Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story60


__ADS_3

Malam menjelang....


Keluarga bahagia itu kini tengah menikmati malam mereka di taman kecil yang berada di area halaman rumah tersebut.


Di sebuah gazebo,ditemani minuman teh dan kopi hangat serta beberapa cemilan,Adinda menyandarkan kepalanya di pundak sang suami yang fokus dengan ponselnya,sedangkan Nabila sibuk tiduran dalam posisi tengkurap sambil memakan cemilannya.Kakinya naik ke paha Angkasa yang nampak memainkan gitar sambil bernyanyi.


Ya...bakat seni memang mengalir dalam diri Angkasa.Parasnya tampan perpaduan Adrian dan Dinda,membuatnya dengan mudah mengikuti jejak sang papa sebagai model,suaranya juga bagus,ia juga mahir dalam hal sepak bola.Paket komplit bukan...cuma sayangnya...usil,cerewet,terlalu polos dan manja.


"kak...." ucap Adinda.


"ya ma...."


"kamu tadi pulang kuliah sama siapa..?kok nggak dijemput pak Wahyu?" tanya Adinda.


"dijemput si duda ma" jawab Nabila.


"dia punya nama kak...jangan panggil duda gitu....nggak sopan.." ucap Adrian.


"iya iya...." jawab Nabila.


Ketika mereka tengah sibuk bercengkerama...


Pak Wahyu dan Bono yang semula berada di pos satpam mendekati keluarga bahagia itu dengan dua buah boneka serigala berukuran jumbo.


"permisi tuan..nyonya...." ucap Wahyu.


"ada apa pak Wahyu?" tanya Adinda.


"ada kiriman boneka buat non Nabila" ucap Pak Wahyu.


Nabila yang semula rebahan pun langsung terlonjak bangun...


"dari siapa?" tanya Nabila.


"nggak tau non...tadi orang tokonya yang antar.." ucap Pak Wahyu.


"oh...ya udah...bawain ke kamar ya pak" ucap Nabila sambil bergegas turun dari gazebo itu.


"baik non" ucap Pak Wahyu.


Nabila pun melangkah masuk ke dalam rumah dan menuju kamar miliknya di lantai dua.


Pak Wahyu dan Bono pun meletakkan dua boneka itu ke atas ranjang Nabila sesaat setelah mereka sampai di kamar sang nona muda.


"makasih ya pak.." ucap Nabila.


"sama sama non" jawab Pak Wahyu dan Bono.Kedua pria itupun pergi dari kamar tersebut,meninggalkan Nabila seorang diri.


Seperginya Bono dan Wahyu...


Nabila menatap dua boneka itu sambil senyum senyum.Dua buah boneka berukuran raksasa berwarna putih abu abu yang ia tau..siapa pengirimnya.


Saat ia tengah asyik tersenyum senyum menatap boneka tersebut,tiba tiba....


drrtt....drrtt....drrtt....


ponsel Nabila bergetar....


*Duda...


memanggil*....


Nabila reflek berjingkrak..


Namun ia kemudian menetralkan ekspresinya dengan memasang mode tenang..


"halo.." ucap Nabila.

__ADS_1


"halo sayang..." ucap Zev.


"sayang...sayang..!" ucap Nabila protes,namun sambil mengulum senyum.


Zev terkekeh di seberang sana.


"bonekanya udah sampai belum?" tanya Zev kemudian.


"udah..lo ngapain sih ngirimin gue boneka lagi...kan tadi siang udah lo beliin.." ucap Nabila.


"jadi gini....boneka itu adalah gambaran gue sama lo nantinya" ucap Zev


Nabila mengernyitkan dahinya...


"maksudnya?"


"ya iya dong....kan ada dua serigala gede tuh...yang warna abu abu itu gue. yang coklat...itu lo....dan yang kecil yang lo bawa tadi siang...itu anak kita..." ucap Zev lembut sambil cengengesan di seberang sana.


Nabila menggeliat..


"apaan sih....lebay..." ucapnya sambil senyum senyum.Ingin rasanya ia terbang melayang ke atas awan saat itu juga...


"udah malem...nggam tidur..." tanya Zev.


"belum ngantuk.."


"kok gitu...tidur dong...gue juga mau tidur...kita tidurnya barengan..ntar ketemuan di mimpi" ucap Zev lagi.


"hoooeeeeeekkkk...." ucap Jordan yang berada di samping Zev seolah hendak muntah mendengar ucapan lebay dari sahabatnya itu.


Nabila makin tak bisa menyembunyikan raut bahagianya.Ia menjatuhkan tubuhnya di atas kasur sambil guling guling bebas.


"ya udah...tidur gih.." ucap Zev.


"iyaaahh..."


"selamat malam kelinci..." ucap Zev.


Sambungan telepon pun terputus.Gadis itu makin dibuat tak karuan.Ia kembali mengguling guling kan tubuhnya di atas kasur.Nabila meraih satu boneka serigala berwarna abu abua yang Zev bilang itu di ibaratkan dirinya.Ia menatap wajah serigala itu seolah olah tengah menatap wajah seorang Zev.Nabila dibuat cekikikan sendiri.Ia memeluk serigala itu erat erat dengan rona wajah penuh bahagia.Entahlah,ada apa dengan dirinya.Kenapa ia jadi seperti orang gila begini.


...****************...


Di tempat terpisah....


