Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story37


__ADS_3

Hari berganti hari.....


Nabila perlahan mulai bangkit dari keterpurukannya.Terhitung lima hari pasca kejadian memilukan yang menimpanya,gadis tomboy yang kini mendadak jadi pendiam itu perlahan mulai menata hidupnya kembali.


Saat ini,Nabila tengah berada di ruang keluarga rumah sederhana tersebut bersama kedua orang tua,adik dan neneknya.


Angkasa tidur dengan paha Adinda sebagai bantal,sedangkan Adrian duduk bersila sambil sibuk memainkan ponsel dan menghisap rokoknya,sedangkan bu Lastri kini sibuk memotongi kuku kuku Nabila yang masih banyak diam itu.


"ma....besok jadi balik?" tanya Angkasa.


"iya sayang...kamu kan juga harus masuk sekolah lagi" jawab Adinda sambil mengusap usap pucuk kepala Angkasa


"emang papa udah pesen tiket pa?"


"udah..." jawab Adrian


"kakak juga ikut pulang kan...?" tanya Angkasa.


Adrian tersenyum,ia menoleh ke arah sang putri yang duduk di sampingnya lalu mengusap pucuk kepala Nabila.


"iya dong.....kakak ikut pulang sama kita ya..." ucap Adrian.


"terserah papa aja" ucap Nabila.


Ya....hanya kata 'terserah' yang selalu Nabila ucapkan.Ia seolah sudah tak peduli lagi dengan semuanya.


"buk...ibuk ikut kita aja ya....dari pada ibuk dirumah sendiri lagi" ucap Adinda.


"ndak Din....ibuk itu ndak terbiasa hidup di kota...komplek rumahmu itukan sepi..ndak kayak disini..banyak tetangganya...pada ngumpul....kalo di komplek rumahmu itu kok semua kayak pada hidup sendiri sendiri...nggak tau nonggo babar blas... (nggak pernah berkumpul dengan tetangga sama sekali) " ucap Bu Lastri.


"tapi kan ada aku buk...biar ibuk ada temennya..." ucap Adinda.Sungguh....sebenarnya ia tak tega jika harus meninggalkan ibunya sendiri dirumah ini.Tapi mau bagaimana lagi.Semua mata pencaharian Dinda dan suami ada di ibukota,Angkasa juga sekolah di sana.Dan Dinda sudah tidak mengijinkan lagi Nabila untuk kuliah di kota itu.Nabila harus ikut pulang..!ia tak mau lagi hidup jauh dari putrinya itu.


"disini ibuk banyak temen kok Din...tetangga disini baik baik semua..."ucap Bu Lastri.


Dinda hanya menghela nafas panjang....sudahlah....ibunya ini memang keras hatinya...yang penting bu Lastri selalu aman dan sehat.


ting....


Ponsel Adrian berbunyi


1pesan masuk....


Joddy....


Adrian lantas membuka ponselnya dan membaca pesan dari salah satu sahabat yang kini menjadi salah satu anggota polisi itu.Ya....Joddy memilih untuk menjadi polisi,dan terpilih kurang lebih lima tahun yang lalu setelah menikah dengan sang kekasih yang juga sahabat Adinda,Chika.


Kini Chika tengah berbadan dua.Ia tengah mengandung anak pertama mereka.Di antara ketiga sahabat Dinda,Putri yang terlebih dulu menikah,disusul Naya-Marco kemudian Joddy-Chika.Sold out lah mereka...😁


Kembali ke ponsel Adrian...


Laki laki itu tersenyum simpul membaca pesan dari Joddy yang berisi semua data lengkap tentang James dan anak buah nya,baik yang masih didalam sel,ataupun yang sudah bebas.Karena memang masa hukuman mereka berbeda beda.


" thanks bro.."tulis Adrian.


"kek ama siapa aja lo...kapan pulang...?"


"besok" tulisnya.


Obrolan dengan media pesan singkat pun terus berlanjut.


Ketika keluarga bahagia itu tengah asyik dengan kebersamaan mereka...


tiba tiba........

__ADS_1


tokk....tokk....tokk......


Pintu utama diketuk.


"siapa ya?" tanya Adinda.


"biar Angkasa buka aja ma" ucap sang putra.


Remaja yang masih terlihat memar di beberapa sisi wajahnya itupun bangkit dan menuju ke pintu utama untuk membukakan pintu.


ceklek.....


pintu terbuka....


Angkasa seketika membulatkan matanya menyaksikan siapa yang berdiri di depan pintu.Tangannya mengepal..!amarah seketika menguasai dirinya...!itu bos bengkel breng**k itu..!berani sekali ia datang ke rumahnya setelah semua yang ia lakukan pada dirinya dan Nabila.


"ngapain lo kesini?" tanya Angkasa dingin.Lebam lebam di wajah Angkasa bahkan belum sepenuhnya hilang,tapi si tersangka sudah berani menampakkan dirinya.


"gue mau ketemu kakak lo"


"buat apa?mau apa lagi lo...?!BELUM CUKUP LO NYAKITIN KAK NABIL..!BELUM CUKUP LO UDAH BIKIN GUE BONYOK..!MING*AT LO DARI SINI...!!!" ucap Angkasa berteriak penuh emosi.


