Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story94


__ADS_3

Laki laki bermata serigala itu sampai di depan pintu rumah berlantai dua kediaman keluarga Ustad Hanif tersebut.


Zev menggerakkan tangannya mengetuk daun pintu ber cat coklat tersebut.


tok..tok..tok...tok....


pintu pun diketuk..


belum ada sahutan...


tok..tok..tok...tok....


diketuk lagi...


ceklek...


pintu terbuka....


Seorang wanita paruh baya muslimah bergamis hijau lengkap dengan hijab syari nya muncul dari balik pintu.Wanita itu nampak tersenyum sumringah melihat kedatangan Zev.Itu umi Atikah...!


"tepat di hitungan ke dua puluh kan?" tanya Zev dengan senyuman.


Umi hanya terkekeh.


Zev sedikit membungkuk,posturnya yang tinggi besar membuat laki laki itu harus sedikit merunduk saat umi Atikah menggerakkan tangannya hendak memeluk laki laki dua puluh delapan tahun itu.


"ayo masuk..." ucap Umi Atikah.


Zev hanya mengangguk.Ia pun masuk ke dalam rumah itu dengan tangan yang di gandeng oleh sang ibu tiri.Sungguh....umi Atikah benar benar memperlakukan Zev selayaknya anak kandung,tak pernah membeda bedakan antara Zev, Bryan,dan Hanum.


"kamu udah sarapan belum?sarapan dulu yuk...umi udah masak...kamu pasti suka.." ucap Umi sambil terus menggandeng tangan sang putra...


Zev tersenyum lalu mengangguk...


"ayo....umi temenin makan.." ucap umi lagi.


Sepasang ibu dan anak yang tak sedarah itupun menuju ke meja makan.Umi Atikah melayani Zev dengan sangat perhatian.Wanita itupun bahkan menemani Zev makan.Suasana yang sangat jarang Zev rasakan.Kasih sayang yang Umi Atikah berikan bahkan melebihi kasih sayang Maria,ibu kandung nya sendiri.


Zev selesai makan....


"umi...." ucap Zev.


"ya..." jawab umi Atikah sambil mencuci piring bekas makan Zev.


"aku mau nikah" ucap Zev

__ADS_1


Umi Atikah sontak menghentikan gerakannya.Ia menoleh ke arah putra tirinya itu...


"menikah?" tanya Umi.


Zev mengangguk...


"dengan siapa?Nabila...?"tanya umi Atikah menebak,mengingat kini memang yang ia tahu,Zev tengah dekat dengan putri Adinda itu.


Zev tersenyum sambil menunduk....


"iya umi...." ucap Zev.


Umi membelalakkan matanya.Ia meletakkan piring di tangannya lalu mendekati sang putra...


"Alhamdulillah....akhirnya...umi seneng dengernya...dia gadis yang baik...umi setuju kalau kamu menikah dengan dia nak...." ucap Umi Atikah.


Zev menghela nafas panjang....


"umi...."


"ya..."


"menurut umi....apa Nabila wanita yang tepat buat Zev?" tanya Zev.


Zev diam sejenak....


"Adrian yang sudah membunuh paman umi..." ucap Zev.


Umi Atikah tersentak.Wanita itu menyentuh dadanya,mulutnya mengucap istigfar saat mendengar sebuah pernyataan dari sang putra tiri.


Ya....umi Atikah sudah tau masa lalu Adrian yang mantan penjahat,selain dari mulut Zev,ia juga tetangga bu Lastri yang sudah belasan tahun tinggal berhadapan dengan wanita tua ini.Sehingga ia sudah tau,seperti apa kisah hidup Dinda dan Adrian dulu.Apalagi drama penangkapan Adrian di rumah bu Lastri yang cukup menyita perhatian halayak kala itu...semua masih terekam jelas dalam memori ingatan umi Atikah.Betapa banting tulang dan beratnya perjalanan hidup Dinda dan Adrian kala itu.Menghadapi keras hatinya bu Lastri hingga bertahan ditengah cibiran yang masyarakat layangkan pada Adinda dan Nabila kecil kala itu.Semua tak ada yang mengira,bahwa sosok gadis lugu nan polos seperti Adinda bisa mengubah Adrian sang penjahat kelas kakap menjadi sosok yang begitu berwibawa dan bijaksana seperti sekarang.


Umi sedikit banyak pun paham akan sifat Adrian.Dia laki laki yang baik dan bijak.Sedikit keras dan tegas jika sudah berhubungan dengan keluarganya.Baginya,istri dan anaknya adalah segalanya bahkan lebih penting ketimbang nyawanya sendiri sekalipun.Hal itu pernah Adrian ungkapkan pada Ustad Hanif saat suatu ketika Adinda pernah di cibir oleh beberapa tetangga di lingkungan itu saat Dinda masih memiliki bayi kecil,Angkasa yang kala itu masih berusia satu tahun.


