
Siang menjelang.....
Pria bernetra hijau itu kembali pada mode tenangnya.Setelah pagi tadi ia harus berjibaku melawan mual hebat yang hanya bisa diredakan dengan mencium ketek Dinda,kini pria itu sudah kembali pada mode tenang dan cool selayaknya Adrian Tama yang di kenal banyak orang.Tak terlihat lagi wajah lemah dan manjanya.Kini pria itu menjelma menjadi pria tampan tahanan kota yang tengah berjibaku membongkar habis sindikat para gembong mafia demi meraih kekebasan yang seutuhnya.
Adrian melesat memecah keramaian jalan raya dengan moge nya dari kantor polisi menuju toko kue milik Adinda.
Sekitar dua puluh menit perjalanan,Adrian sampai di ruko berlantai dua yang terletak di sisi jalan raya tersebut.
Adrian turun dari motor hitam miliknya.
"assalamu alaikum..." ucap Adrian memberi salam saat membuka pintu ruko.
"wa alaikum salam..." ucap Bu Ela yang datang tergopoh gopoh dari dalam dapur.
"Adrian?sudah pulang nak?" tanya bu Ela mencoba ramah.
Adrian hanya mengangguk singkat tanpa ekspresi.Ya....meskipun hatinya sudah melunak,namun ia belum bisa sepenuhnya menerima ibu kandungnya itu.
Bu Ela hanya tersenyum.
"kamu mau mama bikinin minum?"
Adrian hanya menggeleng samar.Ia kemudian merebahkan tubuhnya di atas karpet di sana lalu mengeluarkan ponselnya dan memainkannya.
Bu Ela menghela nafas panjang.Wanita itu kemudian kembali ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaannya.Ia tak mau mengganggu istirahat putranya itu.
Adrian sibuk mengotak atik ponsel miliknya tersebut hingga tiba tiba..
"permisi...."
suara itu menggema di seluruh ruangan tersebut.Adrian bangkit dari rebahannya.
"ya...." jawabnya singkat
Dilihatnya wanita muda yang mungkin seusianya.Berambut pirang dengan polesan make up glamour dan penampilan glamour masuk ke dalam toko kue miliknya.
Adrian mendekat.
Wanita yang seperti nya sebelas dua belas dengan Sheila itu mulai memasang mode sexy.Melihat pria tampan dengan penampilan yang terkesan bad boy,celana jeans sobek,kaos putih ketat berbalut jaket kulit hitam.Tubuh atletis berhiaskan tato di beberapa bagian tubuhnya,rambut pirang,mata hijau dan paras bulenya membuat siapapun pasti akan meleleh jika berhadapan dengan Adrian.Terlebih lagi image 'nakal' yang sudah kadung melekat dalam dirinya mengingat kasusnya yang berurusan dengan jual beli wanita membuat para betina betina model begini pasti akan merasa gatal jika didekati suami dari Adinda Zahra tersebut.
"mas Adrian ya?yang model itukan?" tanyanya manja membuat Adrian merasa jijik.
"ya" jawabnya singkat sambil meletakkan kedua tangannya di atas etalase tepat di hadapan wanita itu.Wanita sexy itupun menatap Adrian dengan tatapan nakal.
"aku mau beli kue mas...yang enak apa ya?" tanyanya.
"semua enak" jawab Adrian cuek dengan tatapan datar.
wanita itu tersenyum sinis.Tangannya bergerak dengan lancang menyentuh punggung tangan bertato tersebut dan mengusap usapnya.
"mas Adrian aslinya lebih ganteng dari pada yang difoto" ucapnya.
Adrian menatap sinis ke arah wanita itu.
"murahan" batinnya.
Adrian menarik tangannya.Ia menatap wanita itu dengan seringai licik.
"semua kue ada disini...yang mana yang ingin kau pilih?" tanyanya.
__ADS_1
"boleh lihat lihat dulu?" tanya wanita itu.
Adrian menggerakkan tangannya mempersilahkan wanita itu untuk melihat lihat kue hasil karya tangan Dinda dan bu Ela tersebut.
Wanita itupun berjalan dengan langkah seseksi mungkin membuat Adrian makin eneg melihatnya.
