
Sebuah mobil hitam melesat membawa rombongan keluarga yang tengah menuju ke kantor polisi.Dengan Adrian sebagai sopir,Adinda duduk di kursi samping kemudi,sedangkan di kursi belakang ada bu Lastri Putri dan Nabila yang duduk di sana.Adrian memang sengaja mengajak Bu Lastri dan Putri turut mereka,dari pada dirumah berdua,lagipula toko kue juga belum buka semenjak insiden tertabraknya Bu Ela beberapa waktu lalu.
Sedari masuk mobil,Nabila terus menempel pada Putri,bu Lastri yang sedari tadi bertanya hanya di jawab anggukan dan gelengan kepala dari bocah ber pipi chubby itu.Bu Lastri sadar betul,cucunya itu sepertinya memiliki trauma atas semua perlakuannya dulu.Membuat gadis kecil yang akan menginjak usia sembilan tahun itu tak mudah untuk bisa dekat dengannya.
"Nabila...sini dong...nenek pengen mangku Nabila loh....nenek belum pernah mangku..." ucap bu Lastri membujuk.
Nabila kembali menggelengkan kepalanya dan semakin merapat pada tubuh Putri,membuat wanita manis berhijab itu kesulitan untuk bergerak.
"Bil...geser napa..sempit ini...itu nenek mau mangku itu loohh.." ucap Putri.
Nabila lagi lagi menggelengkan kepalanya.
"mama....Nabil ikut mama di depan..." ucapnya.
"perut mama udah gede sayang....nggak bisa mangku kamu...ikut nenek dong nak...nenek pengen mangku tuh..." ucap Adinda membujuk.
"Nabil...." ucap Adrian sambil menatap ke arah Nabila melalui spion depan mobil mereka,membuat tatapan mata keduanya bertemu.Tanpa mengucap kata apapun,hanya melalui tatapan mata,Adrian seolah meminta pada sang putri untuk mendekati neneknya.
Nabila menunduk,dengan berat hati ia pun menggeser tubuhnya mendekat ke tubuh bu Lastri yang tersenyum menyambutnya.
"nah...gini dong...nenek kan seneng kalau Nabila deket sama nenek gini..." ucap bu Lastri.
Nabila tak menjawab.Ia hanya diam dengan raut wajah datar.
Sekitar dua puluh menit perjalanan....
Mobil hitam milik Adrian sampai di kantor polisi tempat dimana Farhan,sang mantan asisten pribadinya di tahan.
Mereka pun segera turun dari mobil....
"ndok...le....ibuk tunggu disini saja ya...ndak enak sama pak poliisi kalau rame rame masuk kedalam..." ucap Bu Lastri.
"iya Din...aku juga nunggu disini aja sama Nabil sama ibuk.." ucap Putri.
"ya udah kalau gitu...tungguin bentar ya...nggak lama kok.." ucap Adinda.
Bu Lastri dan Putri pun mengangguk.
Adrian dan Dinda pun beranjak masuk ke dalam kantor polisi meninggalkan ketiga perempuan beda usia yang kini duduk di kursi tunggu di teras kantor polisi tersebut.
Sepasang suami istri itupun menuju ruang tunggu setelah melapor ke petugas yang berjaga disana.Tak berselang lama,seorang pria dengan jenggot dan jambang melebat datang bersama seorang sipir menghampiri Adrian dan Adinda.
Farhan,anak yatim piatu,satu satunya sahabat Adrian semasa sekolah.Pria yang awalnya cupu dan selalu menjadi sasaran bullying anak anak sok jagoan semasa SMA.Adik kelasnya yang ia didik dan ia latih menjadi seorang pejantan tangguh yang disegani banyak orang.Kepandaiannya sebenarnya melebihi Adrian,terutama di bidang IT dan urusan selidik menyelidik.Ia di rekrut oleh suami Adinda itu menjadi tangan kanannya.Membantunya menjalankan bisnis bisnis haramnya selama belasan tahun.
Adrian tersenyum...
"tuan..." ucap Farhan.Ia kemudian duduk di kursi kayu tepat di depan Adrian berbatasan sebuah meja kayu persegi panjang di sana
"apa kabar Farhan..?" tanya Adrian.
__ADS_1
"seperti yang tuan lihat..." ucapnya.
Adrian tersenyum.Ia mengubah posisi duduknya yang semula bersandar pada sandaran kursi kini ia sedikit memajukan tubuhnya meletakkan kedua lengannya di atas meja dengan tatapan mata tajam menghadap ke Farhan.
"aku kesini ingin mengunjungi mu..." ucapnya.
Farhan tersenyum getir...
"anda orang pertama yang mengunjungi saya tuan.." ucapnya.
Adrian tersenyum.
"maaf Farhan....aku baru sempat mengunjungimu.." ucap Adrian.
