Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
164


__ADS_3

Hari berganti...


Di toko kue milik Adinda.


Ketiga sahabat dan seorang wanita paruh baya tengah berada di dapur toko tersebut,membuat adonan untuk kue kue yang akan mereka jajakan di toko berlantai dua itu.Sesekali gelak tawa terdengar dari mulut ketiga wanita sebaya disana.Bu Ela yang mendengarnya pun hanya ikut senyum senyum mendengarnya.


Kini Naya dan Dinda sedang asyik menggoda Chika yang sudah punya status baru sebagai pacar Joddy.Membuat wanita tomboy itu tak henti merona malu.


Ketiganya tengah asyik mengobrol hingga tiba tiba....


"assalamu alaikum..." suara itu sukses menarik perhatian ke empat wanita disana.


"wa alaikum salam...." sahut mereka yang ada disana.


Adrian datang,ia berdiri di pintu dapur dengan senyuman yang terlihat di paksakan.Adinda menghentikan tawanya,ia mendekati sang suami.Wanita itu lantas meraih punggung tangan sang suami dan menciumnya.


Adinda menyentuh wajah Adrian yang nampak murung.


"kamu kenapa sayang?" tanyanya.


"kamu sakit mas?" tanyanya lagi.


Adrian menunduk.


"ada masalah?" tanyanya lagi dengan raut wajah menyelidik.


Naya,Chika dan Bu Ela pun menghentikan pergerakannya,mereka ikut mendengarkan pembicaraan sepasang suami istri itu.


"ada apa mas?" tanya Adinda mulai khawatir.


"Dinda...." ucap Adrian lemah....


"ya...."


"pembebasanku di tunda...." ucap Adrian lemah.


Adinda mematung...


"kenapa?"


"karena...masih ada satu anak buah dari gembong mafia semalam yang berhasil kabur Din..." ucapnya.


"dan dia membawa kabur semua uang hasil penjualan obat obatan terlarang yang mereka selundupkan ke luar negeri" ucapnya.


"aku belum bisa bebas sepenuhnya sayang....maaf..." ucap Adrian.


Dinda tersenyum,


"kenapa minta maaf?" ucapnya lembut.


"nggak apa apa mas....kamu sabar aja ya....kamu masih punya tugas...kamu masih dibutuhkan polisi...iya kan?"


Adrian mengangguk.Dinda kembali tersenyum,ia mengusap lembut pipi Adrian,


"udah...nggak usah sedih...yang penting kita nggak jauh jauh lagi kan" ucapnya.


Adrian tersenyum.


"ya udah...aku bikinin minum ya..."


"nggak usah Din....aku mau minum air dingin aja" ucapnya.


"ya udah kalau gitu..." ucap Adinda.


Adrian berjalan menuju kulkas.Ia kemudian membuka lemari pendingin itu dan mengambil sebotol air putih dan membawanya ke ruang utama ruko.Ia duduk di karpet yang ada disana.Pria itu lantas meneguk botol berisi air putih tersebut hingga tersisa separuh.


Tiba tiba....


krieeeett.....


pintu kaca itu terbuka.


Seorang pria dengan kaos putih,jeans panjang hitam dan topi hitam terlihat memasuki toko tersebut sambil membawa kresek berisi beberapa snack.

__ADS_1


Adrian menatap tajam ke arah laki laki itu.Itu adalah laki laki yang beberapa waktu lalu hampir ia hajar di angkringan.Joddy...!!!


Joddy terdiam saat melihat sosok Adrian yang nampak menatapnya tajam.Joddy sebenarnya sudah tak mengingat ingat lagi kejadian beberapa hari lalu itu,tujuannya kesini hanya ingin bertemu Chika.Ia tak mau cari ribut dengan suami Adinda ini.


Adrian bangkit dengan botol minum di tangannya.Ia berjalan dengan tenang mendekati laki laki yang pernah memiliki perasaan khusus pada istrinya itu.


"mau apa kau kesini?" tanya Adrian dengan raut wajah tak menyenangkan.


Joddy menggaruk pelipisnya yang tak gatal.


"gue mau ketemu cewek gue..." ucapnya santai.


Adrian mengangkat dagunya.Apa maksudnya?dia mau bertemu pacarnya?siapa?Dinda?dia menganggap Dinda pacarnya??kurang ajar sekali bocah ini..!


"maksudmu apa?" tanya Adrian dingin.


Joddy tersenyum sinis.


"kan gue udah bilang...gue mau ketemu cewek gue..nggak ngerti ngerti lo?" tanya Joddy kesal.


Daaggghhh...


Adrian meletakkan botol minumnya dengan kasar ke atas etalase kaca disana.Ia berjalan mendekati Joddy yang masih terlihat tenang.


