
Adrian duduk di pasir putih itu sambil menyaksikan anak dan istrinya yang sedang asyik bermain air disana.Kedua nya sudah basah kuyup karena air laut,namun tak mengurangi kebahagiaan mereka.Adrian tersenyum melihat Adinda yang nampak tertawa lepas.Seolah untuk sejenak ia bisa melupakan beban pikiran yang ada di benaknya.
"Nabil....kita balapan...siapa yang sampai ke papa duluan dia yang menang" ucap Adinda.
"boleh....aku pasti menang..." ucap Nabila yakin.
"oke...kita mulai ya...siap...."
Adinda dan Nabila pun mengambil ancang ancang.
"satu..."
"dua..."
"tiga..."
Adinda dan Nabila pun berlari ke arah Adrian.Pria bernetra hijau itu tersenyum lebar sambil merentangkan tangannya bersiap menyambut dua wanita tercintanya itu.Dan....bugghh....
Kedua wanita beda usia itu menjatuhkan tubuhnya ke tubuh kekar Adrian.Membuat pria itu ikut jatuh terlentang di atas pasir dengan dua wanita menimpa tubuhnya.Ketiganya semakin tertawa lebar.Adinda menjatuhkan tubuhnya di atas pasir dengan lengan Adrian sebagai bantalnya.Adinda yang ngos ngosan pun tertawa lepas.Nabila pun tertawa diatas tubuh sang papa yang bertelanjang dada.
Adrian menoleh ke arah Adinda yang nampak begitu bahagia.
"are you happy?" tanyanya pada sang istri.Adinda menoleh ke arah sang suami,wanita cantik itupun tersenyum.
"papa ngomong apa sih?kok aku nggak ngerti?" tanya Nabila polos membuat kedua orang tua angkatnya itu menoleh ke arah gadis mungil itu.Adrian dan Adinda pun tertawa.
"itu namanya bahasa Inggris nak" ucap Adrian.
"artinya apa?"
"artinya papa ganteng" ucap Adrian asal.
"papa genit" ucap Nabila spontan membuat Adinda tertawa.
"lhoo....bukan genit...papanya Nabil kan emang ganteng" ucap Adrian percaya diri.
"iya kan?"
"iya iya... " ucap Nabila kemudian.
"udahan ya sayang main airnya...ini udah lama lo...nanti kamu kedinginan" ucap Adinda.
"bentar lagi ma....masih seru nih.." ucap Nabila.
"papa..ayo pa...ikut main" ucap Nabila sambil menarik narik tangan Adrian dengan tangan kanannya yang mungil.
"iya..iya...ayok..." ucap Adrian.
"tarik mama juga dong.." ucap Adrian.
Nabila pun menarik tangan sang mama dengan tangan kirinya.Adindapun menurut.Ketiganya pun kembali mendekati laut.Mereka terlihat begitu akrab.Sesekali bermain air,kejar kejaran,gendong gendongan....ahh....indahnya....😍
Pemandangan itupun tak lepas dari netra Farhan yang sedari tadi hanya menunggu sambil duduk di atas kap mobil sambil menyeruput minuman dingin di tangannya.Entahlah....ia ikut merasa bahagia melihat sang tuan yang seolah kini sudah menemukan kebahagiaan nya.Adrian seolah berubah seratus delapan puluh derajat.Laki laki itu sudah tidak pernah
mengeluarkan perintah penangkapan lagi.Penjualan organ dalam yang biasa dilakukan kini juga seolah berhenti.Hanya bar nya saja yang masih beraktivitas.
Farhan kembali menyeruput minuman nya.Tiba tiba....
"kayak nya bos lo lagi bahagia ya sekarang..."
suara itu sukses menyita perhatian Farhan.Pria itu menoleh ke arah sumber suara.Seorang wanita cantik berbusana serba mini dengan kacamata hitam yang membingkai mata indahnya nampak berdiri melipat kedua lengannya di depan dada sambil menatap sinis ke arah tiga orang yang nampak sedang asyik menikmati deburan ombak itu.
