
Di sebuah sekolah menengah pertama di kota M...
Seorang guru nampak mengedarkan pandangan matanya menatap mengawasi setiap gerak gerik murid murid yang kini tengah fokus mengerjakan soal ulangan pemberiannya.
Ya....itu Farhan.Dia adalah guru yang dikenal menjunjung tinggi nilai kedisiplinan dan kejujuran di sekolah itu.Ulangan dari nya selalu menjadi momok untuk para siswa.Mereka tidak pernah punya celah sedikitpun untuk berbuat curang saat ulangan berlangsung lantaran Farhan selalu bisa melihatnya walaupun hanya sambil duduk di meja guru.
"Shena..!" ucap Farhan memanggil salah satu nama muridnya.
"iya pak" jawab seorang siswi sambil mengangkat tangannya.
"buang kertas contekan kamu atau kamu keluar dari kelas ini" ucap Farhan tenang masih dalam posisi duduk di meja guru.
Siswi bernama Shena itupun dibuat gugup.
"perhatian juga untuk kalian semua..!saya bapak tidak suka dengan murid yang tidak jujur..!kalau sampai ada yang mencontek...siap siap untuk keluar dari kelas dan kerjakan ulangan kalian di bawah tiang bendera" ucap Farhan tegas.
"paham kalian?"
"paham pak.." jawab murid murid itu serempak.
Farhan pun kembali mengawasi gerak gerak murid muridnya tersebut.Saat ia tengah sibuk dengan pekerjaannya sebagai guru itu..
tiba tiba.....
drrrtt.....drrrttt.....
ponselnya bergetar.Ia meraih ponsel di sakunya itu lalu membukanya.
"dia ada di pasar dan akan pulang....pastikan dia mati hari ini"
Deggghhhh.....
Sebuah pesan dari sebuah nomor yang ia sadap beberapa waktu lalu masuk ke ponselnya.
Farhan terlonjak.
"ibuk..!" ucapnya.
"astagfirullah haladzim...ibuk dalam bahaya" batinnya
Pria berseragam guru itupun segera lari keluar dari kelas tanpa memperdulikan murid muridnya.Ia menuju tempat parkir dan melajukan mobilnya secepat kilat menuju pasar tempat di mana bu Lastri berada.
Ya......beberapa waktu lalu ia mendapatkan tugas dari Adrian untuk melacak,mengawasi dan mengintai Dave,musuh Adrian yang kini berada di kota M.Adrian meminta bantuan Farhan setelah ia mendapatkan informasi dari Jordan bahwa Dave pergi dari rumah.
Dengan berbekal nomor ponsel Dave yang di dapat dari Jordan dan otak genius yang dimiliki Farhan,ia berhasil melacak keberadaan laki laki adik James itu dan sekaligus menyadap ponsel milik laki laki paruh baya tersebut.Hal itu ia lakukan karena kini ia tak mungkin bisa mengintai Dave dua puluh empat jam,lantaran kini ia memiliki pekerjaan lain dan selain itu juga ia sudah berkeluarga dan memiliki satu bayi merah hasil buah cintanya dengan sang istri...Putri.
Farhan melajukan mobilnya kencang.Ia harus secepat nya sampai di pasar tempat dimana bu Lastri berada sekarang.
Sementara itu....
Di sebuah pasar tradisional...
Seorang wanita dengan rambut yang mulai memutih berjalan beriringan dengan seorang gadis muslimah menuju ke parkiran motor yang berada di area pasar tersebut.
"makasih lo ndok....kamu udah mau nganterin nenek...sebenarnya kan nenek bisa naik ojek" ucap Bu Lastri.
"nggak apa apa nek...kan sekalian Rubi pengen mampit ke rumah nenek..mumpung Rubi pulang kampung...Rubi kangen...." ucap gadis manis yang ternyata bernama Rubi itu.
"andai Nabila ada disini...dia pasti seneng banget..."ucap Bu Lastri.
" iya buk...udah lamaaaaa banget aku nggak ketemu sama Nabila...jadi kangen.."ucap Rubi.
Ya...Rubi adalah teman masa kecil Nabila saat di kota M.Anak penjual bakso yang kiosnya bersebelahan dengan warung Soto milik bu Lastri (ada di season 1 tapi lupa bab berapa..)
Rubi kini mengenyam pendidikan di kota S.Dan hari ini ia pulang ke kota M untuk mengunjungi keluarganya.
Rubi menstarter motor nya.Ia kemudian melajukan motor itu pelan dengan bu Lastri yang membonceng di belakang.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan,kedua wanita itu asyik mengobrol,Saat tengah asyik berkendara,tiba tiba....
tiiiinnnn.......
.
.
.
ciiiiittttt.......
.
.
.
daaaaggghhh.......
buuugggghhhh.....
Sebuah mobil mini Cooper dengan sengaja mencoba menabrak motor matic merah itu dari belakang,beruntung Rubi cukup sigap menepi membuat motor itu hanya membentur pohon di samping jalan dan ambruk.
