
"Dinda....!itu di kaki kamu apa?" tanya Adrian sambil menunjuk kaki Adinda.Dinda pun mengikuti arah tunjuk sang suami.
Kakinya basah...!
"astagfirullah haladzim...!apa ini,..?!" pekik Adinda kemudian.Tangannya tergerak menyentuh cairan yang ternyata sudah membasahi kakinya itu.
"kamu ngompol Din?" tanya Adrian lagi.
"ya Allah mas...masak iya aku ngompol sih..." ucapnya.
Adinda menyentuh cairan yang bening namun sedikit keruh itu,lalu mendekatkannya ke hidung.
"pesing kan?" ucap Adrian lagi.
"enggak!nggak ada baunya..!" ucap Adinda mengelak.
"trus apaan dong itu?" tanya Adrian lagi.
Adinda mengangkat dasternya tepat di depan suaminya itu lalu melepas celana d**am nya disitu juga.
"basah semua mas..." ucapnya sambil mengangkat benda berbentuk segitiga tersebut dan memperlihatkannya pada Adrian.
Adrian terkekeh.
Dinda nampak berfikir sejenak....
"mas.."
"hmmm...."
"jangan jangan ini air ketuban.."
"air ketuban itu apa?" tanya Adrian.Ini pengalaman pertama mereka dalam hal menghadapi persalinan.Tanpa orang tua di samping mereka membuat keduanya begitu polos dalam urusan yang satu ini.
"air ketuban itu keluar sebagai tanda kalau perempuan mau melahirkan mas...aku sempet baca di internet" ucapnya.
"jadi kamu mau lahiran sekarang?" tanya Adrian mulai panik.
"nggak tau...kalau kata internet perempuan mau melahirkan pasti perutnya mules..pinggang nya sakit...tapi aku nggak ngerasain apa apa" ucap Adinda polos.
Adrian mulai kalut....
"ya udah...sekarang kamu ganti baju..kita ke rumah sakit"
"ini masih gelap mas...ntar aja deh agak siangan.."
"Dinda kamu mau lahiran bukan mau check up..!mana bisa ditunda Din...!orang udah ngeluarin tanda tanda kayak gitu kok masih sempet sempetnya kamu mau nungguin siang...!" ucap Adrian tak habis pikir.
"buruan ganti baju!" ucapnya mulai ngegas.
"iya iya..!" ucap Adinda kesal dibentak bentak.
Dinda pun bergegas mengganti pakaian nya dengan gamis longgar panjang berkancing hingga ke perut.Setelah selesai merekapun bergegas pergi menuju ke rumah sakit dengan mobil mereka setelah sebelumnya menitipkan Nabila pada Gunawan dan sang security.
__ADS_1
Di dalam perjalanan,Adinda mulai mer*mas r*mas tepian jog mobil dengan dada yang mulai naik turun Duduknya mulai tidak tenang,rasa sakit pada pinggang dan perutnya mulai menyerang.
"eeemmmgghhhh"
Adrian menoleh.
"kamu kenapa?"
"nggak tau mas bawaannya pengen ngeden aja"
"eh jangan dong...kita belum sampai Din.."
"buruan...!!" ucap Adinda mulai merintih.
"ii....iya...iya....bentar...sabar sayang...aku ngebut..."
Adrian makin menggila di jalanan.Ia melesatkan mobilnya sekencang mungkin agar bisa segera sampai di rumah sakit.Tanpa Adrian sadari mules mules dan sakit pinggangnya hilang.Mungkin karena panik,atau karena hal lain,entahlah......
Jalanan yang masih lengang lantaran saat ini masih pagi buta membuat mobil itu dapat melenggang dengan bebas menuju rumah sakit terdekat.Tak sampai sepuluh menit....
mobil hitam itu sampai dirumah sakit.Adrian dengan cepat berlari turun dari mobil lalu menuju pintu disisi Dinda dan meraih tubuh wanita yang mulai merasakan sakit itu dan membopongnya.
Adrian berteriak teriak di rumah sakit memanggil dokter yang ada disana,meminta para petugas kesehatan itu untuk segera memberikan pertolongan pada wanita yang sebentar lagi akan bertaruh nyawa melahirkan calon penerus Adrian Tama ke dunia.Rumah sakit masih sepi,kedatangan model papan atas pagi pagi buta dengan penampilan yang sedikit acak acakan sukses membuat beberapa pengunjung yang tak terlalu banyak disana tertarik perhatiannya.Bahkan ada yang sengaja mengabadikan momen kepanikan Adrian itu dengan kamera ponselnya
Sedangkan Adinda yang sudah tak karuan itu nampak mengalungkan kedua tangannya di leher Adrian sambil meremas kaos belakang Adrian guna menyalurkan rasa sakitnya sambil terus mengatur nafasnya.
Tak butuh waktu lama....
Dokter datang...
Merekapun sampai di ruang bersalin.Seorang dokter wanita dan dua suster membantu persalinannya.Sang dokter mulai memberi aba aba pada Adinda yang sudah menga***ang di atas ranjang.Adrian tak henti merapalkan doa dalam hatinya.Tangannya menggenggam erat tangan sang istri yang mulai berusaha membawa sang buah hati untuk melihat dunia.