"Nona Sheila..." ucap Farhan.
__ADS_1
Sheila tak menjawab,ia hanya tersenyum sinis dengan mata tak lepas dari keluarga kecil yang nampak berbahagia disana.Farhan mengikuti arah pandangan mata Sheila.
"sedang apa anda disini?" tanya Farhan.
"sejak kapan lo jadi kepo sama aktivitas gue?" tanya Sheila dengan tatapan angkuh pada laki laki itu.
Farhan mengangkat satu sudut bibirnya.
"apa yang anda pikirkan nona?apa anda cemburu?ingatlah....anda dan tuan Adrian tidak terikat hubungan apapun" ucap Farhan.
Sheila tersenyum sinis.
"ya....gue tau....gue cuma penasaran aja...pelet apa sih yang di pakai anak kecil itu sampai sampai macan se garang Adrian bisa berubah jadi kucing cupu hanya dalam waktu beberapa hari" ucap Sheila.
"saran saya lebih baik anda tidak ikut campur nona.Saya yakin anda sudah tau resiko apa yang akan anda tanggung jika berani mengusik tuan kami" ucap Farhan.
Sheila tersenyum sinis.
Pembicara mereka terhenti saat tiga orang yang sedari tadi menjadi pusat perhatian mereka datang mendekat.
Sheila menatap angkuh ke arah Dinda dan Nabila.Raut wajah tak suka nampak jelas dari wajah Dinda.
Sheila tak menggubris.Wanita itu melepas kaca mata hitam nya dengan anggun,lalu dengan tidak tahu malunya ia mendekati pria yang bertelanjang dada itu kemudian bergelayut manja di lengan kekar pria beristri tersebut.
Adinda melotot tidak suka,begitupun Nabila.Ia tak suka papa nya dekat dekat dengan wanita asing itu.
"hai sayang..apa kabar?aku kangen tau sama kamu" ucapnya manja.Adrian tak merespon.
Sheila yang tak mendapat penolakan pun kini semakin berani.Jari jarinya tergerak menyentuh dada bidang Adrian yang polos.
"kita udah lama nggak ngehabisin malam berdua sayang" ucapnya dengan suara yang dibuat se sexy mungkin.
Nabila melotot.Dengan cepat ia melepaskan tangannya dari genggaman sang mama lalu mendorong tubuh Sheila agar menjauh dari papanya.
"tante siapa sih..!jangan pegang pegang papaku..!!" ucap Nabila kesal sambil memeluk erat sang papa.Adrian tersenyum,ia mengusap lembut rambut panjang Nabila yang basah.
"ini papaku...!!"
"tapi ini pacar nya tante..!" ucap Sheila tak mau kalah dengan anak kecil.
Nabila kesal,ia merauk pasir pantai di bawahnya dan melemparkannya ke wajah Sheila.
"ini papaku..!papa punyaku sama mama...!!!" ucap Nabila emosi.
"Nabil.." ucap Adinda mencoba menenangkan sang putri.
Sheila murka.
"dasar anak se*an..!!" ucapnya sambil mencoba menarik tangan Nabila,namun dengan cepatan Adinda berdiri pasang badan di depan Nabila yang terus memeluk suaminya.Adrian hanya diam,tak melakukan pergerakan apapun.Ia seolah menikmati adegan pertengkaran antara ketiga wanita itu.
"dia bukan anak se*an ya!dia anakku...dan dia punya nama...namanya Nabila" ucap Adinda dengan raut wajah tak suka.
"oh...jadi ini anak lo..!pantes aja...!liar...urakan...nggak tau diri!" ucap Sheila.
Adinda tersenyum sinis.
"terus kalau saya nggak tau diri kamu apa mbak?nggak punya harga diri?kamu sadar nggak sih..yang kamu pegang pegang sembarangan itu suami orang?nggak malu?atau emang nggak tau malu?" ucap Adinda begitu pedas.
