Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
182


__ADS_3

Pagi menjelang...


Laki laki bermata bengkak itu kembali memuntahkan seluruh isi perutnya yang sebenarnya kosong lantaran tak ada sesuap nasipun yang masuk ke dalam tubuhnya sejak kemarin.Lemas....sudah pasti...bahkan wajahnya kini terlihat lebih pucat dari biasanya.


Adrian menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang king size nya.Tubuh dan fikirannya sedang tak bersahabat hari ini.


Ceklek....


wanita dengan rambut panjang,perut buncit dan daster selutut datang memasuki kamar tersebut sambil membawa secangkir teh hangat untuk suaminya yang terkulai lemah disana.


Dinda meletakkan cangkir tersebut di atas nakas.Wanita itu kemudian mendekati suaminya.


"masih lemes mas?istirahat lagi gih...?mau aku temenin?" tanya Adinda.


Adrian hanya menggelengkan kepalanya.Adinda menghela nafas panjang.Nabila datang ke dalam kamar tersebut.Hari ini hari minggu,sehingga gadis kecil itu tidak berangkat ke sekolah hari ini.


"papa..." ucap Nabila.


Adinda menoleh,namun Adrian masih tak merespon.


"pa....ma...ada tamu..." ucap Nabila.


"siapa?" tanya Adinda.


"nggak tau...Nabil nggak kenal ma...om om...nyariin papa..." ucap Nabila.


Adinda menoleh ke arah sang suami.


"mas...ada tamu...temuin dulu gih..." ucap Adinda.


Adrian pun bangkit dengan malas.Ia berjalan bersama dengan Nabila disusul Adinda yang secepat kilat menutupi daster selututnya dengan balutan gamis dan hijab syar'i yang menutup sempurna auratnya.Ketiganya pun bergegas menuruni tangga menuju ke lantai bawah di mana sang tamu sudah menunggu di ruang tamu.


Adrian menatap datar ke arah laki laki berperawakan militer dengan jaket kulit hitam menempel di tubuhnya.Itu Bram..salah satu anggota poliisi yang menangani kasusnya.


Bram bangkit,ia mengulurkan tangannya hendak mengajak Adrian berjabat tangan.Namun pria yang pikirannya sedang kacau itu tak menggubris.Ia mendudukan tubuhnya di atas sofa tanpa membalas uluran tangan Bram.Bram menarik tangannya.Kurang a*ar sekali napi satu ini.Dia polisi loh....dicuekin sama napinya sendiri.


Adinda merasa tak enak atas sikap Adrian.


"silahkan duduk pak..." ucap Adinda.


"terima kasih mbak.." jawab Bram.


Bram duduk di salah sofa panjang di samping Adrian.Nabila berlari ke dapur berniat membuatkan minum untuk tamu papanya.


"apa kabar Adrian?sepertinya kau kurang sehat..kau pucat sekali..." tanya Bram basa basi.


Adrian tak menjawab.Adinda jadi merasa semakin tak enak.Ya....secuek dan seangkuh itu lah Adrian.Terlebih lagi kini moodnya sedang sangat kacau.

__ADS_1


Bram mencoba tersenyum....


"oh ya....saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya ibu anda...saya..........." Bram belum selesai bicara,namun tiba tiba ucapannya terhenti saat Adrian memotong perkataan nya dengan suara dinginnya.


"katakan saja apa keperluanmu..." ucap Adrian begitu dingin.


"mas..." ucap Adinda lirih,seolah ingin mengingatkan suaminya itu untuk menjaga sikap.


Lagi lagi Bram mencoba kembali tersenyum...


"jadi begini...aku kesini ingin membicarakan tentang perkembangan penemuan jasad tanpa kepala beberapa waktu lalu..." ucap Bram.


Adinda mendengarkan dengan seksama.


"setelah melakukan identifikasi,tim dokter kepolisian menyatakan bahwa itu memang jasad dari satu anggota mafia yang lepas kemarin..." ucap Bram.


Adrian menatap datar tanpa ekspresi ke arah Bram.


"besar kemungkinan....jasad yang merupakan seorang pria tersebut tewas karena menjadi korban perampokan..karena koper berisi uang milyaran yang ia bawa raib tanpa jejak." ucapnya lagi.


