
Pagi menjelang....
Sinar mentari perlahan mulai memancarkan sinar terangnya....
Di dalam ruang ICU....
Lantunan ayat ayat suci Al Quran sayuk sayuk terdengar menciptakan suasana syahdu nan menggetarkan hati di dalam ruangan yang di penuhi dengan alat bantu kesehatan itu.
Wanita tua itu masih terbaring lemah tak sadarkan diri.Sang anak lelaki dan menantu yang tengah berbadan dua bersimpuh di atas sajadah sambil menghadap kitab suci,melantunkan ayat ayat suci Allah dengan sepenuh hati.Tak jarang air mata menetes dari pelupuk mata keduanya,terlebih sang pria.Sejak sebelum subuh ia sudah bangun untuk tajajud,dilanjutkan dengan dzikir dan membaca Quran,shalat subuh,dan kini ia belum beranjak dari sajadahnya,kembali khusyuk dengan buku tebal bersampul asma Allah dan Muhammad tersebut
Ya...Adrian menyesal...sangat menyesal.Ia menyesal karena lebih mementingkan ego dan sakit hatinya ketimbang memberi maaf pada wanita tua yang sudah bertahun tahun menanggung karma atas semua dosa dosanya.
Kini wanita itu terbaring lemah tak sadarkan diri di atas ranjang pasien.Kemungkinan untuk sembuh sangat kecil.Lalu ia harus bagaimana?kenapa baru sekarang ia merasa bersalah.Kenapa baru sekarang Adrian membuka hatinya dan bersungguh sungguh ingin memaafkan ibu yang dulu pernah menelantarkannya tersebut.
Adrian mengusap lelehan air matanya yang seolah tak henti menetes sejak kemarin.
Dinda mendekati suaminya.
"mas...."
Adrian tak menjawab.Tangan putih itu tergerak mengusap lembut pipi berjambang milik sang suami.
Adrian menutup Al Quran nya.
"aku mau ke kantor polisi Din..." ucap Adrian sendu.
"kamu mau apa?" tanya Adinda.
"aku ketemu sama manusia itu Din..."
"mas...."
"dia harus bertanggung jawab Dinda.."
"tapi...."
"kamu di sini aja jaga mama...biar aku ke kantor polisi sendiri.."
"enggak...!aku nggak mau..!aku mau ikut sama kamu dan aku harus ikut kemanapun kamu pergi.."
"mama nggak ada yang jagain Din..!Gunawan lagi sama Marco dan Naya jagain Nabil outing class...." ucap Adrian.
Ya...berhubung Adrian dan Dinda tak bisa menemani Nabila outing class,maka mereka pun meminta tolong pada Naya dan Marco untuk menemani Nabila.Ia juga meminta Gunawan untuk terus mengawasi putri kecilnya itu.Ia tak mau kejadian yang terjadi pada ibunya terulang kembali.
"kita ke kantor polisi agak siangan aja...kita tunggu Chika selesai kuliah mas...kita bisa minta tolong dia kan?" ucap Adinda.
Wanita itu kemudian meraih punggung tangan sang suami.
"mas...kalau nanti kamu sudah ketemu orang itu...tolong jaga emosi kamu ya...."
"kenapa?dia udah nyelakain mama Din....."
"trus kamu mau bales dia?kamu mau hajar dia?kamu mau mukulin dia?biar apa?"
"kamu puas menyalurkan emosi kamu...tapi kamu lupa kalau itu juga akan berdampak ke aku,Nabil,juga ke ibuk sendiri..."
"kamu berstatus tahanan mas..."
"satu aja kesalahan yang kamu buat bisa berakibat kamu kembali lagi ke sel..kamu akan ninggalin aku sama Nabil lagi..."
Adinda kembali meremas punggung tangan itu..
"semua ini rencana Allah...pasti ada hikmah dari setiap kejadian yang terjadi di keluarga kita mas..." ucapnya.
Adrian mengusap wajahnya kasar.
"udah...mending sekarang kamu mandi...aku beliin sarapan dulu buat kamu..." ucap Adinda.
