
Adinda menghentikan langkahnya.Ia mematung melihat pemandangan yang terjadi di sana,tepat di depan pintu rumah utama.Matanya mengembun,sepersekian detik kemudian,cairan bening itu tumpah menetes membasahi pipi mulusnya.Adinda terisak,antara bahagia bercampur haru.Ia menutup mulut nya agar suara tangisnya tak terdengar lebih jelas.
Adinda melangkahkan kakinya mendekati pintu rumah utama tempat dimana pemandangan yang berhasil membuatnya menangis itu berada,berjalan mendekati dua orang yang tengah berpelukan begitu erat.Nabila meloncat loncat kegirangan dalam pelukan laki laki yang begitu sangat ia nantikan kepulangan nya.Sedangkan laki laki itu berjongkok sambil terus mendekap Nabila yang begitu girang, sebuah senyuman lebar pun ia tampilkannya hingga memperlihatkan barisan gigi giginya yang putih.
Ya...itu Adrian.Ia pulang lebih cepat dari jadwal yang semestinya.Nabila yang tadinya hendak makan siang tiba tiba menghentikan pergerakannya saat mendengar bel rumahnya berbunyi.Gadis kecil itupun berinisiatif membukakan pintu masih dengan piring di tangannya.Saat membuka pintu dan mendapati sang papa yang berdiri disana,gadis itu langsung melempar piring berisi nasi itu hingga membuatnya jatuh pecah dan berserakan di lantai.Nabila sangat merindukan laki laki itu.Ia terus memeluk sang papa sambil meloncat loncat bahagia.
Adinda tersenyum haru menyaksikan pemandangan itu.Akhirnya suaminya pulang.
"Din...." ucap Adrian saat menyadari kehadiran sang istri.
Nabila melepaskan pelukan nya.
"mama...papa udah pulang..." ucap Nabila.
Adinda mengangguk sambil mengusap lelehan air mata nya yang sudah banjir.
Adrian bangkit,ia berjalan mendekati istri kecil nya yang sesenggukan itu.
"aku pulang.." ucap Adrian lirih saat sudah berada di hadapan Adinda.
Dinda mengangguk,ia kembali mengusap air matanya.Sebuah senyuman lebar terbentuk di sela sela tangisannya.Bukan senyuman....tapi tawa...
Ia tertawa di sela sela tangisnya...
Adrian tersenyum haru,tangan kekarnya tergerak mengusap lelehan air mata yang seolah tak ada habisnya.Selesai sudah...penantian panjang itu kini sudah berakhir,mereka kembali bertemu,mereka kembali di persatukan.Adinda menangis sesenggukan karena bahagia.Bahagia akhirnya ia bisa sedekat ini lagi dengan Adrian.Tangan putih itu tergerak,ia meraih punggung tangan Adrian lalu menciumnya,bukan hanya mencium,wanita itu juga menghirup aroma tangan kekar bertato tersebut.Sungguh,sebuah kerinduan yang teramat sangat besar.
Adinda melepaskan tangan Adrian,ia mendongak menatap wajah tampan yang kini nampak berewokan dengan kumis dan jenggot yang mulai melebat.
Adinda merentangkan kedua tangannya.
"welcome home...." ucapnya sambil tertawa disela tangisnya.
Adrian ikut tertawa haru.Ia menarik pinggang Dinda,memasukkan tubuh ramping itu ke dalam dekapannya dan memeluknya dengan begitu erat.
Adinda tak henti menangis haru.Mulut mungil kembali bersuara lirih mengucap takbir dan syukur.Sungguh..semua ini begitu indah.Jika ada yang pernah mendengar kalimat 'indah pada waktunya'..ya...inilah yang terjadi sekarang.Badai itu perlahan mulai berlalu,kini pelangi indah siap menyambut kehidupan baru keluarga kecil itu.Adrian semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh wanita yang sangat ia cintai itu.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari,sepasang mata sendu menatap haru ke arah ketiga anak manusia itu.Di lantai atas,dengan tangan yang berpegangan pada pagar besi, Bu Ela tersenyum disela tangisnya.Ingin sekali rasanya ia berlari dan memeluk pria itu,namun ia sadar,kehadirannya tak diharapkan.Ia sadar betul bahwa ia tak layak dan tak pantas bahkan hanya sekedar menyentuh ujung kuku Adrian.Kini ia harus bersiap siap,terutama menyiapkan mental dan hatinya,jika suatu saat Adrian akan mengusirnya dari rumah peninggalan tuan William itu.