Bram merogoh saku dalam jaketnya lalu mengeluarkan selembar foto dari dalam sana.Ia meletakkan foto tersebut di atas meja lalu menyodorkan nya ke hadapan Adrian.


Nabila datang dengan nampan berisi secangkir teh untuk Bram.


"silahkan om..." ucap Nabila sopaan.


Nabila hanya mengangguk sambil tersenyum lalu ikut duduk di samping Adinda.


Adrian meraih foto tersebut.Matanya menyipit.Dahinya mengernyit.Dilihat nya disana foto sebuah perahu yang nampak berlumuran darah dengan gambar kepala serigala di lantai perahu yang sepertinya di lukis dengan darah.


Adinda ikut melongok melihat gambar itu.


"astagfirullah haladzim...." ucapnya sambil menutup mulut nya.Itu gambar kepala serigala yang sama persis seperti gambar yang mereka temukan di bodi belakang mobil mereka saat insiden kecelakaan di pantai beberapa waktu lalu.Dinda dan Adrian masih ingat betul gambar itu.


"apa kau mengenal komplotan mafia lain yang selalu meninggal jejak gambar kepala harimau di setiap aksi mereka?" tanya Bram.


Adrian menggelengkan kepalanya samar.Namun otaknya seolah tak berhenti berfikir.Siapa orang dibalik semua ini?


"disebuah desa tak jauh dari lokasi penemuan kapal nelayan itu sedang gempar.Beberapa bulan terakhir warga dihebohkan dengan teror pembunuhan.Entah itu manusia atau hewan ternak...dan....setiap peristiwa pembunuhan yang terjadi selalu ada gambar kepala serigala ini..." ucapnya


"siapa saja korbannya?" tanya Adrian mencoba memastikan.Meskipun ia sudah pernah mendengar cerita itu dari warga desa tersebut beberapa waktu lalu.


"sepertinya acak....bukan hanya warga desa di situ saja...tapi juga warga luar desa..."


"termasuk aku..." ucap Adrian sambil merebahkan tubuhnya di sandaran sofa.


Bram mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


"maksudmu?"


"aku ke desa itu beberapa waktu lalu...ada yang mencoba mencelakai keluarga ku dengan mensabotase mobilku...."


"lalu..?"


"kami selamat...kami menumpang di salah satu rumah warga...tapi keesokan harinya....warga menemukan mobilku penuh dengan coretan coretan bernada ancaman dan umpatan...juga gambar kepala serigala...sama seperti di foto ini" ucapnya sambil melempar ringan foto itu ke atas meja.


"kau yakin tidak mengenal simbol kepala serigala ini?" tanya Bram lagi


Adrian menggelengkan kepalanya lagi.


"tapi mungkin dia mengenaliku...karena dia menulis kata pembunuh pada mobilku" ucap Adrian.


Bram mengangguk paham.


"baiklah....akan ku selidiki lagi..semoga saja ada sidik jari atau bukti bukti lain yang tertinggal di sana" ucap Bram.


Nabila mengarahkan kepalanyanke kanan dan ke kiri mengikuti mulut siapa yang berbicara.


Kemudian fokus matanya tertuju pada lembar foto yang berada di atas meja.Gadis itu lantas meraih foto tersebut,lalu....


"iiiyuuuuuhhhhh.....gambarnya jelek banget....nggak estessetik..." ucapnya lantang.


Adinda terkekeh,lagi tegang gini,nih bocah asal nyeletuk aja....


"aesthetic Bil...." ucap Nabila.


"iya....itu maksudnya ma...." sahut Nabila santai.


Nabila mendekati papanya lalu naik ke pangkuan pria itu.


"liat deh pa....jelek banget gambar kepala badaknya..." ucap Nabila asal.


Laki laki itu tersenyum simpul


"itu kepala serigala Nabil..." ucap Adrian.


"iya tau pa....sengaja aja Nabil salah salahin..biar lucu...biar papa ketawa..." ucapnya tanpa dosa.


Adrian terkekeh.Ia mencium pipi Chubby permata hatinya itu dengan gemasnya.


...----------------...


***UP KEDUA.....


YUKKK....RAMAIKAN KOLOM KOMENTAR NYA....

__ADS_1


JANGAN LUPA KASIH DUKUNGANNYA JUGA....🥰🥰🥰🥰😍***


__ADS_2