"deliv aja Din..nggak usah keluar keluar dulu.." ucap Adrian.
__ADS_1
Dinda tersenyum.
"ya udah...aku pesenin makanan dulu.." ucapnya.
...****************...
13:00
Sepasang suami istri itu sampai di kantor polisi.Setelah Chika dan Joddy datang ke rumah sakit,Dinda Adrian segera menuju kantor polisi untuk bertemu dengan tersangka penabrak bu Ela.
Adrian dan Dinda segera menunggu di ruang tunggu.Tak berselang lama,seorang pemuda berusia kurang lebih dua puluh tahunan datang dengan tangan diborgol,di apit oleh dua sipir di sisi kanan dan kirinya.Matanya cekung,rambut ikal sedikit gondrong dengan tubuh kurus kering.
Adrian mengepalkan tangannya menatap pria muda itu.Adinda mengusap kepalan tangan Adrian.Ia bisa merasakan aura kebencian yang menyeruak dari dalam diri Adrian.
Laki laki terborgol yang diketahui bernama Evan itu duduk di sebuah kursi yang berhadapan langssung dengan Adrian,namun terhalang meja persegi panjang yang terletak di tengah tengah antara dua kursi tersebut.
"siapa kau?" tanya Adrian dingin dengan aura iblis yang menyeruak
Evan tersenyum sinis.Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut laki laki itu.
"jawab aku ba**ngan...!" ucap Adrian lagi.
Adinda makin meremas tangan sang suami.
Evan melirik wanita cantik itu.
"apa dia juga salah satu pelac*r mu?" tanyanya.
Adinda melotot.
Adrian menatap bengis dengan mata memerah.Dadanya naik turun menahan amarah mendengar ucapan tak sopan dari laki laki itu.
"jaga mulut mu kep**at..!" ucapnya.
Evan menyeringai.
"jawab..!siapa kau...!!!!"
"kau terlalu kotor untuk tetap hidup Adrian..!KAU TERLALU HINA UNTUK BISA MERASAKAN KEBAHAGIAAN...!!!!"
BRAAAAKKKK....
pria itu menggebrak meja!matanya tak kalah merah dengan dada yang bergemuruh.Evan menatap penuh kebencian pada laki laki itu
"manusia bia**p...!!kau pantas untuk menderita...!!nyawamu halal untuk di habisi...!!iblis berwujud manusia...!!sudah berapa banyak orang yang sudah kau hancurkan hidupnya...!!!"
pria itu mengamuk bak orang kesetanan.Ia mencoba menyerang Adrian yang hanya diam dengan tatapan mata tajam...
Adinda ketakutan.Situasi begitu menegangkan.Sipirpun mendekat memcoba menenangkan Evan.
"dulu keluarga ku adalah keluarga yang bahagia...!kami hidup dalam kesederhanaan namun tak pernah sedikitpun kami merasakan kurang kasih sayang..!Aku,ayahku,ibuku dan adikku...kami semua hidup dalam satu keluarga yang harmonis...sebelum akhirnya seklompok iblis berwujud manusia yang kau ketuai datang menghancurkan kebahagiaan kami..." ucapnya dingin...
"mereka menculik adik perempuan ku saat dia berangkat sekolah bersama ayahku..!dan dengan bengisnya mereka membunuh ayahku..!dan kau..!kau menjual adikku sebagai pe**cur...!!!!"
"anj***..!!"
Evan tak terkendali....
"karena ulah mu ibuku tewas karena serangan jantung...!!aku hidup sendiri...!!!keluarga ku hancurrr....!!!!semua karena kau....!!!"
daaaggggghhhhh
.
.
.
.
__ADS_1
.
Evan menendang meja...!
"aku bertekad mencari adik ku...beeharap ia masih selamat....!sampai akhirnya aku bertemu tuan James..!!!aku bergabung dengan genk Diavolo pimpinannya...!dia yang mengatakan padaku bahwa kaulah manusia iblis yang sudah menjual adikku...!!dia bahkan menunjukkan bukti bukti betapa biad*p nya kau menyiksa..melukai dan memaksanya melayani pria pria hidung belang...!!"
