
aPria bernetra serigala itu kini melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.Di sampingnya,di samping kursi kemudi,Jordan nampak sibuk mengotak atik ponselnya,memberi kabar pada Nabila dan keluarga nya bahwa baru saja mereka mendapatkan kabar Dave mengalami kecelakaan.
Jordan terlihat begitu gelisah,sesekali ia melirik sang sahabat yang nampak tak berekspresi.Tanpa raut wajah sedih,namun juga tidak bahagia.Entahlah...bagaimana perasaan laki laki itu.
"Zev...." ucap Jordan pelan.
Zev tak merespon..
"are you okey?" tanya Jordan lagi.
Zev tak langsung menjawab.Laki laki itu menghela nafas panjang....
"gue baik baik aja..." ucap Zev tak bersemangat.
"lo sedih?" tanya Jordan.
"nggak tau..." ucap Zev lagi.
"gue bener bener sendiri sekarang Dan..." ucapnya.
"walau gimanapun,dia satu satunya keluarga gue..." ucap Zev.
"gue bingung....kenapa semua serba tiba tiba...baru tadi pagi gue kaget dapet vidio pamitan dari Nora,sekarang gue denger kabar paman gue kecelakaan?ada yang aneh nggak sih?kenapa waktunya hampir bersamaan gini?" ucap Zev membuat Jordan terdiam.Ia tau semuanya,tapi ia tak berani berucap,biar ini jadi masalah Zev dan Adrian.Karena memang Adrian kemarin memintanya seperti itu.Biarkan semua terbongkar oleh mulutnya sendiri suatu saat nanti.
Zev kembali menatap lurus ke depan...
"apa jangan jangan ini ada hubungannya sama Nora?makanya dia buru buru pergi buat nyelametin dirinya sendiri?" ucap Zev mencoba menebak.
"lu jangan su udzon...!lo nggak punya bukti...orang dia udah hijrah gitu" ucap Jordan mencoba mematahkan asumsi Zev.
"udah deh...lu nyebut....mending sekarang kita buru buru ke rumah sakit ambil jenazah paman lo,kita kuburin hari ini.." ucap Jordan lagi.
"lo ngabarin Gita?"
"iya...dia kan cewek lo...ya dia harus tau lah..." ucap Jordan.
Mobil itu pun terus melesat menuju rumah sakit dimana jenazah Dave yang katanya kecelakaan itu di semayamkan untuk sementara....
Sedangkan di tempat lain.....
Adinda mondar mandir di kamarnya dengan kedua telapak tangan yang saling meremas.Raut wajah cemas terlihat jelas dari dalam dirinya.Tak bisa dipungkiri,ia khawatir pada suaminya.Ia baru saja mendapat kabar dari Nabila bahwa paman Zev mengalami kecelakaan.Itu artinya jasad Dave yang sebenarnya tewas terbunuh sudah ditemukan.Hal itu membuat Adinda panik bukan main.Ia takut jika polisi mencium kejanggalan dalam kasus ini.Bagaimana jika Adrian tertangkap dan masuk penjara lagi?
Ia tak siap untuk itu.Ia tak mau terpisah dari laki laki itu lagi.
ceklek....
pintu kamar terbuka....
Adrian masuk ke dalam kamar itu dengan raut wajah yang begitu tenang seolah tak terjadi apa apa...
"mas...." ucap Adinda.
__ADS_1
Adrian mendekat,tangannya tergerak menangkup wajah ayu sang istri...
"kamu kenapa?" tanya Adrian.
"jasad Dave udah ditemuin mas.." ucap Adinda.
"terus?"
"kok terus??kamu gimana mas...aku takut..." ucap Adinda kesal.
Adrian tersenyum....
"semua akan baik baik aja asal kamu tenang..." ucap Adrian.
"aku dan Farhan bukan orang baru dalam hal seperti ini Din...nggak akan ada yang mencurigai hasil kerja Farhan" ucap Adrian.
"tapi mas..."
"kecuali jika Allah menghendaki aku kembali berpisah sama kamu...mungkin ceritanya akan beda.." ucap Adrian.
"maass...." ucap Adinda merengek takut.
Adrian tersenyum,ia meraih tubuh sang istri dan mendekapnya erat.
"segala sesuatu pasti ada pertanggung jawaban Din..kalaupun bukan dunia...mungkin nanti di akhirat...aku hanya bisa berharap semua permohonan ampunku dan doa dari kamu...itu semua bisa meringankan hukuman yang akan aku dapatkan nantinya" ucap Adrian.
Adinda membalas pelukan laki laki tersayangnya itu...
