
Hari berganti hari,....
Semua berjalan seperti biasanya.Adrian makin hari makin menunjukkan perubahannya ke arah yang lebih baik.Ia pelan pelan mulai belajar agama dengan Adinda sebagai gurunya.
Sedangkan bu Lastri,meskipun masih dengan sikap dinginnya tapi wanita itu perlahan mulai melunak.Ia mulai bisa menerima kehadiran Adrian dan Nabila.
Lalu Bertha alias Bu Ela....
Semenjak kejadian waktu itu Adinda dan Adrian tak pernah sekalipun bertemu dengan wanita itu lagi.Adinda mengikuti perintah Adrian untuk tidak menemui wanita malang itu.Namun tanpa Adrian ketahui,diam diam Adinda sering mengirim makanan untuk Bu Ela melalui Chika Naya dan Putri.Dinda minta tolong untuk dibelikan makanan dan diserahkan pada wanita tua tersebut.
Dinda tak sepenuhnya tega dengan wanita itu.Ia yang terlanjur dekat dengan bu Ela tak sampai hati jika harus membiarkan bu Ela hidup seorang diri tanpa ada yang membantu.Terlebih lagi kini wanita itu kini sedang kurang sehat akibat terjatuh dari motor.
Malam hari....
Keluarga kecil itu kini tengah menikmati waktu bersama di sebuah taman kota.Nabila nampak begitu asyik bermain dengan beberapa anak kecil di sebuah permainan mandi bola yang ada di tempat tersebut.
Dinda dan Adrian duduk di sebuah kursi taman tak jauh dari tempat Nabila bermain.
"mas...."ucap Adinda memulai pembicaraan
"hmmm...." jawab Adrian sambil terus mengamati pergerakan Nabila di area bermain anak itu.
"kamu udah punya rencana pulang?" tanya Dinda.
Adrian menoleh ke arah Dinda.
"kenapa tanya gitu?"
"ya..pengen tau aja...bentar lagi kan aku ujian mas...aku harus masuk sekolah dong.Nabil juga udah kelamaan berhenti sekolah nya...kasian" ucap Adinda.
Adrian merentangkan tangannya memeluk pundak Adinda.
"secepatnya...aku pengen ibu kamu benar benar yakin dulu sama aku dan mengucap restu untuk kita.Setelah itu baru kita balik" ucapnya.
Adinda tersenyum...
"mas..."
"hmm..."
"eemmm...aku,..boleh nggak minta sesuatu..." ucap Adinda dengan sangat hati hati.
"apa?" tanya Adrian
"kamu mau nggak kalau..." Adinda menghentikan ucapannya,ia seolah ragu antara meneruskan ucapnya atau tidak.
__ADS_1
"kalau apa?" tanya Adrian.
"kalau kamu menghentikan bisnis bisnis kamu" ucap Adinda lirih dan ragu ragu.Ia menatap sedikit takut pada laki laki tampan dihadapan nya itu.
Adrian menatap intens ke arah wanita cantik itu,membuat Dinda menciut.
"kenapa?" tanya Adrian datar.
Adinda terdiam,ia menyesal mengucapkan permintaan nya tadi.Adrian sepertinya tidak suka.
"maaf.." ucapnya.
"aku nggak nyuruh kamu minta maaf,aku tanya..kenapa?" tanya Adrian.
Adinda menatap wajah Adrian yang nampak datar tanpa ekspresi.
"tapi jangan marah..." ucap Adinda merengek.Ia mulai takut.
"kenapa?" tanya Adrian lagi.
"so....soalnya aku takut....kerjaan kamu serem mas.." ucap Adinda sambil menunduk.
"kamu bilang mau nemenin aku berjalan dalam kegelapan" ucap Adrian kembali mengingat kata kata Dinda di balkon kamar sebelum mereka berangkat ke kampung halaman Dinda.
"trus kenapa sekarang kamu minta aku keluar dari bisnis bisnisku?kamu nyesel?" tanyanya.
"karena ini bisnis haram?kamu minta aku berhenti dari bisnis ini karena kamu merasa aku udah berubah,karena aku udah mau belajar agama?" ucap Adrian seolah sudah bisa membaca pikiran Dinda.
