
Siang menjelang....
Di sebuah pasar trarisional di kota M...
Dua pria beda usia itu terlihat mendekati sebuah warung soto yang terletak di area pasar tersebut.Itu warung soto Bu Lastri.Angkasa datang ke pusat perbelanjaan tradisional itu guna mengantar Jordan untuk bertemu Rubi sesuai janji sang remaja kemarin.
Remaja tampan itu nampak berjalan dengan santainya menyusuri pasar yang sedikit becek itu lantaran Angkass memang sudah terbiasa saat kecil ikut sang nenek jualan soto di tempat tersebut,berbeda dengan Jordan.Untuk pertama kali seumur hidupnya ia menginjakkan kakinya di tempat yang identik dengan ibu ibu itu.Becek,apalagi ini musim hujan,semrawut dan sedikit kumuh untuk nya yang tak terbiasa,beda dengan mall mall besar dan pusat perbelanjaan modern lainnya yang bersih dan nyaman.
Angkasa terus melangkah dengan santainya.Ia tak peduli dengan sneakers putihnya yang harus beradu dengan kubangan kubangan air kotor di pasar itu,sedangkan Jordan,ia berjalanpun begitu susah.Licin banyak kubangan air yang baunya tak bersahabat membuat langkah pria itu pun terasa berat penuh perjuangan.
"sa...!tungguin bentar napa sih...!" ucap Jordan memanggil manggil nama Angkasa.
"ah...elah...lama banget lu...!buruan napa..?!" ucap Angkasa songong.
Jordan pun susah payah berjalan mendekati Angkasa.Kalau bukan demi bertemu Rubi,ia tak akan mau masuk ke tempat kumuh seperti itu.
Perjuangan Jordan yang panjang pun akhirnya berakhir.Kedua pria itu sampai di sebuah kios soto milik bu Lastri,dimana sudah ada Bu Lastri dan Adinda yang jualan di sana.
"assalamu alaikum" ucap ucap Angkasa...
"wa alaikum salam..." jawab Bu Lastri dan Adinda bersamaan.
"Angkasa...Jordan..." ucap Adinda.
Angkasa mendekati sang mama,meraih punggung tangan wanita itu dan menciumnya sebagai tanda bakti.Hal yang sama pun dilakukan Angkasa pada Bu Lastri.
Jordan mengatupkan kedua tangannya di depan dada sambil sedikit membungkukkan tubuhnya sambil mengucap salam
Kadua pria beda usia itupun duduk di salah satu kursi panjang berhadapan langsung dengan meja panjang di warung itu.
"kalian kok tumben kesini berdua...ada apa?" tanya Adinda.
"nggak sengaja lewat ma...pengen mampir aja...sekalian nganterin kak Jordan nih....mau ketemu kak Rubi" ucap Angkasa membuat Jordan sedikit malu dengan ucapan Angkasa yang begitu blak blakan.
Adinda dan Bu Lastri menoleh ke arah Jordan.
"ma....aus...es teh dong..." ucap Angkasa manja..
"bikin sendiri..." jawab Adinda.
Angkasa menatap satu gelas es teh di meja yang masih tersisa setengah itu.
"itu punya siapa ma?" tanya Angkasa sambil menunjuk gelas tersebut.
"punya mama"
"itu aja deh...males bikin ah..." ucap Angkasa.Adinda menghela nafas,ia pun memberikan es teh yang tinggal setengah gelas itu pada sang putra,Angkasa pun langsung meneguknya.
"kamu mau ketemu Rubi?" tanya Adinda lembut kembali menatap Jordan sambil mengelap piring yang ada di tangannya.
"iya tante..." ucap Jordan sopan.
"ngapain kamu nyari Rubi?ada perlu apa?" tanya Bu Lastri dengan nada bicara sedikit ketus khas ibunda Adinda.
__ADS_1
"ini nek...mau nganterin barangnya Rubi yang ketinggalan di bengkel..." ucap Jordan berbohong.Padahal sebenarnya tak pernah ada barang wanita itu yang terginggal di bengkel.Semua hanya akal akalan Jordan agar bisa bertemu muslimah cantik itu.
Bu Lastri mengernyitkan dahinya..
"barang?barang apa?" tanya Bu Lastri.
Jordan merogoh saku celananya lalu mengeluarkan sebuah lipstick merah yang Jordan beli di sebuah minimarket saat dalam perjalanan menjemput Angkasa tadi.
"ini nek...jatuh dibengkel pas Rubi ngambil motornya" ucap Jordan bohong lagi.
Bu Lastri mengernyitkan dahinya,ia meraih lipstick di tangan Jordan dan membukanya..
