
Menjelang sore hari.....
Nabila sudah bersiap siap menuju stadion bersama Kyle.Dengan atribut lengkap yang sudah ia siapkan di tas,Nabila pun bersiap menaiki motor vespa kesayangannya.
"sssttt..."
suara itu sukses membuat Nabila menoleh.Dilihatnya Kyle tengah berdiri di samping mobil yang sudah terbuka pintunya.
"ngapain lo?" tanya Nabila judes.
"masuk.." ucap Kyle datar.
"gue naik vespa aja..!"
"masuk..!" ucap Kyle tegas.
Nabila menghela nafas panjang.Ia pun menurut lalu masuk ke dalam mobil Kyle..
Laki laki itupun ikut masuk ke dalam mobil itu dan memposisikan dirinya di kursi kemudi.
Kendaraan roda empat itupun melesat menembus jalanan yang mulai padat dengan para suporter bola tersebut.
Sepanjang perjalanan,Kyle tak mengucap sepatah katapun.Tak seperti biasanya.Laki laki itu hanya diam dengan raut wajah datar membuat Nabila menjadi aneh.Bukankah setiap pertemuannya dengan Kyle selalu diwarnai keributan...tapi kenapa sekarang jadi anyep begini?Kok rasanya nggak asyik.
Nabila diam diam mencuri pandang pada laki laki itu.Raut wajahnya tak bisa di artikan dengan mata tajam yang terbingkai kacamata hitam itu.
"eehhhhmmm...." Nabila berdehem.
"diem mulu lo....sakit gigi ya..?" tanya Nabila.
Kyle tak menjawab.
"nggak usah sok diem dieman lo...nggak cocok ama muka lo" ucap Nabila.
Ia kembali menoleh ke arah Kyle.Laki laki itu masih bungkam seribu bahasa.Nabila menghela nafas panjang.Dia kenapa sih...nggak asyik banget.
Perjalanan pun berlanjut masih dengan suasana sepi tanpa perbincangan.
Kyle menghentikan laju mobilnya di depan sebuah minimarket yang terletak di pinggir jalan.
"lo mau ngapain?" tanya Nabila.
"tunggu sebentar...aku mau beli minum" ucap Kyle lalu keluar dari mobil itu menuju ke mini market disana.
Nabila yang menunggu di dalam mobil meraih ponsel yang ada di dalam tasnya.Ia sampai lupa mengabari papa dan mamanya kalau dia nonton bola hari ini.
"pa....Nabil entar pulangnya telat ya....mau langsung nonton bola" tulis Nabila.
__ADS_1
tingg....
1 pesan masuk...
Papa...
"sama siapa kak?" tanya Adrian melalui pesan singkat.
Nabila menggerakkan jari jarinya hendak menuliskan balasan untuk pesan sang papa.Namun baru mengetik satu huruf,Kyle sudah datang dengan membawa kantong plastik berisi minuman botol dan beberapa snack.Nabila pun urung membalas pesan sang papa lalu memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas.
Kyle menyerahkan kantong plastik itu kepada Nabila.Gadis itupun menerimanya.
"buat gue?" tanya Nabila.
Kyle hanya tersenyum sambil menatap wajah Nabila dengan tatapan yang begitu sulit diartikan.Seolah ada kesedihan yang terpancar disana.
"lo kenapa sih hari ini aneh banget?" tanya Nabila.
Kyle hanya tersenyum....
"nggak apa apa..." ucap Kyle.
Nabila hanya mengernyitkan dahinya.Kendaraan mewah itupun kembali melesat menuju stadion tempat dimana pertandingan sepak bola itu berlangsung.
...****************...
Lima belas menit.....
Gadis itu terlihat begitu takjub dengan apa yang ia lihat.Bibirnya tak henti mengulum senyum,ada rasa bangga disana sebagai suporter fanatik ia dapat menginjakkan kakinya di tempat itu.
Saat Nabila begitu antusias menikmati pengalaman pertamanya memasuki stadion megah itu...dibelakangnya,Kyle nampak berjalan dengan gontai sambil matanya menatap nanar ke arah wanita yang sebentar lagi akan ia seret masuk ke dalam permainannya.
Entah kenapa sedari tadi perasaannya tak karuan.Antara kebencian,emosi,sakit hati,namun juga ada rasa iba dan tak tega dalam diri laki laki itu.
Rasanya ia tak mau melibatkan Nabila dalam misi balas dendamnya.Tapi mau bagaimana lagi...Nabila adalah anak Adrian.Ia adalah orang terdekat laki laki pembunuh itu.Ia sudah susah payah menjebak Nabila masuk ke dalam Kandang buatannya sendiri.Ia tak mungkin mundur,ia tak mungkin mengurungkan rencananya.
Ia tak boleh lemah..!Adrian harus menderita..!!
