Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story47


__ADS_3

Nabila berlari menuju rumahnya.Dadamya masih sesak.Ia seolah belum siap bertemu dengan Zev.Dengan sesekali mengusap air matanya,ia berlari menuju rumah besarnya.Saat melewati pos satpam,


"non....non Nabila..." ucap Sang satpam.


Nabila menghentikan langkahnya.


"paket lagi non" ucap sang satpam sambil menyodorkan paket yang baru saja di antar kurir.


"buang...!!" ucap Nabila kesal tanpa mau menyentuh benda itu.


Nabila kembali berlari menuju rumahnya.Ia terus berlari sambil menangis melewati Adrian dan Dinda yang ada di ruang tamu.


"kanapa lagi dia?" tanya Adrian.


Dinda hanya menggelengkan kepalanya.


"kita susul mas.." ucap Dinda.


Adrian hanya mengangguk.Sepasang suami istri itupun bangkit dan menyusul putri nya masuk ke dalam kamar Nabila.


Sedangkan di kamar Nabila.


Gadis itu menurunkan semua pernak pernik di rak kayu itu dan memasukkannya ke tong sampah sambil menangis.


Kenapa harus Kyle lagi dan lagi.


Ia cukup bahagia punya pengagum rahasia.Ia bahagia selalu mendapat hadiah setiap hari beserta secarik surat dengan kata kata yang begitu manis.


Tapi ketika ia tau bahwa ini semua dari Kyle....


Benci..!tak suka..!


Ia masih trauma dengan laki laki itu.Ia masih menyimpan benci pada laki laki breng*ek itu.Bayang bayang malam panjang mereka kala itu kembali menari nari di pelupuk matanya.


Nabila benci..!ia menbenci Zev bahkan hingga kini.


Adinda dan Adrian mendekati putri nya...


"kamu kenapa kak?" tanya Adinda.


"mama...." ucap Nabila sambil menangis.Ia menabrakkan tubuhnya pada tubuh Adinda sambil sesenggukan.


"kamu kenapa?ini kenapa semua dibuang buang gini?" tanya Adinda lagi.


"maaa....." ucap Nabila merengek dalam dekapan sang mama.


"apasih kak...ngomong..." ucap Adinda.


"ternyata yang selama ini ngirimin barang barang ini tuh si itu...." ucap Nabila.

__ADS_1


"itu siapa?"


"itu...."


"siapa...?" tanya Adinda tak mengerti.


"yang itu maaa....Nabil nggak mau nyebut nama..!" ucap Nabila merengek bak anak kecil.


"ya kalo nggak nyebut nama mama bisa tau dari mana?" tanya Dinda bingung.Adrian yang duduk di tepi ranjang Nabila pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"aku udah seneng tiap hari dikasihin kayak gini...!nggak taunya dari dia...!hwahahaaa....mana bagus semua lagi...!kan sayang...!!" ucap Nabila sambil memasukkan semua pernak pernik pemberian Zev itu ke tempat sampah


"tiap hari ngirimin puisi....ngasih semangat...ngebaperin doang...!taunya dari dia...!bikin kesel aja...!tau gini aku nggak mau nerima...!biarin aja tuh semua dibawa pulang ama pak satpam...!!biar aku nggak liat...!biar aku nggak kesel...!!!!hwahahhahaa...." ucap Nabila lagi sambil terus menangis.


Adinda mengernyitkan dahinya,Adrian terkekeh.Sungguh...dalam hati Nabila kesal.Ia sudah terlanjur bahagia dengan ucapan dan paket paket dari pengagum rahasianya itu,namun harapannya seolah dijatuhkan ketika ia tahu bahwa ternyata sosok di balik pengagumnya itu adalah Zev,orang yang paling ia benci di muka bumi ini.


Nabila meraih bonek kelinci yang baru ia dapat pagi tadi,lucu...imut,tapi jika mengingat siapa pengirimnya ia jadi kesal sendiri.


"lucu....tapi jelek..." ucap Nabila kemudian melempar boneka itu ke tempat sampah.


Ia membuang semua benda benda itu dengan kesalnya sambil sesenggukan.Meskipun dalam hatinya ia merasa berat,tapi ini dari Kyle.Ia tak suka.


