Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
90


__ADS_3

**BAB INI MENGANDUNG UMPATAN BERBAHASA JAWA YANG DINILAI KASAR UNTUK SEBAGIAN ORANG.


TIDAK DIPERUNTUKAN DIBACA OLEH ANAK ANAK DI BAWAH UMUR


OTHOR SUDAH PERINGATKAN DARI AWAL YA....MOHON BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN**...


...****************...


Di kantin rumah sakit.Adinda menyeruput minuman yang dibelikan Chika dengan masih sesenggukan.Disampingnya,Nabila tengah mengunyah makanannya dengan malas.Chika benar benar merasa iba melihat sang sahabat yang kini nampak begitu menyedihkan tersebut.


"kamu tinggal di rumah aku aja Din" ucap Chika.


Adinda menggelengkan kepalanya.


"nggak Chik...aku nggak mau ngrepotin kamu"


"trus kamu mau tinggal dimana?"


Adinda terdiam sejenak.Ia juga tak tau harus kemana setelah ibunya mengusirnya.


Sepersekian detik kemudian...


Adinda menoleh ke arah Chika.


"Bu Ela..." ucapnya.


"dia ibunya mas Adri Chik" ucapnya.


Chika mengangguk.


"iya....kamu bisa tinggal disana" ucapnya perih.


Yaa....setidaknya ia tidak tidur di jalanan dengan Nabila.Ia juga sekaligus bisa berbakti pada mertuanya itu.Mengurusnya di hari tuanya yang kesepian.


"dah.....mendingan sekarang kamu pulang aja...biar ibuk aku sama anak anak yang jagain.Mending sekarang kamu pulang,beres beres,trus kamu kerumah bu Ela.Kamu juga butuh istirahatin pikiran kamu Din." ucap Chika.


"saran aku....untuk sementara kamu nggak usah kerumah sakit dulu.Biar kamunya tenang,ibuk juga tenang.Nanti pelan pelan aku akan coba ngasih pemahaman sama ibuk.Semoga ibuk bisa luluh" ucapnya.


Adinda semakin sesenggukan.Ia beruntung mempunyai sahabat sahabat sebaik Chika Naya dan Putri.Mereka bahkan rela menghabiskan waktu mereka untuk bergantian menemani Adinda yang sedang berada di fase sulit.


"kalian baik banget Chik....aku bener bener berterima kasih sama kalian....hikss..."


Chika memeluk sahabatnya itu.


"udah...nggak usah dipikirin...kamu pulang gih....kasian Nabila disini malah bingung dia liat kamu nangis terus" ucap Chika.


Adinda mengangguk.

__ADS_1


"titip ibuk ya Chik..." ucapnya.


Chika hanya mengangguk.Adinda pun bergegas mengajak Nabila yang sudah selesai makan itu untuk pergi dari tempat tersebut.Baru hendak melangkah pergi,Joddy datang mendekati Adinda.


"Din...." ucapnya.


Adinda menunduk.Sungguh....untuk saat ini ia tak mau bertemu Joddy dulu.Ia butuh menenangkan diri.


"lo mau kemana?gue pengen ngomong sama lo" ucap Joddy.


"maaf Jod...aku mau pulang.." ucapnya sambil menunduk.


"tapi Din..." ucapan Joddy terhenti,Adinda sudah berjalan pergi meninggalkan tempat itu.


"Din..." ucapnya.


"Dinda butuh istirahat" ucap Chika menahan pergerakan Joddy.


"dia kenapa?"


"capek...mending sekarang kamu pulang" ucapnya judes.


"kenapa?gue mau ketemu dia...gue bakal anterin dia" ucapnya kemudian hendak melangkah pergi,namun...


"nggak usah...!!tolong ya...jangan ganggu Dinda..!dia lagi kacau sekarang..!" ucap Chika mulai emosi.Ia sudah mendengar semua kisah antara Adrian,Dinda dan Joddy dari sahabatnya itu.Ia tadi juga sempat mendengar bahwa Joddy lah yang melaporkan Adrian ke polisi.Fix....Chika gedeg sama Joddy.


"maksud lo apa?yang gangguin siapa?gue bantuin Dinda..!" ucap Joddy dengan nada tidak suka.


Chika tersenyum sinis.


"bantuin?bantuan apa yang kamu kasih ke Dinda?bantuan karena kamu udah ngelaporin Mas Adrian?bantuan karena kamu udah misahin Dinda dari suaminya?bikin keluarga Dinda jadi berantakan?bikin ibunya Dinda benci sama mas Adrian dan Dinda??itu yang namanya bantuan?!!" ucap Chika mulai emosi dengan dada naik turun.Ia menatap tajam ke arah laki laki yang kini nampak tak suka pada Chika itu.


