Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
31


__ADS_3

Siang hari....


jam pulang sekolah.....


Adinda tengah duduk di kursi panjang yang terletak di depan pos satpam,menunggu Adrian yang katanya hendak menjemputnya.Adinda duduk sambil menyeruput es yang ia beli dari kantin sekolah.Tiba tiba...


"Dinda...." sapa Farah yang langsung duduk di kersi panjang itu.


"Farah...." ucapnya


"kamu nungguin di jemput...?"


"iya..."


"di jemput siapa?" tanya Farah lagi.


"om aku" jawab Dinda sambil tersenyum.


"ohhh....." jawab Farah membulatkan bibirnya.


"kamu sendiri nunggu dijemput juga?"


"iya....mama aku yang jemput..." jawab Farah.


Dua orang siswi itu kemudian mengobrol sebentar,lalu...


"Farah...." sapa seorang wanita yang tiba tiba datang dari arah gerbang.Farah dan Dinda pun sontak menoleh ke arah sumber suara.


"mama.." ucap Farah.


Gadis berkacamata itupun bangkit dari kursinya.Adinda pun demikian.


"udah lama nunggunya?" tanya dokter Vira,ibunya Farah.


"belum kok ma...baru aja aku ngobrol ngobrol ama Dinda" ucap Farah .Vira pun menoleh ke arah siswi berhijab yang ada di samping anaknya itu.Vira pun terjekut melihat wanita yang tersenyum manis itu.


"kamu...." ucap dokter Vira yang nampak kaget..


"dokter....dokter apa kabar?"tanya Adinda ramah.


" kalian saling kenal?"tanya Farah.


"iya....dia dokter yang ngerawat aku waktu dirumah sakit" jawab Adinda polos.


"apa??dokter yang ngerawat kamu?" tanya Farah kaget,pasalnya sang ibu adalah dokter kandungan,bagaimana bisa ia merewat Adinda yang katanya masuk rumah sakit karena kecapean.


"ini teman kamu sayang?" tanya dokter Vira pada anaknya.


"iya ma...ini teman aq yang aq sering ceritain ke mama." jawabnya.


Dokter Vira tak bergeming.Ia mematung mendengar ucapan Farah.Ternyata Adinda adalah teman sekolah anaknya yang cukup dekat dengan anak semata wayangnya itu.Ada rasa khawatir dalam dirinya,mengingat Adinda mempunyai suami dengan tabiat yang tak baik.


"kamu apa kabar?" tanya dokter Vira.


"baik dok...dokter sendiri gimana kabarnya?" tanya Dinda.


"saya baik..."


Farah masih menatap aneh pada Vira dan Dinda


"Din....lo......" ucapan Farah terputus saat...


"ehhmm...." suara deheman terdengar dari belakang dokter Vira.Sontak ketiga wanita itupun menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"om...." ucap Adinda.


Terlihat disana Adrian sudah berdiri dengan senyuman manisnya.


Dokter Vira kaget melihat Adrian.Lebih kaget lagi saat mendengar Adinda memangginya dengan sebutan "om".Itukan suaminya?kenapa om.


" spsertinya sedang ada pembicaraan serius?"tanya Adrian santai,namun terdengar mengerikan di telinga Dokter Vira.


"nggak kok om,kita cuma ngobrol biasa aja." ucap Adinda.


"ini teman aku,namanya Farah,dan dokter ini,mamanya Farah...dokter yang dulu ngerawat aku" ucap Adinda begitu polos.


Adrian tersenyum,ia menoleh ke arah dokter Vira yang nampak menunduk ketakutan.Adrian mengulurkan tangannya..


"halo dokter....apa kabar?" tanyanya.


Dokter Vira makin menunduk,Farahpun merasa aneh dengan gelagat sang mama.


"ba....baik tuan..." ucap dokter Vira gugup.


"Farah...ayo cepet kita pulang..!" ajak sang dokter.

__ADS_1


"iya ma..."


"Din...aku duluan ya...." ucap Farah


"ok....."