"keluar..." ucapnya dingin.


"kalau gue nggak mau..."


"jangan memancing emosiku bocah tengik..!" ucap Adrian.


Joddy mengernyitkan dahinya..


"emang gue ngapain?" tanyanya heran


Adrian menggerakkan tangannya mencengkeram kerah kaos Joddy.


"weeiis...santai dong...." ucap Joddy.


Adrian menatap bengis ke arah remaja yang ia anggap tak tau malu ini.Tiba tiba...


suara cempreng itu menggema.Gadis kecil berhijab dengan tas hello kitty pink di punggung terlihat memasuki toko itu.Nabila menghentikan langkahnya.Ia membuka mulutnya saat melihat sang papa yang nampak tengah bersiap untuk menghajar laki laki yang ia kenal adalah teman tante Chika nya.Nabila juga mengenal laki laki itu sebagai laki laki yang dibenci oleh papa nya,meskipun ia tak tau apa sebabnya.


Adrian melepaskan cengkeramannya pada Joddy dengan kasar.Laki laki itu kemudian mendekati sang putri.


"wa alaikum salam..." sahut Adrian.


Nabila meraih punggung tangan Adrian lalu menciumnya.


"papa mau berantem lagi ya?" tanya Nabila menyelidik


"nggak...kata siapa?" jawab Adrian mengelak


" itu tadi...."


"bukan sayang...papaa nggak berantem..." ucap Adrian.


Nabila menatap Adrian dengan tatapan menyelidik,seolah ingin mencari kebenaran atas ucapan laki laki yang sudah mengangkatnya sebagai anak tersebut.


"udah....nggak usah liatin papa kayak begitu....ganti baju sana...abis itu makan..." ucap Adrian.


Nabila hanya mengangguk.Gadis kecil itupun bergegas naik ke lantai atas untuk berganti baju.


Adinda datang dari dapur.


"mas..." ucapnya.


Adrian menoleh.


"yaaa...."


"aku tadi kayak denger suaranya Nabil...dia udah pulang?"


"udah...lagi dikamar ganti baju..." ucapnya.

__ADS_1


"oh...."


Adinda menoleh ke arah Joddy yang berdiri santai sambil meletakkan satu lengannya di atas etalase.


"Joddy....?"


"hai Din..." ucap Joddy ramah di barengi dengan senyuman.


Adrian reflek menoleh ke arah Joddy.Raut wajah tak suka tergambar jelas disana.


Adinda menangkap gelagat tak mengenakkan itu.


"kamu ngapain ke sini?" tanya Dinda lagi.


"nyari Chika...ada kan?" tanyanya.


"ada di dapur...susul aja..." ucap Adinda.


"ya udah....gue ke dapur deh...." ucapnya Joddy pun melangkah pergi menuju dapur melawati Adinda begitu saja.Adrian mengernyitkan dahinya.Dia mnecari Chika?bukan Dinda?Chika dan Joddy pacaran gitu??


Adinda mendekati suaminya itu.


"kenapa?" tanya Dinda.


"Joddy nyariin Chika?emang mereka ada hubungan apa?"tanya Adrian penasaran


" merak kan pacaran mas..."ucap Adinda.


"pacaran?" tanya Adrian.


Adinda hanya mengangguk.


Adrian terdiam.Jadi dia salah sangka?ternyata pacar yang dimaksud Joddy adalah Chika?


Adrian menghela nafad panjang..untung belum di tinju....


"kamu kenapa?" tanya Adinda menyelidik.


"kamu nggak ngelakuin hal yang aneh aneh kan?" tanyanya lagi.


Adrian tersenyum,tangannya tergerak merangkul pundak Dinda


"hal aneh aneh apa sih Din?ya nggak lah" ucap Adrian.Laki laki itu kemudian mengecup pipi mulus sang istri singkat.


Nabila datang dari lantai atas.Gadis kecil itu nampak berjalan dengan pelan dengan kedua tangan yang ia sembunyikan di belakang tubuhnya.


Seperti nya ada sesuatu yang ia sembunyikan di balik tubuh mungilnya.


"Nabil...." ucap Adinda.


Nabila menarik tangannya dari balik tubuhnya,ia kemudian menyerahkan secarik kertas ia pegang pada sang mama.


"apa ini nak?" tanya Adinda.


Nabila menunduk.


Adrian dan Dinda saling pandang.Dinda kemudian membuka kertas tersebut dan ternyata.....


.


.


.


.


.


.


bersambung.....🤭🤭🤭


...----------------...

__ADS_1


***Lanjut besok 🥰🥰🥰


ditunggu like komen vote dan hadiahnya...🥰🥰🥰🥰***


__ADS_2