"kau tau bagaimana perasaan ku??sakiittt....." ucapnya melemah dengan deru nafas yang menggebu.
"perih.." ucapnya lagi.
Adrian mengusap wajahnya kasar dan menjambak rambutnya sendiri.
Dinda menangis,ya....sekejam itulah suaminya dulu.
"di saat aku mencoba bangkit,kau berulah lagi dengan membunuh tuan James...!membantai pasukannya dan membuat kami kocar kacir...!"ucap Evan lagi dengan tatapan mata bengis?
"kami kembali mencoba bangkit.... dan lagi lagi kau kembali berulah....!!!kau membocorkan semua informasi tentang kami...!!genk kami di sergap..!!bisnis kami hancuur...!!!"
cuuuiiihhhh...
Evan meludah tepat di wajah Adrian.
"CUKUPP..!!" Adinda berteriak.Ada rasa tak suka saat Evan dengan beraninya meludahi laki laki di sampingnya.
"diam kau pe**cur..!" ucap Evan dingin.
"jangan panggil dia dengan sebutan itu...dia istriku..!dia wanita terhormat...!" ucap Adrian begitu dingin sambil mengusap ludah di wajahnya.
"kau boleh menghinaku...tapi jangan sekalipun kau merendahkan istriku.." ucapnya lagi.
Evan tersenyum sinis...
"katakan perempuan....sudah berapa kali kau bertelan**** di depan pria pria hidung belang itu"
brraaakkkk
"DIAM...!!!" ucap Adrian bangkit menggebrak meja lalu menunjuk murka ke arah Evan.
Beberapa petugas mendekat.
"jangan membuat keributan disini...!ini kantor polisi..!!!" ucap sang petugas.
"sipir....bawa tahanan ini kembali ke sel..!" perintahnya kemudian.
"baik pak.." jawab sang sipir.
Kedua sipir itu hendak membawa Evan kembali ke sel.Namun....
"dengarkan aku baik baik Adrian..!pembalasan atas semua kejahatanmu belum usai..!asal kau tau...anak tuan James masih hidup...dan akan ku pastikan..dia akan menjadi manusia yang akan menghancurkan hidupmu dan keluargamu...!!!camkan itu...!!" ucap Evan dengan penuh amarah.
Sipir menarik tubuh Evan dan mengembalikannya ke sel.Adrian kembali mendudukan tubuhnya di kursi kayu di samping Adinda yang nampak terdiam sambil menutup mulut nya yang sudah tebuka.Syok....speachless...tak bisa berkata apa apa.Keduanya bak tertampar oleh ucapan ucapan Evan.
Ya....Adrian yang terlanjur berlumuran dosa tak bisa mengelak atas karmanya.Ia masih harus menanggung akibat dari semua dosa dosanya dimasa lalu.Sedangkan Dinda,wanita itu sudah mantap memilih Adrian sebagai pasangan hidupnya.Ia tau resiko yang akan ia tanggung.Hidupnya tak akan pernah jauh dari hal hal mengerikan semacaam ini.
Ya...Dinda sadar akan hal itu....bagaimana nasib mereka setelah ini.....entahlah....
...----------------...
***OKAAY......
BAGAIMANA....??
JADI BUKAN ZEV YA YANG NABRAK BU ELA DAN NGIRIM KEPALA ANJ*NG KE ADRIAN....
ZEV CUMA MENEROR SAAT KELUARGA ADRIAN LAGI DI PANTAI....
HAYOOO....YANG KEMARIN NYALAHIN ZEV...PADA MINTA MAAF BURUAN...SUNGKEM SANA...NGGAK TAU APA SI ZEV LAGI NYUCI SENDALNYA NABILA...🤭😁😁😁🤣🤣🤣
JANGAN LUPA KASIH DUKUNGAN NYA YA....
__ADS_1
RAMAIKAN KOLOM KOMENTAR DENGAN UNEG UNEG KALIAN🤭🤭
KLIK LIKE SETELAH BACA....🥰🥰🥰***