
Keesokan harinya....
Menjelang siang.....
Adinda yang nampak buru buru itu sudah rapi dengan setelan gamis dan hijab ungunya.Wanita hamil tersebut tengah berada di depan meja riasnya untuk memberikan sedikit polesan pada wajah dan bibirnya agar tak terlihat pucat.Sedangkan Adrian,laki laki itu baru saja keluar dari kamar mandinya.Setelah selesai dengan ritual muntah muntahnya laki laki itu lantas membersihkan dirinya untuk bersiap menuju sekolah Nabila.
Adrian yang hanya mengenakan handuk yang dililitkan di pinggang itu berjalan dengan tenangnya mendekati ranjang,dimana sudah ada pakaian lengkap yang Adinda siapkan untuknya.Adrian memeluk tubuh Adinda yang duduk di kursi meja rias itu dari belakang dengan hangat lalu mencium pipi sang istri tercinta.
"mas....buruan...udah siang...aku ntar harus kuliah loh..."ucapnya.
" iya...."ucap Adrian.
Pria itu kemudian bergegas mengenakan celana panjang dan kemeja putih yang Adinda siapkan dengan santainya.Adinda yang sudah terburu buru pun dibuat gemas dengan pergerakan Adrian yang dinilai lambat itu.Wanita itupun lantas bangkit,ia meraih tubuh kekar milik suaminya lalu membantu mengancingkan kancing kancing kemeja Adrian dengan gerakan cekatan.
"kamu kelamaan tau nggak....keburu siang mas.." ucapnya sambil fokus mengancingkan kemeja putih itu.
Adrian tersenyum menatap wajah sang istri.
"makasih..." ucapnya.
"udah ayok....buruan..." ucap Adinda.
Keduanya pun lantas bergegas menuju ke sekolah Nabila dengan menggunakan mobil mereka.
Sekitar lima belas menit perjalanan.Mobil itu sampai di sebuah sekolah dasar yang menjadi tempat Nabila menuntut ilmu.Adinda dan Adrian turun dari mobil.Adinda segera mengedarkan pandangannya ke segala arah,mencoba mencari cari keberadaan sang putri,sekedar ingin tau saja,seperti apa tingkah polah Nabila jika di sekolah.Sebagai seorang ibu muda,ini adalah pengalaman pertamanya datang ke sekolah anaknya lantaran sang anak membuat ulah.Mending kalau udah lama sekolahnya,lah ini baru beberapa bulan,Nabila sudah berani memberikan bogem ke kakak kelas nya,cowok pula,dan tak tanggung tanggung... sampai masuk rumah sakit.
"Din....ayok..." ucap Adrian.
Adinda mengangguk.Sepasang suami istri itupun bergegas melangkah menuju ruang guru dengan tangan saling bergandengan.Keduanya berjalan beriringan menyurusi koridor sekolah,melewati beberapa kelas yang nampak lengang lantaran saat ini memang masih jam pelajaran.Adinda dan Adrian berjalan dengan tenang semakin mendekat ke ruang guru yang terletak di ujung koridor,sayuk sayuk terdengar suara gaduh dari sebuah ruang kelas tak jauh dari ruang guru.
"berisik banget kelas itu...pasti jam kosong" ucap Adinda.
"kalau kamu dulu jam kosong ngapain?"
"sholawatan.."
__ADS_1
"ciihhh....nggak mungkin..."
"beneran..." ucap Adinda sambil cekikikan.
"kalau kamu...?" tanya Dinda balik.
"biasa..." ucap Adrian santai
"tidur" sahut Dinda.
"tepat..."
Keduanya pun tergelak,untuk beberapa saat mereka kembali mengingat masa masa sekolahnya dulu.Sepasang suami istri itu makin mendekat,suara gaduh itu pun semakin jelas terdengar.Adinda mendongak,menatap papan kayu di atas pintu kelas yang bertuliskan 'kelas 2' tepat di depan pintu kelas yang terdengar paling gaduh itu.
"kelas dua?kelasnya Nabil?" ucap Adinda.
Jiwa kepo kedua anak manusia itupun meronta ronta.Keduanya menghentikan langkah mereka tepat di depan pintu kelas yang terbuka.
