Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
67


__ADS_3

11:00


Pesawat yang ditumpangi Adrian dan keluarga kecilnya telah mendarat di kota berhawa sejuk yang identik dengan buah apel tersebut setelah melakukan penerbangan kurang lebih satu setengah jam.Adrian menyeret kopernya,sedangkan Nabila kini tertidur di gendongan sang mama.Keluarga kecil itu kemudian mendekati sebuah taxy yang sudah terparkir di sana menunggu penumpang.


Hari ini mereka pulang ke kampung halaman Adinda.Tujuan mereka satu,meminta restu orang tua Adinda,dan menjelaskan tentang hubungan mereka.Ada kekhawatiran dalam diri Adinda dan Adrian.Lantaran hubungan mereka yang bermula dari sebuah insiden yang tidak baik.Ada keraguan dalam diri mereka,apakah orang tua Adinda akan bisa menerima hubungan mereka yang sudah terlanjur menjadi suami istri.Mangingat Adinda masih sangat dini untuk menikah.Usianya baru tujuh belas tahun.


"silahkan mas...mbak..." ucap sang supir taxy sambil membukakan pintu.


Pria berkacamata hitam itu pun menyerahkan kopernya pada sang supir,ia kemudian masuk ke dalam taxy bersama Adinda dan Nabila yang masih terlelap dalam gendongan.


Taxy pun melaju meninggalkan tempat tersebut menuju ke alamat rumah yang sudah Adinda sebutkan.


Adrian terdiam di sepanjang perjalanan.Pikirannya tak tenang.Ia begitu gugup.Ia yang sudah terbiasa menghadapi musuh bahkan maut itu tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.Ia akan bertemu orang tua sang istri,mertua nya.Ia akan meminta restu sekaligus meminta maaf pada sepasang suami istri yang telah membesarkan Adinda.Bisakah ia?disambut baikkah ia nantinya?


Adinda menoleh ke arah sang suami yang melamun,tangannya tergerak meremas jemari tangan Adrian,membuat laki laki bertato itu menoleh ke arahnya.


"kamu kenapa?"


"nggak apa apa,cuma sedikit gugup aja" ucap Adrian.


"semua akan baik baik aja mas" ucap nya.


"iya...."


Adrian tersenyum,ia mengecup punggung tangan sang istri.


Nabila menggeliat di atas pangkuan sang mama.Ia mencoba membuka matanya,mengumpulkan kesadarannya yang masih berjalan jalan entah kemana.


Nabila menguap lebar sambil mengucek matanya...


"mama...."


"hai....tuan putri udah bangun sayang?"


Nabila mengangguk.Ia kemudian duduk sendiri di tengah tengah Adinda dan Adrian sambil menyandarkan tubuhnya di kursi sandaran kursi belakang taxy tersebut.Matanya masih sedikit lengket...


"kita belum sampai ma?"


"sebentar lagi sayang..." ucap Dinda.


Nabila hanya mengangguk.


Mobil berwarna biru laut itu terus melaju menyusuri jalanan yang tak terlalu padat tersebut.Hingga sampailah mobil tersebut di sebuah perkampungan padat pendudukpenduduk di pinggir kota.


Jantung Adrian semakin berdetak kencang,begitu juga Adinda.Kurang lebih lima bulan ia meninggalkan kampung itu,kini ia kembali namun dengan membawa suami dan seorang putri kecil.

__ADS_1


Taxy berhenti di depan sebuah rumah kecil bercat biru.Rumah itu nampak sepi dengan pintu yang terbuka.Adinda menarik nafas panjang lalu membuangnya.Ia kemudian turun dari taxy tersebut bersama Adrian dan Nabila.


Sang supir mengeluarkan koper mereka,


"ini koper nya mas.."


"makasih pak" ucapnya sambil menyerah kan beberapa lembar uang.


"wah...ini kebanyakan mas..."


"nggak apa apa...itu rejeki buat bapak.."


"alhamdulillah....Terima kasih banyak mas.."


Adrian hanya tersenyum.Supir taxy itu pun kembali ke mobilnya lalu melajukan mobil biru tersebut meninggalkan tempat itu.


