Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story57


__ADS_3

Di dalam sebuah mobil yang melaju tenang....


Sepasang anak manusia yang duduk di jog depan itu nampak saling diam tak ada pembicaraan.Zev fokus dengan kemudinya,sedangkan Nabila memilih melempar pandangannya ke luar jendela.


Sementara di jog belakang,remaja pria itu nampak memperhatikan kedua manusia di depannya itu dengan tatapan penuh selidik.


"kalian lagi berantem ya?" tanya Angkasa.


Zev melirik dari arah spion depan.Ia kemudian terkekeh..


"nggak kok....mungkin kakak lo malu...kalau mau mesra mesraan ama gue pas lagi ada lo" ucap Zev enteng membuat Nabila reflek menoleh.


"apaan lo?jangan ngasal ya..!" ucap Nabila protes.


"cieee....kak Nabil cie...." ucap Angkasa menggoda.


"Angsa diem deh....lo berisik banget dari tadi ah..!" ucap Nabila kesal.


Mobil terus melaju....


"eh kak..." ucap Angkasa sambil menggoyangkan pundak Zev.


"heemm..."


"kakak yang selalu ngirimin paket ke kak Nabil ya ?" tanya Angkasa.


Nabila langsung menoleh ke belakang.Ngapain itu bocah tiba tiba nanyain paket,jangan sampai Angkasa ngomong macem macem.Bisa malu dia..!


"iya....kenapa?"


"kakak juga yang nulis surat surat itu?"


"iya..." jawab Zev santai.


Angkasa melirik ke arah Nabila.Gadis itu sudah memasang mode garang seolah hendak memangsanya hidup hidup.Angkasa justru tersenyum penuh kemenangan melihat gelagat sang kakak.


"keren kak...kata katanya...bagus.." ucap Angkasa.Nabila masih menatap tajam ke arah Angkasa.Seakan ia sudah bersiap siaga kalau kalau mulut Angkasa lemes,maka ia akan menerkam bocah itu dengan sekali gerakan.


Mobil menepi,mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah Angkasa.


"makasih ya kak...udah nganterin..." ucap Angkasa.


"sama sama....sekolah yang bener.." ucap Zev.


"siaaappp...." jawab Angkasa kemudian bergegas turun dari mobil tersebut.Ia pun membuka pintu kendaraan roda empat tersebut,namun saat ia hendak turun,


"kak Zev...." ucapnya lagi.


"hmmm...."


"cuma mau ngasih tau...jangan berhenti ngirim paket buat kak Nabil....kasian kak....gara gara nggak dapet paket dari kakak...dia jadi lemes...ujung ujungnya jatuh tuh kemarin.." ucap Angkasa membuat wajah Nabila langsung memerah seketika.


"Angsa..!!mulut lo bener bener nggak bisa dijaga ya....!" ucap Nabila sambil mencoba membuka pintu mobil berniat memberi pelajaran pada adik laki lakinya itu.


Angkasa yang menyadari gelagat tak baik dari Nabila pun segera berlari menjauhi mobil itu.Alih alih diam,remaja itu justru berteriak dengan kencangnya.


"lemes bestiee......nggak dikasih paket ama ayank.....hahhahahaaa...." ucap Angkasa sambil berlari.


Nabila yang sudah berada di luar mobil pun dibuat kesal sendiri.Ia menghentak hentakkan kakinya sambil terus mengumpat.Dasar Angsa..!nggak tau situasi banget kalau ngomong...!bisa bisanya dia ngomong kayak gitu pas ada Zev...!


Nabila menghela nafas panjang.Mampus dia sekarang..!Zev pasti akan menertawakannya setelah ini.Awas kamu Angkasa..!tunggu pembalasan si burung ababil.


Nabila dengan ragu ragu masuk ke dalam mobil dan duduk kembali ke tempat nya.


deeggghhhh.....


Jantung Nabila berdegup kencang.Zev menatapnya dengan tatapan maut dan dibarengi sebuah senyuman dalam posisi wajah yang cukup dekat lantaran saat ini pria itu menyanggakan lengannya di sandaran kursi yang Nabila duduki.


degghh....degghh....degghhh....


