Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story109


__ADS_3

Hari berganti......


sebuah mobil mewah kini tengah melesat membawa tiga orang anak manusia di dalamnya menuju pemukiman padat penduduk di pinggiran kota berhawa sejuk itu.Jordan kini berperan sebagai sopir.Mengantarkan sang bos sekaligus sahabatnya itu dan istri tercintanya menuju rumah umi Atikah dan Bu Lastri guna berpamitan sebelum berangkat ke kota J.


Sepanjang perjalanan,mata Jordan tak henti melirik ke jog belakang mobilnya melalui kaca spion yang berada di dalam mobil.Zev dan Nabila sedari tadi terus menempel seolah tak mau lepas.Zev bahkan dengan tidak tau malunya sesekali mendusel di ceruk leher sang istri dan sesekali menciumnya.Nabila sesekali meringsut,tak seperti Zev yang begitu cuek dan bahkan seolah menganggap Jordan tak ada,Nabila masih cukup punya malu untuk mengumbar kemesraannya di hadapan Jordan.


"serigala sanaan dikit ah...malu...." ucap Nabila namun Zev seolah tak peduli.


"sumpah....jijik bet gue liat tingkah lo Zev....pen gue lempar keluar tau nggak lo....!nga*eng nggak tau tempat lo.... !!" ucap Jordan kesal.


"lah...dia bini gue....ya suka suka gue lah...." ucap Zev.


"nggak gitu juga onta Amerika....!aahhh....elah....kesel gue ama lo....giliran lagi akur aja lo dunia udah kek milik berdua....kalau berantem...udah kek pengen bunuh bunuhan lo berdua...!" ucap Jordan..


"sirik aja lo...!" ucap Zev tak peduli,ia kembali mendekap tubuh sang istri erat dengan penuh kasih sayang.


Jordan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang sahabat yang bucinnya makin akut.


Mobil pun terus melesat menuju tempat tujuan.Sekitar sepuluh menit perjalanan kendaraan mewah itu sampai di depan sebuah rumah berlantai dua kediaman Umi Atikah.Ini masih sangat pagi,dan juga hari ini hari minggu,membuat semua anggota keluarga ustad Hanif sepertinya berada di rumah.


Zev dan Nabila turun dari mobil,tak lupa..putri Adrian Tama itu merapikan rambutnya menutupi jejak tapakan bibir serigala yang membekas di seluruh sisi leher wanita manis itu.


Ketiga anak manusia itupun melangkah menuju pintu utama.


tok.....tok.....tok.....


pintu di ketuk oleh tangan kekar Zev.


masih belum ada sahutan


tok.....tok.....tok.....


diketuk lagi....


ceklekk.....


pintu terbuka.


Gadis berhijab syar'i berparas manis nan imut dengan kulit putih bersih muncul dari balik pintu....


"Hanum..." ucap Zev.


Hanum menatap datar ke arah Zev dan beralih ke Nabila.


"kak Zev...kak Nabil..." ucap Hanum.Gadis itu kemudian beralih menatap seorang pria berwokan di samping Nabila.Tampilannya cuek dengan jeans dan kaos singlet hitam ber outer kemeja putih tulang.Hanum reflek menundukkan pandangannya saat Jordan yang semula menatap koleksi burung burung milik ustad Hanif yang tergantung di salah satu sisi teras itu secara tiba tiba menoleh ke arahnya.


"umi sama abi ada?" tanya Zev.


"ada kak...." ucap Hanum menunduk.


"boleh minta tolong panggilin nggak?" tanya Zev.


Hanum diam sejenak.Zev tau...gadis ini dan kakaknya memang tak begitu menyambutnya.Keduanya seolah belum bisa menerima Zev sebagai bagian dari keluarga nya.

__ADS_1


"Hanum..." ucap Zev lagi lembut.


"aku cuma mau pamitan...aku sama Nabila mau balik ke kota J" ucap Zev.


Hanum mengangguk...


"silahkan masuk kak..." ucap Hanum.


Hanum menepi dengan tangan yang berpegang pada handle pintu dan wajah terus menunduk,mempersilahkan Zev Nabila dan Jordan untuk masuk ke dalam rumahnya.


Ketiga tamu itupun masuk ke dalam rumah.


"nunduk mulu...ntar nabrak loh..." ucap Jordan pelan saat lewat di hadapan Hanum.


Gadis belia yang mulai menginjak delapan belas tahun itupun tak merespon.


"silahkan duduk kak....Hanum panggilin abi sama umi dulu..." ucap Hanum.


Zev dan lainnya pun hanya mengangguk.Ketiga nya pun lantas duduk di salah satu sofa panjang disana,sedangkan Hanum bergegas menuju dapur untuk memanggil umi dan abinya.


Jordan menyenggol lengan Zev yang duduk di sampingnya menggunakan sikunya.Zev pun menoleh,Jordan mengangkat dagunya seolah bertanya 'siapa gadis tadi?"