Di sebuah tempat hiburan malam di kota M...


Seorang pria paruh baya tengah duduk di atas sofa panjang disana ditemani dua wanita berpakaian mini di sisi kanan dan kirinya.


Matanya menatap tajam ke arah seorang gadis muda berparas bule yang tengah asyik menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik yang memekakan telinga itu sambil membawa gelas berisi minuman beralkohol.


Tariannya erotis,pakaiannya sangat terbuka,gerakannya sedikit sempoyongan lantaran pengaruh alkohol yang ditenggaknya.Sesekali ia bahkan tak keberatan saat para laki laki yang menjadi teman jogetnya meraba raba tubuh molek miliknya.Alih alih marah,wanita itu justru terlihat menikmati nya.


itu Nora..!anak tiri Zev...!


Dave tersenyum smirk....


Ternyata gadis itu memang benar benar berjiwa ja*ang...makanya Zev tak pernah mau menyentuhnya.


Dave memberi kode pada seorang pelayan bar yang datang membawakan beberapa botol cocktail untuk mendekat.Laki laki itu kemudian membisikkan sesuatu pada sang pelayan.Pelayan wanita itupun mengangguk paham.


Ia kemudian melangkah mendekati Nora yang masih asyik berjoget mengikuti alunan musik.Ia berbisik di telinga Nora sambil menunjuk ke aarah Dave.Sedangkan pria paruh baya itu terlihat menatap Nora dengan tatapan angkuh.


Nora mendekat...Dave meminta dua wanita di sampingnya untuk memyingkir.Anak tiri Zev itu kemudian duduk di samping Dave.


"hai Nora...apa kabar?" tanya Dave.


Nora mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


"kau....?" tanyanya menggantung.Ia sedikit lupa dengan orang ini.Tapi seperti nya ia pernah melihatnya.


"aku pamannya Zev...apa kau lupa?kau bahkan pernah beberapa kali mengunjungiku di penjara.." ucap Dave.


"oh....iya....aku ingat sekarang...kau pamannya daddy.." ucap Nora sambil tersenyum.Dave menyeringai...


"apa kabar Nora?" tanya Dave sambil merangkumerangkuh pundak wanita muda itu.Tangannya bahkan dengan lancang mengusap usap pundak wanita anak tiri Zev tersebut.Apakah Nora menolak...?


Tentu saja tidak...!


Nora selalu menikmati setiap ada laki laki yang menjamah tubuhnya.Tak terkecuali pria paruh baya tersebut.


"aku baik paman" ucap NoraNora sambil menyandarkan tubuhnya di pundak Dave.


"kasihan kau Nora...kau di buang oleh Zev demi wanita ular itu" ucap Dave.


Nora menegakkan posisi tubuhnya.


"maksud paman?"


"apa kau tidak tau...Zev sekarang sedang dekat dengan anak Adrian..!anak penjahat yang licik itu.." ucap Dave.


Ya...Dave sudah tau tentang kedekatan Zev dan Nabila saat Dave tak sengaja menguping pembicaraan keponakannya itu dengan Jordan beberapa waktu lalu.


"Nabila?" tanya Nora.


"Ya....perempuan itu..!dia berhasil mencuci otak Zev..!"


"bukankah daddy sangat membenci Nabila dan keluarganya?bagaimana bisa?trus aku gimana?aku cuma punya daddy sekarang...!daddy milikku paman..!aku udah ngasih semuanya buat daddy..!aku harus menikah sama daddy..!aku nggak rela daddy berhubungan dengan wanita itu..!" ucap Nora histeris.


Ya...ia sudah terlanjur cinta mati pada ayah tirinya.Ia tak mau jika harus kehilangan laki laki itu..!Jordan bilang...ia dan Zev pergi untuk urusan pekerjaan,ia tak menyangka jika ternyata di luar sana Zev sedang asyik asyikan menjalin hubungan dengan Nabila.


Bagaimana ini?ia tak mau kehilangan Zev...ia sudah tak punya apa apa lagi entah itu harta ataupun keluarga.


Nora mulai menangis..


"dasar gadis bodoh" batin Dave menyeringai.


Dave kembali mengarahkan tubuh Nora masuk dalam dekapan nya..


"jangan menangis sayang...paman akan membantumu..aku adalah orang pertama yang mendukungmu untuk menikah dengan Zev..." ucap Dave.


Nora mendongak...


"benar paman?"


"tentu saja sayang...aku akan membantumu.." ucapnya sambil mengecup pucuk kepala Nora.


Mereka saling diam untuk sesaat.


Tangan besar yang terlihat sedikit keriput itu mulai meraba pundak Nora..


"kau cantik sekali Nora..." ucap Dave.


Nora mendongak lalu tersenyum.Tangan putih mulus itu tergerak meraba dada bidang milik Dave.


"bisakah kita menghabiskan malam berdua sayang..?" tanya Dave..


Nora tersenyum lagi...


"dengan senang hati paman...." jawab Nora manja.


Dave tersenyum smirk.Tangannya tergerak meraih gelas berisi cocktail di atas meja dan menyodorkannya pada Nora.Keduanya menikmati malam mereka dengan mabuk dan tentu saja akan berakhir di ranjang.


...----------------...


***SELAMAT SIANG....

__ADS_1


UP 11:17..


MARI KITA LIHAT...LULUS REVIEW JAM BERAPA..🥰***


__ADS_2