
Hari berganti hari...
Hari ini adalah hari minggu.Hari dimana Adrian sudah berjanji akan membawa Nabila dan keluarga untuk pergi jalan jalan ke pantai.Mengingat saat ini status Adrian adalah tahanan kota,maka laki laki itu pun hanya mengajak sang putri untuk pergi ke pantai terdekat di kota itu.
Saat ini....
Adrian dan Dinda tengah berada di dalam kamar Nabila.Gadis itu kini tengah berada di depan cermin kamarnya dengan Adinda yang berdiri di belakangnya sambil menyisir rambut panjang sang putri.Sedangkan Adrian,laki laki itu duduk di sisi ranjang sambil memasukkan baju ganti yang sudah Nabila siapkan.
"papa..." ucap Nabila.
"hmmm....."
"kita ke pantai mana?"
"deket deket sini aja....papa belum bisa ajak kamu jalan jalan jauh sayang.." ucap Adrian sambil memasukkan beberapa perlengkapan mandi milik sang putri.
Nabila mengangguk.
"nggak apa apa pa....yang pemting ada airnya..." ucapnya
Adrian dan Dinda terkekeh
"yang namamya pantai pasti aernya Bil...!kamu makin lama kalo ngomong makin ngeselin ya..." ucap Adrian.
Gadis kecil itupun hanya terkekeh.
"dah...udah selesai...." ucap Adinda.
Nabila merosot dari tempat duduknya.Gadis itu kemudia mendekati sang papa...
"ayo pa....Nabil udah siap nih...." ucapnya.
Adrian tersenyum,ia meraih tubuh mungil Nabila dan membimbing nya untuk duduk dalam pangkuannya.
"sini pangku papa dulu..." ucapnya.
"ayo pa...udah nggak sabar nih...."
"iya bentar...papa telfon om Marco dulu..."
"om Marco jadi ikut pa?"
"iya dong...om Marco,om Joddy,tante Naya sama tante Chika juga ikut...." ucap pria tampan itu.
"waaahhh....rame....jadi nggak sabar...." ucap Nabila dengan binar bahagia.
Adrian meraih ponsel di sakunya.Ia kemudia mencari nama Marco disana kemudian menekan tombol telfon pada layar benda canggih tersebut.
tuutt.....tuutt....
"halo.." ucap seorang laki laki dari seberang sana.
"sampai mana?"
"gue udah di jalan nih....lo langsung berangkat aja deh...ntar kita kirim kirim lokasi...dari pada gue mesti ke rumah lo duluan"
"oh...oke...gue langsung berangkat kalo gitu"
"yes..." sahut Marco.
sambungan telepon pun terputus.Adrian kembali memasukkan benda pipihnya kedalam saku celananya.
"gimana mas?" tanya Adinda.
"mereka udah berangkat....kita langsung ke lokasi aja..." ucap Adrian.
Adinda hanya mengangguk.
"yeeyyy.....Nabil udah nggak sabar....!!" ucap Nabila begitu antusias.
Adrian gemas,ia menciumi pipi chubby sang putri.
"yookk...turun...kita berangkat..."
"gendong pa...." rengek Nabila.
__ADS_1
"astaga....udah kelas dua masak minta gendong?" ucap Adrian.
"gendong...." ucap gadis itu merengek lagi.
Adrian menggelengkan kepalanya.Ia meraih tubuh mungil itu lalu menggendongnya.
Adrian hendak meraih tas ransel yang ada di atas ranjang.Namun....
"biar aku bawa aja mas..." ucap Adinda.
"makasih sayang.." ucapnya.
Adinda hanya tersenyum.Keduanya pun bergegas keluar dari kamar tersebut dan berjalan menuruni tangga.
Saat sampai di ruaang tamu.
Di lihatnya bu Ela yang sudah menunggu di sana....
"nenek....!!" sapa Nabila riang.
Bu Ela tersenyum.
"ayo nek berangkat..."
Keluarga kecil itupun bergegas menuju mobil mereka yang sudah siap di halaman.Tanpa basa basi,Adrian langsung melajukan mobil tersebut menuju ke pantai yang menjadi tujuan liburannya kali ini.
...****************...
Sementara itu...
Di tempat lain
Di sebuah mobil putih yanv nampak terparkir di depan sebuah minimarket.Ada sepasang muda mudi didalamnya.Keduanya nampak saling diam,menunggu dua anak manusia yang tengah memilih jajanan di dalam minimarket yang identik dengan warna merah disana.
