
Malam semakin larut....
02:00
Adinda mengerjabkan matanya,wanita itu terbangun dari tidur nya saat tak menemukan sosok laki laki yang selalu memeluknya tiap malam itu diatas tempat tidur.
"mas...." ucap Adinda dengan suara serak khas bangun tidur.
Dilihatnya sang suami tengah berada di atas sajadah sambil memegang tasbih.Adrian menoleh ke arah Adinda.Wanita berdaster pink itu bangkit dari tidurnya dan duduk di samping Adrian.
"kok bangun?" tanya Adrian.
"harusnya aku yang nanya sama kamu...kok nggak tidur..?"
"abis tahajud Din..."
Adinda menatap lekat wajah tampan pemilik hatinya itu..
"mas...kita nikah udah lama,aku kenal kamu udah belasan tahun....kamu nggak bisa bohongin aku mas...aku tau...ada yang kamu sembunyiin kan dari aku?" ucap Adinda.
Adrian hanya menatap lekat wajah cantik istri tersayangnya itu.
"jangan dipendam sendiri mas...cerita...ada apa?" tanyanya lagi.
Adrian menghela nafas panjang...
Tangannya tergerak meraih punggung tangan Adinda...
"Din....ada beberapa hal yang perlu kamu tau.............."
Dan...terbukalah mulut Adrian menceritakan semua yang sudah ia lakukan.Berawal dari cerita Jordan tentang Zev dan Dave serta misi balas dendam mereka saat Angkasa masuk rumah sakit karena dipukuli oleh Zev,kerja samanya dengan Jordan yang selalu memberi informasi tentang per gerakan Dave dan Zev,permintaan tolong Jordan agar membantu Zev lepas dari Dave.Menyusun rencana dengan Farhan.Kejahatan kejahatan Dave di masa laly,dipenjara,hingga keluar dari penjara mulai dari menghasut Nora dan Zev serta memanfaatkannya,kecelakaan bu Lastri,pizza beracun,semuuanya...ia ceritakan dengan lengkap tanpa ada yang ditutup tutupi.Dan berakhir pada aksi nekat Adrian membunuh Dave...semua ia ceritakan pada bidadarinya itu.
Adinda tersentak.Tangannya reflek meremas daster yang menutupi dadanya.Mulutnya seeketika mengucap istigfar mendengar pengakuan sang suami.
"mas..." ucap Adinda lirih..
"aku tau kamu pasti kecewa Din...aku minta maaf...aku mungkin bisa menahan jika dia ingin menghancurkan ku,tapi jika menyangkut keluarga ku,kamu,Nabil,Angkasa,ibuk...aku nggak bisa tinggal diam Din...." ucap Adrian.
"dulu Nabila,lalu ibuk...besok siapa lagi..kamu?Angkasa?beruntung keluarga kita masih utuh Din.."
"tapi kenapa harus membunuh mas..?" ucap Adinda lembut.Jika dikatakan kecewa,iya..namun ia bisa melihat raut wajah penyesalan dalam diri suaminya,ia tak mau menambah beban Adrian,ia tau...seperti apa maksud hati laki laki itu.
"lalu harus dengan cara apa?penjara?nggak akan ada efeknya Din...kasih peringatan?nggak mungkin mempan..yang ada dia akan memutar balikkan fakta lagi..." ucap Adrian.
__ADS_1
"aku bukan sehari dua hari mengenal Dave dan keluarga Anderson...aku sudah lama mengenal mereka...." ucap Adrian.
Adinda menunduk
Adrian menatap wajah yang terlihat sedih itu...
"kamu kecewa sama aku?" tanya Adrian sambil menyentuh dagu Adinda agar wanita itu mendongak.
"kamu marah sama aku?" tanya Adrian lagi.
"gimana aku bisa marah...kalau kamu melakukan semua ini demi aku dan anak anak...?gimana aku bisa marah..kalau setelah membunuh Dave kamu jadi sependiam ini..." ucap Adinda.
"mas...aku selalu melarang kamu melakukan hal yang aneh aneh itu karena aku khawatir sama kamu mas...aku takut terjadi apa apa sama kamu..." ucap Adinda dengan mata mulai mengembun.
"maaf..." ucapnya lagi.
Adinda menatap nanar pria yang terlihat begitu menyesal tersebut.Bertahun tahun semenjak kelahiran Angkasa,keluarga ini selalu berselimutkan kenahagiaan,namun secara tiba tiba badai datang menerpa dengan terenggutnya kesucian Nabila,setelah itu ujian datang bertubi tubi dan semua menyangkut nyawa.Adrian yang sudah hidup damai pun seolah kembali terusik.Adrian seolah kembali menunjukkan taringnya sebagai sang king mafia,sekali bergerak,nyawa Dave melayang.
