
Adinda dan Nabila berjalan menuju parkiran motor.Setelah bertemu sang papa,Nabila sudah mulai tenang sekarang.
Adinda mengenakan helm nya,tiba tiba ponselnya berbunyi
*tingg....
1 pesan masuk
Chika.
"Din...ada tamu...katanya temanmu*"
Adinda mengernyitkan dahinya membaca pesan dari sahabatnya itu.Teman?siapa?
Chika memang berada di rumah Adrian saat ini.Semenjak drama penangkapan Adrian,bu Lastri belum mau bertemu dengan putrinya lagi,wanita itu lebih banyak mengurung diri di kamar.Alhasil, Dinda meminta tolong sahabat sahabat nya untuk menjaga ibunya selagi ia pergi.
Adinda naik ke atas motor.Nabila pun mengikutinya.Motor matic itupun melaju meninggalkan tempat tersebut.
Sekitar dua puluh menit perjalanan,Adinda sampai dirumahnya.Ia memarkirkan motornya di teras rumah tersebut.
"Asssalamu alaikum" ucap Dinda dan Nabila bersamaan.
"wa alaikum salam" sahut beberapa orang yang ada disana.Dilihat disana,ada Putri dan Chika beserta dengan seorang pria yang sangat ia kenali.Joddy....
"Joddy?" ucap Adinda.
Joddy bangkit.
"Din..." ucapnya sambil menebar senyum.
"Nabil...kamu ke kamar dulu ya nak" ucap Adinda pada sang putri.
"iya ma" ucapnya.
Joddy mengernyitkan dahinya.Mama?Dinda punya anak?
Nabila pun menurut.
"Put,Chik....boleh minta tolong temenin Nabil sebentar nggak" ucap Adinda.
Putri dan Chika pun mengangguk.Keduanya lantas pergi meninggalkan dua orang itu menuju ke kamar Nabila.
Adinda duduk di sofa panjang yang ada disana.
"Jod..kamu udah lama?" tanya Adinda.
"belum kok....baru aja"ucap Joddy.
Joddy mengamati wajah wanita yang tertunduk itu.
" mata lo kenapa Din?lo abis nangis?ada apa?lo abis disiksa lagi sama Adrian?"tanyanya.
Tanpa mereka sadari,Bu Lastri,Naya,Chika dan Putri mendengarkan pembicaraan mereka.Karena memang rumah itu tak terlalu besar,membuat para orang orang yang ada di kamar itupun dapat mendengar apa yang Joddy dan Adinda bicarakan.
"aku nggak apa apa kok Jod" ucapnya.
"lo tenang aja ya...mulai sekarang lo akan aman....si breng*** itu udah nggak bisa gangguin lo sekarang" ucapnya.
Adinda hanya tersenyum getir.Ia tahu Joddy begitu peduli padanya.
"sekarang dia udah mendekam di penjara.Dia nggak akan bisa nyiksa lo lagi.Lo bisa ngumpul sama keluarga lo kan sekarang?lo bahagia?" tanyanya.
__ADS_1
Adinda tak memjawab,lagi lagi ia hanya tersenyum.
"gue nggak tau gimana ceritanya lo tiba tiba bisa sampai sini.Apa polisi yang nganterin lo pulang?" tanyanya.Joddy bahkan tidak tahu jika Adinda dan Adrian sudah dua minggu lebih berada di kota kelahiran Adinda.Dalam pikiran Joddy ia mengira bahwa polisi menangkap Adrian di markasnya,lalu mengantarkan Adinda pulang ke rumah orang tuanya.
Lagi,Adinda hanya tersenyum.Ia seolah begitu malas membahas masalah ini.Ia sudah cukup lelah,ia sudah terlalu pusing dengan semua masalah yang ia hadapi.
"tapi syukur deh...sekarang lo udah bisa kumpul lagi sama keluarga lo.Lo terlalu berharga Din buat cowok kek dia.Dia yang udah tega nyulik lo,maksa nikahin lo,ngehamilin lo,bikin lo keguguran,ngelempar lo ke di pinggir jalan.Mungkin kalau dia nggak ketangkep dia akan jadiin lo perempuan malam seperti korban korban dia yang lain nya" ucap Joddy.
Bu Lastri dan ketiga teman Dinda yang ada di dalam kamar itu pun di buat syok dengan ucapan Joddy.Sejahat itukah Adrian?
Adinda memiringkan kepalanya menatap teman sebayanya itu.
"kamu tahu dari mana semua tentang mas Adri?"
Joddy tersenyum.
"ada orang yang ngasih tau gue,tentang usaha barnya,sindikat mafianya,dan tentang rekam medis lo di rumah sakit waktu itu.Lo keguguran karena di siksa Adrian kan?"
deeeghhh...
Bu Lastri lemas di dalam kamarnya.Ternyata se menderita itu Adinda selama tinggal dengan Adrian?Naya pun mencoba menenangkan bu Lastri.