Kedua anak manusia itupun menuju pintu masuk stadion.Setelah mendapatkan pengecekan barang bawaan dari para petugas di sana,merekapun segera menuju tribun vvip sesuai tiket yang Kyle berikan kemarin
Keduanya pun duduk bersebelahan di kursi penonton.Nabila makin terlihat antusias,sedangkan Kyle hanya diam seribu bahasa.Seolah raganya ada disini,namun tidak dengan pikirannya.
Nabila begitu bersemangat dengan pengalaman pertamanya ini,membuatnya tidak sadar bahwa ponsel yang ia atur dalam mode hening itu berkali kali bergetar pertanda ada panggilan masuk.
Nabila membuka botol minum yang sedari tadi dipegangnya pemberian Kyle.Lagi lagi,saking antusias nya,ia tak sadar bahwa botol itu sudah terbuka segelnya.Ya....lagi lagi....Nabila memang suka ceroboh.
Wanita itupun segera menenggak minuman itu untuk mengurangi rasa dahaganya.
__ADS_1
Kyle menatap makin nanar ke arah gadis itu....
"maaf Gita..." batin Kyle memohon ampun.
Ia kemudian melempar pandangannya ke segala arah.Sungguh...batinnya berperang saat ini.
Pertandingan di mulai.Para penonton mulai riuh di dalam stadion.Lantunan yel yel pembakar semangat para pemain berkumandang diseluruh penjuru stadion.Sebagian mengangkat Syal rajut bertuliskan nama klub besar berlogo singa itu,bukti betapa bangganya mereka akan klub bola dengan nama yang cukup besar di negara ini.
Di ujung sana....tepatnya di tribun bawah papan skor...segerombolan manusia penuh kreatifitas bernyanyi sambil menggerakkan tubuhnya mengikuti arahan sang dirigen bertubuh kurus,kacamata hitam dan syal terkalung di leher.
Lambaian tangan...suara gemuruh berbaur dengan genderang yang ditabuh membuat suasana makin ramai dan riuh.
Nabila makin berjingkrak sambil bersorak sorai.Ia terlihat beberapa kali memejamkan matanya sambil menggelengkan kepalanya cepat.Entahlah...tiba tiba ia merasa sedikit pusing.Namun lagi lagi,Nabila mengabaikannya.
Para pemain memasuki lapangan dengan masing masing menggandeng seorang bocah pertanda permainan akan segera dimulai.Lagu kebangsaan negara berkumandang.Para pemain bangkit dari duduknya,sebagian mengangkat syal tinggi tinggi sambil menyanyikan salah satu lagu wajib itu.Begitupun putri Adrian Tama,sekuat tenaga ia menahan rasa pusing di kepalanya demi bisa bertahan di tribun Vvip hingga pertandingan usai.
Namun sepertinya rasa pusingnya tak bisa diajak kompromi.Gadis itu mulai sempoyongan dengan pandangan mata yang mulai buram.
"kamu kenapa Gita?" tanya Kyle sambil menangkap tubuh Nabila yang hampir ambruk.
"nggak tau...tiba tiba pusing" ucapnya.
"kamu sakit?"
"nggak tau..." ucap Nabila lagi.
"kita pulang aja ya..."
"jangan...belum mulai.."
"kamu lagi sakit...sempet sempetnya kamu mikir mau nonton pertandingan ini sampai akhir?kita pulang aja....lain kali aku ajak kesini lagi..." ucap Kyle.
Nabila tak menjawab.Kepalanya makin terasa pusing.Kyle memapah wanita itu meninggalkan tempat yang kini dipenuhi lautan manusia berkaos biru itu.Diluar stadion pun ternyata masih banyak manusia yang berjuang untuk mendapatkan tiket masuk dari panitia.Sedikit ada kericuhan di sana lantaran jumlah penonton yang membludak dan kapasitas stsdion yang tak mencukupi.
Kyle tak menggubris itu semua,ia harus segera membawa Nabila pergi dari sini sebelum reaksi obat yang ia campurkan pada minuman Nabila tadi semakin menjadi jadi.Tanpa mereka sadari,sepasang mata menatap penuh selidik ke arah kedua anak manusia tersebut.
Itu mata Bryan..!
ia ada di stadion itu ikut menyaksikan pertandingan,namun lantaran ia ada jadwal kuliah membuatnya datang terlambat dan tidak kebagian tiket.
Bryan menatap tajam ke arah wanita yang nampak lemah dipapah oleh seorang laki laki disana.Ia tak tau persis siapa mereka.Namun pandangan mata teduhnya terfokus pada tas selempang sang wanita yang sepertinya ia pernah melihatnya,tapi dimana dan milik siapa?ia lupa..!
Kyle membawa Nabila ke masuk kedalam mobil yang terparkir di area stadion.Ia mendudukkan Nabila di jog samping kemudi kemudian ia sendiri setengah berlari masuk ke dalam mobil dan mulai melajukan kendaraan mewahnya itu melesat pergi dari tempat tersebut.
...----------------...
***YUUUKKK
__ADS_1
DUKUNGANNYA YUUKKK
KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYAA 🥰🥰🥰🥰🥰***