Kini Adinda harus bisa kembali menenangkan pikiran Adrian yang mungkin sudah kacau.Ia tak mau suaminya itu terus terusan larut dalam kesedihan.
Bukannya membenarkan,tapi mau bagaimana lagi,suaminya adalah Adrian Tama,alumni raja pasar gelap yang terkenal bengis dan keji,yang tak bisa dikendalikan oleh siapapun ketika jiwa iblisnya kembali menguasai dirinya.
Tak ada pilihan lain bagi Adinda selain kembali memerankan perannya sebagai sang pawang singa.
Adinda meremas jari jemari Adrian.
"tahajud lagi yuk...aku temenin" ucap Adinda
Adrian tersenyum mendengar respon sang istri
"aku benar benar beruntung punya istri seperti kamu Din..." ucap Adrian begitu tulus.
"aku hanya menjalankan apa yang menurutku benar mas....bukan berarti aku mendukung aksi pembunuhan yang kamu lakukan,aku hanya menjalankan tugasku sebagai seorang istri...melengkapi kekuranganmu,mengingatkanmu jika kamu salah,dan menutup aibmu rapat rapat..." ucap Adinda.
"sekarang perbanyak ibadah kamu mas...minta maaf sama Allah atas kesalahan kamu ini....jangan lakuin hal seperti ini lagi mas...cukup ini jadi yang terakhir..." ucap Adinda.
"ya....aku janji Din...aku janji ini yang terakhir..aku nggak akan berhenti minta ampun sama Allah...makasih sayang...kamu udah sangat sabar mendampingi laki laki yang penuh dosa ini" ucap Adrian.
Adinda tersenyum,laki laki itu kemudian meraih tubuh sang istri dan memeluknya erat.Sungguh....tak ada harta yang lebih indah yang Adrian miliki selain istri solehahnya ini dan dua buah hatinya yang sangat ia cintai.
...****************...
Pagi menjelang....
__ADS_1
Laki laki bernetra serigala itu perlahan mulai mengerjabkan matanya saat sinar mentari perlahan masuk melalui jendela kaca kamarnya dan menerpa wajah tampan berjambang Zev.
Zev menguap,dengan hanya menggunakan boxer dan bertelanjang dada,Zev bangkit,mendudukkan tubuhnya bersandar pada sandaran ranjang king size miliknya dan mencoba mengumpulkan kembali serpihan serpihan kesadarannya yang masih berjalan jalan entah kemana.
Zev meraih ponselnya di atas nakas,
1pesan vidio masuk dari nomor yang tidak dikenal....
Zev mengernyitkan dahinya,dengan kondisi kesadaran yang belum sepenuhnya terkumpul laki laki itu kemudian membuka pesan tersebut .
"*hai daddy....assalamu alaikum..."
"aku mengirim pesan vidio ini karena aku mau pamit sama daddy...aku pergi ke kota S..."
"seseorang yang baik hati berhasil menyadarkan ku dan mengubah pola pikirku..aku memutuskan untuk tinggal disana dan mengabdikan diriku di sebuah panti asuhan sambil belajar ilmu agama...aku ingin menebus semua dosa dosaku pada almarhumah mama....aku ingin menjadi manusia yang lebih baik Dad....aku ingin berubah"
"maaf dad,aku nggak pamit langsung sama Daddy...aku malu..."
"makasih udah pernah jadi laki laki yang istimewa di hatiku...makasih sudah mau jadi orang tua tiriku selama ini"
"aku pamit....jaga baik baik wanita yang sekarang ada disampingmu...sayangi dia karena dia adalah wanita baik baik yang dididik oleh orang tua yang sangat baik...terlepas dari masa lalu dan sisi lain hidupnya yang gelap..."
"Nora pamit daddy....ini alamat panti asuhan tempat Nora tinggal....mampir ya kalau daddy ada waktu....ajak Nabila sekalian....Nora tunggu....assalamu alaikum*.."
Zev mematung...
Sebuah pesan dari anak tirinya berhasil membuat Zev tertegun.Lama tak ada kabar,tiba tiba wanita itu mengirim pesan vidio pamitan.Penampilannya lebih tertutup dengan hijab putih menutupi rambutnya.Selain itu Nora juga mengirim kan sebuah foto sebuah panti asuhan lengkap dengan alamatnya.
Apa yang terjadi dengan Nora?mungkinkah ia sudah berubah?siapa orang baik yang dimaksud Nora??
Zev merebahkan tubuhnya di sandaran ranjang itu kembali.
Speechless....
Tak dapat berkata apapun...
Siapapun orang itu....Zev harus berterima kasih..ia berhasil merubah Nora yang liar menjadi seperti ini...
Semoga ini bukan akal akalan Nora...semoga wanita itu benar benar berubah dan menjadi wanita yang lebih baik lagi...
...----------------...
YUK....KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA 🥰
__ADS_1