Kembali ke lantai bawah,dimana tiga anak manusia itu berada.
Adrian kini menangkup wajah ayu itu.Berkali kali ia mendaratkan kecupan lembut ke kening wanita yang begitu ia sayangi.
"i miss you.." ucap nya lirih.Adinda hanya mengangguk sambil terus tersenyum lebar di sela sela tangisannya.Seolah kebahagiaannya tak bisa lagi di jelaskan dengan kata kata.Adrian mengecup bibir mungil itu beberapa kali.Adinda kembali tertawa.Ia sungguh bahagia.
"papa cium cium mama terus....aku di cuekin..."
Suara itu sontak membuat sepasanh suami istri itu menoleh ke arah sumber suara.Dilihatnya sang putri kecil nampak manyun sambil melipat kedua lengannya sambil membuang muka.
Adrian dan Dinda pun terkekeh.
"iya deh....sini...." ucap Adrian kemudian meraih tubuh Nabila dan menggendong nya sambil menciumi pipi chubbynya.
Adrian melangkah membawa Nabila yang berada di dalam gendongannya menuju ke sofa ruang tamu yang ada di sana.
Adrian melongok ke atas.Sekilas ia seperti melihat ada bayangan seseorang di lantai dua.Tapi siapa,tidak jelas.Adrian mencoba mengabaikannya.
"kamu mau aku bikinin kopi mas..?" tanya Dinda.
"iya..." jawab wanita itu.
Adinda segera bergegas menuju dapur.Sedangkan Adrian kini tengah bersama Nabila di ruang tamu rumah itu.
Nabila tak beranjak dari pangkuan sang ayah.Gadis kecil itu merebahkan kepalanya di dada bidang berbalut kaos biru itu.
"kamu makin gendut Bil.." ucap Adrian saat merasakan bobot tubuh sang putri yanv dirasa makin bertambah.
"iya dong...aku makan banyak pa...aku nggak mau sakit kayak dulu lagi" ucap Nabila.
"kamu pernah sakit?"
"pernah...waktu aku nggak ketemu papa...katanya papa dipindahin itu lohh..." ucap Nabila
__ADS_1
"Nabil kasian sama mama pa....mama tiap hari nangis terus...udah gitu kita di usir sama nenek..trus kita tinggal di rumah nenek Ela...sempit pa....dingin...mama tidurnya cuma di tiker,abis itu nggak ada bantal...Nabil kasian sama mama" ucapnya.
Adrian mendengarkan cerita sang putri dengan seksama.
"untung ada om Marco yang jemput kita...kita bisa tinggal disini deh sekarang....rumahnya bagus...ada foto foto papa juga lagi..tiap malem aku selalu ngobrol sama foto papa...setiap sholat aku selalu berdoa semoga papa bisa cepet pulang...eh...sekarang di kabulin..Alhamdulillah...." ucap Nabila.
Adrian tersenyum.Ia kembali mencium pucuk kepala Nabila.Begitu besar perjuangan Adinda selama ia dipenjara.Ada rasa bersalah dalam dirinya mendengar cerita dari mulut Nabila.Lagi lagi,ini semua adalah imbas dari dosa dosanya di masa lalu.
Adinda datang dengan nampan berisi kopi untuk sang suami.Wanita itu kemudian meletakkan nampan tersebut di atas meja.
"makasih..." ucap Adrian dibarengi dengan senyuman manis.Adinda pun membalas dengan senyuman yang tak kalah manis.Wanita itu kemudian duduk di samping Adrian.Tangan kekar Adrian tergerak membimbing kepala Adinda untuk bersandar di dada bidang miliknya.
"kamu seneng tinggal disini?" tanya Adrian.
Adinda mengangguk...
"iya mas.." ucapnya.
Adrian mengecup pucuk kepala sang istri.Hingga....
Allahu Akbar.....Allahu Akbar....
kumandang adzan Dzuhur menggema pertanda waktu untuk menyembah Sang Maha Kuasa telah tiba.
"Din..." ucap Adrian.
"ya...."
"sholat yukk...."
ππππππ
...----------------...
***GIMANA?UDAH DILEPAS NIH YA GANTUNGANNYA,UDAH LEGA KAAAAN....π
__ADS_1
JANGAN LUPA DI LIKE KOMEN VOTE DAN KASIH HADIAH NIIHHH...BIAR YANG NULIS SENENG.....
DITUNGGUIN LOOOHHHH...YANG BUAAANYAAAKKKK***........