Jantung putri Adrian itu serasa mau copot.Mata indahnya tak lepas menatap wajah tampan putih berjambang dan kumis tipis dihadapannya itu.Paras laki laki ini memang sangat sempurna,apalagi tatapan matanya.Membuat siapapun pasti akan meleleh jika mendapatkan tatapan serigala yang penuh pesona itu.


"ng...nga..ngggaapain lo...liatin gue kayak..gitu..?" tanya Nabila terbata bata.


Zev tersenyum.


Nabila makin tak karuan.


"kita kemana?"


"ku...kuliah lah..." ucap Nabila.


Zev tersenyum,dengan satu gerakan ia mengacak acak gemas rambut Nabila membuat gadis itu seketika mematung mendapat perlakuan demikian dari Zev.


Laki laki itu kemudian melajukan mobilnya menuju kampus sang wanita tomboy yang kini hanya diam seribu bahasa.


Sungguh....Zev benar benar memiliki kharisma nya sendiri,membuat gadis setomboy Nabila bisa menjadi salah tingkah seperti ini jika di dekat Zev.


"kelas mulai jam berapa?" tanya Zev sambil mengemudi.


"satu jam an lagi..." jawab Nabila masih dengan dada naik turun.


"oh....masih lama dong...jalan jalan dulu ya..." jawab Zev.

__ADS_1


"kemana?"


"yang penting lo seneng" ucapnya.


Zev terus melajukan kendaraannya.Ia kemudian menghentikan mobil mewahnya tersebut di sebuah pusat perbelanjaan yang jaraknya tak begitu jauh dari kampus Nabila.


Kadua anak manusia itupun turun dari mobil.Zev mendekati Nabila yang mematung menatap bangunan tinggi dan luas itu.


"kita ngapain ke sini?" tanya Nabila.


Zev tersenyum....


"gue mau beliin lo hadiah.."


"hadiah apa?"


"apa aja...!apapun yang lo mau..gue kasih...ucap Zev dengan senyuman manis dan tatapan matanya yang khas"


Nabila bengong.Entah kenapa...makin lama ia makin suka dengan perlakuan Zev yang seolah begitu memanjakannya,perhatian,dan juga menjaga gadis itu.Ingatkan...Zev selalu meminta ijin jika ingin menyentuh Nabila.Ia juga rela secepat kilat datang menemui Nabila saat Nabila pura pura jatuh.


Nabila nampak terpesona dengan perlakuan laki laki itu.Kemudian....


seett...


Zev menarik lengan kaos Nabila membuat wanita itu tersadar dari lamunannya.


"ngapain.." ucap Nabila.


"ayo masuk.." jawab Zev.


"ya tapi nggak narik lengan kaos juga kalik...kesan nya lu kek jijik banget ama gue" ucap Nabila protes.


"emang gue boleh pegang tangan lo?" tanya Zev.


Tuh kan...dia minta ijin lagi...


Nabila menunduk,ia kemudian mengangguk kan kepalanya malu malu tanpa berani menatap Zev.


Laki laki tersenyum lebar.Sungguh...gadis ini benar benar sangat menggemaskan.


"ya udah..ayok kalau gitu.." ucapnya kemudian meraih telapak tangan Nabila,menggenggamnya dan menariknya lembut masuk ke dalam mall itu.


Nabila mengulum senyum.Ia membalas ramasan tangan itu.Merekapun melangkah masuk ke dalam mall dengan tangan yang terus bergandengan...


Keduanya nampak begitu bahagia.Tawa canda pecah disela sela aktifitas belanja mereka.Bukan belanja barang barang mewah.Nabila justru memilih untuk membeli pernak pernik seperti yang biasa Zev berikan pada nya.


Nabila meraih sebuah boneka serigala dengan warna kombinasi putih dan abu abu...


"lucu.." ucapnya.


Nabila mengangguk.


"ya udah ambil aja" ucap Zev.


