Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
126


__ADS_3

Hari demi hari terus berganti....


Adrian menjalani kehidupan barunya sebagai salah satu tangan kanan kepolisian yang bertugas memberikan informasi tentang seluruh komplotan mafia yang ia ketahui di dunia pasar gelap.Belum genap dua bulan,tiga komplotan mafia kelas kakap berhasil di ringkus pihak kepolisian berkat informasi dari laki laki tampan itu termasuk komplotan James.Seluruh anak buah James diperkirakan sudah tertangkap tak tersisa.Polisi juga berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba yang sedang di lakukan oleh komplotan James yang di ketuai oleh adik kandung James saat ini.


Polisi mendapatkan banyak sekali informasi penting dari mulut Adrian,membuat tugas mereka kini terasa semakin ringan berkat bantuan dari laki laki itu.


Adrian pun tak masalah,yang penting ia segera bebas dan bisa berkumpul lagi dengan keluarga kecilnya.Meskipun tak dipungkiri,keterlibatannya dalam menumpas kejahatan kejahatan besar itu pasti akan berimbas pada beberapa orang yang mungkin akan mulai mengincar keselamatannya dan juga keluarga nya.


Sebuah motor gede hitam terlihat memasuki halaman rumah mewah tersebut.Itu adalah Adrian,motor itu ia dapatkan dari pihak kepolisian,mereka memberikan motor tersebut pada Adrian sebagai mode transportasi guna mempermudah pekerjaan pria itu.Selain itu,polisi juga memberikan gaji pada Adrian sebagai bentuk terima kasih mereka atas semua informasi penting yang Adrian berikan.


Sedangkan Adinda,


Setelah menerima pengumuman kelulusan,kini wanita itu semakin sibuk dengan aktifitas modelingnya.Tak hanya Adinda,Adrian pun demikian.Setelah memutuskan menerima tawaran iklan yang Marco tawarkan beberapa waktu yang lalu,kini nama Adrian seolah kembali melejit.Ternyata keputusannya menerima tawaran iklan dengan sedikit mengorbankan rasa malunya itu tak sia sia.Kini ia kembali meraih popularitasnya.


"assalamu alaikum..." ucap Adrian setelah memasuki rumahnya.


Sepi...tak ada orangkah?


Pria itu melepas jaketnya dan meletakkan nya di sofa single yang ada di sana.Ia kemudian merebahkan tubuhnya di atas sofa single disana lalu meraih ponsel di saku celananya dan membukanya.Ternyata ada satu pesan dari Adinda yang belum ia buka.


"mas...aku keluar sebentat sama Nabil....ke mini market...kalau udah sampai langsung makan aja ya....semua udah aku siapin...😘" tulis Adinda.


Adrian hanya tersenyum.Ia meletakkan benda pipih tersebut di atas meja.Rasa lelah yang mendera,membuat laki laki itu tanpa sadar tertidur di atas sofa tersebut.


......................


Seorang wanita paruh baya berjalan menuju dapur rumah mewah tersebut berniat untuk mencuci piring bekas makan siangnya.Berjalan dengan pelan lantaran kaki nya yang memang sudah sedikit pincang akibat terjatuh dari motor beberapa waktu lalu,Bu Ela bergegas menuju wastafel untuk mencuci piring piringnya.


Setelah selesai,dilihatnya ke arah meja makan.Tudung saji masih tertutup rapat.Apakah makanan di dalamnya belum tersentuh?itu artinya Adrian belum pulang.Bu Ela bergegas menuju ke pintu utama,hanya berniat untuk mengecek apakah putra nya itu sudah pulang atau belum.Namun tiba tiba pandangan matanya terfokus pada sesosok pria tampan yang tertidur pulas di atas sofa ruang tamu.


Dilihatnya pria itu dari kejauhan,wajahnya sangat mirip dengan almarhum suaminya.Bu Ela sangat merindukan putranya itu,nalurinya sebagai seorang ibu kini kembali meronta ronta melihat sang putra kini tengah terlelap dalam mimpi tak jauh dari tempat nya berdiri.Ia berjalan mendekati Adrian yang masih tertidur,lalu dengan hati hati ia berjongkok di samping putranya itu.Matanya kembali mengembun mengamati setiap detail wajah Adrian.Ia tumbuh bergitu cepat.Dulu Adrian masih anak Sd yang lucu seusia Nabila saat ia meninggalkan nya,tapi kini,Adrian sudah tumbuh menjadi pria dewasa yang begitu tampan dan sempurna.


