Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
106


__ADS_3

"gue ada satu informasi...mungkin bisa lo pakai untuk memuluskan rencana lo"


"apa?"


"Nabil duduk sama mama bentar nak.." ucap Adrian pada sang putri yang masih setia di atas pahanya.


Nabila pun menurut.


Adrian menggerakkan jari jarinya mengisyaratkan Marco untuk mendekat padanya.


Marco pun menggeser posisi duduknya dan sedikit mendekat kan wajahnya,begitupun Adrian,membuat wajah kedua pria itu bertemu diatas meja kayu berbentuk persegi panjang itu.


"gue punya mantan pe**cur...namanya Desi.Dia termasuk pe**cur paling populer di bar gue..." ucap Adrian pelan.


Marco masih menatap penuh selidik ke arah pria bertato itu,seolah ingin mencari tahu kemana arah pembicaraan suami Adinda tersebut.


"Desi ini...sering di booking sama pejabat dan orang orang penting...salah satu yang gue kenal namanya Bram." ucapnya lagi.


"dan gue baru tahu kemarin malam kalau Bram adalah satu anggota penyidik di kasus gue..." ucap Adrian dengan seringai licik.


.


.


.


.


.


.


.


Jedaaaaarrrrrrrrrr


"lo tahu maksud gue kan?" ucapnya lagi.


Marco menggelengkan kepalanya sambil tertawa.Ia seolah tak bisa berkata kata.Laki laki di depannya ini memang benar benar licik.Meskipun ia sudah mulai tobat,namun jiwa gila dalam dirinya masih belum sepenuhnya hilang.


"sekarang masalahnya Desi dimana?" tanya Marco.


Adrian menyeringai lagi.


"boleh pinjem hp lo.." ucapnya.


Marco pun meraih ponsel yang ada di saku celananya kemudian memberikan benda canggih tersebut pada Adrian.


Pria beristri itupun menerimanya.Ia mengetikkan sesuatu di ponsel itu lalu memberikannya pada Marco.


"itu nomor hp Desi....tarifnya lima sampai delapan juta semalam.Lo bisa kasih lebih kalau lo mau kerja sama sama dia.Lo bisa minta dia buat ngasih sedikit jebakan buat Bram" ucapnya.


Marco kembali menggelengkan kepalanya.


"sumpah otak lo kriminal banget.." ucap Marco sambil menyandarkan tubuhnya.


Adrian tersenyum smirk.Ia menyandarkan tubuhnya di sandara kursi kayu tersebut,tangannya tergerak merangkul pundak wanita cantik di samping nya.


"kalau gue nggak kriminal....gue nggak akan ada disini.." ucapnya santai lalu mengecup pipi Adinda singkat.


"mas...." ucap Adinda.


"ya..." jawab Adrian sambil membelai pipi Adinda lembut.


"kamu nggak akan ngelakuin yang aneh aneh kan?" tanyanya.


Adrian tersenyum...


"nggak sayang....kamu tenang aja.." ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"papa...aku mau pangku papa lagi" ucap Nabila.


"oh boleh dong....sini sama papa" ucap Adrian.Nabila pun kembali duduk di pangkuan Adrian.Gadis kecil itu bahkan kembali menciumi pipi Adrian,seolah ia ingin menunjukkan betapa ia sangat merindukan laki laki itu.


"aku laper Din.." ucap Adrian.


"oh iya...aku sampai lupa..." ucap Adinda.Ia kemudian mengeluarkan kotak makanan yang ia bawa dari dalam tasnya.


Seperti biasa,keluarga kecil itu begitu larut dalam kebersamaan mereka.Nabila tak henti bercerita kesana kemari,menceritakan aktifitasnya dan hal hal kecil lainnya.Adrian pun mendengarkan ocehan bocah kecil itu dengan seksama,bahkan sesekali menanggapi ocahan ocehan itu dengan antusias sambil menerima suapan demi suapan makanan dari sang istri.


Marco hanya tersenyum menyaksikan keakraban keluarga kecil itu.Ia pun memilih berpamitan menunggu di luar kantor polisi daripada harus jadi obat nyamuk disana.


Pria itupun pergi meninggalkan ketiga manusia itu.


Seperginya Marco..


"mas..." ucap Adinda sambil terus menyuapi sang suami


"hmm..."


"mas Marco tadi nawarin aku jadi model" ucap Adinda


"oh ya..."


Adinda mengangguk.


"sama aku juga pa.....iya kan ma??" ucap Nabila nyamber sambil terus bergelayut di pangkuan ayahnya.


Adinda mengangguk.


"waahh...anak papa mau jadi model nih" ucap Adrian kemudian kembali menciumi pipi Nabila.


Adinda kembali menyuapi sang suami dengan satu suapan terakhirnya.Membuay makanan yang ia bawa itupun ludes tak bersisa.


"oh iya Din...aku mau ngasih tau kamu..." ucap Adrian.


Adrian mengeluarkan sebuah buku kecil yang ia bawa di saku celananya.


"lihat nihh..." ucapnya dengan bangga.


Ia mengeluarkan sebuah iqro kecil lalu membukanya.