"daaahhh...." ucap gadis berkacamata itu sambil melambaikan tangan.Adinda pun membalasnya.Sepasang ibu dan anak itupun pergi meninggalkan tempat tersebut.


Adinda menoleh ke arah Adrian yang sedari tadi menatapnya tajam...


"nggak pulang mas?masih mau liatin aku aja?" tanya Dinda sambil senyum senyum.


Adrian tak menjawab,ia menggerakkan dagunya,mengisyaratkan Dinda untuk masuk ke dalam mobil yang terparkir tak jauh dari tempat mereka berdiri.


Adinda pun menurut.Sepasang suami istri itu pun segara masuk ke dalam Ferrari merah milik Adrian Tama tersebut.Mobil itupun melaju dengan kecepatan sedang memecah kepadatan lalu lintas kota.Seperti biasa,tak ada obrolan di antara keduanya.Adrian fokus pada laju mobilnya,sedangkan Adinda fokus melihat pemandangan yang ada di sisi jalan raya.


Sepuluh menit kemudian Adrian menghentikan laju mobilnya di sebuah pusat perbelanjaan.


"kita ngapain kesini mas?" tanya Dinda.


Adrian tak menjawab.Ia melepas sitbelt nya lalu keluar dari mobil yang kini terparkir di basement tersebut.Adinda pun dengan cepat melepas sitbelt nya dan setengah berlari menyusul langkah Adrian.


Pria bernetra hijau itu masuk ke dalam mall yang cukup ramai itu.Adinda yang berjalan di belakangnya tak henti mengulum senyum saat memasuki bangunan tinggi yang menjadi tempat jual beli masyarakat tersebut.


Adinda begitu bahagia,ia tersenyum sambil terus mengedarkan pandangannya ke segala arah,bahkan ia tak memperhatikan jalannya,...


buugghh...


"aaaww...." pekik Dinda


Adinda menabrak dada bidang Adrian yang ternyata sudah berdiri menghadapnya...


"jangan norak..!apa kau tidak pernah masuk ke tempat seperti ini?!" tanya nya dingin.


"pernah....sebelum di culik..." ucap Adinda asal sambil terus mengarahkan pandangannya ke segala arah.


"jaga bicaramu Adinda.."ucap Adrian dingin.


" bercanda mas,,,"ucap Adinda menyesal.


Adrian mengalihkan pandangannya menatap lurus ke depan.


"apa yang ingin kau beli?" tanya Adrian dengan gaya cueknya.


"aku boleh beli sesuatu?" tanya Adinda berbinar.


Adinda meloncat loncat seperti anak kecil saking senangnya.


"jaga sikapmu Dinda..!" ucap Adrian sambil mengetatkan giginya.Adinda pun menghentikan aksinya,ia kemudian mengedarkan pandangannya mencari cari sesuatu yang kiranya ia suka.Hingga matanya kini terfokus pada sebuah toko disana...


"ayo mas....aku mau itu.." ucap Adinda sambil menarik tangan Adrian.Pria itupun pasrah.Dasar wanita,semua sama saja,selalu semangat kalau disuruh ngabisin uang.Pasti dia mau beli baju baju mahal,tas branded,sepatu,perhiasan...dasar perempuan.Itu batin Adrian.


Adinda terus menarik tangan kekar itu hingga masuk ke sebuah toko mainan.


"what???" ucap Adrian bingung.


Adinda pun menghentikan langkahnya.


"kanapa?nggak boleh ya..?" tanya Adinda dengan raut wajah sedih.


"kau mau beli apa?"


"boneka...dikamarku selalu ada boneka mas....bolehkan aku beli satu.." tanya Adinda dengan wajah memelas.


"jangan seperti anak kecil..!"


"aku kam emang anak kecil" ucapnya dengan wajah cemberut.


Adrian menghela nafas panjang,


"terserah...jangan lama lama!"


Adinda pun tersenyum lebar,matanya berbinar menatap sang suami.


"aaaahhh......makasih mas...!" ucapnya sambil reflek mencium pipi Adrian,lalu segera berlari meninggalkan Adrian yang mematung.