Sontak saja,teriakan itu berhasil menarik perhatian para warga di sekitar rumah itu,dan juga Adrian Dinda Nabila dan Bu Lastri yang berada di ruang keluarga rumah tersebut.Merekapun bergegas menuju pintu utama untuk melihat apa yang terjadi.


Angkasa benci laki laki ini..!laki laki yang sudah merenggut keceriaan kakaknya,menghilangkan Nabila yang periang dan berganti Nabila yang pemurung.


"santai aja...gue cuma mau ketemu kakak lo..!" ucap Zev tenang.


"gue nggak ngijinin..!"


"gue nggak butuh ijin lo..!" ucap Zev dingin kemudian berusaha untuk menerobos masuk ke dalam rumah melewati remaja itu.


"ini rumah gue...!pergi lo dari sini..!" ucap Angkasa terus mencoba menghalangi.Pertikaian pun terjadi di antara dua pria beda usia itu.


"keluar lo bang*at...!"


"jangan ikut campur..!"


"ini rumah gue...!!!"


Ketika kedua pria beda usia itu asyik berdebat....


"ada apa ini?!" suara itu terdengar menggema membuat keduanya pun menoleh ke arah sumber suara.


Dilihatnya di sana Adrian menatap tajam ke arah Zev dan Angkasa.Zev terdiam.Ia berbalik menatap tajam pria pembunuh ayahnya itu.


Adrian menaikkan satu sudut bibirnya menatap Zev.Akhirnya pemuda ini datang juga.Pikir Adrian dalam mode tenangnya.


Dinda bu Lastri dan Nabila pun ikut keluar melihat apa yang terjadi.


deegghhhh....


.


.


.


Gadis itu bergetar melihat pria yang nampak dipegangi lengannya oleh Angkasa itu.Itu dia...!pria itu yang sudah merenggut kesuciannya..!pria itu yang sudah merusak masa depannya...!


Nabila bergetar hebat..!Matanya mengembun..!Ingatannya kembali pada hari dimana laki laki itu dengan lancangnya menjamah tubuh polosnya.Ya....walaupun hanya samar samar..ia masih mengingat kejadian di sebuah tempat dengan penerangan yang hanya remang remang itu.


Zev mengarahkan pandangannya ke arah wanita yang mungkin mulai ia rindukan itu.Wajahnya nampak sayu,penampilannya terlihat menyedihkan dengan mata bengkak dan tubuh yang terlihat lebih kurus.

__ADS_1


"Gita.." ucapnya.


Nabila mulai menangis.Dadanya mulai sesak.Ia meremas kaos di bagian dadanya.Antara takut,benci,sakit hati,semua berbaur jadi satu.


Zev mencoba menerobos Angkasa tapi remaja itu terus menahannya.


"Gita aku mau bicara sama kamu" ucapnya.


Adrian tak bergeming.Adinda mencoba menenangkan sang putri yang mulai terlihat ketakutan.


"pergi" ucap Nabila lirih sambil menatap nyalang ke arah Zev.


"Git...aku........."


"PERGIIIIIIIIII.....!!!" ucap Nabila histeris sambil mendekatkan tubuhnya masuk dan bersembunyi dalam dekapan sang ibu.


"Gita aku kesini mau mau minta maaf...!aku mau tanggung jawab...!" ucap Zev.


Nabila menangis histeris dalam dekapan sang ibunda.


"Git...aku tau aku salah...!makanya aku kesini...!aku akan tanggung jawab..!aku akan nikahin kamu..!" ucap Zev yakin.


Semua yang ada disana sontak menoleh ke arah laki laki itu.


"keluaaarrr.....!!!!pergi...!!!!" ucap Nabila ketakutan


"ma....usir dia ma....!!" rengek Nabila.


"mas..." ucap Dinda pada sang suami yang masih diam mematung.


"bawa Nabila masuk ke kamarnya" ucap Adrian tenang.


Adinda pun menurut.Ia membimbing Nabila yang masih ketakutan untuk masuk ke dalam kamarnya.


Seperginya Dinda dan Nabila.


Adrian mendekati Zev dan Angkasa yang masih berdiri di depan pintu.


Adrian menatap tenang ke arah Zev.


"bisa kita bicara?" tanyanya tenang.


Zev menatap Adrian dengan tatapan bengis.Pemuda itu kemudian mengangguk.Adrian tersenyum.Ia kemudian mengajak Zev untuk duduk di kursi teras.


"dek...ke dalam dulu..." ucap Adrian pada Angkasa yang ingin ikut nimbrung.


"tapi pa..."


"masuk..."


Angkasa hanya menghela nafas.


Ia pun pergi dari tempat itu meninggalkan Adrian dan Zev berdua.


...----------------...


***BOLEH KASIH DUKUNGANNYA DULU.....


OTHORNYA AGAK NGE BLANK INI.....


UP JAM 3 SORE...MUDAH MUDAHAN CEPET REVIEWNYA.....


JANGAN LUPA KASIH DUKUNGANNYA DONG BIAR RADA ADA SEMANGATNYA INI....🥰***

__ADS_1


__ADS_2