
Hari berganti hari.....
Kehidupan para anak manusia itu berjalan dengan semestinya.Adrian mulai bangkit menata hidupnya yang baru.Ia kini kembali aktif sebagai seorang donatur tetap di beberapa panti asuhan.Selain itu ia juga aktif dalam berbagai aksi sosial.Laki laki itu benar benar ingin mengubah hidupnya.Ia ingin menjadi Adrian yang baru dengan melakukan berbagai hal positif yang berguna bagi sesama guna menebus semua dosa dosanya di masa lalu.
Sementara untuk perkembangan kasusnya,Adrian dan kepolisian melalui bantuan Farhan kini mulai menemukan titik temunya.Polisi sudah berhasil mengantongi identitas sang peneror dan pembunuh berdarah dingin yang selalu meninggalkan jejak gambar kepala serigala di setiap aksinya.Seorang bocah tiga belas tahun yang merupakan anak dari salah satu gembong mafia kelas kakap yang telah meninggal.
Seorang anak yang kini tengah diburu polisi karena sejak beberapa hari terakhir kabur setelah membunuh pak Herman,seorang laki laki pincang yang tinggal bersama nya,yang juga melaporkannya pada polisi lantaran pak Herman yang mencurigai adanya uang milyaran dalam bentuk pecahan dolar dan rupiah yang bocah itu sembunyikan di bawah kasur rumah mereka.
Ya....bocah itu adalah Zev....remaja tiga belas tahun itu kini tengah diburu polisi atas kasus perampokan dan pembunuhan.
Sementara hari kian berganti...
Kandungan Adinda pun kini mulai membesar.Saat ini usianya sudah delapan bulan.Membuat perut yang dulu nya rata kini sudah semakin membuncit.Badannya juga terlihat semakin berisi.Aktifitas perkuliahannya sudah berhenti.Ia mengambil cuti hingga saat bayi dalam kandungannya lahir.
Saat ini....
Di rumah mewah kediaman mereka....
wanita itu nampak dengan lahap menghabiskan satu porsi jumbo mie ayam yang dibelikan oleh Adrian saat pulang dari pemotretan.Adinda makin banyak makan sekarang.Kini ia sudah jarang ke toko kue.Semua sudah di handle oleh Chika,Naya,Putri.
Ya....entah ada angin apa...tiba tiba Putri merengek pada orang tuanya minta pindah kuliah ke ibu kota setelah mengantar bu Lastri pulang kampung beberapa waktu lalu.Mau tak mau sang ayah yang merupakan seorang pengusaha aluminum di kota tersebut akhirnya mengiyakan kemauan sang putri sulung.Kini Putri pun kuliah di kampus yang sama dengan Naya dan Chika.Ia juga nyambi bantu bantu di toko kue milik Adinda.
Kembali ke kediaman Adrian...
Laki laki itu hanya tersenyum sambil duduk di samping sang istri.Matanya tak henti menatap sang istri yang nampak begitu lahap memakan mie yang menggunung itu.Sebenarnya ia beli dua porsi,satu untuk dirinya sendiri,namun belum juga makan,ia sudah kenyang duluan melihat Adinda yang makan bak orang kelaparan.
eeehhhhggghh.......
"uuuuhhhh...."
Sebuah sendawa yang cukup keras terdengar dari mulut Adinda membuat Adrian memalingkan wajahnya sambil terkekeh.
"alhamdulillah...." ucap Adinda sambil mengusap usap perutnya.
"kenyang?" tanya Adrian.
Adinda mengangguk sambil tersenyum bak anak kecil yang begitu menggemaskan.
"kamu nggak makan?" tanyanya.
"aku udah kenyang liat kamu makan..." ucapnya.
Dinda melirik satu bungkus mie yang masih utuh di atas meja.Bibirnya bergerak gerak seolah ingin sekali memangsa makanan yang masih nganggur itu.
"masih muat perutnya?" tanya Adrian.
Adinda menggeliat malu,lalu mengangguk.
"ya udah abisin..." ucap Adrian tak henti mengulum senyum.
"boleh..?"
"boleh..."
"kamu nggak laper?
" aku udah kenyang liat kamu makan.."
"beneran?"
"iya.."
"aku makan ya..."
"iya..."
"boleh minta disuapin nggak..?"
Adrian terkekeh.Ia meraih satu bungkus mie itu lalu menuangkannya ke atas piring.
__ADS_1
Adinda merubah posisinya mengangkat kedua kakinya lalu duduk bersila di atas sofa mengahadap Adrian.
Adinda sudah membuka mulutnya bersiap menerima suapan pertama dari sang suami.
"nggak usah lebar lebar buka mulutnya.." ucap Adrian.Ia lalu memasukkan satu sendok mie ke dalam mulut yang sudah menganga itu dengan telaten.
Adindapun menerimanya dengan semangat.
"enak?" tanya Adrian.
"lebih enak dari yang tadi.." ucap Adinda sambil mengunyah.
"kok bisa?"
"mungkin karena disuapin kamu mas..." ucapnya.
Adrian tergelak.
Ia pun kembali menyuapi sang istri hingga mie di atas piring itu tandas.Adrian menggelengkan kepalanya.Nafsu makan Dinda bener bener bertambah berkali kali lipat.
"kenyang?" tanyanya.