Seutas senyum terbentuk dari bibir laki laki kejam itu.Adinda terlihat begitu bahagia.Wanita berhijab itu sibuk memilih boneka boneka yang ada di sana,Adrian hanya mengamati wanita itu dari jauh sambil terus mengulum senyum melihat sang istri yang nampak begitu bahagia.


Adrian berjalan mendekati Adinda,ia meraih satu boneka yang menurutnya bagus.


"kau cari boneka apa?" tanyanya


"hello kitty....aku suka hello kitty mas..." ucapnya sambil memilah milah dua boneka hello kitty yang ada di tangannya.


"menurut kamu bagus mana mas?" tanyanya pada Adrian.

__ADS_1


"jelek semua"


"ini bagus" ucap Adrian sambil menunjukkan boneka yang tadi di belinya.


"ihhh....." ucap Adinda bergidik sambil memundurkan tubuhnya melihat seonggok boneka anak perempuan dengan mata melotot,pipi merah,dan rambut di kepang.Mirip kek boneka Annabelle.


"kenapa?" tanya Adrian.


Adinda menggelengkan kepalanya.


"serem mas..." ucapnya.


"aku mau yang ini aja deh.." ucap Adinda sambil mengangkat satu boneka hello kitty jumbo yang ada di tangannya.


"mbak...." ucap Adrian memanggil salah seorang karyawan di toko itu.


Seorang wanita muda pun mendekat.


"iya mas..."


"saya mau semua boneka hello siti yang ada di toko ini.Antar ke rumah saya" ucap Adrian sambil menyerahkan kartu nama miliknya.


"maksudnya tuan?" tanya wanita itu bingung,sedangkan Adinda sekuat tenaga mencoba menyembunyikan tawanya.


"boneka ini.Saya mau semua boneka jenis ini kalian antar ke rumah saya" ucapnya sambil menunjuk hello kitty di tangan Dinda.


"namanya hello kitty mas....bukan hello siti...hahaha..." ucap Adinda yang sudah tidak bisa menahan tawanya.


Adrian menatap tajam ke arah Dinda.


"kau menertawaiku?" tanya Adrian dingin membuat Adinda susah payah menghentikan tawanya.


"maaf...." ucapnya.


"saya mau semuanya" ucap Adrian pada sang karyawan.


"baik mas akan kami antar" ucap karyawan tersebut.


Adrian segera menarik tangan wanita yang masih terus tertawa itu,sungguh..sejujurnya Adrian merasa sangat malu...tapi ia mencoba tetap bersikap cool.


Adrian terus menarik tangan mungil itu,sedangkan Adinda masih susah payah menyembunyikan tawanya.


"kalau kau tidak bisa diam...ku lempar kau dari lantai atas...!" ucap Adrian.


"iya...iya....maaf..." ucap Dinda.


Adrian menghentikan langkahnya....


"kau mau beli apa lagi?" tanya Adrian.


"boleh beli lagi?" tanya Dinda.


Adrian tak menjawab.Adinda semakin bahagia.Ia segera menarik tangan Adrian ke manapun ia mau.Mulai dari beli baju,main ke tempat bermain di mall tersebut.


Adrian menggelengkan kepalanya sambil tertawa melihat tingkah sang istri yang tengah asyik bermain di berbagai wahana permainan disana.Sungguh....ini kali pertama dalam hidupnya menunggui remaja tujuh belas tahun main di tempat bermain yang lebih cocok digunakan untuk anak anak itu.


...----------------...


***BOLEH LAH KASIH LIKE VOTE DAN KOMEN NYA BIAR SEMANGAT UP NYA🙏🙏


JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE RAK BUKU KAMU🥰🥰🥰


JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DI NOVELKU LAINNYA....


WANITA TANPA MAHKOTA


👇👇👇👇***










***JANGAN LUPA LIKE KOMENT & VOTE NYA....🥰🥰🥰

__ADS_1


TERIMA KASIH😍😍😍😍***


__ADS_2