"aku nggak siap kalau harus pisah dari kamu lagi mas....aku takut...." ucap Adinda.
tok..tok..tok....
suara pintu di ketuk...Angkasa muncul dari balik pintu,kedua orang tua yang masih dalam kondisi ber pelukan itupun menoleh...
"papa sama mama kenapa?" tanya Angkasa.
Adrian tersenyum tanpa melepaskan sang istri..
"nggak apa apa...ada apa dek...?"
"udah ditungguin kak Nabil pa..ma..." ucap Angkasa.
"ya udah...suruh tunggu bentar ya..."
"iya pa..."
Angkasa pun kemudian menutup pintu kamar tersebut.Setelah pintu tertutup...
"bapak ama emak gue romatis banget....ihh....enak kali ya punya istri....jadi pengen nikah muda...hihihi..." ucap Angkasa menghayal kemudian berlalu pergi dari depan kamar orang tuanya itu sambil cengengesan.
Sementara itu di dalam kamar....
__ADS_1
Adinda membantu sang suami mengenakan pakaiannya...
Adrian hanya diam dengan sorot mata hijaunya yang tak lepas menatap wajah ayu yang belum bisa menyembunyikan rasa takutnya itu.Tangan putih itu bahkan bergetar saat mengancingkan kancing kancing kemeja Adrian.
"istigfar sayang...." ucap Adrian
"serahkan semua sama Allah" ucap Adrian.
Dinda menghela nafas panjang,mulut mungilnya kemudian terbuka mengucap istigfar beberapa kali.
Tangan kekar Adrian tergerak kembali menangkup wajah ayu Adinda lalu mendaratkan sebuah kecupan lembut di bibir mungil wanita yang sudah menemani hidupnya belasan tahun lamanya itu.Sebuah kecupan lembut yang berakhir dengan lum*tan singkat guna menenangkan hati Adinda.
"kalau kamu takut...kamu dirumah aja..." ucap Adrian kemudian.
"aku harus memenin kamu mas..."
"ya udah...makanya jangan gugup gini...nggak akan ada apa apa selama kamu bisa tenang" ucap Adrian.
Adinda hanya mengangguk,ia pun meraih tas nya,Adrian mengancingkan dua kancing bajunya yang masih terbuka lalu berjalan melangkah keluar kamar untuk menuju rumah sakit dimana jasad paman dari Zev tengah berada saat ini.
...****************...
Sekitar dua puluh menit perjalanan....
Keluarga itu sampai di rumah sakit.Nabila berjalan duluan bersama Angkasa,disusul Adrian dan Dinda di belakangnya.
Mereka segera menuju kamar jenazah,dimana sudah ada Jordan di depan ruangan tersebut.
"mas Jordan..." ucap Nabila.
"eh Bil...Angkasa..om..tante..." ucap Jordan yang bangkit dari duduknya
"Zev mana?" tanya Nabila.
"masih ngurus proses pemulangan jenazah Bil..." ucap Jordan.Nabila hanya mengangguk.Jordan sesekali melirik ke arah Adrian,laki laki itu terlihat begitu tenang,sungguh...tak akan yang curiga jika laki laki itulah yang menghilang kan nyawa Dave karena Adrian benar benar bisa mengkondisikan baik gestur tubuh,mimik wajah ataupun emosinya.Sama sekali tak menunjukkan raut wajah panik ataupun takut selayaknya tersangka pada umumnya.
Hasil kerjanya dan Farhan pun juga sangat rapi.Seolah polisipun tak bisa mengendus kejanggalan dalam kasus kecelakaan ini lantaran mobil memang jatuh ke dalam jurang,terbakar dan kondisi mayat Dave juga tak bisa dikenali.Sungguh....hanya orang orang yang memang sudah handal dalam bidangnya yang bisa melakukan hal ini.
Tak butuh waktu lama,
Zev datang dengan raut wajah yang masih tak terbaca,tak ada kesedihan,tak ada juga senyuman.Dave memang pamannya dan satu satunya keluarga,namun berbagai tingkah polah Dave selama hidup mau tak mau pun berhasil membuat hati Zev sedikit kebas.
Jordan kembali mengamati wajah sahabatnya itu.Saat ini Zev belum tau apa yang terjadi sebenarnya,jika suatu saat Zev tau...entahlah...bagaimana reaksi laki laki itu.Lantaran bukan hanya Adrian yang terlibat dalam kasus ini,tapi juga ada dirinya,Nora dan Farhan.
...----------------...
***SELAMAT SORE....MAAF TELAT UP...😁
up 14:00
semoga hari ini bisa dua kali up ya....mungkin bisa up nanti abis terawih...
__ADS_1
selamat menjalankan ibadah puasa semuanya....
yukk...klik like komen vote dan hadiahnya....🥰🥰***