
Ketiga anak manusia yang tak sedarah itu berjalan beriringan menuju ke ruang tamu dimana sudah ada dua wanita beda usia menunggu disana.Sedangkan Gunawan,pria tersebut sudah kembali ke postnya.
"ibuk...Putri..." ucap Adinda.
"ndok.."
"Dinda.."
Adinda berjalan lebih cepat mendekati dua wanita yang baru saja datang dari kampung itu.
Adinda meraih punggung tangan sang ibu,lalu menciumnya.Adrian pun melakukan hal yang sama,begitu juga Nabila.Adinda kemudian memeluk sahabatnya,Putri.Sudah lama sekali mereka tak bertemu.Kedua nya cukup lama saling berpelukan melepas kerinduan masing masing.
"Dinda aku kangen....." ucap Putri
"aku juga..." sahut Adinda.
Keduanya saling melepaskan pelukannya..
"Ya ampun Din...kita udah berapa abad nggak ketemu...kok perutmu udah gede aja..." ucap Putri sambil mengusap usap lembut perut buncit Adinda.
Adinda terkekeh...
"ini udah jalan lima bulan Put..." ucap Adinda.
"ya...ampun....aku berasa tua Din liat kamu udah hamil gede gini" ucap Putri.
Merekapun duduk di sofa ruang tamu tersebut.Seperti biasa,gadis kecil berambut panjang itu segera berlari ke dalam dapur untuk membuatkan minum tamunya tanpa perlu diberikan aba aba.
Sementara itu...
Di ruang tamu..
"ibuk kenapa nggak bilang kalau mau kesini?"
"nggak sempat ndok...ibuk kesininya juga mendadak..mendengar kabar kalau mertua kamu meninggal ibuk langsung kesini" ucap Bu Lastri.
Adinda hanya tersenyum.
Bu Lastri mengarahkan pandangannya ke arah laki laki tampan yang nampak sembab,dengan kedua mata yang terlihat bengkak dan lelah.Meskipun ia terus berusaha menebar senyum di hadapan mertuanya,namun tak bisa di bohongi,raut wajah kepedihan itu tergambar jelas dari paras bulenya.
"Adrian..." ucap Bu Lastri.
Adrian mencoba tersenyum...
"iya buk..."
"ibuk turut berduka cita ya...semoga ibu kamu di ampuni segala dosa dosanya..."
"amin" ucap Adrian singkat.Entahlah....baginya untuk saat ini ucapan ucapan semacam itu sudah tak penting baginya.Ibunya tetap pergi,penyesalannya tetap abadi.Ia sudah tak mampu lagi memeluk wanita tua yang begitu menderita di akhit hayatnya itu.
Nabila datang dengan nampan berisi dua cangkir teh untuk nenek dan tantenya.
"masya Allah....makasih nak..." ucap Bu Lastri.
Nabila tak menjawab.Ia kemudian duduk di samping sang papa dan merapatkan tubuhnya pada tubuh tegap Adrian seolah minta dipeluk oleh laki laki itu.
Adrian pun meraih tubuh mungil tersebut.
"Nabila sini nak....pangku nenek yuk..." ucap Bu Lastri.
Nabila tak menjawab,ia hanya menggelengkan kepalanya.Tau sendiri kan...Nabila memang tak terlalu menyukai neneknya yang satu ini,mengingat bagaimana perlakuan bu Lastri dulu padanya dan Adrian membuat Nabila merasa kurang nyaman dengan ibu kandung Adinda tersebut.Ia lebih nyaman dengan bu Ela daripada bu Lastri.
"Nabil...nenek ngomong tuh...dijawab dong nak.." ucap Adinda.
"nggak mau ma...Nabil pengen di peluk papa aja.." ucapnya sambil terus merapatkan tubuhnya pada Adrian.
"ya udah ndak apa apa kalau ndak mau....nanti main sama nenek ya..." ucap Bu Lastri.
__ADS_1
Nabila hanya mengangguk samar,meskipun sebenarnya ia malas.
Obrolan ke lima orang itu pun berlanjut....
...****************...
Malam menjelang.....
Lantunan surah yasin dan doa doa berkumandang di ruang tamu yang cukup luas di kediaman Adrian Tama.Laki laki yang terus menunduk itu lagi lagi kembali terlihat hancur.Matanya kembali mengembun,seolah penyesalan yang begitu besar tak pernah lepas dari dirinya.Mulut nya tak henti bergerak mengucap doa doa untuk sang mama yang kini telah berpulang ke pangkuan yang Maha Kuasa.
Adrian meneteskan air matanya lagi,laki laki itu kembali menangis tanpa suara.Lagi lagi,bayangan perlakuannya yang sungguh diluar batas kembali menari nari pikirannya.Ia bahkan pernah dengan tega membiarkan ibunya itu untuk tidur di kamar belakang yang identik dengan kamar pembantu.
Adinda meremas jemari tangan Adrian lembut seolah memberikan kekuatan pada laki laki itu.Adrian manarik nafas panjang,lalu membuangnyaa.Mencoba kembali menetralkan emosinya agar tak kembali menangis di hari kedua kematian ibunya ini.
22:00
Rumah besar itu kembali sepi.