Adinda mengangguk ragu.Memang itu yang ada di pikiran nya sedari tadi.Ia ingin perlahan lahan mengubah hidup Adrian menjadi lebih baik.Dan ia merasa ini adalah waktu yang tepat,mengingat laki laki itu sudah banyak perubahan sekarang.Namun sepertinya Dinda salah,Adrian masihlah Adrian yang berjiwa mafia.Ia mungkin sudah mulai melembut hatinya,namun ia masih belum bisa lepas dari dunia yang selama bertahun-tahun di geluti nya.
Adinda semakin menunduk takut.Adrian mengangkat satu sudut bibirnya melihat raut wajah takut istrinya itu.
Tangan besar itu tergerak mengangkat dagu lancip Adinda,membuat wajah itu terangkat menatap wajah Adrian.
"ini duniaku Din..nggak semudah itu untuk aku bisa lepas dari dunia gelap ini.Dari awal aku udah bilang...kehidupan ku kelam sayang...hidupku gelap,suami mu ini penuh dengan dosa" ucap Adrian dengan tatapan intens.
Netra Adinda mulai mengembun
"maaf....maksud aku cuma.....aku takut aja mas...bisnis kamu terlalu berbahaya....aku takut....kamu masih bisa dapet uang dari modeling.Kita juga bisa kok buka usaha yang lebih halal...aku juga takut terjadi sesuatu sama kamu mas...." ucapnya.
Adrian tersenyum,ia mengusap gemas rambut panjang berbalut hijab itu.
"aku bukan orang baru cantik...aku bisa jaga diri...aku nggak akan kenapa napa" ucap Adrian yakin.
Adrian memeluk tubuh ramping itu,mengecup pucuk kepala wanita yang sangat ia cintai tersebut.
__ADS_1
Adinda hanya diam.Baiklah....mungkin bukan sekarang waktu yang tepat untuk membimbing Adrian keluar dari lembah hitam ini,tapi Adinda tidak akan menyerah,ia akan coba lagi lain kali.
"mama....." ucap Nabila yang berlari mendekati kedua orang tuanya.Membuat Adrian melepaskan pelukannya pada Adinda.
"hei.....udah puas mainnya?" tanya Adrian.
"udah....tapi aku haus pa...." ucap Nabila.
Adrian tersenyum..
"ya udah....kita sekalian makan disitu yuk.." ucap Adrian sambil menunjuk sebuah restoran di seberang jalan.
"iya pa....ayo pa Nabil udah laper..." ucap Nabila.
"ya udah yokk..kita makan.."
Keluarga kecil itupun beranjak dari tempat itu menuju ke sebuah restoran yang ada di seberang jalan.
Di tempat lain.......
Seorang remaja putra tengah duduk di atas motor yang ia berada di parkiran sebuah club malam.
Ya....Joddy kembali lagi ke club itu.Entah mengapa ia seolah yakin bahwa Adrian ada sangkut pautnya dengan club yang juga menjajakan para wanita sebagai pekerja malam tersebut.
Namun lagi lagi,ia tak menemukan hasil apapun.Ia yang baru saja bertanya pada bartender di club malam tersebut kembali dibuag kecewa lantaran jawaban mereka tak sesuai dengan yang ia harapkan.
Joddy menggeruk kepala nya yang tak gatal itu dengan kasar.Ia kemudian bergegas pergi dari tempat tersebut,namun saat ia hendak mengenakan helm nya,tiba tiba.....
"gue tau semua hal yang lo ingin tau..." ucap seorang wanita sexy yang nampak berdiri dengan angkuh sambil melipat kedua tangannya di depan dada.Joddy menghentikan pergerakan nya.Ia menoleh ke arah wanita yang mengenakan baju super sexy itu.
Wanita itu mendekati Joddy.Ia berdiri menyandarkan tubuhnya di atas motor yang ditunggangi Joddy tersebut dengan pose super sexy nya.
"gue punya semuanya....semua informasi tentang Adrian...." ucap wanita itu.
Joddy menatap penuh selidik ke arah wanita yang menatapnya dengan tatapan nakal tersebut.
"tapi semua itu nggak gratis...." ucapnya sambil menggerakkan jemari lentiknya menyusuri paha berbalut jeans yang ada di hadapannya.
...----------------...
***HALOOO....SUDAH CRAZY UP HARI INI....KASIHLAH HADIAH DAN VOTE YANG BANYAK BUAT OTHOR YANG UDAH CAPEK INIπ©π©π©π©
__ADS_1
JANGAN LUPA RAMAIKAN KOLOM KOMENTAR DAN LIKE NYA YA.....
TINGKIYU.....ππππππ***