"boleh satu lagi?" tanya gadis manis itu.


"boleh..dua juga boleh...sekalian ama toko tokonya juga boleh.." jawab Zev membuat Nabila terkekeh


Wanita itu kemudian meraih sebuah boneka kelinci putih disana.


"sama ini ya..." ucapnya.


"oke..." jawab Zev santai.


"ini buat gue...." ucap Nabila sambil mendekap boneka srigala pilihannya..


"dan ini buat lo" ucapnya lagi sambil menyerahkan boneka kelinci pada Zev.


Laki laki itupun menerima nya sambil tersenyum.


"oke...gue akan simpen ini baik baik.." ucap Zev manis.Nabila pun terkekeh.


Keduanya pun bergegas menuju kasir untuk membayar dua boneka itu.Setelah memberikan sejumlah uang,sang kasir pun menyerahkan dua paper bag berisi boneka serigala dan kelinci pilihan Nabila.


"silahkan kak.." ucap sang kasir.


"makasih ya kak" jawab Nabila sambil meneriman paper bag itu.


"waaahh...pasangan yang cocok...satu ganteng...yang satunya lagi cantik..semoga langgeng ya kak pacarannya.." ucap penjaga kasir itu membuat Nabila melongo.


Zev tersenyum manis,tangan kekarnya tergerak merangkul pundak wanita tomboy di sampingnya itu.


"kita nggak pacaran mbak" jawab Nabila sambil menggerakkan tubuhnya agar Zev melepaskan rangkulannya.


"iya mbak...kita bukan pacar..." ucap Zev...


"tapi calon pengantin" imbuh Zev dengan senyuman manis.


Nabila melotot.Ia hendak protes namun laki laki itu dengan cepat menariknya dan kembali merangkul pundaknya,membawa gadis itu berjalan menjauhi kasir.


"iih....duda..!lo apa apaan sih ngomongnya" ucap Nabila dalam rengkuhan tangan Zev sambil memukul dada laki laki itu.


"amin dong"

__ADS_1


"ogah..!"


"lhooo...setiap perkataan baik itu wajib diaminkan sayang..."


"jangan panggil gue sayang"


"ayank"


"lebay"


"bunda"


"norak"


"baby"


"jijik"


"honey"


"geli gue ah..!"


"oke...kelinci kecil"


"serah lu dah..."


"aminin dulu dong.."


"apanya?"


"omongan gue tadi"


"nggak mau"


"aminin"


"nggak..!"


"aminin kelinci..!"


"nggak mau duda..!


" aminin..!"


"nggak..!"


"aminin.."


"nggak mau.."


Zev mencolek pinggang Nabila dengan satu tangannya,sedangkan tangan lainnya masih fokus merengkuh pundak Nabila.Gadis itupun menggeliat geli,namun tak bisa menjauh lantaran tubuhnya berada dalam kendali tangan Zev.


"aminin nggak?" ucapnya sambil terus menggelitiki pinggang Nabila.


"apaan sih..nggak mau" ucap Nabila sambil tertawa menahan geli


"aminin..!"


"nggak.!"


"amin..!"


"nggak.."


"amin nggak?"


"nggak..!"


"amin..!"


"nggak..!!"


Zev makin gencar menggelitiki Nabila.Gadis itu makin tak bisa menahan gelinya.


"iya...iya...iya...amin..amin...amiinn..." ucap Nabila akhirnya.


"apanya?" tanya Zev.


"ya apa aja..."


"yang mana yang di aminin?"


"semuanya..."


"semuanya tuh yang mana..."


"ya yang mana aja..pokoknya semua yang baik baik di aminin..." ucap Nabila dengan senyum malu malu.


Zev makin gemas.Ia menarik tubuh ramping itu kembali masuk dalam dekapannya,lalu mengacak acak lembut pucuk kepala Nabila.


Mereka pun melangkah pergi meninggalkan tempat itu.


...----------------...

__ADS_1


MANA NIH LIKE KOMEN VOTE DAN DUKUNGANNYA...🤗🥰🥰🥰


__ADS_2