Tahlilan telah usai,satu persatu peserta tahlil juga sudah mulai pergi meninggalkan tempat itu.Adrian masih duduk melamun di ruang televisi.Nabila sudah beranjak ke kamarnya untuk tidur.Sedangkan Dinda,Bu Lastri dan Putri tengah berada di dapur untuk mencuci piring dan beres beres.
Setelah semua bersih...
"ibuk...Putri....istirahat aja gih....udah malem.,.semua juga udah bersih..." ucap Adinda.
"iya ndok....kami ke kamar dulu ya..kamu juga istirahat....udah malem..."
"iya buk..." ucap Adinda.
Bu Lastri dan Putri pun bergegas pergi ke kamar tamu yang sudah Adinda siapkan untuk mereka,letaknya di samping kamar yang dulu bu Ela tempati.
Bu Lastri dan Putri sudah masuk ke kamar,
Kini Adinda mendekati laki laki yang lagi lagi melamun itu.Dengan sebatang rokok di tangan kanannya,laki laki itu kembali menatap kosong lurus ke depan.Pikirannya kembali melayang layang entah kemana,
"mas..." ucap Adinda lembut sambil menyentuh paha Adrian.
"eh...iya..." ucapnya.
"udah malem....tidur yuk..." ucapnya.
Adrian tersenyum,ia merengkuh pinggang istri tercintanya itu lalu mencium singkat bibir berbalut tipstik nude itu.
"Din..."
"ya..."
"aku pengen ke panti besok...."
"panti?"
Adrian mengangguk....
"kamu ingat kan...dulu aku dan kakek sering mengunjungi dan memberi santunan kepada beberapa panti asuhan...udah lama aku nggak kesana..." ucapnya.
Adinda menatap dalam wajah laki laki itu.
"aku sadar dosaku terlalu banyak Dinda...dan aku nggam tau harus dengan apa aku menebusnya..." ucapnya.
Adrian menatap wajah ayu istri tercintanya itu lekat lekat.
"aku bersumpah.....mulai sekarang...aku akan mengabdikan hidupku untuk membantu siapapun...orang orang yang membutuhkan bantuan,merasakan kesusahan..." ucapnya.
"hanya itu yang bisa aku lakukan Din....entah itu bisa mengurangi dosa ku atau tidak....se enggaknya aku ingin berusaha menjadi orang yang lebih baik..." ucapnya.
Adinda tersenyum haru....
Sungguh....segala ujian dan pelajaran hidup yang didapat Adrian selama ini benar benar berhasil mengubah pribadi laki laki itu.Tidak secara instan,namun bertahap.Tuhan benar benar menunjukkan jalan yang benar pada laki laki itu secara perlahan.
__ADS_1
"Din...."
"ya..."
"kamu mau kan...besok temenin aku...oh ya....aku juga mau jenguk Farhan besok...kamu ikut ya..."
Adinda mengangguk pasti...
"iya mas....aku temenin kamu kemanapun kamu mau..." ucapnya.
"Ya udah yuk....tidur..." ucap Adrian.
Diinda mengangguk lagi,keduanya pun bangkit dan bergegas menuju ke kamar mereka.
Setelah sampai di kamar,mereka pun segera naik ke atas ranjang,menarik selimut lalu mencari posisi tidur ternyaman mereka.Adinda tidur miring memposisikan wajahnya tepat di hadapan dada bidang Adrian,sedangkan laki laki itu menggerakkan tanganya untuk merengkuj pinggang sang istri.Keduanyapun bersiap untuk tidur.Tiba tiba...
"oh iya....Dinda..." ucap Adrian lagi
"ya..." jawab Adinda sambil mendongak menatap wajah Adrian
"ntar bangunin aku jam tiga ya..."
"kamu mau ngapain?"
"aku mau tahajud...aku ingin memperbanyak doaku untuk mama,aku juga ingin berbakti sama mamaa meskipun sekarang dia udah nggak ada.." ucapnya.
Adinda makin terenyuh,tangannya tergerak mengusap lembut pipi berjambang itu...
"Din..."
"ya...."
"apa doa doa ku akan diterima Tuhan?" tanyanya.
Adinda tersenyum....
"lakukan apa yang menurut kamu baik mas....diterima atau tidak...biar Allah yang menentukan...yang penting niat baikmu kamu laksanakan...tunjukan baktimu ke mama dengan doa yang tak putus...Insya Allah mama akan bahagia di alam sana...jangan lupa untuk kakek dan papa kamu jugaa ya..." ucap Adinda sambil menyentuh ujung hidung Adrian dengan ujung jari telunjuknya tepat di akhir kalimatnya.
Laki laki itu tersenyum...
"untuk ayah kamu juga..." ucap Adrian kemudian
Adinda tersenyum bahagia.
"iya...nanti aku bangunin...kita sholat sama sama..." ucapnya.
Adrian kembali mengecup kening Adinda.
"udah...tidur..." ucap nya.
Adinda memeluk tubuh tegap itu.
"selamat malam imamku.." ucapnya.
"selamat malam juga bidadariku...." jawab Adrian.
Keduanya pun mulai memejamkan mata,terlelap dalam tidur malam yang panjang..
...----------------...
***YUK...RAMAIKAN YUKKKK...🥺🥺
KLIK LIKE SETELAH BACA....
RAMAIKAN KOLOM KOMENTARNYA....
JANGAN LUPA KASIH VOTE DAN HADIAHNYA....🥰🥰🥰🥰🥰***
__ADS_1