Bu Lastri dan Rubi tersungkur jatuh ke aspal.Keduanya tertimpa bodi motor yang ambruk.Para warga yang melihat kejadian itu langsung berlari menolong dua wanita itu,sedangkan beberapa warga lain nampak mengejar mobil yang kini melaju dengan cepat dan kencangnya.
"nenek..!" pekik Rubi.
Motor sudah terangkat.Rubi mendekati wanita yang mulai menua itu dengan buru buru.Dilihatnya dahi lutut dan siku bu Lastri berdarah.
"nenek nggak apa apa?" tanya Rubi.
"ndak...ndak apa apa..." ucap Bu Lastri sambil meringis.Rubi dan beberapa warga yang mengerumuni mereka pun ikut membantu Bu Lastri untuk bangkit
Sebuah mobil hitam datang mendekati kerumunan warga itu.Seorang pria berseragam guru turun dari mobil.
Farhan...!
"ibuk...." ucap Farhan mendekati bu Lastri.
"ibuk nggak apa apa?" tanya nya lagi panik.
"ndak...ibuk ndak apa nak...cuma sedikit pusing aja...kok kamu bisa ada disini?" tanya Bu Lastri.
"saya kebetulan lewat aja buk" ucap Farhan berbohong.
"kita ke rumah sakit ya.." ucapnya lagi.
"ibu ndak apa apa nak.."
"ibuk harus tetap ke rumah sakit.. kepala ibuk berdarah...tuan Adrian sudah menitipkan ibuk sama saya...ibuk tanggung jawab saya..." ucap Farhan.
Bu Lastri nampak diam sejenak.
"kerumah sakit ya buk..."ucap Farhan lagi membujuk.
" ya sudah kalau begitu..."jawab Bu Lastri.
"ndok...Bi...kamu juga kerumah sakit ya.." ucap Bu Lastri.
"nggak usah nek...Rubi nggak ada yang luka kok..Rubi bawa motor Rubi ke bengkel aja" ucap Rubi menolak.
"kamu juga harus ke rumah sakit nak...kamu harus di cek juga"
"nggak usah om"
"nggak apa apa...biar nanti om telfon orang bengkel untuk mengambil motor kamu" ucap Farhan.
__ADS_1
Rubi nampak berfikir sejenak.
"mau ya..." ucap Farhan lagi.
"i...iya udah deh om...maaf jadi ngerepotin.." ucap Rubi
"nggak ngerepotin kok...justru saya berterima kasih sama kamu...kalau kamu nggak ngelak..mungkin kejadiannya bisa lebih fatal dari sekarang.." ucap Farhan.
Rubi hanya tersenyum.
"ya udah...ayok masuk mobil" ucap Farhan lagi.
Rubi dan Bu Lastri pun masuk ke dalam mobil.Farhan mendekati salah satu warga yang masih berkumpul disana.
"saya titip motornya ya pak...nanti biar di ambil sama orang bengkel" ucap Farhan.
"iya pak guru...taruh di sana saja" jawab seorang warga sambil menunjuk salah satu rumah warga.
Farhan pun mendorong motor matic itu kerumah yang ditunjuk.Saat ia hendak kembali ke dalam mobilnya,tiba tiba.....
Beberapa warga yang tadi mengejar penabrak bu Lastri datang dengan motor mereka.....
"nggak kekejar....cepet banget ilangnya.." ucap salah seorang warga yang ikut mengejar.
Farhan menghentikan pergerakannya.
"iya..tapi ini...saya dapet plat nomornya...berhasil saya foto tadi.."ucap warga lainnya sambil memperlihatkan foto di ponselnya.
Farhan mendekat.
" misi mas...boleh saya lihat.."ucap Farhan pada warga tersebut.
"boleh mas...silahkan..." ucap Warga itu sambil menyerahkan ponselnya.
Farhan pun mengamati foto itu.Mini Cooper warna merah lengkap dengan plat nomor yang terpampang jelas disana.
Farhan tersenyum sinis.Ia kemudian mengirimkan foto itu ke ponselnya dan menyerahkan ponsel warga itu kembali ke pemiliknya.
"makasih ya mas..."
"sama sama pak"
Farhan menuju mobil sambil masih mengotak atik ponselnya.
Ia menuju aplikasi WhatsApp dan mencari nama Adrian di sana dan menelfonnya...
tuuttt.....tuuttt.....tuuttt.....
"assalamu alaikum" ucap Adrian dari seberang sana..
"wa alaikum salam tuan"
"ada apa Farhan"
"ada informasi tuan...." ucap Farhan.
Dan pembicaraan antar dua mantan partner mafia pun terjadi.....
Apa yang dibicarakan....
Tunggu bab bab selanjutnya.....
🥰🥰
...----------------...
***SELAMAT PAGI MENJELANG SIANG....
__ADS_1
UP 8:15
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA..🥰🥰🥰***