"makanya gue punya cukup bukti untuk ngelaporin dia ke polisi" ucap Joddy lagi
.
.
.
.
Duaaaaaaarrrrrrrrr.......
"Jod...." lirihnya.
Entahlah...ia tak tahu harus bersikap bagaimana.Ia benar benar dibuat syok.Kenapa Jod?kenapa?kenapa kamu bertindak sejauh ini.
Joddy menangkap gelagat Adinda yang nampak syok dengan mata yang mengembun.
"Din...are you okey?" tanyanya.
Adinda menatap sendu ke arah Adinda.
"makasih Jod...makasih..."ucapnya lirih dengan suara bergetar.Matanya semakin deras mengalirkan cairan bening itu.Entahlah...ia seolah bingung...bagaimana caranya menyikapi hal ini.Ia sudah terlalu pusing dengan semua ini.
Adinda menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.Ia semakin sesenggukan.
" lo kenapa nangis?"tanya Joddy.Ini tak seperti yang ia bayangkan.Ia membayangkan akan melihat Adinda yang bahagia saat ia datang menyelamatkan nya,tapi kini,wanita itu nampak terpuruk.Ia seolah memiliki beban yang begitu berat di pundaknya.
"maaf Jod...aku capek...aku mau istirahat..." ucapnya kemudian bergegas masuk kedalam kamarnya tak memperdulikan Joddy yang terus memanggil manggil namanya.
Di dalam kamar....
Adinda luruh...ia merosot ke lantai.Tangisnya pecah lagi.Ternyata orang yang melaporkan Adrian ke polisi adalah Joddy...laki laki yang selama ini ia anggap sebagai sahabat terbaiknya selama di ibu kota.Laki laki yang selalu menolongnya disaat ia sedang kesusahan.Tapi kini ia juga yang sudah menghancurkan kebahagiannya,memisahkannya dari suami yang kini sangat ia cintai,menjauhkan restu ibunya,membuat luka yang semakin dalam pada diri Adinda.
Adinda menangis terisak isak tak terbendung.Putri dan Chika kembali mendekati Adinda dan memeluknya.Sementara di luar kamar,Joddy tak henti mengetuk ngetuk pintu kamar Adinda.
"Put...tenangin Dinda ya...aku mau keluar dulu nemuin laki laki itu" ucap Chika.
Putri pun mengangguk,ia terus memeluk wanita yang semakin terpuruk itu.
__ADS_1
Chika membuka pintu kamar Adinda,Joddy mencoba melongok ke dalam kamar namun Chika dengan cepat menutup pintu kamar itu.
"Dinda kenapa?" tanyanya.
"bicara di luar" ucap Chika sambil mengangkat tangannya mempersilahkan Joddy untuk menuju teras rumah.
Joddy pun menurut.Ia pun keluar dari rumah tersebut kemudian duduk di kursi kayu yang ada di teras.
"Adinda kenapa?" tanya Joddy lagi.
Chika menatap Joddy dengan tatapan menilai.
"maaf sebelum nya...aku boleh tanya?"
"tanya apa?"
"kamu ini sebenarnya siapanya Dinda?"
"gue temannya Dinda waktu sekolah di SMA x" ucap Joddy.
"kamu kenal mas Adrian?sejauh apa" tanya nya.
"gue nggak kenal banget sih...yang gue tau dia bukan orang baik" ucapnya.
Chika menghela nafas panjang.
"gini ya....aku nggak tau hubungan seperti apa yang terjalin antara kamu,Dinda dan mas Adrian...tapi untuk saat ini aku mohon....kamu pulang dulu" ucapnya
"Dinda lagi benar benar hancur...tolong kamu pulang dulu"
"wait....dari mana lo kenal Adrian?"
"kenapa nggak kenal?mas Adrian kan suaminya Dinda" ucap Chika.
"mereka tinggal disini selama lebih dari dua minggu" ucapnya lagi.
"apa?Adrian tinggal disini?"
"iya"
"terus waktu di tangkap?"
"ya disini..."
Joddy mengernyitkan dahinya.
Apa maksudnya?jadi Adrian ada disini dengan Adinda?untuk apa?tidak mungkin kan laki laki itu memulangkan Dinda ke rumah orang tuanya?
Keduanya saling terdiam...
Hingga tiba tiba....
"DINDAAAAA.....!!!!!"
...----------------...
***HALOOO.....BAGI VOTE DAN HADIAHNYA DOOONGG...!!!
DARI KEMARIN CRAZY UP LOH INI....KRITING LOH INJ TANGANNYA.....KASIH HADIAH LAH YANG BANYAK...π’π’π’π’π’π’
RAMAIKAN KOLOM KOMEN BIAR OTHOR TAU UNEK UNEK KALIAN....
__ADS_1
JANGAN LUPA DI LIKE SEBELUM BACAAA....π’π’π’π’π’π’π’***