Adinda dan Adrian melongo.Dilihatnya di dalam kelas seorang gadis berambut panjang tengah bernyanyi di depan kelas dengan suara cemprengnya sambil memegang sapu.Diiringi dengan sorak sorai para teman teman kelasnya,gadis itu bak penyanyi rock yang tengah menyapa penggemarnya.Sesekali ia mengibaskan rambut panjang nya bak rocker kelas atas.Suara cemprengnya menggema menyanyikan lagu rock yang bahkan Adinda sendiri tidak tahu kalau ternyata gadis kecilnya itu sudah hafal.
"mas....anakmu..." ucap Adinda syok.
"astaga...anak prawan gue..." ucapnya.
Dinda dan Adrian masih fokus pada pemandangan yang tersaji di hadapannya.Hingga...
"selamat siang...pak Adrian,ibu Adinda..." ucap seorang wanita paruh baya yang merupakan wali kelas Nabila.
Suara itu berhasil mengalihkan perhatian sepasang suami istri tersebut.Begitu juga para siswa kelas dua,mereka langsung berhamburan kembali ke tempat duduk masing masing saat mendengar suara guru kelasnya,termasuk Nabila.
"mama...papa.." ucap gadis kecil itu saat menyadari dua sosok orang dewasa yang berdiiri di depan pintu.
Nabila melempar sapunya asal lalu berlari ke bangkunya dan buru buru mengenakan jilbabnya.
"selamat siang buk" ucap Adinda membalas sapaan sang guru.
__ADS_1
"kami dengar dari Nabila kemarin,ibuk memanggil kami ke sekolah" ucap Dinda lagi.
"itu benar buk...ada hal yang ingin saya sampaikan pada bapak dan ibuk" ucap sang guru.
"sebentar ya buk..." ucap guru tersebut.Wanita bertubuh kurus,berambut keriting dengan postur yang tak terlalu tinggi serta mengenakan kacamata itu masuk ke dalam kelas.Wanita itu nampak memberikan tugas untuk anak anak didiknya agar tak terlalu gaduh lantaran ia harus melakukan perbincangan dengan orang tua dari salah satu muridnya tersebut.
Setelah selesai...
Ibu guru bernama Yulia itu mendekati Nabila yang duduk di meja paling belakang,pojokan.
"Nabila....ikut ibuk dulu ke kantor" ucap bu Yulia
"iya buk..." jawab Nabila.
Bu Yulia pun berjalan keluar kelas menemui Dinda dan Adrian yang masih berdiri di depan kelas.Nabila mengikutinya dari belakang dengan wajah menunduk.Ia ketahuan mamanya lagi.Tak berhijab di sekolah.
"bapak..ibuk...mari ikut saya ke kantor...kita bicara di sana..." ucap Bu Yulia.
"iya buk.." ucap Adinda ramah.
Adrian mengangkat tangannya mempersilahkan Bu Yulia untuk berjalan lebih dulu.
Bu Yulia pun berjalan terlebih dulu.Nabila yang sedari tadi mengikutinya dari belakang kini nampak berhenti di samping kedua orang tuanya.Nabila melirik sebentar ke arah wajah sang papa dan mama.Dilihatnya papanya nampak mencoba menyembunyika tawa,sedangkan mamanya terlihat begitu garang dengan mata melotot,membuat Nabila seketika kembali menunduk.
"abis konser Bil....?" tanya Adrian menggoda.
"papa....." ucap Nabila merengek.
"nggak usah papa papa..!jalan..!" ucap Adinda tegas dan galak membuat Nabila tak berani melanjutkan ucapannya.
Nabila pun berjalan duluan diikuti kedua orang tuanya di belakangnya.
...----------------...
__ADS_1
***WAHAI PARA PEMBACA....JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SETELAH BACA...WALAUPUN CUMA 1 LIKE ITU UDAH BIKIN OTHOR SEMANGAT...APALAGI KALAU DI KOMEN,VOTE,DAN HADIAH...OTHORNYA MAKIN SEMANGAT.....
YUKKK...SILENT READERS....TUNJUKAN PESONAMU...BIAR OTHOR TAU KEBERADAANMU....SIAPA TAU OTHOR MENGENALIMU...KITA BISA SALING SAPA DI SINI🤭😁😁😁***