
Hari terus berganti....
Pagi hari di kota J....
Saat ini Zev dan Nabila sudah berada di kota J.Ini hari kedua mereka berada di kota ini setelah kemarin siang mereka sampai di kota metropolitan tersebut.Zev langsung memboyong Nabila menuju rumahnya di kota tersebut.Rumah yang tak terlalu luas jika dibandingkan dengan rumahnya yang berada di kota M.Namun walaupun tak terlalu luas,suasana nya terasa begitu asri,nyaman dan tenang.
Dan di hari ini...
Pagi pertama Nabila sebagai nyonya Smith Anderson di kota J.Hari ini rencananya Zev ingin mengunjungi perusahaannya yang berada di kota itu.Sebuah perusahaan besar peninggalan Whina yang bergerak di bidang properti.Sebuah perusahaan yang sangat jarang ia kunjungi dan lebih banyak di handle oleh orang orang kepercayaan Zev disana.
Nabila kini tengah berdiri di hadapan sang suami.Wanita cantik berkulit sawo matang itu terus fokus pada benda berbentuk kain panjang yang melingkar di kerah kemeja Zev dan terjulur hingga ke bagian perut pria itu.
Matanya menatap tajam ke arah dasi biru tua itu.Mimik wajah nya serius.Sudah hampir setengah jam ia berdiri di hadapan sang suami dengan tangan yang terus fokus membolak balikkan benda tersebut namun tak selesai selesai juga.Sedangkan Zev yang kakinya sudah sangat pegal pun hanya bisa pasrah dengan aksi sang istri.Entah sampai kapan ia akan berdiri mematung di tempat itu.
Nabila bukanlah anak CEO kaya,ia juga bukan anak pejabat.Ia hanya lah anak Adrian Tama sang model profesional.Ayahnya sangat jarang menggunakan dasi,sehingga seumur hidup Nabila ia tak pernah yang namanya memakaikan atau melihat orang memakaikan dasi kepada seorang laki laki.
Dan hasilnya.....
Seperti saat ini.Ketika ia sebagai seorang istri di wajibkan untuk bisa melayani suami dengan baik.Ia bertekat untuk bisa memasangkan dasi untuk suaminya pagi ini selayaknya istri para CEO di sinetron sinetron.Namun nyatanya memasang dasi tak semudah yang ia bayangkan.Nyatanya sudah sedari tadi ia berusaha memasangkan benda itu di kerah kemeja putih sang suami,tapi tak bisa bisa juga.Acak acakan dPadahal sebenarnya Zev sudah meminta Nabila untuk berhenti.Ia bisa pasang sendiri,namun Nabila menolak.Ia harus bisa...!
"udah kelinci...biar aku pasang sendiri aja.." ucap Zev.Entah sudah yang ke berapa kali ia mengucap kata itu namun nyatanya Nabila masih belum menyerah.Ia masih yakin bahwa ia bisa melakukan nya,memasangkan dasi suaminya untuk pertama kali dalam hidupnya.
"nggak serigala...aku bisa...bentar...sabar dong..." ucap Nabila.
Wanita yang nampak sudah rapi dan cantik itu kembali fokus pada dasi Zev.Mimik wajah yang begitu serius itu terlihat begitu menggemaskan di mata Zev.
Zev meraih dasi di tangan Nabila dan dengan gerakan cepat menarik dan melemparnya asal membuat sang kelinci pun melancarkan aksi protes.
"yaaaahhh...itu udah hamp.............."
belum selesai Nabila berucap,Zev sudah meraih pinggang ramping itu dan menempelkan tubuh sang istri pada tubuh tegapnya.Nabila mendongak,membuat kedua mata itu saling berpandangan dengan tatapan penuh cinta.
"serigala....." rengek Nabila yang masih penasaran dengan dasi Zev.
"apa?" tanya Zev lembut.
"dasinya...."
"nggak usah...aku nggak mau pakai dasi..." ucap Zev.
Nabila terdiam dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"aku payah ya...?pasang dasi aja nggak bisa..." ucap Nabila
Zev tersenyum tangan kekarnya tergerak menyelipkan beberapa helai rambut sang istri kebelakang telinganya
"enggak kok....kamu cuma belum terbiasa aja....lama lama ntar juga bisa...." ucap Zev lembut.
Zev mencium pucuk kepala Nabila yang masih cemberut itu dengan lembut...
"dah....jangan cemberut dong....kita sarapan yuk...abis itu aku antar kamu kuliah...nanti kalau udah selesai kuliah aku akan jemput kamu dan bawa kamu ke kantor aku...semua karyawan aku harus tau nyonya besarnya ini..." ucap Zev sambil menyentuh pucuk hidung Nabila di akhir kalimatnya.
Nabila tersipu malu.
"siap...?"
Nabila hanya mengangguk.
"ya udah...kita makan dulu ya..."
"he'eh..."