"Hanum...adeknya Bryan..yang pernah gue ceritain..." ucap zev.


Jordan hanya mengangguk...


oohhh.....batinnya.


Tak butuh waktu lama,umi dan ustad Hanif datang dari dapur.


Zev Jordan dan Nabila pun bangkit,mereka meraih punggung tangan sepasang suami istri itu secara bergantian dan menciumnya sebagai tanda hormat.


"ini...?" tanya umi pada Zev sambil menunjuk sopan ke arah Jordan,seolah minta diperkenalkan pada pemuda yang penampilannya sebelas dua belas dengan Zev itu.


"saya Jordan umi...temannya Zev" ucap Jordan..


"ooalaaah...maaf nak...umi ndak tau" ucap Umi Atikah.


Jordan hanya tersenyum.


Umi dan Ustad Hanif duduk di salah satu sofa panjang berdampingan,disusul Zev,Nabila dan Jordan di sofa panjang satunya.....


"kok tumben...pagi pagi udah sampai sini?nggak bilang bilang dulu...kalau tau mau kesini kan ibuk bisa masak banyak...biar sekalian bisa sarapan bareng" ucap Umi Atikah.


Zev tersenyum...


"nggak usah buk...kita kesini cuma mau pamitan" ucap Zev.


"pamitan?"


"iya buk..." jawab Zev.


Hanum datang dengan sebuah nampan berisi tiga cangkir teh.Gadis berwajah imut itu kemudian meletakkan cangkir cangkir itu di depan Zev Nabila dan Jordan.

__ADS_1


"silahkan kak..." ucap Hanum.


"oke" jawab Jordan cuek dan singkat tanpa menoleh ke arah Hanum, namun jawaban dari mulut Jordan itu terdengar tidak sopan ditelinga Hanum.Zev menyenggol lengan Jordan dengan sikunya.Seolah ingin mengatakan,jaga sopan santun..ingat ini rumah Ustad...!


Jordan hanya mengulum senyum seolah tak terjadi apa apa.


Hanum mundur,ia memilih kembali ke dalam dapur daripada harus berlama lama satu ruangan dengan Zev dan kawanannya ini.


Kembali ke perbincangan keluarga....


"jadi kalian akan tinggal di kota itu?" tanya ustad Hanif.


"iya pak...kami akan tinggal di sana,mungkin sampai Nabila lulus kuliah..." ucap Zev.


"sayang sekali...padahal ibuk pengennya kamu masih disini nak....adikmu berniat men taaruf seorang gadis...siapa tau jodoh dan bisa segera menikah,ibuk ingin kamu juga hadir sebagai saksi pernikahan adikmu.." ucap Umi.


"Bryan mau nikah buk?" tanya Zev.


"masih ingin taaruf....ya...semoga lancar dan berjodoh..." ucap Zev.


Zev dan Nabil hanya manggut manggut,sedangkan Jordan...ia hanya diam.Ilmunya belum sampai ke situ.Apa itu ta'aruf ia pun tak tau...dalam fikirannya mungkin itu sejenis pendekatan.Ia jadi penasaran...siapa wanita yang di gadang gadang akan jadi calon istri untuk Bryan itu.


"kalau boleh tau buk...siapa calonnya?" tanya Zev.


"itu...temennya Nabila..yang kemarin juga datang ke pernikahan kalian....Rubi..." ucap Umi Atikah.


deegghhh....


Nabila dan Zev diam...keduanya saling pandang.Sorot mata keduanya saling bertemu soolah saling berbicara namun bibir mereka tak berucap.


Rubi..??


Zev dan Nabila perlahan menoleh ke arah Jordan.Mereka tau Jordan pernah memiliki rasa yang istimewa untuk Rubi,meskipun setelah insiden Jordan yang melihat Bryan di rumah Rubi beberapa waktu lalu,laki laki itu tak pernah lagi menyebut nama Rubi...namun entahlah..apakah Jordan masih mengidolakan Rubi...atau tidak..tak ada yang tau.


Zev dan Nabila mengamati Jordan.Laki laki itu hanya diam dengan raut wajah tak terbaca,atau lebih tepatnya terlihat cuek sambil menunduk memainkan ponselnya.Seolah ia tak merespon apa yang umi Atikah katakan barusan.Tidak merespon..atau tidak mendengar?entahlah....


"diminum dulu tehnya....sekalian sarapan aja ya...yuk..." ucap Umi.


"nggak usah umi...kita belum lapar....ini juga kita mau langsung ke rumah nenek...ntar keburu siang" ucap Nabila sopan.


"emang penerbangannya jam berapa?"


"jam sepuluh umi" ucap Nabila.


Umi Atikah hanya mengangguk.Merekapun larut dalam obrolan santai mereka sebelum akhirnya Zev berpamitan menuju ke rumah bu Lastri.


...----------------...


***Selamat pagi menjelang siang....


up 10:32


yukk...mana dukungannya...

__ADS_1


klik like komen vote dan hadiahny....🥰🥰🥰***


__ADS_2