Farhan kembali tersenyum getir.Ia menoleh ke arah Adinda yang sedari tadi hanya diam.
"nona Dinda hamil?"tanya Farhan.
Adinda tersenyum lalu menunduk.
" iya....dia sedang mengandung benihku sekarang..."ucap Adrian bangga.
Farhan mengangguk....beruntung sekali tuannya ini.Menemukan wanita yanh tepat saat ia benar benar tersesat.Kini sang tuan sudah bahagia dengan kehidupan barunya,tak seperti dirinya,sebatang kara tanpa siapapun yang peduli.Bahkan sudah hampir delapan bulan ia ditahan...baru Adrian seorang yang datang menemuinya.Sungguh...sangat malang nasibnya.
"Farhan...." ucap Adrian.
"aku kesini ingin membantumu keluar dari tempat ini.." ucap Adrian.
"maksud tuan?"
Adrian menyeringai.Ia merogoh saku jaket kulitnya,lalu mengeluarkan sebuah foto gambar kepala serigala di sebuah perahu nelayan yang Bram berikan padanya kemarin.Ia kemudian menyodorkannya kepada Farhan.
"pembunuh haus darah...membunuh mangsa mangsanya secara acak...identitasnya sangat misterius...karena dia tidak pernah meninggalkan jejak sedikitpun...ia hanya meninggalkan jejak berupa gambar kepala serigala di setiap aksinya.." ucap Adrian.
Farhan menyipitkan matanya...
"mungkin kau tau sesuatu...?" tanya Adrian lagi.
"apa saya bisa bebas jika saya bisa memberikan informasi tentang orang ini?"
"kau tau sesuatu?" tanya Adrian.
"saya belum yakin tuan....tapi sepertinya saya pernah melihat gambar sejenis ini,miriplah..."
"aku akan memberi tahu polisi...semoga saja akan ada keringanan hukuman untukmu.." ucap Adrian
Farhan tersenyum sinis...
"saya sebenarnya tidak terlalu tertarik untuk bebas tuan..." ucapnya sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
__ADS_1
Adrian mengernyitkan dahinya.
"kenapa?"
"kalaupun nanti saya bebas....saya mau kemana?saya tidak punya keluarga tuan....rumahpun sekarang saya tidak punya..." ucapnya.
"kau bisa tinggal denganku Farhan...kau bisa cari kerja,kau genius..." ucap Adrian.
Farhan tersenyum sinis...
"saya tidak tertarik tuan..." ucapnya.
Adrian menghela nafas panjang.Saat mereka tengah saling diam....tiba tiba....
"mamaaaaa.....papaaaa....." suara cempreng itu menggema memenuhi ruang tunggu tersebut.Farhan,Adinda,dan Adrian menoleh ke arah sumber suara.Dilihatnya Nabila berlari ke arahnya disusul seorang wanita muda berhijab hitam,kaos putih dan rok plisket motif bunga bunga.
"Ya Allah Din...anakmu iku lo mangane opo seh..kaet maeng gak iso meneng blas ig...mek ngoceh wae..." ucap Putri kesal.
("Ya Allah Din....anakmu makannya apa sih..nggak bisa diem sama sekali...ngoceh mulu dari tadi..)
Adinda tersenyum.
"ayo ma...pa..katanya mau pergi lagi..." ucap Nabila merengek.
"iya sayang...bentar ya..." ucap Adinda.
Adrian bangkit.
"baiklah Farhan..aku akan pergi dulu...aku masih harus ke panti hari ini...lain kali aku akan sering sering kesini menjengukmu.." ucap Adrian.
"tuan..." ucap Farhan dengan mata yang terus terfokus pada satu titik obyek yang berhasil menyita perhatian nya.
"ada apa..."
"aku mau bebas..." ucapnya tanpa menoleh ke arah Adrian.
Suami Adinda itu mengernyitkan dahinya.Cepat sekali Farhan berubah fikiran.Dinda dan Adrian saling pandang,mereka kemudian dengan kompaknya menoleh ke arah Farhan,dilihatnya laki laki itu nampak terpesona pada salah satu obyek pandang di sana.Adrian dan Dinda mengikuti arah pandang Farhan...dan...
Putri..!!
Farhan tersenyum menatap Putri...sedangkan wanita yang dikenal nyeleneh itu nampak menunduk dengan wajah memerah.
...----------------...
***UDAH CRAZY UP NIH.....
NGGAK ADA YANG NIAT NGASIH BUNGA ATAU KOPI GITU????
ATAU NAMBAHIN VOTE GITU?
__ADS_1
JANGAN LUPA KLIK LIKE SETELAH BACA & TULIS KOMENTAR KALIAN DI KOLOM KOMENTAR 🥰🥰🥰🥰***