"tokonya sepi mas?istrinya kemana?" tanya wanita itu sambil mendekati tubuh tegap nan menggoda itu.
"kuliah" jawabnya singkat.
Tangan itu tergerak dengan semakin lancangnya menyentuh pundak Adrian.Dengan gaya dan tatapan yang begitu sensual,wanita itu mencoba menggoda suami orang di hadapan nya itu.
"mas Adrian ganteng deh.." ucapnya...
Tiba tiba...
"assalamu alaikum..."
pintu toko terbuka.
Adinda datang dari kampus bersama Naya dan Chika.
Ketiganya terdiam saat melihat pemandangan yang ada didalam toko tersebut.Seorang wanita sexy tengah menyentuh dada bidang milik suami ibu hamil yang baru saja datang dari kampus itu.
"wadduuuhhh...." ucap Chika reflek.
Adrian segera menepis kasar tangan itu lalu mendekati Adinda yang nampak mengembun.
"Din...kamu udah pulang sayang" ucapnya setelah sampai di hadapan Adinda.Tangan kekarnya tergerak hendak meraih pucuk kepala Adinda dan berniat menciumnya,namun tiba tiba....
seetttt....
"Dinda...!!" Adrian menyusul ibu hamil yang emosinya selalu naik turun itu dengan cepat.
"kate tawuran iku mesti c*k..." gumam Chika
(mau tawuran itu pasti)
"sumo Chik..." ucap Naya mengimbuhi
"oh....hahahaahaaa...."
Kedua nya pun terkekeh.
Adrian sampai di lantai dua.Dilihatnya sang istri sedang menangis terisak isak di atas sofa panjang di ruangan tersebut.Adrian menghela nafas panjang.Ia mendekati wanita cantik kesayangannya itu lalu duduk di sampingnya.
"sayang kamu kenapa nangis?" ucapnya lembut sambil mencoba mengusap rambut Adinda namun dengan cepat wanita itu mengelak.
"Din..." ucapnya masih dengan suara lembut.
"Dinda kamu kenapa?"
Adinda masih tak menjawab,ia memalingkan wajahnya sambil terus terisak.
Adrian mendekat,merangkul pundak wanita itu dengan lembut,
"kamu kenapa Din?"
"lepasin....hikksss..." ucap wanita itu sambil meronta minta dilepaskan namun tidak digubris oleh Adrian.
__ADS_1
"nggak...kamu ngomong dulu...kamu kenapa?"
"kamu jahat..!"
"jahat kenapa?"
"istrinya hamil kamu malah selingkuh...mana selingkuhannya montok banget lagi...hwahahahhaha......"
Adrian mengernyitkan dahinya.Adinda masih terus menangis.Sepersekian detik kemudian laki laki itu tergelak.
"maksud kamu perempuan itu tadi?"
Dinda tak menjawab.
Adrian makin tergelak.
"Astaga Din....itu cuma pembeli..."
"mana ada pembeli pegang pegang dada...!"
"ya dia yang godain aku.."
"kamunya juga nurut nurut aja di godain.."
"nggak nurut...aku nolak...tapi dia mepet terus"
"bohong...."
"beneran..."
"aku nggak suka...!!!" ucap Adinda sambil menghentak hentakkan kaki nya.
Adrian meraih tubuh mungil itu lalu memeluknya...
"iya...iya...maaf ...nggak lagi deh...ntar aku usir ya dia kalo ke sini lagi"
"beneran?"
"iya...."
"janji..."
"iya..."
"ya udah aku maafin.." ucapnya sambil membalas pelukan pria tampan itu.
Adrian terkekeh....untung sebelumnya dokter sudah mengatakan bahwa perubahan emosi seorang ibu hamil itu umum terjadi,jadi ia tak kaget lagi mendapati perubahan sikap dari istrinya ini.
"kamu laper nggak?aku laper nih...makan yuk.." ucap Adrian.
Adinda menatap manja suaminya.
"suapin..."
Adrian terkekeh.Ia mendekat kan wajahnya ke wajah Adinda lalu dengan satu gerakan ia menggigit pipi putih mulus itu dengan gemasnya.
Adinda hanya nyengir.Keduanya pun lantas turun menuju lantai bawah dan bersiap untuk makan bersama.
...----------------...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA....🥰🥰🥰🥰