"lho kok abang men koyok getih..." ucap bu Lastri
(kok merah banget kayak darah)
"kamu yakin ini punya Rubi?Kok nenek ndak yakin Rubi mau pakai lipstick kayak gini..." ucap Bu Lastri ragu.Mengingat Rubi adalah muslimah taat yang selalu tampil sederhana dan tak pernah menor.Sedangkan lipstick ini terlalu merah untuk seorang Rubi.
Jordan menelan ludahnya kasar.Ia tak berfikir sampai ke situ.Ia hanya asal ambil saja lipstik tersebut tanpa peduli warna.
"ya....mungkin itu....buat pergi pergi nek....buat acara acara kondangan" ucap Jordan mencari alasan.
Bu Lastri mengangkat kedua bahunya acuh.Lalu mengembalikan lipstick itu pada Jordan.
"Rubi nya ndak ada...dia ndak kepasar hari..." ucap Bu Lastri yang sukses membuat Jordan kecewa.
"yang jualan cuma bapaknya...tuh...titipin aja ke bapaknya...." ucap Bu Lastri lagi.
Jordan kecewa.Perjuangannya yang rela blusukan masuk pasar sia sia.
"kalo rumahnya Rubi di mana nek?" tanya Jordan.
"ngapain tanya tanya rumahnya Rubi?" tanya Bu Lastri.
"ya mau nganterin ini..." ucap Jordan sambil menunjukkan lipstick di tangannya.
"titipin aja sama bapaknya..." ucap Bu Lastri.
"saya maunya nganterin sendiri nek..." ucap Jordan ngeyel membuat Adinda tersenyum.Ia seolah tau apa yang ada di otak Jordan.
"kalau cuma mau nganterin barang kasih aja ke bapaknya...nanti juga dikasihin ke Rubi....kok ruwet men ta uripmu iku (kok ribet banget sih hidupmu itu)" ucap Bu Lastri.
Adinda tak henti mengulum senyum.
"jalan xx nomor 7 Jordan....nggak jauh dari sini" ucap Adinda lembut dibarengi sebuah senyuman.
Jordan pun tersenyum sumringah menatap ibunda Angkasa itu.
"oohh....iya...makasih tante...!" ucap Jordan girang,Adinda hanya terkekeh...
Jordan menepuk pundak Angkasa yang tengah meneguk es teh nya...
"yuk Sa...samperin yuk..." ucap Jordan.
__ADS_1
"bentar masih aus" ucap Angkasa.
"buruan...ntar keburu dia nggak ada dirumah..." ucap Jordan.
"aahh elah...bentar...!" ucap Angkasa.
"kalo nggak buruan kesepakatan kita batal loh.." ucap Jordan mengancam.
"laah...kok gitu...curang lo...!" ucap Angkasa protes.
"ya elunya lama...nggak buruan batal beneran nih...." ucap Jordan lagi.
"aah...elah...iye iye..." ucap Angkasa kesal.
Remaja itupun bangkit.Mau tak mau ia harus menuruti kata kata Jordan demi baju baru yang sudah laki laki itu janjikan.
Keduanya pun lantas berpamitan pada Dinda dan Bu Lastri lalu menuju ke alamat yang sudah Dinda berikan tadi.
Hanya lima menit berselang..
Kedua pria itu sampai di alamat yang Adinda katakan tadi.Sebuah rumah dua lantai di sebuah pemukiman padat penduduk.Rumah berpagar besi setinggi orang dewasa dengan lantai dasar yang di gunakan sebagai warung bakso.Ternyata orang tua Rubi juga berjualan di rumah selain di pasar.Dilihatnya di depan rumah,ada sebuah motor sport yang terparkir,pasti itu motor pembeli bakso...pikir Jordan.
Jordan menghentikan laju mobilnya di depan sebuah masjid yang tak jauh dari kediaman Rubi.
"lo turun nggak?" tanya Jordan pada Angkasa.
"nggak ah...gue disini aja..." ucap Angkasa.
Jordan pun melepas sit belt nya.Ia merapikan penampilannya yang sebenarnya sudah rapi.Kemudian bergegas untuk turun menemui sang muslimah,namun saat ia hendak membuka pintu...
pergerakannya terhenti...
Dilihatnya disana Rubi keluar dari dalam rumah bersama seorang laki laki yang cukup ia kenal.Rubi mengantar pria itu menuju motornya yang terparkir di depan rumah wanita manis itu.
Itu Bryan...!adiknya Zev...!
Jadi motor itu motornya Bryan?!
Ada hubungan apa mereka berdua...?kenapa kelihatannya akrab sekali??
visual Jordan👇
...----------------...
***SELAMAT PAGI MENJELANG SIANG....
YUUKKK...
TAMBAHIN DUKUNGANNYA PLIZZ🥺🥺
__ADS_1
klik like komen vote dan hadiahnya***...