Sheila mengepalkan tangannya,sedangkan Adrian justru tersenyum mendengar kata kata yang terucap dari mulut mungil istrinya.Sadis juga Dinda kalau ngomong.
"jaga ya mulut lo...!atau.."
"atau apa...?kenapa sih mbak doyan banget sama laki orang?emang nggak ada gitu cowok single yang mau sama mbak sampai sampai sukanya sama bekasan orang....nggak laku ya??" ucap Adinda dengan mimik wajah yang begitu menyebalkan di mata Sheila.
"an**ng lo..!" ucap Sheila sambil mengangkat tangannya hendak menampar wajah Adinda,namun dengan cepat tangan besar bertato itu menangkis tangan tersebut.
__ADS_1
Adrian menyeringai menatap Sheila,membuat wanita itu menciut seketika.
"jangan ganggu keluarga ku..." ucapnya dingin.
"kau belum lupa siapa aku kan..Sheila?" ucapnya lagi dengan aura iblis yang mengerikan.
Sheila tak berani berkata kata.Adrian mengangkat satu sudut bibirnya,kemudian menoleh ke arah anak dan istrinya.
"Nabil...ganti baju sama mama ya sayang.." ucap Adrian lembut.
"iya pa..." ucap Nabila.
Adindapun meninggalkan tempat itu dengan kesal bersama Nabila.
Adrian kembali menatap tajam pada Sheila.
"pergi" ucapnya singkat.
Sheila tak berkutik.Ia pun pergi meninggal laki-laki yang nampak mengerikan tersebut.
Adrian berjalan mendekati anak istrinya yang kini tengah mengambil baju ganti di dalam mobil mereka.Dilihatnya Adinda sibuk mengeluarkan perlengkapan Nabila dalam posisi membelakangi nya,sedangkan Nabila berdiri di hadapan istrinya.
"papa...." ucap Nabila pelan seolah berbisik pada sang papa yang berdiri di belakang Adinda.
Adrian mengangkat dagunya,seolah bertanya ada apa?
Nabila memanyunkan bibirnya sambil mengarahkan dagunya ke arah sang mama yang tengah mengeluarkan baju dan perlengkapan Nabila dari dalam mobil.Gadis kecil itu seolah menjawab mama ngambek.
kode alam antara anak dan bapak yang kompak🤣*
Adrian tersenyum,dengan satu gerakan ia merangkul pundak sang istri lalu mencium pipi mulus tersebut.
cup...
Nabila menutup mulutnya menyaksikan adegan di hadapannya itu.
"mas...apa apaan sih...ada Nabila" ucap Adinda.
"ya nggak apa apa dong...kan sama istri sendiri..iya kan Bil?" tanya Adrian pada Nabila yang kini menutup matanya,namun mengintip dari sela sela jarinya.
"aku nggak liat" ucapnya.
Adrian tersenyum.Kemudian ia kembali menciumi pipi sang istri berkali kalikali dengan penuh semangat.
"maasss....malu diliatin orang"
"nggak apa apa..biarin aja" ucapnya sambil terus menciumi Adinda tanpa henti.
Adrian menoleh ke arah sang putri yang masih mengintip dari sela sela jarinya tersebut.
"kamu ngapain?"
"aku malu...papa genit" ucap Nabila polos.
Adrian tertawa.
"udah sana ganti baju....abis ini kita makan"
"yeeeeyy.....makaan....aku udah laper" ucap Nabila.
"udah...buruan ganti baju sana.....cerewet banget kamu" ucap Adrian sambil mengacak acak rambut sang putri.
Adindapun mengajak sang putri ke toilet untuk mandi dan berganti baju.
...----------------...
__ADS_1
TINGGAL KAN LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAH KALIAN BIAR OTHOR SEMANGAT PLISS......🥺🥺🥺🥺
KALO SEPI OTHOR JUGA NGGAK SEMANGAT NIHH😩😩