Marco menoleh ke arah Naya yang terus menunduk
"nay..." ucapnya.
"iya mas..." sahut Naya.
Naya mengangguk.
"udah mas.." jawabnya singkat.
Marco mengangguk.
Untuk sesaat,mereka saling diam....
"kalau kamu gimana?" tanya Marco.
"gimana apanya mas?"
"kamu belum pernah pacaran?" tanyanya.
Naya tersenyum...
"belum,nggak pernah...dan mungkin nggak akan pernah mas" jawabnya.
Marco mengangguk paham.Ya..ia tahu betul,Naya adalah muslim yang taat.Jadi ia tak bisa se enaknya mengungkapkan perasaannya.
"Nay...."
"ya..."
"kamu pernah jatuh cinta?" ucapnya.
deghhhhh....
Entah kenapa perasaan Naya tiba tiba berubah jadi gugup.Wanita itu meremas ujung hijabnya untuk menyalurkan perasaannya.
"memangnya kenapa mas?" tanya Naya menunduk.
"nggak....cuma pengen tau aja....seperti apa sih seorang muslimah seperti kamu menyalurkan perasaan cinta kepada lawan jenis?"
"pacaran nggak mungkiin,liat wajahnya lama lama juga kayaknya nggak mungkin...trus gimanaa cara kamu mengekspresikan perasaan kamu..." ucapnya lagi...
__ADS_1
"aduh....gimana ya..." ucap Naya bingung.Ada senyuman dibalik wajahnya yang menunduk.Seolah ada perasaan malu malu,salah tingkah,deg deg an,berdebar,atau apalah namanya.Namun bisa terlihat dengan jelas rona merah pada pipinya.
"gimana?" tanya Marco lagi dengan tatapan mata yang tak lepas dari wajah sang wanita yang mulai mengusai pikirannya itu.
"atau...kamu pernah nggak kalo lagi sendiri tiba tiba kebayang wajah laki laki yang kamu taksirr?" tanya nya lagi.
Naya makin salah tingkah,membuat Marco makin betah berlama lama menatap wajah ayu itu.
"mas Marco ngomong apa sih?" ucapnya malu malu.
"pernah nggak?" tanyanya lagi dengan suara lembut.
"nggak tau mas..." jawab Naya.
"kok nggak tau...kan kamu sendiri yang ngerasain.." ucapnya.
Naya makin di buat tak karuan.
"udah ah...jangan ngomongin itu" ucap Naya tak henti menunduk.
"kalo bayangin wajah aku pernah nggak?" tanyanya lagi.
"hah?" ucapnya sambil reflek menoleh ke wajah tampan pria dengan senyuman manis itu.
Naya kembali menunduk.
"maksudnya gimana mas?" tanya Naya lagi.
"ya....maksudnya...kamu pernah nggak bayangin aku...kalau pernah...mungkin kamu mulai jatuh cinta sama aku..." ucapnya sambil menahan senyuman.
Naya sekuat tenaga mencoba untuk biasa saja.Tapj susah....ucapan Marco berhasil sedikit menggelitik batin wanita berhijab syar'i itu.
Untuk beberapa saat,mereka saling diam...
"Nay..."
"iya mas..."
"kalau aku suka sama kamu...aku harus gimana buat nunjukinnya?" tanya Marco serius.
Naya terdiam,ia menoleh ke arah laki laki yang selalu intens mengunjunginya....
"aku suka sama kamu Nay...." ucap Marco serius.
Naya mematung...
"aku tau...aku nggak mungkin bisa menjadikan kamu pacar....makanya aku nggak pernah nembak kamu.Aku tau kamu wanita solehah yang nggak pernah mengenal pacaran."
"Tapi sekarang...aku mau jujur sama kamu...aku suka sama kamu Nay...aku harus gimana untuk menunjukkan perasaan ku..?"
Naya terdiam....
Ia seolah tak tau harus menjawab apa.
"apa....aku harus meng khitbah kamu..?"
deggghhhhh
.
.
.
.
..
uhuuuiiyyyy......
...----------------...
***LANJUT BESOK....
MAAF...OTAK LAGI BLANK AKHIR AKHIR INI....
__ADS_1
JANGAN LUPA KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA....🥰🥰🥰***