Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
157


__ADS_3

"tunggu....!!!"


suara itu menggema cukup lantang,membuat Joddy dan Chika pun seketika menghentikan langkahnya.Beberapa pengunjung disana pun juga ikut menoleh ke arah mereka.Adrian kembali menghisap rokoknya dan membuang asapnya.Pria itu kemudian bangkit mendekati Joddy.Adinda pun mengikuti langkah suaminya tersebut.Sedangkan Nabila...cuek...entah lapar atau memang masa bodoh...ia seolah tak merasakan ketegangan yang para orang dewasa itu rasakan


Kini Adrian sudah berada di hadapan Joddy.Dengan satu tangan yang ia masukkan ke dalam saku celana dan satu lagi memegang rokok,pria itu kembali menyerang Joddy dengan tatapan tajam nan membunuh.


Adinda mendekat...


"mas...udah....ayo pulang..." ucap Adinda merengek.


Adrian tak menggubris.Tangannya tergerak,merapikan kerah jaket Joddy yang sebenarnya sudah rapi.


"kau tau.....mati matian aku dan Adinda mencoba saling mengerti,saling mengenal,dan mencoba mencintai satu sama lain setelah kejadian penculikan James waktu itu."


"sejak saat itu aku bertekad tidak akan pernah lagi menyakiti istriku.Aku bertekad akan menyayangi dia sepenuh hatiku.Aku juga bertekad meminta restu pada kedua orang tua Adinda.Makanya aku datang ke kotanya...."


Joddy terdiam,Adrian kembali menghisap rokoknya.Tangannya kembali tergerak kini menepuk dan sedikit mencengkeram pundak Joddy namun dengan tatapan dan gaya yang santai.


"kau tau....tidak mudah Jod...tidak mudah untuk mendapatkan restu dari orang tua Dinda..!aku harus mati matian meyakinkan ibunya bahwa aku adalah laki laki yang layak untuk Adinda.."


"Cukup lama kami disana,perlahan hati ibu Adinda mulai luluh,dia mulai sedikit demi sedikit membuka hatinya untuk ku....dan dia.....anak yatim piatu yang kami angkat menjadi anak kami" ucap Adrian sambil menunjuk ke arah Nabila yang masih asyik makan di emperan.


"setelah aku merasa mulai sedikit ada tanda tanda restu dari ibunya Dinda,aku sudah menyiapkan banyak sekali rencana indah untuk kami.Menyekolahkan putri kami,meneruskan pendidikan Dinda,menikahinya secara resmi,dan memulai kehidupan baru yang indah di kota ini..."


"tapi tiba tiba semua berubah..." suara itu terdengar lantang membuat para pengunjung kembali menoleh ke arah mereka.Adrian mengangkat tangannya,seolah ada yang terlepas dari genggaman tangannya.


"pahlawan datang....dua mobil polisi datang untuk menangkap penjahat ini" ucapnya sambil menunjuk dadanya.


"mass..." lirih Adinda mulai mengembun


"aku diseret....istriku menangis,anakku histeris,mertuaku marahhh...!!bahkan dia memintaku untuk menceraikan Dinda saat itu juga..."


"maaf..." ucap Joddy lirih hampir tak terdengar.


Adrian tertawa kaku.Adrian kembali menyesap rokoknya.Lalu membuang puntung nya dan menginjaknya guna memadamkan api di ujung benda bernikotin itu.


"untuk apa minta maaf Jod...kau kan pahlawan...pahlawan selalu benar...!!!"


Adrian menunjuk istrinya.


"lihat perempuan ini sekarang....dia pernah di usir dari rumahnya,di bully,hampir dilecehkan...karena apa?KARENA AKU TIDAK ADA DISAMPINGNYA SAAT ITU...!!!" ucap Adrian membentak sambil mendorong tubuh Joddy di akhir kalimatnya.


Adinda meraih tubuh besar itu.


"Ya Allah...mas....udah...istigfar....kita pulang sayang...." ucap Adinda mulai menangis.


Adrian masih tak peduli.


"aku tidak masalah kalau hanya aku yang harus menanggung semua ini.Aku tau aku salah Jod....semua berawal dariku...!ini semua karmaku..!tapi yang tidak kusukai...kau melakukan ini hanya demi obsesimu...!kau melakukan ini hanya karena ingin dilihat hebat Dinda...tapi hasilnya apa?!!!"


Adrian tertawa sinis.


"kai bahkan sampai rela menjadi budak s*x pel**ur itu demi mewujudkan angan anganmu menjadi pahlawan....alim sekali kau ternyata..." ucap Adrian mengejek.


Joddy yang sedari tadi diam mulai dibuat panas.Ia tau ia salah,tapi ia juga tak terima terus menerus di pojokkan di depan banyak orang.


"cukup Dri...." ucapnya dingin.

__ADS_1


Adinda yang sedari tadi menghadap Adrian kini menoleh ke arah Joddy.


"Jod...." ucap Adinda lirih.


"gue tau gue salah...!tapi nggak perlu lo umbar di depan umum juga...!kalau bukan karena lo yang udah nyulik Dinda dan memperlakukan dia dengan tidak manusiawi dulu....nggak akan ada kejadian kayak gini..!!"


