Adrian semakin histeris.Raut kepanikan nampak jelas terlihat di wajah pria itu.
Adrian membopong wanita itu,dengan langkah terburu buru ia membawa Adinda menuju mobilnya melewati beberapa anak buah yang menatapnya aneh sekaligus kaget itu.
Adrian menidurkan Adinda di kursi belakang salah satu mobil mewahnya.Ia kemudian menuju ke kursi kemudi,lalu membawa mobil itu melesat bak orang kesetanan.
...----------------...
***BOLEH LAH KASIH LIKE VOTE DAN KOMENG NYA BIAR SEMANGAT UP NYA🙏🙏
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE RAK BUKU KAMU🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DI NOVELKU LAINNYA....
WANITA TANPA MAHKOTA
👇👇👇👇***












***JANGAN LUPA LIKE KOMENT & VOTE NYA....🥰🥰🥰
TERIMA KASIH😍😍😍😍***
__ADS_1