Sepasang suami istri itupun melangkah keluar dari kamar itu dan menuju meja makan.Di mana disana sudah ada sarapan yang sudah disiapkan oleh seorang ART yang Zev pekerjakan sejak setahun belakangan ini.ART itu tidak menetap di rumah tersebut.Ia hanya datang di pagi dan sore hari untuk bersih bersih dan menyiapkan makan malam.Jika Zev sedang tidak ada di kota itu,sang ART hanya datang dua hari sekali untuk membersihkan rumah sang serigala.
13:00
Seorang wanita manis berkulit sawo matang nampak mendatangi sebuah perusahaan dengan kantor megah di pusat kota itu.
Dengan tas selempang di bahu kanannya,wanita itu nampak menapaki lantai lobby perusahaan tersebut dengan santai.Harusnya ia dijemput sang suami yang merupakan pemilik perusahaan ini,namun lantaran ada suatu masalah di kantor tersebut yang tak bisa di tunda tunda,Zev pun batal menjemput sang istri,alhasil Nabila pun datang ke kantor ini seorang diri.
Putri Adrian Tama itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru lobby perusahaan yang cukup ramai itu.Ia pun segera menuju ke meja receptionist untuk menanyakan letak ruangan sang suami lantaran ini kali pertama Nabila masuk kedalam bangunan mewah ini.Dengan langkah tenang dan tampilan yang sederhana Nabila mendekati meja receptionist,penampilannya yang sangat sederhana dan sedikit tomboy,membuat siapapun yang melihatnya pasti tak akan menyangka jika wanita berparas manis itu adalah istri baru sang CEO perusahaan tersebut.
"permisi mbak..." ucap Nabila sopan pada sang resepsionis ber nametag Lisa itu.
"ya...." jawab Lisa cuek sambil memoles bibir nya dengan lipstik merah merona.
"saya mau ketemu suami saya mbak...Zev....ruangannya dimana ya?" tanya Nabila
"Zev?Zev siapa ya...?kayaknya di kantor ini nggak ada deh karyawan yang namanya Zev.." ucap Lisa mencoba mengingat ingat.
__ADS_1
Wanita itu kembali memoles bibirnya dengan lipstik yang sebenar nya sudah tebal di bibir nya.
Nabila diam sejenak.Ia tak mungkin salah kantor kan?
"kalau ruangan CEO dimana ya mbak?" tanya Nabila lagi masih dengan mode sopan.
Lisa menghentikan pergerakannya.Ia menatap Nabila dengan tatapan menilai....
"kamu sebenar nya ada perlu apa sih?udah dibilangin disini nggak ada yang namanya Zev...kok masih ngeyel...pakai acara mau ketemu CEO segala...dia itu orang sibuk....nggak bisa sembarang orang ketemu sama dia..." ucap Lisa tak mengenakan sambil kembali fokus pada cermin dan gincu ditangannya..
"tapi saya......" ucapan Nabila terhenti saat Lisa dengan cepat dan kasar meletakkan cermin dan lipstiknya lalu menatap jengkel ke arah Nabila.
"saya sibuk....kalau kamu nggak ada kepentingan..kamu bisa keluar..." ucap Lisa kesal.
Nabila menatap kesal ke arah wanita berpenampilan menor yang kini kembali sibuk dengan polesan make up nya.
Nabila mengetatkan gigi giginya...
"mbak....saya dari tadi mencoba sopan ya..saya nanya baik baik..saya mau ketemu suami saya...." ucap Nabila mulai emosi.
"dan gue juga udah bilang kan....disini nggak ada karyawan yang namanya Zev...ngotot banget sih dibilangin...!emang apa sih jabatan suami lo...nanya sana ke HRD....mungkin suami lo OB disini...makanya gue nggak kenal.." ucap Lisa sombong.
"lagian lo tuh anak kuliahan kan?ngapain sih disini..pulang sonoh....klayapan mulu...nyari ga*un lo?"tanya Lisa angkuh.
Nabila mengetatkan giginya.Kurang a*ar sekali wanita ini...!bisa bisanya Zev mempekerjakan karyawan model begini.
Putri Adrian Tama itu menatap tajam ke arah Lisa yang masih menatap Nabila dengan tatapan angkuh.
Nabila meraih ponsel di sakunya.Ia kembali mencoba menghubungi sang suami,namun lagi lagi tak diangkat.Apa serigalanya itu sedang sibuk....pikirnya.
Nabila menghela nafas panjang.Ini hari pertamanya masuk ke perusahaan Zev,ia tak mau membuat onar disini.Tapi lihat saja....akan ada perhitungan untuk karyawan yang sok cantik itu...!
Nabila memutuskan untuk duduk di kursi tunggu perusahaan tersebut sambil terus mencoba menghubungi sang serigala.
...----------------...
***SELAMAT MALAM....
UP 19:03
YUUKKK.....
__ADS_1
KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA....🥰***