"anak mama..." ucapnya lirih dengan air mata yang mulai menetes.Tangannya tergerak membelai lembut pipi sang putra.


"maafkan mama nak..." lirihnya lagi.


Bu Ela mendekatkan wajahnya pada wajah Adrian,dengan gerakan yang begitu lembut ia mengecup kening putra semata wayangnya ini dengan linangan air mata yang membasahi pipinya.


Adrian mengerjabkan matanya saat merasakan tetesan air mengenai wajahnya.Bu Ela yang menyadari hal tersebut pun dibuat panik.

__ADS_1


Adrian segera bangkit dari tidur nya saat menyadari ada wanita itu di sisinya.


"sedang apa anda disini?" tanya Adrian yang kini berdiri angkuh itu dengan dingin.


Bu Ela susah payah bangkit dari duduknya.


"maaf...maafkan saya.." ucapnya sambil menunduk.Tanpa basa basi,wanita itu pun pergi dari tempat itu dengan terpincang pincang.


Adrian tertegun menatap punggung ringkih itu.Seolah ada perasaan iba disana melihat sang ibu yang kini nampak semakin renta.Adrian mengusap wajahnya,ada setitik air yang membasahi pipinya.Apa itu air mata bu Ela?apa wanita itu menangis tadi?


"assalamu alaikum...."


suara itu sukses membuyarkan lamunan Adrian.Dilihatnya kedua wanita istimewanya muncul dari balik pintu utama.


"wa alaikum salam" jawabnya.


"papa..." ucap Nabila sambil berlari mendekati ayah angkatnya itu.


"halo sayang...dari aja kamu?" tanya Adrian sambil mengangkat tubuh Nabila dan mendudukkannya di atas pangkuan Adrian.


"abis belanja pa sama mama...."


"baaaaanyaaaaaakkkk banget...mama mau bikin kue ulang tahun..." ucap Nabila.


"oh ya..."


"ada pesanan kue ultah lagi Din?" tanyanya.


"eeemm....iya mas...ada..."


"buat kapan?"


"besok..." jawabnya asal.


"oh...."


"kamu udah makan?" tanya Dinda lalu mendudukkan bok*ngnya di samping Adrian.


"belum...nunggguin kamu..."

__ADS_1


Adinda hanya tersenyum...


"gimana perkembangan kerjaan kamu?" tanyanya lagi.


"semua anggota James dipastikan udah tertangkap...termasuk adik kandungnya yang sekarang jadi ketua Diavolo" ucap Adrian.


"anak istrinya?"


Adrian menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa.


"James itu punya dua istri.Tapi istri keduanya memilih untuk bercerai beberapa tahun lalu.Sekarang nggak tau ada dimana..."


"sedangkan istri pertamanya....dia tewas saat penggerebekan kemarin" ucapnya


Adinda sedikit merasa iba.


"anaknya?James nggak punya anak mas?"


"punya...masing masing istrinya punya satu anak laki laki.Anak dari istri pertamanya tiga belas tahun.Kemungkinan dia meninggal,karena saat penggerebekan dia menceburkan diri ke laut.Sedangkan anak dari istri keduanya usianya seusia Nabil,dia ikut sama ibunya...nggak tau kemana.." ucapnya.


Adinda mengangguk.


"dah....nggak usah dibahas....aku laper..makan yuk..." ucap Adrian.


"iya ma....Nabil juga laper..."


"oh ya...Nabil laper juga...makan disuapin papa mau?" tanya Adrian.


"mauuuu....."


"oke...kita makan sekarang...lets go..." ucap Adrian sambil menggendong Nabila menuju meja makan.Ketiganya pun makan siang bersama sama.


...----------------...


***HALLOOOWWW....KOK NGGAK DI VOTE🥺🥺🥺


YOKK...TAMBAHIN VOTE DAN HADIAHNYA YUKKKK....


KLIK LIKE SETELAH BACA & TULIS KOMENTAR DI KOLOOM KOMENNYA YA....🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


TEEERRRRIMA KASIHH***......


__ADS_2