Adrian mengembun menatap wajah Adinda.Penuh peluh dan keringat,sekuat tenaga wanita itu menahan agar tak menangis saat sang buah hati mulai memaksa merangsek turun keluar dari rahim yang selama sembilan bulan jadi tempat tinggalnya.
Antara ikut merasa sakit,kasihan,tidak tega,semua berbaur menjadi satu.Betapa beratnya perjuangan seorang wanita melahirkan anak ke dunia.Penuh perjuangan,peluh,dan tenaga,bahkan mengorbankan nyawa.
Seketika bayangan wajah sang mama menari nari dipelupuk matanya.Seperti ini jugalah ibunya dulu melahirkannya ke dunia.Namun saat ia dewasa,dengan tega dan tak punya hati ia menelantarkan dan memperlakukan sang ibu dengan tidak manusiawi.
"oooooooeeeeeeeekkkkkk"
Suara tangisan itu menggema.Semua yang ada di sana mengucap syukur.Seorang makhluk mungil berjenis kelamin laki laki telah terlahir kedunia.Kulitnya begitu putih,bibirnya mungil khas Adinda,parasnya begitu tampan perpaduan wajah bule milik sang papa dengan wajah ayu berkulit putih bersih milik sang mama.Sungguh...pahatan Tuhan yang sempurna hasil karya dua anak manusia berparas menawan.
Adrian meneteskan air matanya sambil terus menciumi punggung tangan sang istri.Bibirnya tak henti mengucap syukur.Anaknya sudah terlahir kedunia.Ia menjadi seorang ayah sekarang.Hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.Sesuatu yang menurutnya mustahil,kini menjadi kenyataan.
Adinda yang masih lemah menoleh ke arah sang suami saat merasakan tetesan air mata yang mengenai punggung tangannya.
"mas..." ucapnya lirih.
Adrian mendongak ke arah wajah sang istri tanpa mau melepas genggaman tangannya.Laki laki itu tersenyum...eh..bukan...tapi tertawa....ia tertawa di sela sela tangisannya.Kebahagiaannya tak bisa di ungkapkan dengan kata kata.
Adrian bengkit,ia menciumi kening sang istri yang masih berkeringat.
"makasih sayang....makasih..." ucapnya lirih sambil terus menciumi kening sang istri.
__ADS_1
Adinda hanya mengangguk sambil tersenyum.
Dokter dan seorang perawat mendekat.
"kita lakukan skin to skin dulu ya bunda" ucap sang dokter.
Seorang perawat membantu membuka kancing gamis Adinda hingga ke perut,lalu sang dokter meletakkan bayi mungil yang masih merah itu di atas dada Adinda,membuat dua kulit itu saling bersentuhan tanpa terhalang sehelai benang pun.Adinda tersenyum haru saat merasakan kepala dan tangan sang putra yang bergerak gerak di atas dadanya.
Adrian makin melow,laki laki itu tak bisa menyembunyikan keharuannya.Ia tak menyangka akan berada di ruangan ini dan di sajikan pemandangan seindah ini.
Skin to skin selesai.Sang perawat kembali meraih bayi merah itu lalu memandikannya.
...****************...
Adegan mengharu biru diruangan itu masih berlanjut.Si dedek bayi sudah wangi.Sudah semakin terlihat wajah tampannya warisan dari sang papa dan mamanya.Dokter wanita itu mendekati Adrian.
"silahkan di adzani dulu pak putranya...adzan di sebelah kanan dan iqomah di sebelah kiri ya pak.." ucap sang dokter sopan.
Dokter tersebut kemudian membimbing Adrian untuk menggendong sang putra,baru pertama bukan,maklum kalau agak kaku..☺
Adrian pun memulai....
"Allahu Akbar...Allahu Akbar...."
Suara lirih itu terdengar merdu menyentuh hati.Suara yang dilafadzkan dengan sepenuh hati oleh sang mantan manusia nista yang kini sudah menemukan jalan menuju Nya..
Lantunan suara yang mengagungkan nama sang Pencipta,lantunan suara yang didalamnya terkandung banyak doa dari seorang ayah pada putranya,sarat akan pengharapan semoga kelak bayi mungil ini akan menjadi penerang dalam gelap,pribadi yang soleh yang bisa menjunjung tinggi nilai moral sosial dan agama.Pribadi yang lebih baik dari sang ayah yang berlumuran dosa.
Adrian meneteskan air matanya LAGI....
Semua ini begitu indah....saaangat indah.Tak terbayangkan olehnya ia akan berada di titik setinggi ini bersama wanita yang dulunya ingin ia siksa dan ia bantai habis habisan.
Adzan dan iqomah pun selesai.....
Adrian menciumi lembut pipi gembul sang putra yang nampak masih merah.
"mas...." ucap Adinda.
"ya...."
"siapa namanya...?" tanyanya lembut.
Adrian menatap dalam wajah sang putra dengan senyuman yang begitu tulus.
"ANGKASA WILDAN TAMA"
...----------------...
***UUUUHHHHH........🥺🥺🥺🥺🥺
GIMANA PERASAAN KALIAN???
KASIH DUKUNGANNYA KALAU SUKA...
__ADS_1
KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA YAAA🥰🥰🥰***