"lu diem ya...lu nggak tau apa apa" ucap Joddy ngeyel


"koen iku sing gak reti opo opo c*k...!!!"


(kamu yang nggak tau apa apa..!!) ucap Chika membentak tepat di depan wajah Joddy.Ia benar benar emosi.Melihat sahabat nya yang hancur,terus menangis tak henti henti membuatnya ikut merasakan pedih.Terlebih lagi pria di hadapan nya ini selalu merasa paling benar.Ia merasa bak pahlawan bagi Dinda,namun nyatanya,ia lah yang secara tidak langsung menghancurkan kebahagian Adinda.


"eh biasa aja dong ngomongnya nggak usah nyolot...santai woee..." ucap Joddy mulai terpancing emosi.


Chika yang memang punya jiwa laki pun mendekatkan tubuhnya pada Joddy,dan dengan satu gerakan ia menarik kerah baju laki laki itu.


"hey..biasa aja...nggak usah primitif dong...!" ucap Joddy tak suka sambil mencoba melepaskan tangan Chika dari kerah bajunya.


"kalau sampai terjadi apa apa sama Dinda....m*dar koen..!!" (mati kau)


Joddy tersenyum sinis,ia mendorong tubuh gadis itu hingga cengkeraman tangannya terlepas.

__ADS_1


"lo ngancam gue?yang harus nya lo ancam itu Adrian..!dia yang udah bikin Dinda menderita..!!"


"kamu tau apa?!asal kamu tau ya...sebelum kamu bikin ulah dengan melaporkan mas Adrian ke kantor polisi,kehidupannya Dinda baik baik aja...!mereka itu saling mencintai...!" ucap Chika semakin menggebu gebu.


"koen sing pic*k..!!janc**k..!!!" umpat Chika lagi dengan membabi buta,emosinya pun meluap luap.


"lu cewek punya mulut sampah banget ya....nggak bisa lo ngomong alus dikit..!" ucap Joddy ngegas.


Chika menghela nafas panjang.Ia mencoba menetralkan emosinya yang mulai menggebu gebu.


"pergi...jangan ganggu Dinda lagi" ucap Chika dengan penuh penekanan.


"kalau gue nggak mau?" ucap Joddy manantang.


"tolong...pergi..." ucap Chika lagi.


"gue nggak ada urusan ama lo" ucap Joddy kemudian hendak pergi.


Chika mengetatkan gigi giginya.Dan dengan satu gerakan,ia menarik pundak Joddy dann....


buuggghhhhh.......


Sebuah tinjuan sekuat tenaga mendarat tepat di pipi Joddy.Laki laki itu tersungkur jatuh ke lantai.


Chika menatap tajam ke arah Joddy.Sekuat tenaga ia mencoba menahan emosinya.


"aku tahu kalau kamu itu sebenarnya suka sama Dinda...!!kalau kamu memang suka sama dia harusnya kamu biarin dia bahagia..!bukan malah menghancurkan hidup Dinda dengan pemikiran kamu yang merasa paling benar...!" ucap Chika penuh penekanan.


"Adinda dan mas Adrian itu saling mencintai..!mas Adrian memang pernah salah...tapi itu dulu...!sekarang dia ada di kota ini untuk menebus semua dosa dosanya..!"


"aku nggak tau ya...apa yang ada di pikiran kamu...tapi kalau kamu memang sayang sama Dinda....tolong...menjauh untuk sementara....Adinda benar benar butuh sendiri..!"


Chika kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Jauh dari dalam lubuk hatinya,ia berfikir...


Joddy tidak sepenuhnya salah.Ia mungkin tidak tau bahwa Adrian sudah berubah.Niatnya hanya untuk melindungi Dinda.Tapi fatalnya ia terlalu gegabah.Ia merasa bahwa ia yang paling tahu segala nya dan akhirnya tindakan cerobohnya itu hanya berujung pada penderitaan Adinda yang semakin bertambah.


...----------------...


***TERIMA KASIH UNTUK YANG MASIH SETIA BACA DAN BERKENAN MEMBERIKAN DUKUNGAN.


UNTUK BEBERAPA HARI KEDEPAN MASIH MENCERITAKAN TENTANG PEMBALASAN UNTUK ADRIAN.BAGAIMANAPUN JUGA ADRIAN PERNAH SALAH DAN PERNAH MELAKUKAN KEJAHATAN.PASTI HARUS ADA BALASAN ATAS ITU SEMUA BUKAN??


KALAU UNTUK JODDY...


TUNGGU AJA NANTI....,😁😁😁

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA YA....MAKASIHH***


__ADS_2