Ada mulut jahat yang mencibir dan menghina Adinda lantaran usia Adinda yang masih sangat muda kala itu sembilan belas tahun namun sudah memiliki dua anak.


Hal itu terdengar sampai ke telinga Adrian.Dengan garang dan penuh amarah,Adrian yang kala itu masih memiliki sisi emosional yang cukup tinggi pun datang menyatroni rumah warga itu dan terang terangan memaki bahkan berniat menghabisi nyawanya.Sontak saja hal itu membuat geger.Beruntung Adinda berhasil meluluhkan hati Adrian hingga tak terjadi kejadian yang lebih parah yang tidak di inginkan.


Dan disaat itu pula terucap lantang dari mulut Adrian,didengar oleh para warga lingkungan tersebut,betapa ia sangat menyayangi keluarganya,betapa ia akan rela melakukan apapun demi keluarganya,ia rela memberikan apapun demi anak istrinya,bahkan nyawa hingga surganya sekalipun.


Umi Atikah terdiam....


"umi...." ucap Zev membuat Umi Atikah tersadar dari lamunannya.


"ehh....iya...." ucap Umi Atikah setengah kaget..

__ADS_1


"gimana umi?" tanya Zev....


Umi Atikah tersenyum,


"kenapa tanya umi?tanya sama dirimu sendiri nak...kamu kan sudah pernah berumah tangga....kamu bilang kamu menikahi istrimu yang dulu tanpa cinta...dan kamu tidak menemukan kebahagiaan didalamnya.."


"jadikan itu pembelajaran....tanya sama dirimu sendiri...apa kamu benar benar mencintai Nabila,atau hanya sekedar rasa bersalah atas perbuatan kamy dulu pada gadis itu..." ucap Umi Atikah...


Zev terdiam....


"Zev....menikah itu bukan hanya tentang kamu dan wanita pilihanmu..tapi menikah itu juga prosesi menyatunya dua buah keluarga..."


"jika kamu mencintai istrimu..kamu juga harus bisa mencintai keluarganya...seperti apapun latar belakang nya..."


"makanya...yakinkan diri kamu...tanyakan pada hati kecil kamu sendiri...apakah Nabila dan keluarganya benar benar tepat untuk menyatu dengan dirimu..."


Zev menatap ke arah umi...


"menurut umi gimana?" tanya Zev lagi.


Umi Atikah tersenyum...


"menurut pandangan umi?mereka keluarga yang baik...terlepas dari masa lalu papanya Nabila...mereka adalah keluarga yang taat agama....kedua orang tua Nabila adalah sosok orang tua yang bijak dan sangat sabar..terutama ibunya...dan mereka selalu menanamkan nilai nilai agama yang baik untuk anak anak mereka...itu yang umi tau.."


"untuk masalah papanya Nabila dengan paman kamu....suatu saat...ketika kamu sudah menikah dengan wanita yang kamu sayangi dan memiliki anak darinya...kamu akan tau...bagaimana rasanya...ketika orang orang yang sangat kamu sayangi itu,sangat kamu jaga itu,sangat ingin kamu bahagiakan itu..tersakiti..."


Umi Atikah meraih telapak tangan Zev dan menggenggamnya...


"kamu ingat bagaimana almarhum ayahmu dulu?dia sama seperti Adrian yang dulu....bedanya,Adrian memiliki Adinda yang hebat...yang bisa menuntunnya menuju jalan yang lebih baik...sedangkan ayahmu...walaupun dia punya dua wanita disisinya..tapi nyatanya kedua wanita itu tidak bisa mengubah perangai ayahmu..."


"mamamu lebih memilih mengikuti jejak ayahmu,sedangkan umi memilih untuk menyerah di tengah jalan..." ucap Umi Atikah tulus.


"lupakan dendammu nak...lupakan kebencianmu...mulai hidup barumu,ambil hikmah dari semua kejadian yang ada...mungkin ini cara Tuhan menyelamatkanmu dari jerat paman mu,mempertemukan dan mendekatkanmu dengan keluarga Adrian yang religius melalui Nabila,dan menyelamatkanmu dari pamanmu melalui tangan Adrian..."


Zev terdiam...


Memang ada benarnya ucapan umi.Memang ada sisi baik dari semua kejadian yang menimpanya akhir akhir ini.


Lalu bagaimana?apakah Zev akan benar benar menikahi Nabila..?entahlah.....


...----------------...


***Selamat berbuka puasa....


yuk....klik like komen vote dan hadiahnya....🥰***

__ADS_1


__ADS_2