Adrian mengangkat dagunya.Tangannya mengepal.Aura iblisnya yang sudah lama mati kembali menyeruak.Iq tak suka dengan ucapan Joddy.Meskipun itu benar adanya.


"diam kau bocah" ucapnya dingin dengan rahang yang mengetat.


"kenapa?lo lupa sama dosa dosa lo sampai sampai lo bisa dengan gampangnya membeberkan dosa dosa orang lain...lo penculik,pembunuh,pemerk*sa,ger**..!!" ucap Joddy ngegas.


"Joddy cukup..!!" ucap Adinda menangis.


"bang***...!!!" ucap Adrian murka.


Pria itu bergerak maju hendak meninju wajah putih Joddy,namun Adinda mencegahnya.


"mas jangan mas..."


"minggir Dinda..."


"maaasss......"


Adrian melangkah melewati Adinda dan berjalan mendekati Joddy.Laki laki itu mencengkeram kerah jaket Joddy dengan tatapan iblis yang mengerikan.


"kita selesaikan urusan kita malam ini bocah..."


Joddy menghempaskan tangan Adrian


"gue udah nggak ada urusan ama lo" ucap Joddy.Sungguh...ia benar benar sudah tak mau lagi terlibat urusan apa pun dengan keluarga kecil itu.


Joddy berbalik badan dan hendak pergi dari tempat itu,namun dengan cepat Adrian menarik jaket Joddy membuat remaja itu reflek berbalik badan.Dan.....


"maaaaasssshhhhh......aaaaakkkhhhh...."


Adinda menggigit bibir bawahnya dengan tangan meremas perutnya.Dinda terduduk sambil meringis kesakitan.Benar benar sakit,bukan akting seperti sebelum nya.


"mama....!!!!" pekik Nabila sambil berlari mendekati Adinda.


Adrian dengan tangan mengepal yang sudah berada di udara pun tertegun


"DINDA...!!!" ucapnya kemudian


Adrian berlari mendekati Adinda yang terduduk sambil memegangi perutnya.


"Dinda kamu kenapa..?"


Adinda menangis.Antara sakit dan sedih.Emosinya yang tak stabil kembali membuat air matanya luruh.


"pulang...hikss...." ucap Adinda.


Adrian yang panik akhirnya menurut.


"iya...iya....kita pulang sekarang..." ucap Adrian.


Adrian mengeluarkan sejumlah uang dari saku celananya

__ADS_1


"nak...kasih ke bapaknya..." ucap Adrian pada Nabila.


"iya pa.." ucap Nabila.Gadis itu kemudian berlari mendekati pemilik angkringan dan menyerahkan uang pemberian ayahnya.


Adrian membopong tubuh ramping itu menuju mobil diikuti Nabila di belakangnya.Keluarga kecil itupun bergegas pergi meninggalkan tempat itu.


Sepanjang perjalanan...


Adinda yang duduk di jok belakang terus sesenggukan sambil memegangi perutnya yang sudah mulai mereda sakitnya.


"kita kerumah sakit ya sayang..." ucap Adrian.


"pulang" ucap Adinda singkat disela sela tangisnya.


"perut kamu masih sakit nggak?" tanya Adrian khawatir.


Dinda tak menjawab..


"Dinda....jangan bikin aku khwatir dong..."


Masih tak menjawab.


"Din..."


tetap tak menjawab.


Adrian yang merasa tak di anggap pun mulai kehabisan kesabaran.


"Dinda...!!!!" ucapnya ngegas.


"PULANNGGGG....!!!!!!!" ucap wanita itu dengan suara keras melengking membuat semua telinga yang ada di dalam mobil itu berdenging di buatnya.Adrian terdiam...fix...pawangnya ngambek.


Adinda kembali sesenggukan.Ia mengarahkan pandangannya keluar jendela sambil sesekali mengusap lelehan air matanya.Adrian mengacak acak rambutnya sendiri frustasi.


Tak butuh waktu lama,mobil itu sampai di halaman rumah mewah mereka.


Adinda segera turun tanpa memperdulikan suami dan anaknya yang masih berada di dalam mobil.Ia setengah berlari menuju kamarnya dengan lelehan air mata yang tak kunjung berhenti menetes.


Adrian menghela nafas panjang.Pasti istrinya itu ngambek lagi.


"ssttt.....papa..." ucap Nabila lirih seolah berbisik


Adrian menolehh ke arah sang putri.


"mama nangis tuh....papa sih....pengennya berantem mulu...sampe perut mama sakit...." ucapnya.


Adrian memijit pelipisnya.Pusing dah....beneran...


"udah kamu ke kamar sana...biar papa bicara sama mama..." ucap Adrian.


Nabila menghela nafas panjang.Ia kemudian pergi meninggalkan tempat itu menuju kamarnya.


Adrian pun melangkah menyusul Adinda yang sudah lari duluan.


***SELAMAT PAGI.......


YOOKKK....KASIH DUKUNGAN BUAT NOVEL RECEHAN INI....DI LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA YA...🥰🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2