Adrian menoleh ke arah beberapa warga yang mulai menatap ke arahnya dan Adinda yang baru saja sampai itu.Kedatangan mereka cukup menyita perhatian para tetangga sekitar rumah tersebut.Pasalnya sudah hampir lima bulan Adinda menghilang tanpa jejak.Pihak keluargapun sudah mencoba lapor polisi,namun tak pernah ada hasil.Banyak yang mengira Adinda di culik dan dibunuh.Kedua orang tua Adinda yang berprofesi sebagai penjual soto di sebuah kios di pasar itupun sudah pasrah,mereka pun mengira jika sang putri semata wayang mereka memang sudah tewas lantaran tak pernah ada kabar sama sekali dari anak madrasah tujuh belas tahun itu.


Namun hari ini,wanita muda itu kembali dalam kondisi sehat wal afiat,sontak hal itu membuat geger para warga sekitar,dan yang lebih menghebohkan lagi,ia datang bersama seorang laki laki bule tampan dan seorang gadis kecil.


Sontak saja,jiwa kepo ibu ibu kampung meronta ronta.Ada yang bergerombol saling berbisik,ada yang mengamati dari balik jendela rumahnya,ada yang pura pura sok sibuk ngangkat jemuran padahal sambil lirik lirik kepo.


Adrian mencoba untuk tak menggubris,ia kemudian mendekati sang istri yang terdiam menatap rumahnya tersebut.Rumah yang menjadi saksi hidup lahir dan besarnya seorang Adinda Zahra,wanita cantik yang kini resmi menjadi istri Adrian Tama,pria kejam yang kini mulai melunak hatinya.


"ini rumah nenekku ma?"


"ayo ma...masuk...aku mau ketemu nenek." ucapnya.


Adinda tersenyum,ia kemudian menatap ke arah sang suami.


"kita masuk mas..." ucap nya.


Adrian mengangguk...


Keluarga kecil itu mulai melangkah menuju pintu rumah kecil tersebut.


"assalamu'alaikum...." ucap Adinda.


Tak ada jawaban.


"assalamu'alaikum....." ucapnya lagi.


"wa alaikum salam....."


suara seorang wanita dari dalam rumah itu pun terdengar.Adinda semakin deg deg an begitupula Adrian.Itu suara ibunya,bu Lastri,wanita lima puluh tahun yang sudah berpisah lima bulan lamanya dengan Adinda.

__ADS_1


Bu Lastri keluar dari dalam dapur rumahnya,langkahnya tiba tiba terhenti,ia mematung melihat sosok yang berdiri di depan pintu rumahnya itu.


"Dinda....." lirihnya.


"ibuukkkk....." ucap Adinda.Adinda melepaskan genggaman tangannya pada Nabila,ia berlari menghampiri wanita yang nampak kurus itu lalu memeluknya dengan erat.


"ibukkk..." ucapnya sambil menangis..


Bu Lastri tak bisa berkata kata.Putrinya kembali,Adinda masih hidup.


Bu Lastri menangis sesenggukan sambil memeluk anak semata wayangnya.


"Dinda kangen bukkk...." ucapnya.


Bu Lastri terus menangis.Mereka saling hanyut dalam pelukan untuk beberapa saat.Setelah puas,bu Lastri melepaskan pelukan nya.Ia menangkup wajah cantik sang putri.


"kamu baik baik saja ndok?"


Adinda mengangguk.


"alhamdulillah....ya Allah....terima kasih ya Allah" ucapnya.Ia kembali memeluk sang putri.


"ibu pikir ibuk sudah ndak bisa meluk kamu lagi ndok..." ucapnya sambil berlinang air mata.


Adinda semakin sesenggukan.Kerinduannya selama ini ia tumpahkan semua saat itu juga.


Mereka kembali saling melepaskan pelukan.


"kamu kemana saja ndok?ibuk nyariin kamu..."


Adinda tersenyum...


"ceritanya panjang bukk" ucapnya.


Bu Lastri mengarahkan pandangannya ke arah pintu,terlihat di sana seorang gadis kecil bermbut panjang digandeng seorang laki laki tampan bertubuh tinggi tegap.Bu Lastri menatap penuh selidik pada dua orang itu,kemudian ia beralih menatap sang putri.


Siapa mereka?kenapa mereka datang bersama Adinda?


...----------------...


***KIRA KIRA GIMANA REAKSI BU LASTRI KALAU TAU ADINDA SUDAH MENIKAH DENGAN ADRIAN...?


KIRA KIRA ADRIAN DI TERIMA JADI MANTU NGGAK YA.....??????


RAMAIKAN KOLOM KOMENTAR MAN TEMAN***.....

__ADS_1



DENGAN JUMLAH PEMBACA SEGINI....KIRA KIRA DAPAT BERAPA LIKE YAAA....πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’


__ADS_2