"kalau sayang jangan dibuang kak...bagus bagus loh itu"


"tapi ini dari dia maaa...."


"dari siapa sih sebenarnya...?mama nggak ngerti..."


Nabila dan Dinda pun sontak menoleh ke arah Adrian.Gadis yang masih sesenggukan itu kemudian mendekati sang papa.


"kok papa tau?"


"papa udah tau dari lama" ucapnya.


"trus kenapa nggak ngomong sama aku?"


"ya kamunya nggak nanya..."


"papaaaaa...." ucap Nabila kesal sambil menghentak hentakkan kakinya.


Adrian bangkit dari rebahannya kemudian merangkul pundak Nabila bak merangkul seorang sahabat.


"lagian kenapa sih kak...biarin aja.."


"tapi kaan....."


"kak...itu salah satu cara dia menebus semua dosa dosanya..." ucap Adrian.


Nabila terdiam...

__ADS_1


"namanya Zev,dia adalah anak dari salah satu musuh papa dulu.....,......................"


Adrian mulai menceritakan semua tentang Zev.Siapa laki laki itu dengan segala kisah kelam hidupnya dari kecil hingga kini beranjak dewasa.Tantang orang tuanya,tentang kehidupan remajanya yang kelam,termasuk pertemuan Zev dengan umi Atikah,ibu tirinya yang ternyata tetangga bu Lastri.


Lho....memangnya Adrian tahu semuanya?


Tentu saja....


Ia masih punya Jordan yang masih setia jadi mata matanya.Selama empat bulan Jordan diam diam selalu memberi kabar pada Adrian tentang Zev dan Dave...semuanya tanpa Adrian minta.


Sungguh....Jordan adalah orang pertama yang ingin mendekatkan Zev dengan keluarga Adrian.


Nabila nampak mendengarkan secara seksama....


"Zev hanya korban kak...." ucap Adrian.


"tapi bukan berarti papa membenarkan perbuatan dia ke kamu dulu loh ya....itu tetap perbuatan yang salah....tapi sekarang dia menyesal.Makanya dia nggak pernah mau datang kesini..!"


"dulu dia pernah bilang ingin bertanggung jawab kan?mungkin ini cara dia bertanggung jawab...bertanggung jawab mungkin tidak harus dengan menikahi...karena dalam kasus ini kamu nggak mau melihat dia lagi di hadapan kamu....makanya dia cari cara lain...yaitu dengan membuat kamu bahagia...dengan semua hadiah hadiah ini..." ucap Adrian.


"dia nggak mau kamu sedih...makanya dia selalu mengamati kamu dari jauh...karena bagi dia...dia nggak pantas berdekatan dengan kamu" ucap Adrian.


Nabila mengembun,cairan bening itu kembali jatuh..


"dia udah terlalu minder kak...tapi dalam hatinya dia ingin menebus dosa dosanya sama kamu.." ucap Adrian.


Laki laki itu tersenyum,ia mengacak acak rambut Nabila pelan.


"tolong kamu fikirin lagi..papa nggak maksa kamu untuk memaafkan dia...karena papa tau kamu punya trauma yang besar pada laki laki itu.Tapi semua manusia berhak untuk mendapat pengampunan...entah itu dari Tuhan atau dari sesama manusia itu sendiri..."


"nggak ada manusia yang sempurna kak...semua manusia pernah melakukan kesalahan...yang lebih penting adalah apa yang akan manusia itu lakukan setelah ia menyadari kesalahan nya.Bertaubat...atau melanjutkan kesalahan nya..." ucap Adrian.


Nabila menunduk diam.


"pikir pikir lagi....bagus bagus loh itu...sayang kalau dibuang...mubadzir..." ucap Adrian.


Laki laki itu kemudian bangkit dan mengajak sang istri untuk keluar dari kamar itu meninggalkan Nabila sendiri yang nampak berfikir,menimbang nimbang ucapan sang papa yang memang ada benarnya.


...----------------...


***UP KEDUA MELUNCURR....


KALAU SEMPET CRAZY UP YA....


KALAU SEMPETTT.....NGGAK JANJIII...


SOALNYA LAGI NYAMBI NYIAPIN NOVEL KE TIGA....😁🤭


yukk..

__ADS_1


Klik like komen vote dan hadiahnya....☺☺***


__ADS_2