"aku udah sampai sini dong.." ucap nya bangga sambil menunjukkan lembaran buku tersebut yang menunjukkan jilid empat.


Adinda tersenyum hangat.Ternyata suaminya benar benar belajar di dalam sana.


"oh ya...kok cepet banget?"


"kemarin waktu di sel sana aku ketemu sama napi yang ternyata seorang guru ngaji.Dia yang ngaajarin aku"


Adinda merebahkan kepalanya di pundak Adrian.Ia mendongak menatap wajah sang suami dengan jarak yang begitu dekat.


"aku seneng deh mas...kamu benar benar mau belajar."


"aku akan jadi imam sholat kalian setelah aku keluar dari sini" ucapnya sepenuh hati dengan tatapan dalam ke arah Adinda.


Dinda pun tersenyum bangga,ia mengusap pipi berjambang itu kemudian mengecup bibir Adrian singkat.


"ihhh....maluuu...." ucap Nabila yang berada di pangkuan Adrian sambil menutup matanya,namun ia masih melihat melalui sela sela jarinya.


Adrian dan Dinda pun terkekeh melihat tingkah sang putri.


"saudara Adrian...waktu besuk sudah habis" ucap sang sipir,menandakan pertemuan hangat mereka akan sudah waktunya berakhir.


Adrian menatap wajah Nabila yang kini cemberut.


"dah...Nabil ikut mama lagi....papa masuk dulu ya...." ucap Adrian.


"papa kapan ikut pulangnya sih..." ucap Nabila merengek.

__ADS_1


"sebentar lagi....kamu sabar ya...jangan lupa doain papa" ucap Adrian.


Nabila masih cemberut.


"jangan cemberut gitu dong....anak papa nggak boleh ngambekan" ucap Adrian sambil mencubit ringan pipi chubby sang putri.


"dah...sama mama lagi sini" ucap Adinda sembari bangkit kemudian meraih tubuh mungil itu dan menggendong nya.


Adrian pun berdiri.


"kamu jaga diri baik baik ya Din" ucap Adrian.


"iya mas"


Dinda meraih punggung tangan sang suami kemudian menciumnya.Adrian mendekat ia mengecup lembut kening sang istri,kemudian berpindah ke bibir Adinda,memberikan kecupan singkat di benda merah muda yang begitu ia rindukan itu.


Adrian beralih mencium kening dan pipi Nabila.Lalu mengusap gemas rambuta gadis kecil tersebut.


"assalamu alaikum" ucap Adrian


"wa alaikum salam..." jawab kedua wanita itu.


Adrian pun kembali ke sel bersama sipir.Adinda hanya tersenyum melihat punggung sang suami yang mulai hilang di balik tembok kokoh itu


...****************...


Sementara di tempat lain....


Di sebuah mobil mewah yang melesat membelah jalanan ibu kota.


"malam ini kita nggak bisa ketemu" ucap Joddy.


"kenapa?" tanya Sheila dengan tangan yang masih fokus mengemudikan setir.


"motor gue disita sama abang gue...dia mulai curiga sama gue" ucapnya kesal.


"tapi gue maunya kita ketemu" ucap Sheila.


"sinting lo ya....gue nggak bisa nj*ng..!!"


Sheila tersenyum sinis.


Wanita yang sudah merasakan dijamah oleh entah berapa banyak pria itu Membelokkan mobilnya menuju sebuah basement di sebuah pusat perbelanjaan disana.


"lo mau ngapain?gue minta lo jemput gue buat nganterin gue pulang bang***...!" umpat Joddy.


Sheila melepas sit beltnya setelah ia berhasil memarkirkan mobil itu dengan sempurna.


Sheila menatap sinis ke arah Joddy.Tangannya tergerak membelai dada remaja itu kemudian turun hingga keperut.


"disini gue yang mengendalikan lo Joddy...bukan lo yang mengendalikan gue..." ucapnya dengan tangan yang mulai meraba lembut di sebuah gundukan yang terbungkus celana abu abu itu,membuat nafas Joddy mulai memburu.


Jemari lentik itu mulai melepas ikat pinggang yang bertengger disana,kemudian dengan cekatan ia membuka kancing celana Joddy dan menurunkan resleting itu lalu mengeluarkan sebuah benda yang mulai mengeras disana yang terlihat berdiri dengan gagahnya.


"lo yang nurut sama gue...bukan gue yang harus nurutin semua perintah lo" ucapnya sambil menggenggam benda besar dan panjang itu naik turun.


Joddy di buat semakin panas.


"jadi budak yang baik sayang..." ucap Sheila.Wanita itu kemudian menunduk.Melahap benda yang sedari tadi ia urut itu dengan lahapnya.


...----------------...


***SELAMAT PAGI......


BOLEHKAH MINTA HADIAH DAN VOTE YANG BANYAK HARI INI🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺


JANGAN LUPA RAMAIKAN KOLOM KOMEN DENGAN PENDAPAT PENDAPAT KALIAN....


KLIK LIKE SETELAH BACA YAAA....🥰🥰🥰🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2