"banget..." ucap Adinda sambil merebahkan tubuhnya di sandaran sofa.
Adinda bangkit,ia membawa piring kotor itu kedapur dan berniat muncucinya.Namun baru saja bangkit,Adrian menarik tangan Adinda membuat wanita itu kembali terduduk di sofa.
"mau kemana?"
"mau bawa ini ke dapur..." ucap Adinda sambil mengangkat piring kotor ditangannya.
"ntar aja..." ucap Adrian sambil meraih piring piring itu dan meletakkannya kembali ke atas meja.
Ia meraih tubuh sang istri dan mendekatkannya pada tubuh kekarnya.Adinda sudah merasakan gelagat jenguk anak disini...
"badan kamu makin hari makin gemukan Din..." ucapnya.
"tuh kan bener...aku makin gendut..." ucapnya.
"gimana dong....aku diet aja kali ya..." ucap Adinda.
"perempuan hamil kalau gendut itu wajar Din..." ucap Adrian.
"tapi aku jadi jelek..."
"enggak...tetep cantik kok..."
"beneran?"
"iya..."
"ya udah deh kalau gitu nggak jadi diet.." ucap Adinda sambik tersenyum.
Adrian menatap nakal ke arah Adinda.
"ngapain?" tanya Dinda
"katanya mau cuci piring..yuk....aku bantuin.." ucapnya dengan mata yang tak lepas dari bibir merah muda yang terus bergerak lembut disana.
"nggak usah...tinggal itu doang kok....yang lain udah aku cuci" ucapnya.
"nggak apa apa...aku bantuin..yuukkk..." ucap Adrian sedikit memaksa.
"iya udah iya..." ucap Adinda.
Keduanya pun bergegas menuju dapur.Adrian yang berjalan di belakang Adinda tak henti mengulum senyum menyaksikan pemandangan tubuh yang nampak semakin berisi itu bergerak meliuk liuk di hadapannya.Laki laki itu melepas kaosnya sambil berjalan dan membuangnya asal.
Saat Adinda mulai memutar kran wastafel,ia menghentikan pergerakannya saat merasakan ada benda keras yang menempel di bagian belakang tubuhnya.
Tuh kan...beneran....
__ADS_1
Adinda menoleh ke belakang...
"mau ngapain?"
Adrian tak menjawab,hanya tatapan mata penuh na*su yang seolah sudah bisa menjawab segalanya.
Adrian melepas ikat pinggangnya lalu dengan cepat mengeluarkan pusakanya dari dalam sana.
"mas...bentar lagi jam pulang sekolah loh..." ucap Adinda mengingatkan..
Tapi Adrian tak menjawab,ia membimbing Adinda untuk sedikit membungkukkan badannya,lalu dengan cepat ia menancapkan benda yang sudah mengeras itu ke tempat yang semestinya membuat Adinda tersentak.
"maaass..."
"udah...cuci tuh piring buruan..." ucap Adrian.
Adinda mulai merasakan dadanya naik turun saat di belakang sana laki laki itu mulai mengarahkan tubuhnya maju mundur dengan teratur.
"mas..." ucapnya di sela sela aktifitas mereka.
"hmm..." jawab Adrian tanpa menghentikan pergerakannya.
"kok kita jadi kayak artis bo*ep ya..." ucap Adinda polos.
Adrian tertawa lepas.Ia menghentikan pergerakannya mendengar ucapan Dinda.
"beneran mas..." ucapnya.
"emang kamu pernah liat bo*ep?" tanya Adrian masih dengan posisi menyatu tanpa pergerakan
"pernah dulu...nggak sengaja tapi..ada temen yang iseng ngirim ke hp aku...aku kan nggak tau...ya aku buka lah...ternyata vidio orang lagi begituan...mana di dapur juga lagi...sama kayak kita gini" ucapnya.
"trus kamu tonton ampe abis?"
"ya....iya....udah terlanjur..."
"hahhahahaa......" Adrian makin tak bisa menyembunyikan tawanya mendengar ucapan polos istri kecilnya itu.
"kok malah ketawa sih....udah buruan...keburu Nabil pulang..." ucap Adinda.
Adrian kembali menggerakkan tubuhnya sambil terus menahan tawa.Bukannya jadi panas malah jadi bengek karena ucapan Dinda.
"mas..." ucap Dinda lagi.
"hmm..."
"di balkon udah,di kamar mandi udah,di kolam renang udah,di dapur udah...abis ini dimana lagi..." tanya Adinda.
Adrian kembali cekikikan.
"kalau menurut bo*ep di kereta sih.." ucap Adrian santai.
"kenapa nggak sekalian di lapangan aja mas...kita bikin panggung....kan bagus tuh buat pertunjukan.." ucap Adinda sedikit kesal.
Adrian tertawa lagi.
"ide bagus....ntar aku undang wartawan deh...biar di liput..."
"serah kamu lah...suka suka kamu aja..." ucapnya.
Aktifitas dewasa itunpun terus berlanjut sambil di iringi obrolan kocak dan nyeleneg dari keduanya.
...----------------...
***SELAMAT PAGI....
SELAMAT HARI MINGGU....
JANGAN LUPA KASIH LIKE KOMEN VOTE DAN DUKUNGANNYA...🥰🥰🥰***
__ADS_1